
'Ternyata dia penyebabnya,' pikir Theo.
"Berani sekali kau memasuki desa kami tanpa ijin," hardik elf tua yang ditengah.
"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja memasuki desa ini karena saya sedang mencari sesuatu."
Elf tua cukup penasaran benda apa yang dicarinya hingga bisa memasuki desa ini.
"Apa yang kau cari?"
Dengan singkat Theo menjawab.
"Spring Orchid."
Mendengar jawaban Theo elf itu semakin murka.
"Kau berani sekali hendak mencuri pusaka kami!" bentaknya.
"Tangkap dia!"
Beberapa elf segera turun untuk menangkap Theo dan dia tidak punya pilihan selain harus menurutinya karena perlawanannya hanya akan menjadi mati konyol.
"Masukan dia ke penjara," perintah Elf itu.
Theo berjalan dengan mengikuti elf yang diperintahkan dengan panah dan tombak mengarah padanya, Theo mengikutinya dengan patuh.
Ketika tiba didepan sebuah pohon besar dengan ruangan gelap di dalamnya, Theo diperintahkan untuk masuk dan ketika sudah didalamnya ruangan itu tertutup oleh akar pohon yang sangat kuat.
"Hei lepaskan aku memangnya apa salahku," teriak Theo kepada elf diluar tetapi mereka menghiraukannya.
Theo melihat jeruji yang terbuat dari akar sangat kokoh dan mencoba menarik atau mematahkannya meskipun itu semua sia-sia.
"Percuma saja usahamu itu kawan."
Theo menoleh ke asal suara itu ternyata bukan hanya dirinya yang berada di dalam sel tersebut.
"Siapa anda?" Tanya Theo.
Tampak wujudnya yang kumuh terlihat dari pakaiannya yang mulai compang-camping dia adalah seorang Alchemist.
"Aku juga seorang Player sepertimu."
Theo kaget apa yang dilakukan player didalam sini
"Bagaimana anda bisa disini."
"Sama sepertimu mereka menangkapku."
"Sudah berapa lama anda disini?"
"Hampir setahun aku disini dan tidak menemukan jalan keluar jadi setiap kali login aku berada di dalam penjara ini, semua cara aku coba bahkan meminta tolong di dalam forum tetapi semuanya percuma mereka tidak percaya dengan apa yang kukatakan, bahkan aku meminta temanku juga percuma mereka tidak dapat menemukan pintu masuknya."
Lelaki yang mengaku bernama Edmund menceritakan kisahnya dengan memelas kepada Theo, mungkin dia salah satu yang diminta Dorcan selain Neck.
__ADS_1
"Apa kau menerima quest dari Dorcan."
"Iya benar gara-gara quest sialan itu aku terjebak disini," geramnya.
"Baiklah biar kucoba sesuatu untuk keluar," kata Theo.
Meskipun Elf tua itu menyegel skill summon milik Theo tetapi dia masih punya banyak skill, dia akan mencoba menggunakan skill Fireball milik Gupi untuk membakar akar ini.
"Spell Scave"
[Perhatian anda tidak bisa menggunakan semua skill]
Theo tidak menyangka akan mendengar pemberitahuan itu lagi.
"Sial!" umpat Theo.
"Percuma saja di dalam penjara ini semua skill tidak dapat digunakan," Edmund berusaha menjelaskan.
Tetapi bukan Theo namanya jika menyerah begitu saja, kali ini dia membuka Inventorynya mengambil pedang untuk memotong akar itu.
[Perhatian anda tidak dapat memggunakan senjata]
"Apalagi kali ini!" berangnya.
"Oh aku lupa menjelaskan kalau senjata juga tidak dapat digunakan."
Mendengarnya muka Theo menjadi masam dan dia merebahkan dirinya berusaha berpikir.
Theo tidak mungkin berakhir selamanya disini, apa yang terjadi dengan mimpinya, dia akan menjalani kehidupan neraka seperti dulu.
"Jika aku tahu tidak mungkin aku masih disini."
Theo menjadi semakin gelisah dan hampir putus asa dia membuka daftar teman tetapi semua saluran chat telah diblock.
"Yang benar saja," katanya putus asa.
Satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah logout dan meminta tolong kepada Boby sepertinya hanya itu jalan yang tersisa, tetapi Theo tidak mau mengorbankan temannya karena Boby akan terkena penalti jika kembali ke Land of Romant, itu akan menjadi opsi terakhir sementara dia memilih untuk mencari opsi lainnya.
Theo mulai berpikir kembali pantas saja kesulitannya Rank C, sungguh tidak masuk akal quest mencari bunga memiliki level C ternyata ini penyebabnya.
Theo terus berpikir, didalam game ini sungguh adil jadi tidak mungkin game memberikan kesulitan tanpa solusi.
"Hei apa memang tidak ada cara lain yang pernah kau coba," tanya Theo pada Edmund setelah lama berpikir tidak menemukan solusi.
"Semua skill disegel semua item disegel lalu cara apa lagi yang bisa kita lakukan," gumam Theo pada dirinya sendiri.
"Siapa bilang semua item disegel," ujar Edmund.
"Hah?...buktinya aku..."
"Yang disegel adalah senjata jika yang lain kamu masih bisa menggunakannya," kata Edmund berusaha menjelaskan.
Tanpa banyak tanya Theo langsung mencoba mengeluarkan item seperti potion dan potion muncul dalam genggamannya.
__ADS_1
"Kau benar aku bisa mengeluarkan item," kata Theo yang kembali bersemangat tetapi ekspresi Edmund sama sekali tidak berubah.
"Terus kenapa kalau kita bisa mengeluarkan item apa ada gunanya."
"Hei ayolah siapa tahu kita bisa menggunakan item untuk keluar dari sini."
Theo mulai mengeluarkan semua item serta material yang didapatnya, Edmund yang melihat dengan malas tiba-tiba matanya menjadi jernih.
"Ka-kau darimana mendapatkan ini," sergah Edmund sambil mengambil salah satu item milik Theo.
Theo melihat yang diambilnya adalah Flabary salah satu tanaman yang dipetiknya.
"Ini, ini, ini dan ini," lanjutnya.
Edmund mengambil satu persatu tanaman milik Theo dan terlihat dari matanya ada secercah harapan.
"Kau tahu Theo sepertinya kita bisa keluar dari sini," kata Edmund bersemangat.
"Benarkah," kata Theo lebih bersemangat dari Edmund.
Si Alchemist mulai mengeluarkan botol, Alat ukur, pipet tetes dan lain-lain Theo tahu barang apa itu karena Theo biasanya menggunakan untuk membuat potion.
"Sekarang kau tunggulah dan jangan ganggu aku," perintah Edmund.
Dia berencana membuat ramuan dari bahan-bahan yang dibawa Theo dan sekarang Theo duduk di pojokan dengan santai sambil mengamati Edmund.
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya ramuan yang dibuat oleh Edmund sudah jadi dan sepertinya dia juga membuat banyak ramuan lain.
"Theo pegang ini," kata Edmund sambil memberikan bola berisi cairan berwarna merah dan oranye.
"Apa ini?"
"Flamebert, begitu isi didalamnya keluar benda itu akan membakar semua yang disentuhnya."
"Kau gila kita bisa terbakar!"
"Tenanglah aku sudah membuat kadarnya hanya cukup membakar terali akar itu."
"Edmund kau luar biasa sekarang ayo kita keluar."
"Tunggu dulu setelah keluar apa yang kita lakukan percuma jika kita keluar kemudian ditangkap lagi."
"Tentu saja kita melarikan diri, jangan Khawatir sepertinya semua skillku sudah dapat digunakan ketika kita keluar dari sini."
Theo mulai tidak sabaran dan ingin segera keluar dari sini.
"Bersiaplah!" kata Theo dan dibalas Anggukan oleh edmund.
Theo melemparkan Flamebert kearah terali akar dan ketika bolanya pecah isi cairannya membasahi akar dan berikutnya terjadi kebakaran bahkan akar yang tumbuh akan langsung terbakar.
"Ada apa ini?"
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
Terdengar suara panik dari luar sepertinya para penjaga kebingungan dengan apa yang terjadi, bagaimana mungkin akar yang kokoh dapat tiba-tiba terbakar.
Tidak ingin membuang waktu, Theo dan Edmund menyelimuti tubuhnya dengan kain bekas yang ada dalam tahanan dan berlari menerobos kobaran api.