Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Membantai Rats


__ADS_3

Freedom bertarung dengan susah payah hanya menghadapi seekor serigala.


Dia harus melupakan pikiran menggunakan skill-skillnya yang luar biasa dimana Theo telah menyegelnya.


Saat serigala menerkam, Freedom menggunakan skillnya.


"Light Step"


Freedom mundur dengan cepat dan berikutnya balik menyerang.


"Slash"


Freedom mengulanginya terus menerus sampai serigala mati.


"Lho ternyata skill ini bisa digunakan untuk bergerak kebelakang."


Betapa terkejutnya dirinya melihat penemuan baru ini padahal karena dia memang tidak pernah melatihnya.


Tiba tiba Freedom menemukan kesenangan baru karena tidak bisa menggunakan skill yang lain Freedom melakukan berbagai macam percobaan dengan skillnya.


"Light Step"


Kali ini Freedom bergerak kesamping.


"Slash"


"Woohhooo matilah kau serigala."


Freedom sangat gembira dengan apa yang dilakukannya.


Theo yang sedang asik berburu dan menjadikan Arm Kong sebagai budaknya tiba tiba mendapat panggilan dan ternyata adalah Freedom.


"Ada apa."


"Begini Theo ehm... maksudku tuan aku sudah melakukan apa yang tuan perintahkan."


"Terus kenapa."


"Tidak...tidak apa-apa hanya saja tiba-tiba aku mendapat skill baru Double Slash dan Blink Step."


Theo cukup terkejut mendengarnya baru beberapa jam Freedom berlatih sudah mendapatkan dua skill padahal dia harus bersusah payah untuk mendapatkan satu skill saja.


Mau tidak mau Theo merasa iri dengan kecepatan perkembangan Swordsman yang bisa mendapatkan skill berpedangnya dengan cepat daripada dia yang seorang Summoner.


"Memang seperti itu kan," jawab Theo singkat.


"Huh...jangan-jangan kau menyuruhku hanya menggunakan skill ini karena sudah mengetahuinya."


"Entahlah," jawab Theo masa bodoh.


"Dasar kau ini."


"terima kasih..." tambahnya lirih.


"Apa katamu."


"Tidak apa apa lalu sekarang apa yang harus kulakukan."


"Berlatihlah tetap menggunakan skill awal dan skill yang barusan kau dapatkan, sudah sana jangan ganggu aku."


"Baik tuan."


Dan Freedom menutup saluran.


Theo heran kenapa anak pembangkang itu tiba tiba menjadi penurut.


"Sudahlah lebih baik aku melanjutkan kegiatanku."


Saat ini...


Kelompok Rats yang kebingungan tidak berani beranjak karena dikepung Arm Kong.


"Bunuh si Summoner itu dulu!" perintah bos Mage karena Theo merupakan sumber uangnya.


"Keputusan Bagus," kata Theo dengan senyum menghina.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan Silver Scarnya dan memasang kuda-kuda menyerang.

__ADS_1


Dua Warrior menerjang ke arah Theo dan yang lain bertahan dari serangan Arm Kong tetapi Gort dapat menahan serangan mereka berdua.


"Hobgoblin macam apa ini seranganku bahkan membuatnya hanya bergeming."


"Slash"


"Smash"


Grass dan Gross menyerang dari kanan dan kiri Gort.


"Gornage!"


King Gornage sudah memahami perintah masternya dan langsung melompat tinggi ke dalam kerumunan


"Leap Crush"


"Kuackk"


"Ugghh"


Hantaman kapak Gornage memporak-porandakan para gerombolan RATS .


"Taunt"


Mereka yang hendak pergi karena serangan Gornage tidak bisa pergi dan malah berbalik ke arah Gornage.


"Whirlwind Cleave"


Tujuh Warrior terkena tebasan kapak Gornage yang berputar putar seperti angin puyuh sampai darah mereka habis.


[Player telah mati]


[Player telah mati]


[Player telah mati]


"B-bos lihatlah goblin yang seperti iblis itu membantai anggota kita."


"Diam aku juga melihatnya."


Bos Mage melakukan kesalahan perhitungan, Arm Kong memang masalah tapi masalah yang sesungguhnya adalah para goblin.


Theo yang mengawasi pertarungan mulai bergerak diam-diam dan menghabisi para player yang lengah.


"Ughhh"


"Sial akhh"


Jeritan kesakitan mulai dikeluarkan oleh para anggota RATS.


"B-bos kenapa Summoner itu bisa menyerang dengan pedang."


"Aku juga tidak tahu bangsat."


Para Arm Kong pun tidak mau kalah dan menyerang dengan brutal jika dibiarkan hanya tinggal menunggu waktu saja sampai semua RATS binasa.


"Kau lawanku," teriak si Swordsman kepada Theo.


Dan keduanya mulai menyerang Theo.


"Gotcha"


Dengan sigap Gotcha menghadang salah satu Swordsman.


"Nah sekarang baru adil," ucap Theo dengan mengedipkan mata ke arah Swordsman yang dijawab dengan geraman oleh si Swordsman.


"Kau pikir Summoner macam kau bisa imbang melawanku," hina si Swordsman.


"Entahlah."


Theo dan Swordsman beradu pedang menyebabkan bunyi dentingan antara besi dengan besi.


"Rasakan comboku!" teriak si Swordsman.


"Slash"


"Double Slash"


"Triple Slash"

__ADS_1


"Serangan klasik," ledek Theo.


Dan benar saja Theo dapat menghindar serta menangkis serangannya membuat si Swordsman membelalakan matanya.


"Kau...bagaimana mungkin."


"Entahlah"


"First Aid"


Bahkan dalam beradu pedang Theo masih sempat memberikan pertolongan pada summonnya meskipun penyembuhan dari Dark Sylph sudah cukup dan tindakannya membuat si Swordsman semakin murka.


"Hei bantu aku kita keroyok dia," teriak si Swordsman kepada temannya.


"Kau tidak lihat aku dihajar habis habisan oleh goblin dengan dua pedang ini."


Gerakan Gotcha sangat cepat hingga membuat si Swordsman tak berdaya.


"Akan kubuat lebih seru," ujar Theo.


"Haste"


Gerakan Gotcha tiba tiba semakin cepat dan hampir tak terlihat.


"Dasar iblis," teriak Swordsman lawan Gotcha hingga menangis.


"Hei apa kau tidak punya teknik yang lain," tanya Theo dengan menguap sambil mengaktifkan Spell Scave.


"Summoner sialan lihat saja ini."


"Wind Slash"


Sebuah tebasan horizontal tak terlihat seperti udara menuju Theo.


Tetapi dengan cepat Theo menegakkan pedangnya tegak lurus sehingga dapat ditahannnya meskipun harus terpukul mundur.


"Kau berada di tempat yang kuinginkan."


ujar si Swordsman dengan mengayunkan pedangnya seperti hendak membelah kayu bakar.


"Swordrain"


Puluhan pedang jatuh dari atas menghujani Theo.


"Air Curtain"


Theo membuat pelindung diatas kepalanya dan pedang yang menyentuh pelindung atau tanah langsung menghilang, sepertinya skillnya memang seperti itu.


"K-kau Summoner macam apa kau," kata Si Swordsman dengan ketakutan.


Merasa tidak bisa mengalahkannya si Swordsman memutuskan untuk melarikan diri.


Saat hendak melarikan diri, dibelakangnya sudah ada Gotcha yang menunggu setelah menghabisi Swordsman yang menjadi lawannya dan berikutnya gilirannya.


Karena dikepung dua orang dalam sekejap si Swordsman tewas.


[Player telah mati]


Bos Mage begitu kebingungan dan belum dapat mencerna apa yang terjadi dihadapannya.


Seekor goblin ganas dengan membawa kapak dan satunya lincah dengan dua pedang, lalu goblin kecil yang terus menembaki kawanannya dengan bola api, bagaimana ada goblin seperti ini.


"Ini semua gara gara dia, semua kerugian dapat dikembalikan jika membunuh dia, " kata bos Mage sambil memperhatikan Theo.


Bos Mage mengambil sebuah bola berwarna merah dari penyimpanannya dan melafalkan sebuah mantra.


"Fireball"


Sebuah bola api raksasa dua kali lipat dari biasanya Theo membalasnya dengan Fireball juga tetapi bola apinya malah ditelan.


'Sial tamat riwayatku' ujar Theo dengan pasrah.


Tetapi sungguh keberuntungan di dekatnya ada goblin dan Theo dengan respon cepat berlindung dibaliknya.


Ledakan besar terjadi menyebarkan debu dimana-mana.


"Master sampah mengorbankan pasukan demi menyelamatkan diri sendiri" hardik bos Mage


Ketika debu mulai menghilang terlihat Theo dan goblinnya baik baik saja dan bola api keluar dari tempat Theo dan membakar anggota RATS yang lain.

__ADS_1


"Tidak mungkin" ucap bos Mage dengan tidak percaya.


__ADS_2