Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Berita di Forum


__ADS_3

Absorb Magic


Goblin di depan Theo adalah Gort yang mengaktifkan pelindung dari Ellown Shield.


Bos Mage berusaha menghilangkan keterkejutannya dan melafalkan mantra berikutnya dan Theo juga mengaktifkan skill Spell Scave miliknya.


Theo berlari menuju bos Mage yang jaraknya cukup jauh.


"Akan kubunuh dengan tanganku sendiri kau." ujar Theo sambil berlari.


Bos Mage selesai membaca mantra dari tanganya mengeluarkan api merah.


"Royal Fire"


dari tangannya memuntahkan Bola api berkali kali tanpa henti dan memporak porandakan area pertempuran


[Goblin telah mati]


[Arm Kong telah mati]


[Arm Kong telah mati]


[Goblin telah mati]


[Player telah mati]


Bos Mage mulai kehilangan akal sehatnya tidak peduli kawan maupun lawan semua terkena tembakan apinya.


"B-bos tolong hentikan, kawan kita banyak yang mati."


"Diam kau bodoh jika kita membunuh Summoner itu kerugian kita akan menjadi keuntungan."


Bos mage masih terus menembakkan bola api dengan kecepatan tinggi dan Theo masih dapat menghindarinya.


20 meter....


15 meter...


10 meter...


"Light step"


Theo bergerak diagonal membingung kan bos Mage.


3 meter...


"Blink Step"


Theo menghilang dari depan muka bos Mage.


"Dimana..."


Belum sempat menyelesaikan kata-katanya Theo memberikan tebasan di leher dari belakang membuat kepalanya menggelinding di tanah.


"Berisiknya," ucap Theo santai.


Sisa anggota menyerah yang hanya berjumlah 4 orang mereka membuang senjata dan berlutut dengan tangan diatas kepala, tetapi Theo berkata dengan nada dingin.


"Tidak terima kata menyerah."


"Khuaghh"


"Urghh"


Semua anggota RATS dihabisi.


Setelah mengambil hasil jarahan Theo memegang sebuah bola yang tadi dibawa oleh bos Mage, Theo penasaran bola apa ini dan segera melihat deskripsinya.


Orb of Igneel


(Epic)


Syarat : -

__ADS_1


Deskripsi : core yang dihasilkan dari dalam tubuh naga api selama bertahun-tahun


Efek : fire damage +100%


Skill : -


'Pantas saja Fireballku malah diserap,' pikir Theo.


Theo merencanakan untuk memberikannya pada Gupi karena kebetulan magic yang dipelajari Gupi adalah api.


Theo membuka saluran menghubungi Scand.


"Yo Theo bagaimana?"


"Sudah selesai," ucap Theo dengan puas.


"Kau benar-benar menghabisi mereka semua?" Tanya Scand masih tidak percaya.


"Aku kirim videonya dengan beberapa yang aku potong agar mereka tidak mengetahui kemampuanku."


"Oke kirimkan segera, akan aku lakukan tugasku."


************


Setelah sehari, di forum perdagangan gelap yang mengincar Theo tiba tiba ramai penuh dengan komentar.


@Scand: kawan apakah kalian mendengar bahwa Summoner itu telah membantai 30 player.


@Jagoan api: jangan bercanda mana mungkin summoner bisa bertarung seorang diri.


@pembunuh sakti: jika bohong jangan keterlauan kau


@pelindung hati: sudahlah jangan percaya dengannya


komentar negatif terus berdatangan karena kata kata dari Scand.


@scand: aku tidak berbohong lihatlah video yang aku dapatkan ini


@RATS tikus: bajingan itu mengambil itemku


@ naga ganas: whoaa keren sekali


@pedang hati: gila Summoner itu


Komentar terus muncul antara yang mengagumi dan banyak pula yang meragukannya.


Karena besarnya hadiah masih ada beberapa kelompok yang tetap mencoba dan hasilnya pembantaian besar besaran yang terjadi bahkan di dalam video dengan wajah di blur Theo menyampaikan silahkan datang lagi dengan membawa perlengkapan yang bagus.


Setelah itu tidak ada party yang berani mendekati Beorn Forest karena mereka berpikir tempat itu penuh dengan jebakan yang disiapkan oleh Theo.


***************


Di suatu tempat di pojokan gang terdapat bangunan suram tetapi lampunya masih menyala karena ada beberapa orang yang sedang berbicara dengan meneguk minuman alkohol.


"B-bos apa yang harus kita lakukan dengan Summoner itu apa kita biarkan saja."


"Benar bos Gustam, summoner itu telah merampok item kita."


Selain kehilangan item level mereka juga menurun.


Gustam tidak menjawab dan hanya mengerutkan dahinya.


"Si bajingan itu juga mengambil item berhargaku," geram Gustam ingin menangis karena tahu betapa mahal item miliknya.


"Gara gara si Summoner itu kita mengalami kerugian besar dan tidak mudah mengembalikan kekuatan kita," kata wakil Gustam.


"Lalu apa yang harus kita lakukan bos Gustam."


Gustam terdiam menutup matanya dan terlihat berpikir sejenak.


"Untuk saat ini mari kita lupakan Summoner terkutuk itu, lebih baik kita fokus untuk memonopoli penjualan potion dari toko milik Bardar dan mengembalikan kekuatan kita."


Para rentenir tidak tahu jika perbuatan mereka adalah sebuah ranjau yang akan meledak.

__ADS_1


**************


Di sebuah gedung megah di salah satu ruangannya, seorang pria duduk dengan angkuh membentak pria paruh baya yang berdiri dengan rasa penyesalan.


"Pak Dir jelaskan apa yang terjadi," kata Pria itu dengan kemarahan yang meledak-ledak.


"Maafkan saya tuan, para bounty hunter beberapa kali sudah saya kirim bahkan banyak orang sudah dikerahkan tetapi masih gagal."


"Apa susahnya hanya menghabisi seorang Summoner!"


"Lapor tuan ternyata putra anda cukup..."


"Jangan sebut dia putraku!"


"Maafkan saya tuan karena adanya video pertarungan dia membantai para anggota RATS, banyak player tidak berani menyentuhnya meskipun dengan imbalan besar."


"Saya tidak butuh alasanmu kenapa tidak mengirim para Ranker untuk membunuhnya saja."


"Maaf tuan jika kita mengirim para Ranker maka kerugian yang dialami guild kita akan besar dan Guild pesaing akan mengalahkan kita."


"SIALANNN ANAK DURHAKA!"


Ayah Arya hanya bisa memaki karena tidak menemukan solusi untuk menghentikan Arya.


"Maaf tuan sepertinya putra...maksud saya anak itu hanya bisa dihentikan ketika sudah memasuki Land of Valiant," kata Pak Dir dengan sedikit takut.


"..."


Ketika keheningan lama tiba tiba Ayah Arya berbicara lagi.


"Baiklah akan kutunggu bocah itu di Land of Valiant...bersenang senanglah sekarang karena neraka yang sebenarnya akan menunggumu."


***************


Di dalam kamar mewah yang berisi dua kapsul permainan dua orang pria sedang berbincang.


"Hei Arya, Forum jadi ramai karena ulahmu," kata Boby dengan tiduran.


"Ya aku tahu," kata Arya acuh.


"Bagaimana bisa kau mengalahkan 30 player seorang diri?" Tanya Boby dengan nada tidak percaya.


"Aku kalahkan mereka semua," ucap Arya sambil nyengir.


"Iya tapi bagaimana caranya bodoh sialan."


Arya menceritakan detail pertarungannya kepada Boby, dan Boby mendengarkan dengan mulut menganga seolah mendengar cerita fantasi.


"Jadi kau membuat jebakan dengan menangkap Ragmole, bisa bisanya membuat jebakan di dalam game."


Arya tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepala.


"Lalu membuat para gorila menjadi budakmu."


"Ya dengan skill milik summonku."


"Bisa bisanya kau memikirkan ide seperti itu, berkat kau Beorn forest menjadi daerah rawan yang tidak ingin dimasuki player."


"Ya tentu itu sudah kupikirkan jika bertarung di tempat lain aku tidak akan bisa mengalahkan para RATS itu."


"Kau tidak takut mereka akan balas dendam?"


"Datang saja jika berani tapi aku yakin mereka tidak akan datang, kerugian mereka sudah terlalu besar dan kekuatan mereka hancur setengahnya kira-kira."


"Bagaimana dengan ayahmu? Mungkin akan mengirim Ranker seperti kemarin."


"Tidak mungkin, guildnya akan kalah dengan pesaingnya, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa dan pasti menungguku di Land of Valiant."


Semua situasi sudah dipekrkirakan oleh Arya seakan mereka semua menari di telapak tangan Arya.


"A-apa kau titisan Zhuge Liang" kata Boby sambil menunjuk Arya.


"Gila kau."

__ADS_1


__ADS_2