Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Tes Bergabung


__ADS_3

"Arya ayo kita daftar," ajak Varia dengan menarik tangannya.


"Tidak Var, kamu saja," tolak Arya.


"Menurutku juga begitu, untuk apa dia daftar bukannya levelnya sudah tinggi dan bahkan dia adalah pemimpin Guild lho," sambung Boby.


Varia berpikir sebentar dan membenarkan pemikiran mereka tetapi Varia tidak menyerah begitu saja.


"Tapi apa kalian tahu dengan mengikuti ekskul kalian bisa melewati beberapa mata pelajaran dan mungkin latih tanding dengan sekolah lain yang penuh cewek cantik, bahkan ada liga pertandingan sekolah dengan banyak hadiah uang bahkan item legendaris."


Kata-kata Varia terkait melewati beberapa mata pelajaran cukup membuat Arya tergiur tapi hadiah Item benar-benar tidak ingin dilewatkan oleh Arya.


"Hei kawan kita harus ikut benarkan," kata Boby sambil merangkul pundak Arya yang ditatap tajam oleh mereka berdua.


"Hei jangan salah paham kita ikut ekskul bukan berarti karena ada latih tanding dengan gadis cantik atau melewati jam pelajaran..."


"Sudah kuduga," kata Arya sinis.


"Oh ayolah..."


Varia terkikik melihat kelakuan Boby.


"Baiklah kita sudah sepakat ayo berga..."


BRUKKKK


Belum selesai Varia bicara ada yang menabrak dan orang itu Arya sangat kenal.


"Jaka."


"Hei kau menabrak orang setidaknya minta maaflah," teriak Boby.


Jaka menoleh melihat mereka bertiga dan terlihat agak sedikit takut dengan Arya karena kejadian kemarin, Jaka kembali memandang Varia.


"Oh...sorry Var aku buru-buru...oh kau mau daftar juga rupanya."


"Iya kami bertiga akan mendaftar."


Mendengar jawaban itu terlihat wajah Jaka meremehkan menganggap itu sebuah lelucon.


"Jangan bercanda Var, kalau kau okelah dan dia mungkin bisa tapi dia..."


Sambil menunjuk muka Arya Jaka tertawa terpingkal-pingkal diikuti teman-temannya dibelakang.


Keberanian Jaka berhadapan dengan Arya timbul kembali, mungkin dia kalah berkelahi tetapi dalam game dia sangat percaya diri.


"Kau...apa yang kau bisa...orang miskin memang bisa apa dalam game ini, item dan skill yang paling penting dan harganya bukan main bagi orang miskin..."


"Pffftttt."


Mendengar kata-kata Jaka, Boby menahan tawa, tidak tahu siapa yang dia hina.


"Apa yang kau tertawakan babi gendut."


Saat Boby hendak maju Arya menghentikannya.

__ADS_1


"Memang apa jobmu orang miskin," tanya Jaka dengan setengah mengejek.


"Ehmm....Summoner," jawab Arya polos.


Mendengar kata job Summoner pecahlah seisi ruangan menertawakanya kecuali mereka bertiga dan para penguji, Jaka bahkan sampai keluar airmata.


"Memang cocok dengan dirimu sudah miskin menggunakan job sampah," kata Jaka sambil menyeka air mata.


"Kalian tolong hentikan disini adalah tempat ujian jika ingin mengikuti tes hentikan keributan dan silahkan antri," seru Gilang berusaha menghentikan keributan.


"Oh mereka memanggilku, semoga berhasil tuan Summoner."


Jaka dan anteknya meninggalkan mereka bertiga dengan tawa menghina.


"Lihat saja begitu tahu kemampuanmu mulutnya akan membeku," hibur Boby.


"Hihihi aku tidak sabar melihat dia menjadi patung melihat karakter Arya."


Penyeleksian dimulai, mereka yang mendaftar secara bergantian memasuki kapsul dan terlihat layar besar untuk menonton pertandingan, begitu login akan terlihat mereka memasuki arena memang dikhususkan untuk pertarungan satu lawan satu.


Setiap peserta bebas untuk memilih lawan dari mereka berlima baik Gilang atau anggota lain.


Arena tersebut tampak megah dengan terbuat dari batu besar dan dikelilingi oleh awan seolah arena ini berada di ketinggian atau terbang.


Gilang dan timnya yang lain melakukan seleksi dan memasuki kapsul terlihat karakternya mulai dari Swordsman, Mage, Archer, Assassin dan Monk.


Mereka akan bertarung sesuai dengan karakter peserta, jika mereka menggunakan Swordsman maka akan melawan Swordsman sebaliknya jika karakter Mage juga akan melawan Mage.


Rata-rata para peserta menggunakan karakter tipe Swordsman sehingga Gilang yang akan maju.


Gilang yang memiliki level sekitaran 60 melawan para peserta satu persatu dengan kegesitannya dia menghabisi lawan-lawannya mulai dari Swordsman sampai Knight bahkan dengan sesama Myrmidon tidak dapat menandingi kelincahannya.


Arya berpikir player ini cukup tangguh, mungkin cukup susah untuk mengalahkannya tetapi bukan tidak mungkin, dari segi kecepatan mungkin sebanding dengan Gotcha.


Sampai tiba giliran Jaka untuk melakukan uji coba.


"Kalian semua pecundang lihatlah bagaimana aku mengalahkannya," ujar Jaka dengan nada sombong karena sampai saat ini belum ada yang lolos ujian menghadapi Gilang.


[Player Wildhart memasuki arena]


Jaka sudah Login dan terlihat seorang Knight menggunakan zirah putih bercahaya, dengan warna dominan putih termasuk pedangnya berwarna putih.


Terdengar riuh para peserta tes ketika melihat Jaka memasuki arena.


"Astaga dia menggunakan job langkah!"


"Bukankah itu Job Holyblade."


"Bahkan dia memakai pedang Grifinclaw."


"Aku dengar dipelelangan dihargai sampai sepuluh juta."


"Belum armornya kalau tidak salah Iceforge Plate sangat mahal."


Arya tidak menyangka si Jaka memiliki job cukup langkah dengan item mahal pantas saja si brengsek ini sangat sombong, tapi bagaimana dengan kemampuannya.

__ADS_1


Gillang dan Jaka berhadapan satu lawan satu sama-sama mencari kesempatan untuk menyerang.


"Jika tidak menyerang aku yang akan menyerangmu," Jaka berusaha memprovokasi Gilang meskipun rencana Gilang adalah menyerang lebih dulu.


Dengan kegesitannya Gilang menerjang dari depan.


Saat Jaka hendak menangkis dengan ayunan pedangnya Gilang segera memutar badannya sampai membelakanginya dan menyarangkan dua tebasan dipunggung meskipun tidak terlalu berefek karena plot armornya yang tebal.


Pertarungan terjadi satu arah Gilang memberikan serangan beruntun dengan kelincahannya sementara Jaka hanya menebas mengenai udara karena tidak dapat mengikuti pergerakan Jaka.


Lima menit telah berlalu dengan serangan bertubi-tubi dari Gilang, darah jaka mulai berkurang setengah


Arya memperhatikan mereka berdua hanya bertarung menggunakan control, keduanya belum mengeluarkan skillnya sama sekali.


"Sudah cukup sekarang giliranku menyerang mu."


"Holy Light"


Sebuah cahaya menerangi tubuh Jaka dan menyembuhkan darahnya kembali utuh, semua yang dilakukan Gilang tampak sia-sia


"Sacred Strike"


Pedang yang dipegang Jaka diselimuti cahaya suci dan tampak menjadi panjang dan besar.


Jaka menebaskan kesana kemari menghancurkan arena tetapi Gilang masih tampak lebih cepat.


"Evasive Manuever"


Gerakan Gilang semakin cepat dan dapat menghindari semua serangan dari Jaka dengan sempurna


"Cukup lumayan sekarang giliranku," ujar Gilang.


"Swift Slash"


Gilang menebas Jaka dengan gerakan cepat memberikan serangan tajam dan cepat menguras darahnya dua kali lebih cepat dari tadi.


Para peserta semakin histeris melihat pertarungan mereka.


"Lihatlah kesombongannya ternyata dia tidak ada apa-apanya."


"Punya job langkah tidak menjamin dia bakal menjadi hebat."


Saat Gilang terus menyerang sepihak tiba-tiba terjadi keanehan, pedang yang dipegangnya membeku dan muncul pemberitahuan.


[Anda tidak dapat menggunakan senjata anda]


"Rasakan kau," umpat Jaka.


Gilang terpaksa mengganti pedangnya dengan yang lain meskipun atknya berkurang karena dia tidak punya pilihan.


Pedang Gilang hanya ada dua jika berikutnya membeku lagi habislah dia.


[Pertandingan selesai]


Untungnya Gilang terselamatkan oleh waktu, sepuluh menit telah berlalu tanpa ada pemenangnya.

__ADS_1


__ADS_2