Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Bloodlust


__ADS_3

"Bajingan!"


Umpat Theo sambil memperhatikan Carpara yang terkekeh kekeh.


Berikutnya kedua Goblin Theo menyusul Silphie.


[Gald telah mati]


[Gort telah mati]


Theo mencoba berpikir untuk menggunakan semua kemampuannya saat ini, karena ini waktu yang tepat jika tidak pilihannya adalah mati.


"Baiklah kita lihat siapa yang akan mati lebih dulu."


"Fusion"


Theo menarik Gotcha kedalam tubuhnya yang sedari tadi hanya bertahan karena tidak dapat mengimbangi Carpara.


"Agile Boost"


"Eye of Precision"


Mata Theo berubah menjadi hijau dan tubuh Theo tampak mengeluarkan semacam energi tak terlihat.


Theo mengeluarkan pedang satu lagi dari penyimpananya, dia dapat menggunakan dua pedang karena bergabung dengan Gotcha.


Carpara merasakan bahaya dari manusia yang ada dihadapannya.


"Maju sini " Seringai Theo.


Theo menerjang dengan cepat membuat Carpara juga terkejut.


Carpara yang kaget langsung mundur tetapi Theo terus mengejarnya.


Theo menebaskan pedangnya dengan kecepatan gila membuat Carpara tertekan dan hanya bisa bertahan dengan cakarnya.


Carpara menghindar ke kanan dan kekiri, Theo pun menghadangnya.


Sepertinya Theo dapat mengimbangi kecepatannya.


Carpara kembali tersudut dan mencoba melarikan diri tetapi tidak bisa karena Theo selalu menghalanginya.


"Mau kemana kau," kata Theo dingin.


Meskipun Theo diatas angin tetapi Carpara tetap mampu bertahan dari serangan Theo sehingga tidak ada serangan yang masuk sama sekali.


"Sial kenapa kau tidak mati saja."


Theo terus mencerca Carpara sambil menebaskan kedua pedangnya andai saja satu serangan mengenainya Carpara itu pasti mati.


Theo tidak memiliki waktu lagi karena batas waktunya hanya 1 menit.


Jika setelah 1 menit Theo tidak dapat mengalahkannya maka berakhirlah sudah nasibnya.


Tetapi dari semua itu, Theo masih mempunyai skill rahasia miliknya.


Theo memandang Carpara yang menahan pedangnya dengan mata bengis.


"Kau akan menemui ajalmu," seringainya.


"Sage Seal"


Theo mengarahkan skill penyegelnya kearah Carpara tetapi tidak tahu skill apa yang disegelnya.

__ADS_1


Setelah terkena skill tersebut, mata Carpara yang tadinya merah mulai kembali seperti semula.


Carpara yang kebingungan menoleh kekanan dan kiri memeriksa apa yang sedang terjadi .


"Sekarang giliranku."


Carpara yang ketakutan hendak melarikan diri.


Sayangnya kecepatannya sudah menurun drastis sehingga Theo yang memiliki kekuatan penuh segera menghabisinya.


"Double Slash"


"Triple Slash"


Setelah terkena tebasan tanpa ampun Carpara pun akhirnya meringkuk ditanah.


[Carpara telah mati]


[Level Up]


[Gotcha telah mati]


[Fusion telah berakhir]


Setelah efek skill habis Theo merasakan sakit disekujur tubuhnya terutama matanya.


Theo segera meminum health potion untuk mengembalikan tenaganya dan beristirahat sejenak ditanah.


Carpara yang jatuh menjatuhkan Drop item.


Theo mengecek dan tidak ada item sepatu, sepertinya hanya yang pertama kali membunuhnya yang bisa mendapatkan item tersebut.


Tetapi Theo tidak kecewa karena dari awal yang dicarinya bukanlah sepatu tetapi sebuah Skill Core dan beruntung di tanah didepannya terdapat bola bening yang tidak lain adalah Skill Core.


Setelah cukup beristirahat Theo mengecek skill Core tersebut.


Skill Core


(Epic)


Jenis : consumption


Deskripsi : item yang didapatkan dari membunuh Carpara.


Efek : memberikan Skill D Bloodlust.


Syarat : Swordsman, level 40


Setelah membaca deskripsinya Theo berteriak meluapkan keberhasilannya karena usaha yang dilakukannya membuahkan hasil.


Karena Theo sudah mendapatkan apa yang diinginkannya, dia memutuskan untuk kembali karena kekuatan tempurnya juga sudah habis, tidak ada yang bisa dilakukannya sekarang ditempat ini.


Theo tidak sebodoh itu untuk kembali dengan berjalan kaki karena penyergapan Carpara akan membuatnya mati seketika.


Dia mengeluarkan sebuah gulungan dari penyimpanannya yaitu Return Scroll.


Gulungan yang digunakan untuk kembali ke kota yang terakhir dikunjunginya.


Harga gulungan cukup mahal satu buah bisa seharga setengah juta rupiah, belum lagi Escape Scroll yaitu gulungan untuk kabur dari Dungeon bisa dua kali lipat harganya.


Item ini biasanya digunakan untuk party tetapi apa boleh buat jika tidak menggunakannya Theo tidak yakin bisa keluar dari Bukit Karvin dengan selamat.


Theo merobek gulungan tersebut dan sebuah cahaya seperti saat menggunakan teleportasi muncul dan kemudian dia kembali ke kota Igana.

__ADS_1


Karena tubuhnya sudah sangat lelah Theo memutuskan untuk logout dan beristirahat.


*******************


Keesokan harinya saat Theo hendak login dia melihat berita dari New World di televisi.


Terlihat seorang wanita dengan cosplay karakter New World membacakan berita yang sedang marak di dalam game tersebut.


"Berita berikutnya sebuah toko yang baru-baru ini mulai terkenal karena menjual berbagai equipment dengan harga murah bahkan ada potion yang diinginkan banyak Guild telah menutup tokonya."


Theo menduga toko itu adalah toko yang ada dipikirannya sekarang.


"Toko tersebut adalah Bardar Shop, menurut informasi yang telah didapatkan, pemilik toko tersebut menutup tokonya karena hendak pergi menuju Land of Valiant."


Theo masih tidak menyangka bahwa Bardar akan menutup tokonya nanti setelah login dia berniat untuk menyapanya.


"Berita selanjutnya Guild Galact melakukan Penjelahan Dungeon di....."


Theo tidak tertarik mendengarkan berita yang lain sehingga mematikan televisinya dan hendak login kedalam game.


[Selamat datang Player Theo]


Theo login di kota Igana dan segera pergi menuju ke kota Rudovan dan menuju hutan mencari tempat yang sepi dari player.


Setelah merasa tidak ada orang Theo memberikan Skill Core yang didapatkannya kepada goblin kesayangannya Gotcha dengan skill Einherjar Gift miliknya.


Setelah itu Theo membaca deskripsi skill tersebut.


Bloodlust


rank : D


Deskripsi : haus yang hanya dapat diredakan dengan darah musuh


Efek : membuat pemakai menjadi Brutal yang meningkatkan kecepatan dan kekuatan 3X selama 3 menit


Cost mana : -


Cooldown : 1 hari


Syarat pemakaian : darah pemakai dibawah separuh


Perhatian : setelah menggunakan skill ini kecepatan dan kekuatan pemakai akan berkurang 6X selama 1 jam


Apa-apaan skill ini padahal Theo melihat Carpara menggunakan sesuka hati tanpa ada batas waktu.


Kemungkinan karena digunakan oleh mahluk yang lain skill ini jadi memiliki batasan.


Setelah membaca deskripsinya Theo menyimpulkan tidak dapat menggunakan skill ini sembarangan karena jika efeknya habis dia hanya akan menjadi samsak hidup.


Theo kembali membuka daftar monsternya dan melihat berapa goblin lagi yang belum memiliki skill tambahan.


Tetapi Theo tidak mau sembarangan memberikan skill karena kekuatan mereka tidak akan berguna apalagi di Land of Valiant dimana banyak Pro Player bermunculan.


Theo mengecek yang belum memiliki skill.


"Hmmm...ada Gornage, Gotu, Gobiru dan dua goblin yang belum kuberi nama hanya sebagai tambahan untuk dapat menggunakan skill dengan spell Scave, Gald tinggal skill Rank E, Ghost malah belum sama sekali."


Theo berbicara pada dirinya sendiri sambil berpikir akan menggunakan skill apa untuk strategi pertarungannya.


Theo sudah ada gambaran tapi sebelumnya Theo mengecek ada pesan masuk di notifikasi miliknya


[Player Bardar ingin bergabung dengan Guild Genesis terima ya/tidak]

__ADS_1


__ADS_2