Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Dorburo


__ADS_3

Theo melihat semua summonnya sudah bertarung dengan kekuatan penuh dan yang melawan para Faun sedikit kesusahan sepertinya sebentar lagi akan kalah.


Theo teringat dengan Title miliknya dan Theo merasa harus bertarung dengan kekuatan penuh.


[Title Forest King telah aktif attack semua party meningkat]


Kenapa bisa lupa dengan Title ini betapa bodohnya dirinya pikir Theo menyalahkan dirinya sendiri.


Dan Theo mengeluarkan skill rahasianya.


"Goblin Warcry"


Dalam sekejap semua Goblin milik Theo menjadi beringas dan meningkatkan kekuatan serta kecepatan.


Faun yang disebelah kiri kembali terdorong dengan para goblin.


"Slash"


"Double Slash"


"Smash"


Semua mengeluarkan kemampuannya.


"Fireball"


[Faun Telah mati]


[Faun Telah mati]


[Faun Telah mati]


Skill Dark Sylph tidak mampu menjangkau para Faun dan Dark Sylph juga hanya fokus kepada penyembuhan para beruang.


Gotcha memberikan serangan bertubi tubi dengan sangat cepat.


Tim Gobiru juga membuat lubang lebih banyak pada tubuh beruang.


Dan yang paling menakutkan serangan Gornage yang tadinya seimbang membuat beruang terpukul mundur membuat darahnya menetes dari lukanya.


Dark Sylph terkejut dan kebingungan mana yang harus disembuhkan lebih dahulu.


Di tengah kebingungannya para beruang dan Faun telah mati hanya tersisa satu beruang yang melawan Gort dan para Gnome yang sedari tadi menembakan panahnya dari pepohonan.


Theo memerintahkan tim Gotcha untuk membunuh para Gnome.


'Seandainya ada Assasin,' batin Theo penuh harap.


Melihat beruang sendirian dikeroyok habis-habisan bahkan skill penyembuhan Dark Sylph tidak mampu mempertahankan nyawanya.


Melihat semua pengikutnya telah binasa kecuali para Gnome yang sedang bermain kejar-kejaran dengan tim Gotcha akhirnya Dorburo maju menyerang.


Sebelum menyerang Dorburo mengeluarkan auman keras membuat semua summon ketakutan.


[Gobiru terkena Fear]


[Gort terkena Fear]


[Gobiru terkena Fear]


[Goblin terkena Fear]


Semua Goblin statnya kembali seperti semula bahkan menurun hanya Gornage yang tidak terkena efek itu Theo juga bingung bagaimana bisa hanya dia yang tidak terkena.


Dengan membawa Dark Sylph dengan satu tangan Dorburo menyerang dengan satu tangan yang dihadang dengan ayunan kapak Gornage.


Tapi alangkah terkejutnya Theo Gornage yang memiliki serangan paling kuat terhempas oleh sapuan tangan Dorburo.

__ADS_1


Dari segi kekuatan dia lebih kuat dari Urcelos mengesampingkan serangan petirnya.


Kali berikutnya dia menyerang Gort dimana Gort dapat bertahan meskipun dengan kesusahan.


Tiba tiba Dorburo mengubah posisi berdirinya menjadi seperti banteng yang hendak menyeruduk matador.


Dorburo berlari kencang dengan tanduk bercabangnya yang menakutkan membuat Gort yang begitu besar terlempar dan terluka parah.


Pertahanan kokoh Theo pun sudah hancur Theo mencoba berpikir dengan cepat apa yang bisa dia lakukan sementara semua kartunya sudah terbuka.


Selama Theo berpikir tim Gobiru menahan Dengan menusuk-nusukan tombaknya tetapi dengan sapuan tangannya dua goblin tim Gobiru ikut terlempar.


[Goblin telah mati]


[Goblin telah mati]


Theo memperhatikan apakah Dorburo yang ganas ini memiliki kelemahan, setelah memperhatikan cukup lama bahkan mengorbankan para goblinnya Theo menemukan sesuatu.


"Ketemu"


Theo bersiap untuk menyerangnya.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan pedang Silver Scarnya dan langsung menyerang dari depan.


Entah apa yang ada dalam pikiran Theo Gornage yang begitu kuat saja terlempar tak berdaya apalagi Theo.


Dan sasaran serangan Theo adalah tangan kiri Dorburo yang memegang Dark Sylph.


Saat Dorburo hendak mengibaskan Theo dia mengurungkan niatnya dan melindungi Dark Sylph dengan tangan kanannnya.


Theo tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan memberikan combo serangannya.


"Triple Slash"


"Double Slash"


"Slash"


[Dorburo terkena Bleeding]


Setelah cukup lama mempelajarinya akhirnya Theo mengetahui cara mengaktifkan efek pedangnya dengan mengalirkan mana dalam pedangnya.


Meskipun Dark Sylph terus menyembuhkannya tapi darah Dorburo tetap berkurang karena luka tebasan Theo terus mengeluarkan darah.


Kelemahan terbesar Dorburo adalah dia bertarung dengan melindungi Dark Sylph seandainya dia bertarung sendiri party Theo sudah porak poranda dari tadi.


"Gort bangun ganti tamengmu," perintah Theo.


Gort yang terluka parah kembali lagi setelah mendapat skill First Aid oleh Theo.


Dan benar saja Dorburo merubah posisinya dan menyeruduk dengan kencang tetapi Gort sudah bangkit dan melindungi Theo.


"Absolut Defense"


Tameng yang telah diganti Gort adalah Aegis Shield dan mengaktifkan skill terakhirnya dan tubrukan keras yang terjadi bahkan membuat Gort bergeming.


[Perisai Aegis telah hancur]


Theo berpikir memang saat ini lah gunanya tameng itu.


"Spell scave"


Theo menggunakan skill penirunya setelah cooldown habis tapi kali ini dia memasang Burn Knuckle.


Theo menyelinap dari belakang Gort dan memberikan beberapa pukulan tinju meskipun kurang berefek bagi Dorburo tapi...

__ADS_1


[Title Fire Fist aktif]


"Triple Attack"


"Jab"


Theo melakukan combo tinju mulai dari pukulan tiga kali ditambah tinjuan biasa ke muka menyebabkan beberapa efek pada Dorburo.


[Dorburo terkena Burn]


Theo menumpuk beberapa efek debuff pada Dorburo membuat darahnya terkuras sedkit demi sedikit, Dark Sylph sudah mulai frustasi untuk menyembuhkan Dorburo.


Meskipun sudah disembuhkan tetapi darah yang masuk lebih banyak darah yang keluar membuat Dorburo meronta-ronta dan semakin marah pada Theo.


Theo mundur karena skillnya masih cooldown tetapi Dorburo dengan beringas mengejar Theo.


Gornage yang sudah kembali sadar tanpa tahu apa yang terjadi begitu melihat Dorburo langsung menyerangnya.


Theo yang memperhatikan Gornage langsung memerintahkan Gotu untuk menembak.


"Blitz Sting"


Sebuah tembakan menargetkan Dark Sylph tetapi berhasil ditepis oleh Dorburo sayangnya itu adalah tembakan disable.


[Dorburo terkena paralysis]


Dan berikutnya Dorburo dihajar habis habisan oleh Gornage, Gobiru dan sisa dari goblin membuat Dorburo tersungkur dan tumbang.


[Dorburo telah mati]


[Level up]


[Mendapatkan tanduk Dorburo]


"Berhasil" Theo berteriak dengan lantang meluapkan kegembiraannya karena berhasil menumbangkan monster yang menurutnya sudah seperti bos kecil wilayah.


Para Gnome juga berhasil dihabisi oleh tim Gotcha dan hanya menyisakan Dark Sylph yang gemetar ketakutan dikelilingi oleh manusia sadis dan para monster hijau yang menakutkan.


"Hehe jangan takut peri cantik ikutlah bersamaku" kata Theo dengan seringai jahat mirip dengan penjahat pedofilia yang semakin membuat takut si peri.


Theo mengulurkan telapak tangannya dan menangkapnya tapi sayang tidak berhasil.


"Oho berani menolak ya....aku tidak suka penolakan."


Theo memerintahkan Grass untuk menebasnya sedikit membuat si peri menangis dan langsung menyembuhkan diri.


"Catch"


Theo menangkap lagi dan tetap gagal


"Baiklah kita lihat siapa yang akan bertahan," senyum psikopat Theo muncul lagi.


Selain peri hitam senyum jahat Theo membuat para goblin begidik ketakutan bahkan Gornage seperti mengingat kembali kenangan mimpi buruknya.


Theo mengulangi lagi dan lagi menebas kemudian si peri menyembuhkan diri.


Setelah melakukan selama berjam jam sepertinya si peri sudah menyerah dan berhasil ditangkap oleh Theo.


"Kiikkk"


Seolah para goblin berkata semoga si peri tidak mengalami trauma.


...**silahkan like dan comment...


...Comment kalian sangat membantu author bersemangat...


...Negatife comment will be forgiven**...

__ADS_1


__ADS_2