Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
PVP (Player Vs Player)


__ADS_3

Theo mengeluarkan Urcelos Spear untuk melihat kekuatannya tapi apa yang terjadi terlihat Urcelos Spear sangat berat, Theo harus memanggulnya mungkin karena ada persyaratan Str 20 sementara Str Theo digabungkan dengan Ring of Power hanya 16.


Terlihat dia kesusahan bahkan untuk menggerakannya saja.


'Lebih baik langsung kucoba skillnya'


"Bullet Spear"


Theo mengambil ancang ancang dan melemparnya dan hasilnya sungguh mengecewakan.


Urcelos Spear hanya terlempar sejauh 5 meter dan terdengar bunyi dentang keras jatuh ke tanah.


Theo menoleh ke kanan dan kiri siapa tahu ada yang melihat saking malunya.


Berikutnya yang akan Theo latih adalah skill pertahanan Glass Shield, skill yang baru dibeli dan diberikannya pada goblin di tim Gort.


Pertama Theo melihat deskripsinya


Glass Shield


Rank : E


Deskripsi : mengeluarkan perisai tembus pandang seperti kaca


Efek : menahan Physical Attack 1 kali


Cost mana : 9


Cooldown : 12 menit


Dimana skill ini jika dilatih akan mendapatkan skill baru Air Curtain.


"Skill sialan!" Umpat Theo.


Bukan karena skillnya jelek tetapi karena harganya mahal 15 emas setara 15 juta hanya untuk skill tingkat E.


Tapi skill ini memang sangat dibutuhkan Theo untuk bertahan.


Cara untuk menguasai skill ini adalah menahan serangan fisik sebanyak 300 kali.


Skill ini dapat dipakai tanpa mengganti senjata sama seperti Blink Step milik Theo.


Tanpa banyak basa-basi Theo segera mencobanya saat ada serigala dihadapannya.


"Sini anjing baik"


Serigala berlari menerkam Theo tetapi saat akan mendekat Theo mengulurkan tanganya dengan telapak tangan menghadap serigala.


Serigala tiba tiba menabrak dinding tak kasat mata membuatnya pusing akibat benturan keras.


Dan berikutnya Theo mencincangnya dengan pedang Silver Scarnya.


karena cooldown skill yang lama Theo mengeluarkan semua summonnya untuk leveling sambil menunggu cooldown skillnya.


Theo berusaha menaikan levelnya hingga 25 untuk raid quest yang belum pernah diselesaikan.


Sebenarnya Theo dapat menaikan quest lebih cepat dengan ketempat monster lebih tinggi tapi akan kesulitan untuk mempelajari skill baru.


******************


Selama 3 hari Theo hanya membantai kawanan serigala dan menggunakan skill Glass Shield.


[Level telah naik]


[Level telah naik]

__ADS_1


[Level telah naik]


[Berhasil menahan serangan monster dengan Glass Shield mendapatkan skill Air Curtain]


Air Curtain


Rank : D


Deskripsi : mengeluarkan pelindung tembus pandang


Efek : menahan Physical Attack selama 3 detik


Cost mana : 12


Cooldown : 14 menit


Theo berhasil meningkatkan levelnya menjadi 24 dan sudah menguasai skill baru tidak seperti biasa yang kegirangan Theo hanya mengepalkan tangannya mengangkat ke atas dan menariknya ke bawah.


Theo ingin mengambil quest Lassart Serpent sebuah Dungeon jauh di selatan dari Oloff Grassland.


Menurutnya lebih baik mempelajarinya dulu sebelum menantangnya.


Theo memutuskan untuk logout dan mencari info di forum untuk info sekecil apapun.


***************


Arya mencari info cukup lama karena tidak banyak yang berani menantang Lassart Serpent, terlihat dari kesulitannya raid sampai 30 orang, Arya tidak percaya diri bisa menyelesaikan seorang diri.


Arya melihat sudah ada puluhan party yang menantang dan semuanya gagal, kebanyakan gagal saat menjelajahi dungeon banyak monster undead lalu ada 2 golem penjaga saat akan memasuki pintu bos.


Terakhir ada bos Ular Lassart yang memiliki skill semburan api yang bisa melelehkan besi dengan mudah bahkan sisiknya bisa membuat tubuh melepuh jika menyentuhnya dan setelah itu tidak ada yang mencoba sampai sekarang.


"Akan kupikirkan nanti setelah aku level 25."


Theo segera bergegas untuk login dan pertama menuju Bardar Shop untuk membuat sebuah item.


"Bagaimana penjualannya paman?"


"Seperti biasa bos langsung terjual habis," kata Bardar tersenyum lebar.


"Bos apakah kau menemukan sebuah resep pembuatan potion lagi?"


"Belum paman selama ini aku hanya meningkatkan skillku belum sempat mencari resep."


Meskipun kecewa tetapi Bardar sudah bersyukur dengan hasil penjualan ini membuat tokonya dikenal banyak orang dan banyak yang membeli item lainnya juga karena harganya murah.


"Tapi akhir akhir ini ada beberapa orang yang memborong semua potion begitu ada stok."


Theo penasaran dengan info dari Bardar.


"Tapi tidak masalah bagiku selama barangnya laku terjual," tambahnya dengan senyum samping mulut hampir menyentuh telinga.


Tapi info dari Bardar malah membuatnya curiga, sepertinya ada yang membeli stok dan menjualnya dengan harga lebih mahal, Theo akan menyelidiki itu nanti.


"Paman aku minta tolong buatkan item dengan bahan ini."


"Baik bos item apa yang kau inginkan."


"Terserah, yang penting bisa mengoptimalkan bahan ini."


Theo menyerahkan bahannya lima buah.


"Oke kembalilah dalam dua hari."


"Baik paman aku pergi dulu kalau begitu."

__ADS_1


Setelah berpamitan Theo menuju desa Beorn untuk menaikan level lebih cepat karena sudah tidak perlu melatih skill.


Theo Berada di Gate Romant Town, saat akan memasukinya ada suara yang menghentikannya.


"Tunggu kau Summoner."


Theo menoleh ke arah panggilan itu karena hanya dia Summoner yang terlihat disana.


Terlihat lima orang datang menghampirinya, Theo cukup terkejut ternyata mereka adalah party Freedom yang Bertemu Theo di Artog Lair.


'Ada perlu apa mereka denganku,' pikir Theo.


"Kauu.....kembalikan item ku!" kata Freedom dengan tidak sabaran.


"Hah?"


"Jangan pura-pura bodoh, temanku melihatmu dan temanmu terakhir kali di gua itu," katanya sambil menunjuk Tanker di partynya.


Dan si Tanker mengiyakan dengan anggukan kepala.


Sebelum menjawab Theo berpikir sebentar.


"Hei aku dan temanku juga mati setelah itu karena banyaknya laba-laba, coba kalian pikir party kalian berlima tidak berhasil selamat apalagi hanya aku yang seorang summoner dan pemanah."


Theo berusaha mengelak dengan memberikan jawaban yang logis.


Mereka berlima tampak sedang berpikir keras mencari pembenaran tapi secara nalar memang tidak mungkin mereka bisa selamat.


Akhirnya Freedom memutuskan untuk bicara.


"Kau benar, kami berlima dengan banyaknya item dan skill mahal saja tidak selamat bagaimana mungkin kau yang seorang summoner miskin bisa selamat."


Setelah berkata begitu mereka balik kanan dan hendak pergi tetapi mendengar kata miskin Theo tiba tiba seperti ada yang putus dalam kepalanya.


"Hei bajingan jangan hanya bisanya membanggakan kekayaan orang tuamu," kata Theo dengan nada tinggi.


Freedom yang menolehpun membalasnya.


"Memang kenapa, salahkan takdirmu yang terlahir miskin."


"Bagaimana jika kita buktikan dalam pertarungan kekayaanmu," tantang Theo.


Mendengar itu party Freedom tertawa terbahak-bahak dengan sangat merendahkan Theo.


"K-kau lucu sekali, kau bertarung melawanku kau sangat tidak layak."


Tanpa banyak bicara Theo mengambil sebuah item dari Inventorynya.


"Bagaimana jika taruhannya menggunakan ini," kata Theo dengan menunjukan sebuah pedang perak dengan goresan cakar di bilahnya mata Freedom membelalak melihatnya.


"P-pedangku....kembalikan pedangku kau bajingan," hardik Freedom.


"Hei ini pedangku aku membelinya," ucap Theo dengan senyum ringan.


"Player miskin sepertimu membelinya, jangan membuatku tertawa kembalikan saja padaku dan akan kuanggap semua selesai."


'Lihatlah bocah ini,' batin Theo.


"Aku memungutnya di gua kenapa harus kuberikan padamu."


"Itu pedangku...pedangku bajingan kembalikan pedangku."


Freedom semakin tidak sabaran ingin mengambil pedangnya.


"Hmm... begini saja jika kau bisa mengalahkanku akan kukembalikan pedangmu."

__ADS_1


Mendengarnya Freedom tertawa terbahak-bahak lagi.


"Baik....baik jika itu yang kau inginkan akan kuajarkan bagaimana mustahilnya summoner jika melawan Swordsman.


__ADS_2