Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Raja yang Turun Tangan


__ADS_3

Dari gerbang bermunculan Goblin Rider yaitu para goblin membawa pedang mengendarai serigala melewati dengan cepat tanah terjal dan sebagian menyerang dari samping.


Mereka dengan cepat menyerang Gald yang lambat dengan tebasan, meskipun hanya berdamage kecil tetapi mereka menyerang berkali-kali.


"Aku juga masih punya trik yang lain," sambut Theo.


"Summon."


Theo mengeluarkan Romus dan Romulus dan menaiki salah satunya.


Theo dengan Silver Scarnya memburu para Goblin Rider.


Remus dan Romulus tampaknya lebih terlatih, dengan kecepatannya Theo berhasil mengejar satu dan menebas leher si goblin.


[Goblin telah mati]


Serigala yang kehilangan tungganganya melarikan diri hingga hilang kedalam hutan.


Melihat ada yang mengejarnya para goblin rider berlari tunggang langgang mencari musuh yang lambat dan lemah.


Gotu menjadi sasaran mereka, menyadari hal itu Gotu berlari sekuat tenaga meskipun sia-sia dan harus menerima serangan bertubi-tubi dari belakang.


[Gotu telah mati]


Berikutnya sasaran mereka adalah Gobiru yang sedang membereskan sisa-sisa Goblin yang menyerang.


"Gobiru!"


Gobiru yang mendengar teriakan Theo menyadari bahwa dirinya menjadi target.


Saat kumpulan Goblin Rider mendekat Gobiru segera menancapkan tombaknya.


"Thunder Field"


Beberapa goblin rider terjebak dan hanya mematung mengalami Paralysis


Theo dengan cepat menebas leher mereka dan berhasil membunuh beberapa goblin rider.


Party Theo cukup kesulitan sejak penyerang utamanya mati yaitu Gornage ditambah lagi Grimgar mulai menghentakan palunya lagi.


Kali ini lima Goblin Champion dibelakangnya yang maju, sepertinya itu adalah Garda terakhir kekuatan dari Grimgar.


Theo turun dari punggung Remus dan memerintahkannya untuk berburu Goblin Rider sendiri.


Theo mengecek jumlah pasukannya apakah cukup untuk satu lawan satu, kehilangan Gornage dan Gupi merupakan pukulan besar baginya.


Theo melihat pasukan yang bisa dipakainya, Ghost sibuk berburu goblin Archer, Gort darahnya sudah mulai kembali berkat skill penyembuh Theo dan Silphie ditambah skill meditation milik Gort sendiri.


"Gotcha, Gort, Gobiru, Gald lawan mereka satu-satu," perintahnya.


Sisa satu Theo akan menghadapinya sendiri.

__ADS_1


Masalahnya adalah masih banyak sisa goblin meskipun mereka tidak kuat tetapi cukup mengganggu, kerikil kecil bisa menjatuhkan seseorang.


Bentrokan pun terjadi mereka memancing para Goblin Champion ke arah masing-masing sesuai perintah Theo.


Gald saling beradu dengan keras keduanya sama sama kuat, sementara Gort dapat bertahan dengan baik.


Gotcha mengandalkan kecepatannya untuk melawan Goblin Champion membuat si Goblin Champion tidak berkutik.


Yang mengkhawatirkan adalah Gobiru meskipun dia menggunakan Urcelos Spear tetapi dia tetap kalah melawan Goblin Champion karena kelelahan, tinggal menunggu waktu sampai dia tumbang.


Theo beradu pedang dengan Goblin Champion, setiap benturannya membuat Theo cukup kewalahan, mereka sebanding dengan Gald dari segi kekuatan tetapi tidak dengan kecepatan, Theo lebih unggul.


Jika seperti ini beberapa menit lagi Theo akan menghabisi Goblin Champion yang dihadapinya dan bisa menekan mereka dengan jumlah.


Theo dikejar waktu dia harus lebih dahulu membunuh musuhnya atau Gobiru lebih dulu yang terbunuh, siapapun yang lebih dahulu bisa dipastikan akan memenangkan pertempuran, andai saja tidak ada goblin biasa yang menganggu bisa dipastikan goblin Theo akan menang melawan goblin Champion.


[Anda telah mengalahkan goblin Champion]


[Gobiru telah terbunuh]


Sayangnya hasilnya adalah imbang, pertempuran kembali ketitik nol, kali ini Theo melawan goblin Champion yang telah membunuh Gobiru.


Rencana Theo adalah menghabisi goblin Champion satu persatu tetapi rencana itu buyar ketika melihat Grimgar turun dari tahtanya dan bergabung ke medan perang.


Theo harus berpikir cepat karena jika Tidak pertempuran akan dimenangkan Grimgar dengan jumlah dan Theo juga belum mengetahui kemampuan apa yang dimiliki Grimgar, seandainya dia punya satu lagi goblin petarung yang cukup kuat untuk menghadapi goblin Champion dia bisa bertarung satu lawan satu dengan Grimgar.


Theo berpikir untuk mencari goblin yang cukup kuat dan sanggup menghadapi Grimgar.


hanya Goblin Champion tetapi tidak mungkin Theo bisa menangkapnya saat darah mereka masih penuh dan dalam kondisi bertarung, menggunakan skill Charm Silphie juga tidak akan bisa dengan levelnya.


"Sial andai saja ada goblin seperti Gornage," gerutunya.


"Tunggu....Gornage."


Sebuah ide tiba-tiba mulai muncul dipikirannya.


"Jika tidak ada kenapa tidak dibuat," senyumnya.


Theo mulai mengamati para goblin yang menyerang partynya, dengan Title Goblin Expert dia melihat semua goblin untuk mencari goblin dengan nama yang bercahaya.


"Ketemu!"


Theo melihat goblin yang menyerang Gotcha secara serampangan mengganggu pertarungannya dengan Goblin Champion.


Dengan cepat Theo segera menuju goblin tersebut.


"Silphie ikuti aku," perintahnya.


Theo berlari dengan cepat meninggalkan Goblin Champion yang dihadapinya sambil menghabisi goblin yang menghalanginya diikuti Silphie dibelakangnya.


Meskipun Goblin Champion berusaha mengejar tetapi Theo sudah berlari jauh.

__ADS_1


Begitu dekat Silphie segera menggunakan skill miliknya.


"Charm"


Silphie melancarkan mantranya pada goblin yang telah ditunjuk Theo, membuat Goblin yang awalnya beringas menyerang Gotcha tiba-tiba menjadi tenang dan mengikuti Theo ke tempat agak sepi dari para goblin.


Theo mengeluarkan sebuah bola bening dari penyimpanannya yaitu sebuah bola berisi jiwa dengan nama Soul of Belgald.


Theo memerlukan sedikit lebih lama untuk memasukan bola ini kedalam goblin sehingga terpaksa menggunakan senjata rahasianya.


"Gotcha"


Medengar panggilan Theo, Gotcha segera merespon dan bertarung dengan brutal menghadapi dua Goblin Champion sekaligus ditambah pasukan goblin lain tetapi sayangnya itu sia sia hanya membuat Gotcha menjadi bulan-bulanan,


Saat darahnya tinggal seperempat bukannya menyerah Gotcha semakin menunjukan seringainya dan matanya berubah menjadi semerah darah.


"Bloodlust"


[Gotcha memasuki mode haus darah]


Dengan kecepatan gila Gotcha menyerang kedua Goblin Champion dan para goblin yang ada di sekitarnya.


Satu persatu goblin terbantai dan kedua Goblin Champion tidak dapat berbuat apa-apa karena darahnya sedikit demi sedikit terkuras.


Saat mereka semua sibuk menghadapi Gotcha yang liar, Theo menggunakan kesempatan ini untuk menggunakan Soul of Belgaldnya.


Beberapa menit berlalu, goblin yang tadinya hanya diam mengalami perubahan, tubuhnya menjadi kekar dan otot-ototnya menonjol.


[Anda memiliki summon King Belgald]


[All stat king Belgald +1]


"Berhasil!" teriak Theo penuh kemenangan.


Disaat itu juga Efek Bloodlust dari Gotcha sebentar lagi habis untungnya Gotcha berhasil membunuh satu Goblin Champion dan membuat satunya luka parah.


Tidak ingin kehilangan Gotcha, Theo menariknya kedalam penyimpananya, setidaknya dia telah berhasil membunuh satu Goblin Champion dan membuat yang lain sekarat.


Theo mengambil sebuah sabit besar dari penyimpanannya dan memberikannya kepada Belgald.


Belgald yang memegang senjatanya berupa Belgald Scythe dengan satu ayunan cepat berhasil menewaskan Goblin Champion.


Sekarang tidak ada yang menghalanginya untuk berduel satu lawan satu dengan Grimgar.


"Belgald musnahkan semua goblin disekitar terutama yang mengganggu pertarunganku dengan Grimgar," perintah Theo.


"Kiiikkkk"


Belgald mengerti perintah Theo dan segera melaksanakannya.


Setiap tebasan Belgald dengan cepat menghabisi beberapa goblin sekaligus.

__ADS_1


Tidak seperti ayunan kapak Gornage yang berat, sabit Belgald memiliki jangkauan luas dan kecepatan dalam setiap ayunan membuat pasukan goblin musuh kesusahan untuk mendekat.


Dengan ini Theo dapat menjalankan rencananya dan segera menerjang Grimgar yang berjalan mendekat sambil memanggul palunya.


__ADS_2