Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Menang


__ADS_3

Para goblin mulai menyerang dengan brutal meskipun darahnya juga mulai berkurang dengan cepat.


Theo dan Silphie mulai kesusahan untuk menyembuhkan para goblin tapi dia tidak boleh berhenti disini dan sudah tidak ada jalan mundur.


[Darah Lassart Serpent tersisa 10%]


[Lassart Serpent menyemburkan api]


Mereka tercengang dengan pemberitahuan tiba-tiba.


"Oh sial!" umpat Theo.


Karena prediksinya dia akan menyemburkan Nafas api saat darahnya tinggal 1% tetapi semua prediksinya menjadi kacau saat darahnya masih 10% sudah menyembur lagi, dikhawatirkan ada semburan lagi Theo sudah tidak punya cara mengatasinya.


"Merapat cepat."


Dengan tergesa-gesa semua goblin dan party Theo sudah berada didekatnya untuk berlindung dari semburan ular merah ini.


Dan batu merah terakhir di perisai sudah pecah dan Theo tidak memiliki pelindung api lagi, Theo membuang perisainya di tanah.


"Heal"


"First Aid"


"Heal"


Theo tetap berusaha menyembuhkan meskipun lebih banyak darah yang keluar daripada yang masuk hingga akhirnya penyerang garis depan dengan darah paling sedikit harus tumbang.


[Gotcha telah mati]


"Sial!" hardik Theo.


Gotcha adalah goblin andalan Theo meskipun dapat menghindari tiap serangan tetapi darahnya terkikis karena efek Burn dari Lassart Serpen.


"Tetap serang," perintah Theo sambil memperhatikan area pertempuran.


"Blitzsting"


Gotu segera menembakan skillnya Blitzsting, sayangnya meskipun mengenai tubuh Lassart Serpent tetapi tidak menimbulkan efek paralysis.


[Efek skill berhasil dinetralkan]


"Dasar ular biadab!"


Theo tidak tahu kenapa efek skill tidak berefek pada monster ini.


"Spear Throw"


Sebuah tombak dilemparkan.


Gobiru mengeluarkan sisa kekuatannya sebelum akhirnya kehabisan darah.


[Gobiru telah mati]


Penyerang depan yang tersisa tinggal Gornage dan Gort.


Theo mengeluarkan semua skill penyembuh untuk Gort karena sekarang hanya dia yang membutuhkan penyembuhan sementara Gornage darahnya juga sekarat tetapi Theo tidak terlalu khawatir


"Gornage kekuatan penuh."


mendengar perintah itu Gornage segera mengeluarkan skillnya.


"Vampiric Hack"


Kapak miliknya mengeluarkan cahaya merah terang dan segera melakukan serangan kombo.


"Gornage Charge"


Gornage menubruk si ular dengan keras.


[Efek skill berhasil dinetralkan]


Tidak mempedulikan pemberitahuan, Gornage melanjutkan serangannya.


"Whirlwind Cleave"


Putaran kapak Gornage menggores sisik Lassar Serpent membuat darahnya kembali penuh dan melanjutkan dengan serangan pamungkasnya.

__ADS_1


"Leap Crush"


Meskipun efeknya berkurang, cukup untuk melukai sedikit Lassart Serpent.


[Darah Lassart Serpent tersisa 5%]


[Lassart Serpent menyemburkan api]


Mendengar pemberitahuan itu Theo dan partynya menjadi pucat pasi karena tahu perisai tersebut sudah habis batunya dan tidak berguna.


'Monster sialan ini...' hardiknya dalam hati.


"Gort kemarilah."


Ditengah kebingungan Theo segera berpikir cepat dan memutuskan untuk mengambil tameng Gort yaitu Ellown Shield.


Semburan dimuntahkan dari pojok menuju pojok Lassar Serpent semua terkena serangannya.


"Aktifkan efek"


Theo terlindung dari efek api tetapi tidak bagi yang lainnya


"Khuaaghhh."


"Theo curang."


"Baru juga sembuh sudah sekarat lagi."


"Maafkan aku tapi tidak ada jalan lain," kata Theo mengatasi komplain mereka.


Party yang memiliki darah penuh kembali sekarat untungnya tidak mati sementara para goblin.


[Gupi telah mati]


[Grass telah mati]


[Gross telah mati]


[Guts telah mati]


[Gowan telah mati]


[Goblin telah mati]


[Silphie telah mati]


Semua goblin Theo termasuk Silphie telah tersapu bersih dengan satu serangan milik Lassart Serpent kecuali Gort yang memiliki kesehatan tebal dan Gornage yang memiliki kesehatan penuh termasuk para player yang tadinya darahnya hampir penuh kembali sekarat.


"Yang benar saja," Theo menjadi kalut melihat partynya dimusnahkan.


Theo Tidak memiliki cara lain selain bertarung habis habisan tinggal melihat siapa yang darahnya habis terlebih dahulu.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan Urcelos Spear miliknya dan bersiap menyerang secara langsung, yang tadinya hanya memantau sekarang tampil di garis depan.


"Urcelos Wrath"


Theo mengangkat tombaknya tinggi dan sambaran petir menyambar Lassart Serpent.


[Darah Lassart Serpent tersisa 4%]


Theo mendekati Lassart Serpent dan menancapkan tombaknya ketanah.


"Thunder Field"


Sebuah petir menyambar dari tanah membuat sekitarnya terkena efek petir.


[Efek skill berhasil dinetralkan]


Meskipun cukup melukai tapi skillnya berhasil dinetralkan sehingga tidak membuat Lassart Serpent mengalami Paralysis.


[Darah Lassart Serpent tersisa 3%]


[Gort telah mati]


Theo terus menebas dengan semua kemampuannya bersama Gornage.

__ADS_1


[Darah Lassart Serpent tersisa 2%]


[Gornage telah mati]


Tinggal Theo sendiri berjuang di garis depan sementara partynya hanya bisa menyemangatinya karena jika mendekat akan langsung mati terkena aura Lassart Serpent.


[Darah Lassart Serpent tersisa 1%]


[Perhatian anda sedang sekarat]


Saat Lassart Serpent hendak menelan Theo, dia mengambil ancang-ancang melemparkan tombaknya.


"Bullet Spear"


Tombak tersebut menghunjam tenggorokannya menembus sampai tengkuk leher dan menancap ke dinding belakang membuat si ular tumbang dengan suara debum keras.


"Ternyata kau yang mati dulu," kata Theo dengan pandangan kejam kepada bangkai ular yang tergeletak di depannya.


[Lassart Serpent telah mati]


[Level up]


[Mendapatkan 2 Lassart Scale]


Sebuah pemberitahuan terdengar di seluruh New World.


[Selamat kepada player Theo, Freedom, Ira dan Rash telah menyelesaikan Lassart Serpent Dungeon untuk pertama kali, semua stat + 2, mendapatkan fame 300]


World Chat kembali meledak dengan adanya pemberitahuan ini.


"Hei yang benar saja ini tempat monster ular itu kan."


"Sungguh gila lagi-lagi si Theo menyelesaikan hal yang mustahil."


"Siapa sebenarnya dia aku penasaran sekali."


"Dia benar benar legenda menyelesaikan semua quest yang belum terselesaikan."


Untuk sementara World Chat mengalami kegaduhan dan belum ada tanda tanda akan berhenti.


Serta beberapa pesan ucapan selamat dari temannya.


Scand :"Yo Theo luar biasa."


Lynna : "selamat Theo."


Gain : "selamat tuan tetapi kenapa tidak mengajakku hik hik."


Raissa : "kau hebat Theo," dengan emoticon love.


Theo melihat mereka mendekat dengan cengingisan.


"Dasar beban," kata Theo tersenyum sambil melakukan toss dengan mereka.


"T-tuan apakah aku tidak bermimpi ada pemberitahuan yang menyebutkan namaku di seluruh dunia," kata Freedom masih tidak mempercayainya.


"Jika ingin lebih banyak pencapaian kau harus berlatih lebih keras."


"Baik tuan aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi."


Mereka tertawa mendengarnya meskipun Freedom menganggapnya serius karena selama bermain game belum pernah dia mendapatkan satu pencapaian pun.


Rash pun sampai tidak bisa berkata-kata karena dia sangat tidak percaya bisa mengalahkan ular ini.


"Theo kau hebat sekali " kata Ira sambil menepuk punggung Theo.


"Y-ya biasa saja."


Mereka semua kecuali Theo masih tidak menyangka bisa mengalahkan Lassart Serpent karena party berjumlah 30 pun akan langsung musnah dengan semburan apinya.


Sama seperti Theo sekali semburan sudah memusnahkan semua goblinnya.


Theo tidak yakin bisa menang tanpa perisai buatan Bardar.


Untunglah semua sudah berlalu dan saatnya mengambil hidangan utama, ketika tubuh Lassart Serpent mulai menghilang dan yang tersisa sebuah kotak peti berwarna emas terang.


"Theo cepat buka petinya aku penasaran," kata Ira dan mereka berdua menyetujuinya.

__ADS_1


Theo segera menuju peti dan membuka isinya.


__ADS_2