Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Ranker


__ADS_3

"Apa yang kau mau?" tanya Theo kepadanya dengan sedikit waspada


"Tenanglah...perkenalkan namaku Wayne, tadinya aku sangat marah dengan perintah pimpinanku, aku yang seorang Ranker disuruh ke tanah pemula hanya untuk membunuh seorang summoner sungguh pimpinan egois"


Theo hanya diam memperhatikan dengan kewaspadaan tinggi


"Tapi setelah melihat pertarungamu dengan swordsman payah tadi tidak sia sia aku ke tempat sampah ini" tambahnya.


Perasaan tidak enak Theo dari tadi kemungkinan karena Wayne terus mengawasinya sejak pertarungannya dengan Freedom


"Jadi hiburlah aku sekarang, kumohon jangan langsung mati melawanku" kata Wayne dengan menunjukan seringainya


Theo berpikir mengingat siapakah Wayne dan benar Theo teringat salah satu daftar Ranker di guild Egotist dengan kata lain yang memberikan perintah membunuh adalah ayahnya.


'Sial kenapa jati diriku dengan cepat terungkap,' batin Theo dengan cemas.


Theo masih mencari cara bagaimana cara mengalahkan Ranker berlevel 80 meskipun terkena penalty kemungkinan menjadi level 40 dengan banyak skill yang disegel.


"Ada apa Summoner jika kau tidak maju maka aku yang akan mendatangimu."


Theo tidak menemukan cara dan memutuskan mengetes kemampuannya saja.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan pedang Silver Scarnya.


"Ini baru seru bersiaplah summoner."


Wayne berlari dengan pedang raksasanya terhunus.


"Gross!"


Theo memerintahkan goblinnya sama sama pemakai Great Sword untuk beradu pedang.


"Smash"


"Smash"


Wayne dan Gross beradu skill tetapi saat pedang berbenturan Gross terlempar jauh dan darahnya berkurang separuh lebih.


Theo tercengang melihat kekuatan Wayne.


"Lemahnya," kata Wayne meremehkan.


"Gornage"


Mendengar perintah masternya Gornage menghadang jalan Wayne.


"Tomahawk"


Kapak Gornage dilempar lurus ke depan tetapi Wayne menangkisnya dengan mudah dan mementalkan kapaknya keatas.


Gornage melompat menangkap kapaknya dan langsung mengeluarkan skill ultimatenya.


"Leap Crush"


Wayne dibawahnya terhantam keras dengan debu berterbangan menutupinya.


Theo sangat terkejut dengan yang dilihatnya tubuh Wayne tidak tergores sama sekali karena berhasil menahannya dengan pedangnya.


"Adakah trik lainnya," tanya Wayne.


Theo cukup terguncang bahkan serangan summon terkuatnya berhasil ditahannya.


"Sekarang giliranku," ujar Wayne bersiap menerjang Gornage di depannya.


Wayne mengayunkan pedangnya dengan brutal sementara Gornage hanya mampu bertahan bahkan ditekan mundur.


Theo berpikir dengan cepat apa yang harus dilakukannya dengan kekuatan miliknya sekarang.

__ADS_1


"Switch!" perintah Theo.


Gort maju bertukar posisi dengan Gornage, maju menghadang menutup jalan Wayne, kali ini tebasan Wayne dapat ditahan.


"Boleh juga defensenya tapi itu belum cukup."


Wayne menggunakan skillnya dan memegang pedang Great Sword hanya dengan satu tangan dan menebas dengan cepat seakan pedangnya menjadi seringan bulu.


Tebasan demi tebasan membuat darah Gort berkurang tetapi itu sudah diprediksi Theo.


Tim Gobiru dan tim Gotcha menyerang dari samping kanan dan kiri Gort tetapi Wayne meresponnya hanya dengan tertawa.


"Ide yang menarik," ujarnya.


Wayne menghentikan serangannya kepada Gort dan menggunakan skillnya.


"Blade dance"


Wayne berputar-putar dengan tebasan yang tidak dapat ditebak dan menghancurkan party Theo kecuali Gotcha masih dapat menghindarinya


[Grass telah mati ]


[Goblin telah mati]


Serangan masih berlanjut Gort dengan tamengnya menyerang Wayne.


"Shield Bash"


Hantaman perisai Gort masih dapat ditahan dengan membuat pedangnya beridiri meskipun terdorong mundur tetapi masih dalam posisi bertarung


"Fireball"


Bola api meluncur dari Gupi tetapi dapat dibelah menjadi dua dan meledak disamping kanan dan kiri Wayne.


'Ya ampun monster kah dia,' pikir Theo dengan panik.


"Kau punya banyak kartu di lengan bajumu tapi sayang itu semua tidak berguna dihadapanku."


Theo sudah kehabisan trik semua serangannya dapat ditahan dia mencoba berpikir tapi tidak menemukan solusi bahkan dengan sisa skill goblin yang lain pasti dapat ditahannya.


"Goblin Warcry"


Kecepatan dan kekuatan para Goblin meningkat dua kali lipat.


Meskipun kekuatan goblin meningkat drastis para goblin tetap bukan tandingan Wayne.


Wayne menyerang dengan membabi buta para goblin dan hanya Gotcha yang dapat menghindarinya dengan kecepatannya sementara yang lain tinggal menunggu waktu saja sampai pertahanan para goblin hancur.


Theo masih belum menemukan solusi tetapi tiba tiba dia teringat Urcelos.


"Jika dengan skill ini masih tidak dapat mengalahkannya berarti aku akan mati."


Theo membuka statusnya dan menambahkan distribusi 4 poin ke dalam Str membuat Strengh miliknya menjadi 20.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan tombak raksasa dengan petir menyala nyala di tombaknya.


Wayne melihatnya dengan kagum.


"Whoaaa masih ada trik yang lain ternyata"


"Bersiaplah tuan Ranker," seringai Theo.


Wayne ingin segera menyerang Theo tapi masih terhalang Gort dan yang lain.


Theo berlari mendekati Wayne dan ketika sampai dibelakang Gort, Theo menghentakan tombaknya ke tanah.


"Thunder Field"

__ADS_1


Sebuah petir menyebar dari tempat Theo berdiri membuat Wayne bahkan tidak bisa bergerak


"Kuagghh"


[Player Wayne Terkena Paralysis]


"Minggir" perintah Theo dan para goblin memberikannya jalan.


Theo mengambil ancang-ancang dan bersiap melemparkan tombaknya.


"Bullet Spear"


Sebuah tombak raksasa meluncur dengan kecepatan seperti peluru dan mengoyak tubuh Wayne yang tidak dapat bergerak.


[Player Wayne sekarat]


"Luar biasa tuan Summoner kutunggu kau di Land of Valiant lain kali tidak akan semudah ini."


[Player Wayne telah mati]


[Level Up]


Tubuh Wayne telah menghilang dan menyisahkan sebuah benda yang jatuh ditempat dia mati untungnya Theo tidak dianggap melakukan PK ( Player Killer) karena Wayne yang menyerang duluan.


"Lain kali aku lebih kuat dan membantaimu."


dengan kejadian barusan membuat Theo terduduk dan mengistirahatkan pikirannya sejenak.


Menurutnya pertarungan ini adalah yang tersulit yang selama ini dihadapinya.


Padahal baru Ranker rendah bagaimana jika menghadapi Ranker yang lebih kuat lagi.


'Di Land of Valiant pasti banyak monster yang lebih kuat dari Wayne,' pikirnya.


Theo mengambil Item yang dijatuhkan Wayne dan melihat deskripsinya nanti karena dia terlalu lelah untuk berpikir dan memutuskan logout dari desa Beorn.


*****************


Dari sebuah ruangan besar terlihat dua orang satu duduk di kursi satunya berdiri di depan layar komputer besar.


"Tuan maafkan aku telah gagal melaksanakan tugas haha," kata seseorang di layar.


"Kau gagal masih bisa tertawa," ujar pria yang berdiri menghadap layar.


"Bagaimana menurutmu kemampuannya?" Tambahnya.


"Dia cukup jago bermain game kontrol permainannya luar biasa saya tidak tahu bakal sekuat apa dia nanti."


BRAKKK


terdengar suara meja dipukul dengan keras


"Oh iya tuan aku kehilangan item berhargaku tolong ganti rug...."


Belum sempat Wayne menyelesaikan kata-katanya layar sudah dimatikan.


"Pak Dir apa yang harus kita lakukan dengan anak itu," tanya Ayah Arya dengan cemas.


"Jangan kuatir tuan, saya akan memerintahkan Guild di area bawah untuk memburunya."


"Baik pak Dir jangan sampai gagal melakukannya aku percayakan padamu."


"Dilaksanakan tuan."


...**silahkan like dan comment...


...Comment kalian sangat membantu author bersemangat...


...Negatife comment will be forgiven**...

__ADS_1


__ADS_2