Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Blink Step


__ADS_3

"Selesai," kata Theo dengan santai.


Menurut Theo pertarungannya sangat mudah karena tidak sampai mengeluarkan semua kartu di lengannya.


"Selesai kepalamu! Kau player gila bagaimana bisa kau menghabisi mereka sendirian dengan goblin."


Jagar tidak bisa mengungkapkan kata-kata antara kagum, cemas dan tidak percaya.


"Dan apa-apaan dengan goblin yang membawa dua pedang itu dia hanya seperti berolahraga menghadapi monster ganas itu, dan yang membawa kapak disana, setelah melihatnya Arm Kong hanya tampak seperti bayi monyet lucu."


"Sudahlah jangan cerewet ayo kita ambil drop item dan kembali," saran Theo.


"Hei aku belum selesai kau player gila!"


"Tapi hebat.." tambahnya lirih


"Apa!"


"Sudahlah ayo ambil drop item lalu kembali."


"Kan tadi saranku juga begitu."


Jagar pura pura tidak mendengarkan.


Setelah mengambil semua drop item Mereka kembali ke desa Beorn dan menggunakan gate untuk kembali ke kota Romant dan langsung menuju kuil Monk.


Sebelum masuk ada dua NPC Monk yang menghentikan.


"Maaf anda tidak bisa memasuki kuil hanya Monk yang diijinkan," kata salah satu Monk yang ditujukan pada Theo.


"Hei kau tidak lihat dia mendapatkan quest ujian pemula Monk," kata jagar dengan sangat meyakinkan.


Setelah Theo menunjukan questnya barulah NPC mengijikannya masuk, dan mereka menuju NPC Monk pemberi quest.


"Kau menyelesaikan questnya tapi kau bukan Monk terimalah hadiahmu meskipun tidak berguna untukmu," kata NPC.


'Kau belum tahu dia makanya bisa berkata begitu,' batin Jagar.


[Berhasil menyelesaikan ujian pemula Monk Str + 3, fame + 10, mendapatkan skill core Palm Strike]


Setelah keluar kuil mereka berencana berpisah.


"Ini bayaranmu," Theo menyerahkan sekeping emas kepada Jagar.


"Tidak usah aku seperti tidak melakukan apapun dan malahan seperti digendong olehmu."


"Tidak terimalah tanpamu aku tidak akan bisa mendapatkan quest itu."


Jagar sedikit ragu dan akhirnya menerimanya.


"Tapi ini adalah yang terakhir berikutnya aku akan menjadi kuat dan menyelesaikan ujian pemula Monk."


"Kalau begitu kita bisa berparty lagi dong."


"Sungguh!" Kata Jagar semangat.

__ADS_1


"Tentu saja," ucap Theo dengan tersenyum.


Sepertinya Theo telah mengubahnya jadi lebih berani karena Jagar tidak menyangka seorang dengan job remeh macam Summoner bisa menjadi sangat kuat.


Setelah berpamitan mereka pun berpisah dan Theo segera Logout


*****************


Keesokan harinya Setelah login Theo menuju skill Shop dan membeli skill untuk tim Gobiru tentunya setelah membuat potion.


Skill yang dibeli Theo adalah skill yang mempelajari langkah dan dapat berkembang untuk menambah kemampuan gerakannya.


Theo membeli skill langkah yang bisa berkembang seharga 10 emas membuat Theo menjerit jiwa miskinnya yaitu Light Step dimana skill tersebut dapat berkembang menjadi Blink Step.


Banyak skill step yang lebih hebat tetapi harganya mahal dan ranknya lebih tinggi seperti Shadow Step milik Job Assasin yang bisa menghilang di kegelapan, atau wind Step skill yang didapatkan Scand di Artog Lair dari party Freedom yang dapat bergerak di udara.


Tujuan Theo hari ini adalah menaikan level dan mempelajari skill pengembangan Light Step, orang lain tidak akan bisa melakukannya karena ini adalah Theo, itu bisa dilakukan secara bersamaan.


Theo menuju Oloff Grassland dan mengeluarkan semua summonnya.


Setiap summonnya menghabisi setiap monster yang mereka temui.


Serigala, beruang, babi hutan dibantai habis oleh mereka bahkan tanpa perlu strategi.


Sementara Theo menggunakan Spell Scave berkali kali untuk menggunakan Light Step tiap selesai cooldown.


Hanya saja syaratnya cukup gila yaitu menggunakan skill Light Step 1000 kali baru bisa mendapatkan skill baru.


Light Step


Rank : E


Efek : bergerak dengan kecepatan tinggi dalam gerak lurus sejauh 3 meter


Cost mana : 7


Cooldown : 3 menit 15 detik


Skill ini bisa dipelajari siapapun dengan job tipe pertarungan.


Theo bergerak kesana kemari dengan mengukur jarak dan membiasakan sejauh apa dia bisa bergerak dengan jarak 3 meter dan ternyata tidak harus 3 meter, 1 meter atau 2 meterpun bisa tinggal menyesuaikan.


Theo menghabiskan waktunya dengan mencoba combo-combo yang nanti bisa dilakukannya dengan skill miliknya.


Setelah berjam-jam membunuh monster level Theo masih belum naik level juga dan Theo masih menggunakan skill Spell Scave beralih ke Light Step meskipun belum ada setengahnya untuk mendapatkan skillnya.


Tampaknya seharian ini akan dihabiskan untuk leveling dan mempelajari skill.


"Job gila susah sekali naik level," gerutu Theo.


Bagaimana tidak susah naik level jika expnya dibagi lima belas orang.


Hari diluar game tampaknya sudah malam dan seperti biasa Arya meminta Boby untuk menghubungi ibunya untuk menginap.


Setelah mencoba selama 10 jam lebih akhirnya Theo menguasai skill Step baru dan berhasil naik 2 level.

__ADS_1


[Player Theo menggunakan skill Light Step sebanyak 1000 kali dan berhasil mendapatkan skill Blink Step]


"Memang gila sepuluh jam Grinding hasilnya hanya naik 2 level, mungkin aku harus ke tempat dengan monster level lebih tinggi," desah Theo.


Meskipun begitu Theo cukup puas dengan skill baru yang dipelajarinya dan melihat deskripsinya.


Blink Step


Rank : E


Deskripsi : langkah lanjutan dapat berpindah seperti teleportasi dalam jarak 3 meter


Efek : berpindah dengan kecepatan tinggi dalam gerak lurus sejauh 3 meter


Cost mana : 7


Cooldown : 3 menit 15 detik


'Sepertinya yang membedakannya hanya pada kata awalnya bergerak menjadi berpindah,' pikir Theo.


Sebelum log out Theo mencoba skill yang baru didapatkannya.


"Blink Step"


Theo bukannya bergerak tetapi langsung berpindah dan Theo masih belum dapat memastikan jarak pindahnya sehingga menabrak pohon besar didepannya.


BRUAKKK


Theo seketika terjungkal ke belakang.


"Siall!" Umpatnya seraya menggosok hidungnya yang kesakitan.


Theo dengan jobnya selama ini jarang terluka karena sekarang dia akan menjadi garda depan maka luka akan sering dialaminya.


Masalahnya adalah mesinnya telah diutak atik oleh ayahnya dengan daya sakit 100% dan tidak bisa diubah, tujuannya agar Theo menyerah pada gamenya.


Orang biasa akan mengalami rusak mental jika mengalami sakit saat terluka tetapi Theo sama sekali tidak mempedulikannya.


"Dasar psikopat tua lihat saja aku akan menghancurkan kerajaaan megahmu itu dan membuatmu menyesal telah memberiku mesin ini," seringai Theo.


Sebelum log out Theo membiasakan menggunakan skill Blink stepnya meskipun berkali kali terbentur pohon dan jatuh terpeleset karena tidak bisa mendarat stabil dengan pijakannya setelah berpindah.


'Skill ini akan menjadi barang cacat jika tidak bisa menggunakannya dengan sempurna,' pikir Theo.


Setelah berlatih sejam lebih, Theo berhasil menguasainya dengan sempurna bahkan sekarang dia dapat menggunakannya diantara pohon kering ini.


"Mantap!" Teriaknya dengan bersemangat.


Dengan psikisnya yang kelelahan Theo memutuskan ke kota Romant untuk segera logout dan mempersiapkan untuk quest besok setelah membeli beberapa equipment di Bardar Shop.


"Kau sudah siap untuk quest besok?" tanya Boby


"Tentu saja," jawab Theo singkat.


Dan hanya begitu saja selanjutnya Boby hanya mendengar suara dengkuran.

__ADS_1


__ADS_2