
Saat sudah tiba di Oloff Grassland Theo ingin mencoba skill baru yang didapatnya yaitu Eye of Presicion, Ia ingin mengoptimalkan penggunannya dan sepertinya akan sangat berguna karena tidak memiliki mana dan cooldown, sampai sejauh apa dia dapat menggunakannya, kebetulan sudah ada mangsa didepannya yaitu beberapa serigala.
"Eye of Precision"
Mata Theo berubah menjadi hijau seperti mata para elf dan dia mulai menyerang serigala murni hanya dengan basic attack.
Saat Theo ingin mengincar leher serigala terlihat beberapa garis yang bisa dia ikuti ternyata serangan kearah targetnya bukan hanya satu tetapi terdapat banyak pilihan yang bisa dia pilih tergantung situasi.
Theo menyerang hanya menargetkan titik vital dan semua sudah ada garis yang mengarahkannya tinggal seberapa cepat dia beraksi kepada garis yang muncul.
Para kerumunan serigala tidak dapat berbuat banyak karena tiap serangan Theo menyebabkan kritikal membuat mereka langsung mati.
"Ini luar biasa." serunya.
Theo seperti mendapatkan skill curang hanya dengan satu skill serangan pedangnya meningkat tajam, tiap tebasannya menjadi akurat.
Setelah 2 menit berlalu terdapat sebuah peringatan didepannya.
[Peringatan jika penggunaan skill diteruskan akan menyebabkan efek negatif.]
Sepertinya batas penggunaan skill Eye of Precision adalah dua menit saat ini, Theo ingin tahu apa yang terjadi jika diteruskan, dan tiba-tiba pandangan Theo menjadi buram dan ada rasa kedutan pada kedua urat matanya.
"Sial! Ini tidak bisa dibiarkan."
Theo tidak akan pernah mencoba melebihi batas dua menit jika berhadapan dengan musuh karena dengan pandangannya yang buram dia akan dihajar habis-habisan oleh musuhnya tetapi jika untuk latihan dia akan terus memaksanya hingga batas maksimum kemampuannya.
Setelah 5 menit berlalu pandangannya kembali lagi dan dia akan menggunakan skillnya lagi tetapi ada pemberitahuan yang mencegahnya.
[Peringatan menggunakan skill ini sekarang akan membahayakan anda]
"Sepertinya tidak bisa digunakan langsung," keluh Theo.
Sepuluh menit Theo mencoba lagi masih muncul pemberitahuan, lima belas menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit sudah tidak ada pemberitahuan.
"Kenapa system tidak menjelaskan secara rinci skill ini sih," kata Theo yang masih mengeluh.
kemungkinan semua skill harus di digali sendiri oleh para player sehingga bisa mengetahui batasan-batasan baik kelebihan atau kekurangan sehingga bisa terlihat kualitas player mana yang profesional dan mana yang amatiran.
Kali ini Theo mencoba dengan menggunakan panah dan tiap tembakannya kritikal dan langsung menumbangkan para serigala.
"Mantap!" Serunya.
Tetapi dia harus menunggu 30 menit lagi untuk menggunakannya.
Kali ini Theo akan mencoba garis yang arahnya aneh karena dia bingung kanapa saat menargetkan leher serigala tetapi arah garisnya menuju ke pepohonan tetapi masa bodoh dengan itu Theo harus mencobanya untuk mengetahui informasi tambahan.
Tembakan diarahkan ke pohon sesuai garis yang muncul dan benar saja tembakan memantul ke arah leher serigala yang langsung menewaskanya, Theo terperangah sendiri melihatnya.
"S-skill ini sungguh luar biasa."
Theo berpikir jika dia memiliki senjata Crossbow yang bisa ditembakkan dengan satu tangan maka serangannya akan semakin bervariasi.
__ADS_1
Sudah berjam-jam Theo melatih skillnya, sepertinya dia sudah menguasai skill ini sepenuhnya dan siap digunakan dalam pertarungan sebenarnya.
Theo tidak sabar ingin mencoba skill barunya dan lawan yang paling cocok selain dia.
Theo membuka daftar temannya dan melihat dia sedang online.
"Kebetulan sekali dia online."
Theo segera mengaktifkan sistem pemanggilan budak dan dalam sekejab Freedom sudah muncul didepannya.
"Terimalah serangan...hah...apa."
Freedom terkejut kenapa monster yang dilawannya menghilang dan dia malah melihat monster yang lebih menakutkan.
"Theo apa yang kau lakukan aku sedang grinding..."
Melihat seringai Theo dia tidak meneruskan omongannya.
"Apa yang kau butuhkan?" katanya masih dengan wajah kesal.
"Aku mau kita sparring," jawab Theo singkat.
"Hah Sparring?...apa kau sedang kesal dan ingin melampiaskan kekesalanmu padaku."
"Tidak tidak aku benar-benar ingin bertarung denganmu seorang diri."
"Denganku seorang diri?"
Theo hanya menjawab dengan anggukan.
"Yup."
"BAIKLAH mumpung aku sedang kesal akan kulampiaskan padamu," kata Fredom sambil menunjuk Theo dengan pedangnya, memang budak satu ini tidak tahu diri.
Setelah sebuah pelindung tak kasat mata muncul pertandinganpun dimulai.
Freedom segera menerjang Theo dan mulai mengayunkan pedangnya dan api muncul setiap dia mengayunkan pedangnya.
"Wow keren juga," puji Theo sambil menghindari setiap serangannya.
"Hati-hati kau bisa menjadi ayam bakar."
"Itu jika kau dapat mengenaiku."
"Tentu aku akan mengenaimu."
"Slash"
"Double Slash"
"Triple Slash"
__ADS_1
Freedom mulai melancarkan kombonya yang masih dapat dihindari Theo meskipun dengan sedikit kesusahan.
"Sejak kapan seranganmu menjadi semakin tajam," sanjung Theo dengan sedikit kaget.
"Aku selalu mengasah kemampuanku sekarang agar tidak ketinggalan denganmu."
Serangan berikutnya membuat Theo harus memblokirnya tetapi itu langkah yang salah pedang Freedom semakin berkobar.
"Sial!" Pekiknya sambil melompat mundur tetapi Freedom tidak membiarkan begitu saja.
"Kau belum tahu skill terbaruku, terima ini."
"Volcano."
Dengan satu ayunan vertikal dari Frredom, sebuah bola api berangsur-angsur muncul dari dalam tanah terbang ke atas seperti letusan gunung berapi dan naasnya Theo berada dalam radius letusan tersebut.
Tubuh Theo terbakar terkena puluhan bola api dan sepertinya lebih kuat daripada bola api Gupi tanpa Ignis Orb,
Theo tidak dapat menggunakan Lassart Glove karena hanya dapat menahan satu serangan api sementara serangan Freedom ada puluhan yang siap menyambarnya.
GHUARGHH
Freedom menari-nari berpikir sudah menang dengan serangan miliknya tetapi detik berikutnya tubuh Theo berubah menjadi lebih gelap.
"Dark Mist"
"Sial aku lupa ada skill itu" geram Freedom.
"Sepertinya kau cukup bersenang-senang, sekarang giliranku."
Pupil Theo berubah menjadi warna hijau seperti mata Elf, Freedom merasakan ada aura yang berubah dari Theo dan merasakan firasat bahaya.
Dalam sekejap Theo bergerak menuju Freedom dengan mengulurkan pedangnya, saat Freedom hendak menangkis Theo merubah sasaran kearah lutut yang membuatnya gagal menghindarinya.
SRASSHH
"Kuhgh bagaimana caramu menargetkan lututku," tanya Freedom dengan kesakitan.
"Rahasia, coba yang ini"
Theo menyerang dengan tebasan ganda dan Triple Slash skill miliknya, Freedom yang mencoba menangkis tidak sadar bahwa serangannya tidak tertangkis karena damagenya menembus badannya.
Theo menyerang secara akurat menargetkan titik buta Freedom sehingga dia kesulitan bahkan tidak mampu menahan serangannya sama sekali membuat darahnya berkurang sedikit demi sedikit hingga Freedom akhirnya tumbang.
[Player Freedom kalah pemenangnya Player Theo]
"Ini...ini tidak mungkin... bagaimana mungkin aku kalah satu lawan satu dengan Summoner....katakan ini hanya mimpi kan!" teriak Freedom memegangi kepalanya dengan Frustasi.
"Yup ini bukan mimpi...oh...dan kau... KALAH."
"TIDAAAK!!" Teriak Freedom hingga membuat serigala disekitar ketakutan.
__ADS_1
"Diam!" Kata Theo dengan memukul kepala Freedom.
"Aku...aku tidak berguna," katanya dengan suara sengsara.