Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Rival


__ADS_3

Melihat penyihirnya dibunuh para perampok mulai ketakutan tetapi pimpinannya hanya bergeming dan menatap tajam Theo seolah tidak terjadi apa-apa.


'Kita lihat sampai dimana kau bisa tenang'


Theo kembali menyerang menebaskan senjatanya dengan sadis memberikan luka tidak beraturan kepada para perampok, kecepatan mereka bukan tandingan Theo, mereka mati satu persatu sehingga hanya menyisakan pemimpinnya.


Pemimpin perampok sedari tadi hanya bersedekap kini mencabut pedang besarnya dari punggungnya dan menunjuk Theo dengan pedangnya, jika dilihat dari questnya sepertinya namanya Einji.


Dengan penampilan garang tanpa baju hanya menggunakan mantel bulu tebal hitam, terlihat otot perutnya yang atletis mengintimidasi Theo.


Jangankan takut, Theo semakin bersemangat untuk mengalahkannya.


Theo dan Einji sama-sama saling menerjang ketika pedang mereka berbenturan Theo terdorong ke belakang karena kalah tenaga, dari segi kekuatan hampir sama dengan Wayne, Ranker yang pernah dihadapi Theo.


Theo mencoba mengalahkannya dengan kecepatan tetapi Einji juga cukup cepat sehingga dapat menghalangi setiap gerakan Theo.


Dalam pertarungan antar pendekar pedang sepertinya Theo akan kalah tapi sayangnya Theo bukan pendekar pedang.


Theo mengambil jarak dan melempar bola api, Einji yang terkejut tidak sempat menghindar dan menahan dengan lengannya Einji hanya terbakar sedikit sepertinya memiliki magic resistance cukup tinggi.


Einji kembali memburu Theo bersiap membelah Theo menjadi dua bagian atas dan bawah, Theo hanya berusaha menghindar menunggu cooldown skillnya.


Tebasan lebar Einji dapat dihindari oleh Theo dengan sempurna karena sudah mengetahui polanya, kali ini Theo ingin mencoba skill yang lain setelah cooldown selesai.


Theo ingin mencoba skill milik Gald seperti apa efeknya.


"Strenghtening"


Silver Scar Theo menjadi berwarna merah, Theo siap beradu pedang dengan Einji.


Benturan terjadi meskipun pedang Einji lebih besar tapi kali ini dia yang terdorong mundur menyebabkan luka sedikit demi sedikit hingga tinggal separuh bersamaan dengan habisnya durasi skill.


"Berikutnya akan kucoba skill baru," kata Theo bersemangat.


"Fusion"


Theo bergabung dengan salah satu summonnya dan yang dipilih adalah Gotcha.


Theo melihat telapak tangannya yang berubah warna menjadi hijau dan bukan hanya tangan tetapi seluruh tubuh Theo berubah menjadi hijau, dia merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat, lebih ringan, dan lebih cepat, kekuatannya dalam sekejap bertambah dengan drastis.


Theo mengeluarkan satu buah pedang lagi sama seperti skill Gotcha Dual Blade.


"Kali ini coba tahan seranganku," kata Theo dengan seringai lebar kepada Einji yang mulai ketakutan.


Dalam sekejap Theo yang berjarak 20 meter sudah berada di depan Einji dan mencabik-cabiknya.


Einji yang tak kuasa menahan serangan Theo harus Rela menerima semua tebasan bahkan tanpa sempat membalasnya.


Setelah semenit berlalu Theo kembali ke keadaan semula dan Einji sudah menjadi serpihan.


[Einji telah mati]


[Level Up]


"Gila!" Teriak Theo


Skill ini sungguh sangat parah bahkan Theo sendiri terkejut dengan kecepatannya seperti kilat, benar benar skill pamungkas.

__ADS_1


Dengan skill ini Theo bisa bergabung dengan summon tergantung situasi.


Theo masih tidak percaya dengan skill yang didapatnya, dia akan menggunakannya sebagai senjata rahasia disaat keadaan mendesak.


Theo mengambil jarahan yang dijatuhkan para perampok dan mendapatkan sebuah pedang dan jacket yang dipakai Einji, Theo tidak dapat melihat deskripsi pedang karena mungkin sebagai tanda bukti yang akan diserahkan kepada panitia jadi Theo hanya melihat deskripsi jaket.


Einji Jacket


(Rare)


Syarat : Warrior


Deskripsi : Jacket yang dikenakan oleh orang yang menjadi ketua perampok


Efek : Str+3, Agi+1, Vit+4,


Skill : -


Untuk Efeknya lumayan, Theo memberikan jaketnya kepada Gornage agar lebih kuat dan penampilannya juga terlihat gagah.


Setelah menyimpan semua Theo memutuskan kembali dan menyerahkan tanda bukti pedang milik Einji kepada ketua panitia bahwa dia sudah menyelesaikan misi yang diberikan kepadanya.


*********


Saat dalam perjalanan kembali melintasi Oloff Grassland Theo melihat seseorang sedang berburu serigala sepertinya untuk meningkatkan levelnya.


Yang menyenangkan untuk dilihat adalah dia hanya seorang diri dan terlihat menyuruh monster mirip naga tetapi lebih kecil dan tidak memiliki sayap.


"Seorang Summoner."


Theo hanya memperhatikan dari jauh sambil bersandar di pohon melihat bagaimana caranya Summoner bertarung pada umumnya.


Pikiran Theo berkecamuk saat melihat si Summoner bertarung dengan memerintahkan Drakenya hanya dengan sekali kibas menghabisi banyak serigala bahkan beruang yang cukup kuat juga mati dalam satu serangan cakarnya.


Theo masih penasaran dengan kemampuan Summoner tetapi sepertinya pertarungan sudah selesai.


"Bagus sekali Drakie," puji Summoner kepada monster peliharaannya dan dijawab dengan auman.


Theo menghampirinya bermaksud menyapanya.


"Halo," sapa Theo ramah.


Si Summoner yang tersentak mengambil sikap waspada


"Maaf mengagetkanmu," kata Theo dengan sikap minta maaf.


"Kau... juga Summoner," katanya tersadar.


"Benar sekali," jawab Theo Ramah.


"Perkenalkan namaku Theo," tambahnya.


Si Summoner terdiam sebentar kemudian menjawab.


"Aku Anakin," katanya yang sudah mulai tenang.


"Apa kau sedang Grinding?"

__ADS_1


"Benar apa kau juga?" Tanya Anakin balik.


"Tidak, aku baru selesai menyelesaikan misi dan hendak kembali Romant Kingdom."


"Romant Kingdom? Apa kau mendaftar turnamen?"


"Iya aku salah satu pesertanya."


"Kebetulan sekali aku juga sudah mendaftar dan baru kemarin menyelesaikan misi, untungnya misinya mudah, hanya sebentar mereka semua sudah mati."


"...."


Theo berpikir betapa susahnya dia mengalahkan Einji dan pasukannya tetapi Anakin seolah membasmi lalat.


"Maaf jika aku mengganggumu silahkan lanjutkan lagi kegiatanmu."


Theo tidak enak mengganggunya saat sedang Grinding dan dia berpamitan kepada Anakin.


"Oh tidak Theo aku juga sudah selesai bagaimana jika kita kembali bersama."


Theo tidak menolak karena dia penasaran dengan Anakin dan kelihatannya Anakin juga berpikiran sama.


Diperjalanan kembali mereka mengobrol sepertinya seru.


"Hei Anakin apa alasanmu memilih job Summoner."


"Ehm...aku ingin membuktikan didalam game ini tidak ada job yang tidak berguna."


"Kau benar sekali," kata Theo bersemangat.


Theo setuju dengannya sepertinya pemikiran mereka sama.


"Kalau kamu Theo?"


"Aku sebenarnya terpaksa memilih Summoner tetapi sekarang aku justru menikmatinya."


"Terpaksa?"


Anakin kebingungan mencerna jawaban Theo kenapa dia terpaksa bukankah dia bisa memilih job apapun.


Theo menceritakan kisahnya kepada Anakin tetapi hanya garis besarnya saja jika ada orang yang mengotak-atik mesinnya sehingga dia hanya bisa memilih jobnya yang sekarang, mendengar cerita Theo Anakin merasa tidak enak dan Theo menyadarinya.


"Hei Anakin apa makhluk summonmu?" Tanya Theo berusaha mencairkan suasana.


"Kau lihat Drake tadi...itu Summonku."


Theo cukup terkesan dengan monster panggilan milik Anakin.


"Itu aku membelinya...kau tidak berpikir aku menangkapnya sendirian kan."


"Haha mana mungkin...Selain itu apa kau punya monster yang lainnya."


"Sementara kapasitasku tidak cukup tetapi untuk merekrut monster kecil sepertinya bisa sebentar lagi."


'Dia mau menangkap monster lagi berapa memangnya kapasitasnya' pikir Theo.


"Hei Anakin memang berapa kapasitas mu," tanya Theo iseng karena kebanyakan Player ingin merahasiakan statusnya tetapi tidak disangka Anakin menjawabnya.

__ADS_1


"Hmm...hampir seratus mungkin."


"Hah!"


__ADS_2