Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Kalah Telak


__ADS_3

Harapan Theo bergantung kepada kedua goblin penghancurnya Gald dan Gornage, penampilan mereka tampak garang, Gornage yang menggunakan jaket kulit hitam sementara Gald seperti ksatria tempur menggunakan armor serba hitam.


"Sepertinya mereka kuat, maju sini," tantang Boby.


"Tanpa kau suruh pun mereka akan segera melumatmu."


Gornage segera menerjang tanpa menunggu aba-aba dari Theo, dia melempar kapaknya yang ditangkis dengan malas oleh Boby menggunakan tamengnya, gerakan berikutnya Gornage menangkap kapaknya diudara dan mengantamkan kekepala Boby.


"Leap Crush"


Benturannya terdengar sangat berat menyebabkan tanah bergetar dan debu berhamburan tetapi sayangnya Boby masih dapat menahanya tanpa mengeluarkan keringat.


Dia mengangkat tamengnya untuk menahan tebasan kapak Gornage.


"Reflect Shield"


Tameng Boby bercahaya dan berikutnya Gornage terlempar bersama kapaknya beberapa meter dari tempat Boby berada.


[Perhatian Gornage sekarat]


Theo tidak mengerti apa yang terjadi setelah perisai Boby bercahaya Gornage tiba-tiba terkena serangan dan sekarat.


"Berikutnya ayo maju."


"Strenghtening"


Gald sang goblin champion dengan armor hitamnya bersiap melawan Boby, mereka saling beradu pedang dan pertahanan mereka sama-sama tak tergoyahkan, Boby yang berlevel tinggi pun tidak mampu menembus pertahanan Gald.


Gald dengan Amor hitam memang yang paling ideal sebagai Knight mengingat memiliki serangan dan pertahanan yang seimbang.


"Bagaimana dengan dia, cukup bisa mengimbangimu kan?" Kata Theo membanggakan monsternya.


"Yah lumayan tapi hanya begitu saja."


Kali ini pedang Boby yang mengeluarkan cahaya biru.


"Aura Sword"


Boby menyerang Gald seperti biasa tetapi kali ini serangannya memberikan luka, Gald yang awalnya memiliki pertahanan kokoh mulai runtuh, tiap serangan Boby yang mengenai tubuhnya memberikan damage dua kali lipat dan hanya menunggu waktu sampai Gald roboh.


[Gald Telah mati]


Sepertinya serangan Boby barusan adalah serangan tipe magic sehingga melukai Gald lebih parah.


Theo mulai merasakan putus asa, sejauh inikah perbedaan antara dirinya dengan pemain level atas bahkan serangannya yang menjadi buah bibir pada saat turnamen seperti mainan anak-anak dihadapan Boby.


"Hei bodoh tunjukan serangan terkuatmu," pinta Garahad.


Theo memang tidak berharap bisa menang tetapi setidaknya dia harus bisa melukainya.


"Baik akan kutunjukan serangan terkuatku," ujarnya.


"Spell Scave"

__ADS_1


Theo memasukan pedang dan menggantinya dengan tombak Urcelos.


"Tahanlah jika bisa."


Theo mengambil gerakan ancang-ancang dan siap melemparkan tombaknya.


"Bullet Spear"


Tombak ganas dengan kecepatan seperti peluru melesat menuju Boby menghancurkan tanah yang dilewatinya dan membidik tubuh Boby.


Boby merasakan bahaya apabila dia tidak menahannya sehingga memutuskan tidak menerima langsung dan menahan dengan perisainya.


DANGGG


Tombak dan perisai saling berbenturan tetapi kecepatan tombak tidak menandakan adanya penurunan, Boby berusaha menahannya agar tidak terdorong ke belakang.


Theo tersenyum tipis melihatnya, sebentar lagi tombak itu akan melubangi perisai Boby tetapi sayangnya prediksi Theo salah, Boby menepiskan perisainya ke samping sehingga tombakpun bergeser dan menghancurkan pepohonan yang dilewatinya.


Theo masih tidak percaya dengan pemandangan dihadapannya, serangan terkuatnya berhasil ditepis oleh Knight didepannya bahkan tidak melukainya sedikitpun.


Theo kehabisan strategi untuk melancarkan serangan dan sepertinya percuma menggunakan Goblin Warcry jika Gornage yang terkuat saja tidak dapat berbuat apa-apa.


"Jika kau sudah kehabisan taktik biarkan aku yang menyerang," ancam Boby yang mulai mengambil kuda-kuda menyerang.


Theo yang sudah kehabisan cara menyerang sekarang menggunakan taktik bertahan.


"Gort"


Mendengar panggilan namanya Gort sudah tahu apa yang harus dilakukan, dengan Gort yang paling depan monster sisanya masih ada Gupi dan Gobiru membantu penyerangan sementara Silphie sibuk menyembuhkan Gornage yang terbaring tak berdaya


Bukan Gort namanya jika tidak dapat menahan serangannya tetapi itu hanya permulaan, Garahad mulai menyerang dengan membabi buta ditambah dengan pedang auranya membuat Gort kesulitan dan darahnya mulai terkikis.


Gobiru dan Gupi menyerang menggunakan tusukan dan tembakan apinya membuat Garahad sedikit kebingungan tetapi itu hanya sementara berikutnya mereka semua disapu bersih.


"Pertandingan berakhir yang tersisa hanya kau, peri dan Goblin yang masih terkapar itu, sudah tidak ada yang bisa kau lakukan" saran Boby


Theo kesal mendengarnya tetapi itu adalah kenyataan setiap serangannya tidak ada yang melukai Boby dan pertahanannya dihancurkan dengan sempurna, dia tidak menyangka kebanggannya menjadi nomor satu harus hancur berkeping-keping ketika memasuki dunia baru ini.


Theo tidak akan membiarkan dirinya putus asa setidaknya harus melukainya walaupun itu hanya goresan, Theo mencoba berpikir berkali-kali tetapi tetap tidak menemukan solusi.


'Tunggu masih ada itu,' kenapa dia bodoh sekali.


"Bagaimana kawan," tanya Boby.


"Jangan senang dulu aku masih punya satu trik."


Mendengarnya Boby menjadi senang setidaknya ekspresi putus asa dari wajah temannya menghilang.


"Baik maju sini."


Theo melihat Gornage yang mulai bangkit lagi tetapi ketika telapak tangan Theo mengarah padanya Gornage seperti tersedot kedalamnya.


"Kenapa kau menariknya...."

__ADS_1


Sebelum Boby menyelesaikan kata-katanya, Ia kaget melihat perubahan pada tubuh Theo yang menjadi hijau dan lebih kekar.


"Fusion"


Theo sekarang memiliki Strength yang tinggi dengan gabungan Stat miliknya dan Gornage.


"Aku akan menghancurkanmu sekarang," ancam Theo.


"Siapa takut."


Theo mengayunkan Gornage Axe dengan brutal yang ditahan dengan perisai Boby tetapi serangan kali ini lebih terasa karena Boby harus mencengkeram tamengnya dengan kuat agar tidak terlempar.


Theo harus menggunakan semua kemampuannya selama batas waktunya satu menit.


"Eye of Precision"


Theo melihat dengen jelas apa yang ingin ditargetkan.


"Gornage Charge"


Setelah menyerang beruntun tamengnya, Theo menabrak Boby yang kehilangan keseimbangan meskipun hanya sesaat tetapi itu sangat berati baginya, berikutnya Theo mengayunkan kapaknya menuju pinggang kanan Boby.


Boby merasakan ngilu sedikit karena serangan Theo tetapi tidak berhenti sampai situ.


"Whirlwind Cleave"


Theo mulai berputar- putar menghancurkan pertahanan Boby membuat perisainya lepas dari peganganya.


Berikutnya serangan penghabisan Theo melompat keatas dan menargetkan pundak kiri Boby yang tanpa perisainya sehingga si Knight harus bersusah payah menahan dengan pedangnya tetapi tidak cukup kuat untuk menahan hantaman keras Theo.


"Leap Crush."


Kali ini Boby cukup kesusahan karena seranganya jauh lebih kuat dari sebelumnya membuat salah satu lututnya harus menyentuh tanah dan membuat sekitarnya hancur lebur.


KHUAAGHH


"Aku menyerah," kata Theo membuat Boby kaget.


"Kenapa?"


"Aku sudah tidak punya kekuatan lagi."


Theo menyerah bersamaan dengan pemberitahuan berakhirnya kekuatan Fusionnya, meskipun kalah tetapi setidaknya target Theo berhasil untuk melukainya.


[Pertandingan berakhir pemenangnya player Garahad]


"Sayang sekali seandainya kau menyerangku lebih lama mungkin aku akan kalah," kata Boby dengan nada kecewa.


"Tidak, untuk sekarang hanya itu yang bisa aku lakukan mungkin lain kali aku akan mempecundangimu," ujar Theo dengan seringai lebar.


"Coba saja," kata Boby dengan mengaitkan lengannya dengan leher Theo.


"Hei berilah aku petunjuk bagaimana cara mengalahkan Knight badak sepertimu."

__ADS_1


Theo mencoba meminta saran kepada lawan yang ingin dikalahkannya meskipun aneh Boby tetap berusaha menjawabnya karena tidak menutup kemungkinan akan ada Knight lain yang lebih kuat daripada Boby.


"Cobalah belajar pedang Aura."


__ADS_2