
Terlihat dengan setiap langkah kakinya membuat ketakutan lawan tetapi itu tidak terlalu berdampak pada Theo dan summonnya.
Ditengah pertarungan yang memanas Theo memperhatikan tiap gerak-gerik dari Orc Armor Hitam.
Disaat gempuran Orc yang semakin berkurang, Orc Armor Hitam mengeluarkan pedangnya dari punggungnya dan siap mencari mangsa, yang ditargetkan adalah Gobiru yang terdekat dengannya, Orc Armor Hitam berlari meskipun gerakannya lebih lambat dari Gotcha tapi terjangannya tidak dapat diremehkan tetapi Theo sudah menyadari itu.
"Gort"
Gort yang juga berada di dekat Gobiru yang tidak sadar menjadi target segera menutup jalurnya dan menghalanginya.
DANGGG
Gort bagaikan menghantam karang besar, dengan beberapa tebasan membuat Gort terpukul mundur dan berhasil melukainya meski sedikit.
Theo tidak bisa membayangkan Gort yang memiliki pertahanan sekokoh gunung bisa terdorong dengan sengit.
Theo memperhatikan semua Orc sudah terbantai dan yang tersisa hanyalah Orc Armor Hitam.
"Tinggal kau sendiri," kata Theo dingin dengan menunjuk Orc tersebut.
Dengan hanya menyisakan Orc Armor Hitam berarti Theo bisa mengeluarkan semua kemampuannya.
"Gornage, Gald bunuh dia," perintah Theo menggema .
Berikutnya Gornage dan Gald menyerang dari kanan dan kiri Orc Armor hitam, Gornage menebaskan kapaknya dengan sasaran pinggang kanan dan sebaliknya Gald menebaskan pedang dengan sasaran pinggang kiri.
Tetapi betapa mencengangkannya jangankan terbelah Armor hitam milik Orc bahkan tidak tergores, melihat itu Theo segera membuat serangan yang baru.
"Ghost!"
Ghost tiba tiba muncul dari belakang Orc Armor hitam dan memenggal lehernya tetapi serangan Ghost bagaikan sebuah silet yang mencoba memotong baja sama sekali tidak ada damage.
"Minggir!" teriak Theo yang sudah mengeluarkan Urcelos Spear.
"Bullet Spear"
Theo melemparkan tombak dengan kecepatan peluru menghunjam tepat di perut Orc Armor Hitam tetapi benturan tersebut hanya membuat Orc Armor Hitam terdorong ke belakang satu langkah menimbulkan percikan api dan hilang.
Seketika Theo mulai merasakan ketakutan tidak tahu bagaimana cara mengalahkan Orc yang ada didepannya ini.
"Ka-kalian semua serang dia dengan semua kekuatan kalian," perintah Theo dengan sedikit keputusasaan.
"Warcry"
Theo mengcopy skill Gald untuk meningkatkan kekuatan serang, Gotcha dan Ghost mulai menebas semua bagian tubuh Orc Armor Hitam, Gobiru melakukan tusukan-tusukan andalannya, kedua serigalapun mencoba menggigit dan mencakar dan Gornage dan Gald mengayunkan senjatanya dengan keras tetapi semua benar-benar tidak memberikan luka apapun.
KIIIKKKK
dengan teriakan dari Gornage semua goblin menghindar karena Gornage bersiap mengeluarkan serangan Ultimatenya.
"Leap Crush"
__ADS_1
Gornage melompat Tinggi menghantam tepat di kepalanya membuat debu sekitar bertebaran sehingga tidak tahu apa yang terjadi.
"Ti-tidak dapat dipercaya."
Ketika pemandangan didepannya mulai terlihat sang Orc sama sekali tidak terluka dan dia bahkan mengangkat Gornage dengan mencengkeram lehernya, Theo mulai putus harapan apakah dapat mengalahkannya, Orc ini benar-benar tidak memiliki kelemahan.
"Se-serang lagi!"
Sang Orc melemparkan Gornage yang tak berdaya dan mulai bertarung dengan goblin yang lain
"Strenghtening"
"Fireball"
"Death Swing"
"Sonic Blow"
Ghost memberikan banyak tusukan dengan pisaunya tetapi tidak berefek sama sekali hanya nampak seperti jarum berusaha melubangi baja.
Semua skill yang tersisa dari pasukan Theo dikeluarkan tetapi tidak satupun yang dapat memberikan damage yang berarti, teror tidak hanya sampai sini sang Orc Armor Hitam melakukan gerakan yang tidak biasa, dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menebaskanya ke tanah didepannya, Theo merasakan bahaya sehingga melompat mundur menjauh bersama para monster tipe serangan jarak jauh.
"Earthquake"
Tanah di sekitar Orc Armor Hitam hancur dengan radius duapuluh meter meluluhlantakkan semua di sekitarnya termasuk para monster Theo.
[Gotcha telah mati]
[Goblin telah mati]
[Remus telah mati]
[Remulus telah mati]
[Gornage telah mati]
[Gald sekarat]
[Gort mengalami kelumpuhan]
"Gald mengalami kelumpuhan]
"Gi-gila" kata Theo dengan nada bergetar.
Hanya dengan satu serangan berhasil memusnahkan semua Monster Theo tipe serangan jarak dekat, baru pertama kali Theo mengalami pertarungan yang tidak masuk akal bahkan lebih kacau daripada saat melawan Wayne yang seorang Ranker, keputusasaan sudah memenuhi pikirannya.
[Gald telah mati]
Gald dan Gort yang mengalami kelumpuhan juga diserang secara sepihak berikutnya Gort tinggal menunggu ajalnya.
Theo berencana melarikan diri karena misinya sudah gagal, akan mengalami kerugian besar jika dia sampai ikut mati juga, serangan ultimate Gornage tidak mempan, tusukan gobiru, tebasan Gotcha dan Ghost ,fireball Gupi juga dihindari dan sekarang semua monsternya mati.
__ADS_1
"Huh...tunggu sebentar....dihindari"
Theo mulai berpikir monster Babi biadab ini dari tadi menahan semua serangan yang ditujukan kepadanya tetapi hanya serangan Gupi yang dihindarinya, jangan-jangan apa yang ada di pikirannya benar terjadi, Theo mulai melihat adanya secercah harapan.
Theo mulai kembali mengatur formasinya dan mencoba apa yang ada dalam pikirannya.
"Silphie sembuhkan Gort jangan sampai mati."
"Heal"
"Dark Mist"
Sebuah cahaya memberikan penyembuhan kepada Gort berikutnya asap hitam muncul dari tubuhnya, Gort yang sudah hilang efek stunnya memasang posisi bertahan dan meningkatkan kecepatan penyembuhannya, tidak salah Theo memberikan skill Meditation padanya.
"Gupi serang dia," perintah Theo.
"FIREBALL"
Bola api menyerang dari titik buta si Orc dan benar saja sekarang dia menggeliat terkena panas api Gupi yang efeknya dua kali lipat dengan Orb of Ignis.
"Bravo" teriak Theo yang mulai kembali bersemangat karena tebakannya benar meskipun terlihat Orc dengan Armor hitam sangat kuat tetapi dia memiliki kelemahan fatal yaitu rentan dengan serangan tipe magic.
Theo merasa sangat bodoh sekali karena tidak dapat melihat apa yang ada didepannya, lain kali dia tidak akan mudah menyerah dan akan mencoba berbagai cara sampai benar-benar kalah.
"Ronde kedua dimulai," seringainya pada Orc didepannya.
"Fireball"
"Fireball"
"Fireball"
Gupi terus menembakinya dari sudut mati si Orc membuatnya tidak dapat menghindar, Babi ini sudah menyadari musuh yang harus dibunuhnya adalah goblin kecil itu tetapi monster hijau raksasa didepannya selalu menghalanginya bahkan luka yang dihasilkan pada Gort tidak secepat penyembuhanya dengan support dari Silphie.
"Burning Aura"
Gort mengaktifkan Armornya hingga membuat darah Ulug berkurang lebih cepat.
[Darah Ulug tersisa setengah]
Dengan pemberitahuan tersebut Theo menduga bahwa taktiknya tidak salah dan Theo mengetahui nama Orc ini adalah Ulug dari pemberitahuan.
Ulug yang terus tersudut melakukan gerakan aneh dan Theo sudah tahu apa yang mau dilakukan si monster babi.
"Tidak semudah itu" ujarnya pada Ulug yang mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
"Sage seal"
[Berhasil menahan skill Eartquake milik Ulug]
Ulug yang kebingungan tidak tahu apa yang terjadi meskipun pedangnya menancap di tanah tetapi tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Kali ini Ulug yang mengalami kecemasan dan mencoba segala cara agar dapat lepas dari hadangan Gort dan dia berhasil melepaskan dirinya dan berlari menerjang Gupi.