Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Adu Taktik


__ADS_3

Mereka segera mundur dan membentuk barisan pertahanan dengan tiga goblin terkuat Gald, Gort dan Gornage.


Theo dan pasukannya dapat bertahan dengan baik dari gelombang goblin yang besar, untungnya tidak ada goblin pengguna sihir sehingga Gald dapat menahan dengan baik bahkan tanpa ada kerusakan.


Gornage mengayunakan kapaknya dengan keras membantai empat goblin sekaligus dan mendorong mereka mundur, sementara Gort bertahan dengan baik, yang paling parah adalah Gald meskipun puluhan menyerangnya hanya menyebabkan damage sedikit dan membantai mereka dengan tenang.


Untuk goblin yang lolos dari pertahanan, mereka akan berhadapan dengan Gotcha dan Gobiru.


Dari belakang Gotu dan Gupi menembakan serangannya dan Silphie membantu menyembuhkan Gornage yang terluka, meskipun serangannya menakutkan tetapi pertahanannya tidak sebanding dengan kedua rekannya.


Selama beberapa saat tidak ada perubahan, Theo dapat mengatasinya dengan baik dan menunggu gerakan Grimgar selanjutnya, tidak mungkin hanya ini.


Kembali terlihat Grimgar menghentakan palunya para Goblin mulai berpencar untuk mengepung mereka.


"Ternyata dia tidak bodoh."


Party Theo dapat bertahan dengan baik karena musuh mereka menyerang dari depan Jika mereka mengepung sudah bisa dipastikan mereka akan tamat.


Tetapi itu semua masih dalam prediksi Theo.


"Gald"


Mendengar Theo Gald tahu apa yang harus dilakukannya.


"Earthquake"


Gald menancapkan pedangnya berikutnya tanah bergetar hebat dan retakan besar muncul membuyarkan segala sesuatu didepannya termasuk puluhan goblin yang menyerang mereka.


Melihat kejadian itu mau tidak mau Grimgarpun matanya melebar dan mulutnya terbuka tanpa suara.


"Bagaimana kau merespon itu," ejek Theo.


Pertarungan mereka seperti permainan catur yang saling menggerakan bidak-bidaknya dimana setiap gerakan strategis memiliki potensi untuk mengubah alur pertempuran.


"Ganti formasi!"


Gotu dan Gupi berada didepan sementara tiga monster pertahanan berpindah kesamping, para goblin yang hendak menyerang dari depan hanya akan menjadi sasaran empuk jika berusaha melewati tanah yang terjal.


Theo menunggu gerakan Grimgar selanjutnya yang terlihat menghentakan palunya tetapi belum ada perubahan pada serangannya Theo merasakan ada yang tidak beres.


SYUTTTT


Terdengar suara mendesis yang mengejutkan, sebuah anak panah meluncur menargetkan para goblinnya.


"Berlindung!" teriak Theo.


Sebuah panah hampir menancap di kepala Gupi tetapi Theo dengan sigap menebasnya tetapi tidak dengan yang lain.


[Goblin telah mati]


[Goblin telah mati]


Dua goblin telah mati untungnya keduanya bukan pasukan utama Theo sementara yang lain segera membentuk formasi seperti kura-kura.


Theo memastikan mereka bersembunyi di pepohonan, dengan adanya serangan tidak terlihat, Gupi dan Gotu tidak berani menyerang dan berlindung dibalik para Tanker.


"Ghost giliranmu!"

__ADS_1


Kiiiikkk


Ghost dengan cepat menghilang diatas pepohonan, berikutnya goblin bersama busurnya berjatuhan dari atas pohon membuat goblin yang bersembunyi tidak berani menampakan dirinya karena ketakutan melihat temannya tewas.


Theo tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia bersama Gotu menembaki goblin yang terlihat olehnya.


Saat mereka berfokus menghabisi goblin pemanah sebuah pedang hendak memenggal leher Theo untungnya Gotcha dengan sigap berhasil membunuhnya.


"Apa!"


Seekor goblin sudah berada di sekeliling mereka, Theo tidak sadar karena hanya berfokus pada goblin pemanah ternyata mereka hanya umpan agar pasukannya bisa menggapai Theo.


Terlihat seringai kejam dari Grimgar yang mulai menghentakan palunya kembali.


"Kali ini apalagi bangsat," umpat Theo sambil mengawasi.


Puluhan Hobgoblin keluar dengan badannya yang besar melewati tanah terjal bekas serangan Gald.


Saat Gotu dan Gupi hendak menyerang terlihat panah melesat dari atas, meskipun dapat dihindari tetapi itu cukup mengalihkan perhatian mereka sehingga Hobgoblin dapat maju dengan lancar.


Meskipun begitu Ghost segera mendatangi arah tembakan untuk membunuh si penembak.


Situasi sungguh kacau para goblin yang memutar mulai mendekati satu persatu dan Hobgoblin berdatangan dari arah depan.


Theo harus segera mengambil tindakan jika tidak situasinya akan menjadi tambah parah, mereka tidak akan dapat bertahan menghadapi gemburan puluhan Hobgoblin.


"Gald!"


Gald yang mengerti maksud Theo segera mengeluarkan teriakannya


Kekuatan dan kecepatan para goblin Theo meningkat, goblin yang menyerang mereka bukan tandingan goblin Theo.


Untuk sementara party Theo dapat bertahan, berikutnya yang harus dia pikirkan bagaimana caranya agar Hobgoblin yang mendekat dapat berkurang, Theo menghitung ada sekitar 20 Hobgoblin.


"Gobiru"


Theo memberikannya Urcelos Spear karena Gobiru sudah memenuhi syarat untuk menggunakannya.


"Urcelos Wrath"


Sebuah petir menyambar dari langit dan membunuh satu Hobgoblin dan melukai yang ada didekatnya.


Gobiru mengambil ancang-ancang siap melemparkan tombaknya.


"Bullet Spear"


Sebuah tombak berkecepatan peluru menghancurkan tubuh Hobgoblin dan menembus belakangnya menewaskan tiga Hobgoblin sekaligus tetapi tetap tidak menghentikan langkah mereka.


"Gort lindungi Gupi."


perintah Theo berikutnya menggunakan Gupi untuk menyerang para Hobgoblin tetapi juga harus waspada dari tembakan goblin Archer, siapa tahu masih ada yang bersembunyi menunggu kesempatan.


"Fireball"


"Freezing Spear"


Gupi berturut-turut melemparkan mantranya membuat para Hobgoblin terbakar dan membeku cukup mengurangi jumlah mereka.

__ADS_1


SYUTTTTT


Sebuah panah dari bawah yang luput dari pengamatan menancap tepat dipelipis sebelah kiri Gupi membuatnya tewas seketika.


[Gupi telah mati]


"Gort apa yang kau lakukan," bentak Theo membuat bahu Gort turun, meskipun itu bukan sepenuhnya salah Gort karena tembakan itu dari rerumputan, sepertinya goblin pemanah itu telah mengendap cukup lama hingga luput dari pengamatan siapapun.


Theo berusaha mengembalikan ketenangannya dan mengamati sekitar atas bawah.


"Ghost awasi sekitar pepohonan dan rerumputan dan jika ada kesempatan bunuh semua goblin yang lengah."


Jumlah Hobgoblin yang mendekat tersisa sepuluh sepertinya Gornage cukup untuk mengatasinya.


"Gornage dan Gort musnahkan mereka," tunjuk Theo kearah Hobgoblin.


Mendengar perintah Theo Gornage segera menerjang ke tengah kerumunan dengan lompatan tingginya.


"Leap Crush"


Serangan Gornage menghancurkan Hobgoblin disekelilingnya sementara Gort menahan mereka agar tidak maju.


"Taunt"


Tubuh Gornage mengeluarkan cahaya sebentar dan membuat para Hobgoblin yang melewatinya kembali lagi dan menargetkan Gornage.


"Whrilwind Cleave"


Gornage berputar-putar dengan kapaknya melukai Hobgoblin disekitarnya sebentar lagi semua Hobgoblin akan musnah ditangan Gornage.


Saat Theo berpikir akan menang terlihat Grimgar menghentakan palunya membuat Theo kembali waspada.


Theo mengamati tidak ada yang berubah sampai dia mengamati beberapa Hobgoblin tampak menggunakan ransel.


Tetapi itu sudah terlambat dari punggung Hobgoblin keluar goblin kecil membawa bola hitam melompat kearah Gornage dan Gort


DAAARRRRR


sebuah ledakan bunuh diri oleh goblin yang membawa peledak menghancurkan sisa Hobgoblin dan Gornage berkeping- keping untungnya Gort agak jauh sehingga membuatnya terluka sebagian.


[Gornage telah mati]


[Gort dalam keadaan sekarat]


Theo tidak ada waktu untuk panik dan segera membantu Gort.


"Heal"


"First Aid"


Theo dan Silphie berusaha menyembuhkan Gort yang terluka parah.


bahkan efek ledakannya bisa membuat Goblin dengan pertahanan tinggi sekarat.


Saat Theo dan partynya dalam keadaan kacau terlihat Grimgar menghentakan palunya kembali.


"Apalagi yang akan kau lakukan bedebah," geram Theo.

__ADS_1


__ADS_2