Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Desa Elf Tersembunyi


__ADS_3

Sudah berjam-berjam Theo mencari tetapi masih belum ada tanda-tanda keberadaan bunga itu bahkan semua titik sudah diambilnya, Theo tidak ingin melewatkan satu titikpun.


Tetapi menurutnya jika bunga ini sangat istimewa maka akan terlihat titik yang berbeda seperti saat dia mencari Black Lotus dulu.


Theo memutuskan mencari lebih kedalam sambil mengambil setiap titik yang muncul dipetanya, karena tanaman itu juga berguna untuk dijadikan potion atau dijual.


Semakin kedalam monster-monster kuat mulai bermunculan dorburo ada 3 ekor menghadang Theo, tetapi Theo tidak khawatir dengan kekuatannya yang sekarang.


"Maju!"


Theo memerintahkan 3 goblin untuk bertarung satu lawan satu yaitu Gornage, Gald dan Ghost.


Gornage dan Gald dapat mengimbangi serangan Dorburo yang jadi masalah adalah Ghost tusukannya bahkan tidak mampu menembus kulitnya.


"Sonic Blow"


Ghost melakukan tusukan cepat berkali-kali tetapi hanya menyebabkan luka tusukan jarum di tubuh Dorburo.


"Death Swing"


Bahkan serangan kritikal hanya menyebabkan satu luka setara sekali tebasan milik Gald.


"Ini tidak bisa diteruskan pergantian pemain."


Ghost langsung menghilang dengan tertunduk malu.


"Jangan murung Ghost, kamu hanya bertemu dengan lawan yang tidak tepat saja," kata Theo berusaha menghibur Ghost yang mulai bersemangat lagi.


'Ini saatnya mencoba kemampuan dua serigala' pikir Theo.


"Remus, Remulus serang dia."


Kedua serigala dengan cepat berlari menerjang dari sisi kanan dan kiri Dorburo, mereka menyerang secara bergantian, saat Dorburo fokus pada Remus Remulus mencakarnya begitu juga sebaliknya, meskipun serangan mereka tidak dalam tetapi masih lebih baik daripada serangan Ghost.


Pertarungan kedua serigala juga tidak membuahkan hasil sehingga Theo meminta Gupi untuk membantunya.


Setelah cukup lama ketiga Dorburo akhirnya tumbang dengan susah payah.


Theo melanjutkan berjalan lebih dalam sambil memperhatikan petanya dan tidak jauh dari tempat mereka bertarung, Theo melihat player di kejauhan jumlahnya ada 3, sepertinya mereka juga mencari sesuatu seperti Theo.

__ADS_1


Theo mendekat dengan waspada siapa tahu mereka seorang PK (Player Killer).


Setelah cukup dekat Theo mengenali salah satu player seorang Wanita cantik job mage dengan setelan warna hijau.


"Isana!"


Ketiga player menoleh mendengar suara panggilan dan wanita itu terkejut.


"Theo! Apa yang kau lakukan disini," tanyanya.


"Aku menjalankan sebuah Quest, lalu kau," tanya Theo balik.


"Aku juga tetapi lebih tepatnya quest temanku," Isana menunjuk salah satu temannya seorang lelaki berkacamata yang melambai dengan malu-malu dari penampilannya dia seorang Mage juga dan mengambil job cadangan Alchemist.


"Kalian hanya bertiga berani memasuki Fairy Garden sangat dalam," Ujar Theo dengan melihat mereka bertiga yang terdiri dari dua Mage dan satu Hunter.


"Y-ya untungnya ada Isana dia mengatasi hampir semua monster sendirian, aku hanya perlu menyiapkan mana potion untuknya," kata pria berkacamata.


"Kau sendiri...lupakan," Isana lupa bahwa pria didepannya Theo, tentu saja tidak masalah jika dia sendiri, satu Theo sama dengan satu party penuh.


"Quest apa yang membuat kalian masuk hutan sampai kemari," tanya Theo penasaran.


"Maaf membuat kalian kecewa aku juga mendapatkan quest yang sama untuk mencari bunga itu," ucap Theo.


Mereka sempat terkejut tetapi kembali tenang karena bunga itu tidak gampang dicari karena mereka yang sudah setahun saja belum menemukannya apalagi Theo yang baru saja mencarinya.


"Tidak apa-apa siapa yang cepat berhak mendapatkannya," kata Neck dengan rendah hati.


"Baiklah kalau begitu silahkan kalian melanjutkan pencarian dan aku juga melanjutkan pencarianku."


Setelah bersalaman mereka berpisah dan kembali melanjutkan quest mereka masing-masing.


Theo kembali melihat petanya dan ada titik berwarna yang berbeda dari lainnya, Theo dengan semangat mendatanginya tetapi setelah melihatnya Theo kecewa karena tanaman itu bukan yang dicarinya, semakin kedalam banyak titik warna-warni yang menandakan tanaman langka meskipun bukan tanaman yang dicarinya.


Theo mulai frustasi karena sudah banyak titik yang diambilnya hanya saja Theo tidak menyadari jika tanaman yang diambilnya adalah tanaman langka yang membuat para Alchemist berbondong-bondong ingin mendapatkannya.


Berjam-jam Theo habiskan untuk mengambil titik-titik langkah sambil membunuh para monster yang mereka lewati.


kali ini Theo melihat titik yang berbeda dimana titik tersebut terlihat besar dan gemerlap.

__ADS_1


"Ini dia!"


Theo merasa ini adalah yang dicarinya karena titik ini benar- benar besar.


Theo segera bergegas menuju titik yang dilihatnya dipeta saat sudah dekat Theo cukup terkejut karena didepannya adalah bukit batu besar yang tidak mungkin bisa dilewati.


Theo mencoba memutarinya siapa tahu ada jalan tetapi hanya dinding besar dan terjal yang sangat luas.


"Bagaimana mungkin ada jalan, sepertinya ini hanya jalan buntu," gerutunya sambil melihat pemandangan batu didepannya.


Theo kembali memperhatikan peta dan benar jalan satu-satunya hanya melintasi batu didepannya.


Setelah memperhatikan peta dan batu, Theo mulai menyadari sesuatu sepertinya ada yang aneh dengan batu raksasa ini bagaimana mungkin ada titik besar didalam batu, Theo mulai mengamati batu dan menyentuh siapa tahu ada yang aneh.


Ketika Theo cukup lama menyentuh batu dan tidak membuahkan hasil dia tidak berhenti dan terus mencobanya dan tanpa sengaja dia menyentuh batu yang benar dan betapa terkejutnya Theo melihat batu tersebut terbuka dan membentuk terowongan jauh kedalam, Theo belum sadar apa yang terjadi dan mengamati sebentar ketika tidak terjadi apa-apa Theo memasuki terowongan tersebut dengan waspada.


"Pantas saja Neck tidak berhasil menemukannya selama setahun ini, siapa yang dapat memperkirakannya."


Setelah sampai diujung ada sebuah pemberitahuan yang muncul didepan Theo.


[Anda orang kedua yang memasuki desa Elf tersembunyi mendapatkan bonus agility +2 dan exp meningkat 30% selama 7 hari]


Theo tercengang dengan pemberitahuan selain mendapatkan tambahan stat juga meningkatkan exp benar benar cocok untuk menaikan level tetapi orang kedua berarti ada orang yang telah menemukannya lebih dahulu.


"Berhenti!"


Saat Theo berjalan beberapa langkah ada seseorang berteriak padanya dan berikutnya diatas pohon sudah ada ratusan elf yang siap membidiknya.


Theo segera bersiap untuk mengeluarkan monster yang sudah ditariknya tadi


"Summon"


Tetapi bukannya monster yang keluar malah ada pemberitahuan


[Skill Summon saat ini tersegel]


Theo tidak tahu kenapa tiba-tiba skill summonnya tidak berfungsi dan sekarang dia dalam keadaan panik, tidak mungkin dia bisa menghadapi ratusan elf tanpa makhluk panggilannya.


Theo berusaha mencari tahu apa yang terjadi dengan dirinya dan berikutnya terlihat 3 elf tua keluar dari balik pohon.

__ADS_1


"Percuma kau tidak akan bisa menggunakan skillmu," kata salah satu elf tua.


__ADS_2