
Theo tidak dapat merayakan kemenangannya sebelum melihat deskripsi dari Dark Sylph siapa tahu ternyata ranknya lebih tinggi dari D Theo harus melepaskannya.
Dark Sylph
Level 22
Rank : D
Klasifikasi : Fairy
Str : 2
Agi : 3
Int : 12
Vit : 4
Hp : 40
Mp : 55
Evolusi : -
Skill : Heal, Charm
Cost Summon : 1 MP
Capacity : 42
Alangkah beruntungnya Theo setelah melihat deskripsinya ternyata Dark Sylph memang memiliki Rank D.
Tanpa banyak kata Theo segera memberikan Fruit of Capacity kepada Dark Sylph yang langsung memakan dan tidak berapa lama Theo melihat Deskripsinya dan benar kapasitasnya menjadi 1, karena Theo memiliki tambahan kapasitas dari tambahan 3 Int pada saat quest Urcelos jadi Theo tidak perlu menambahkan poin dari distribusi poin.
[Mendapatkan Dark Sylph]
Theo penasaran skill apa yang digunakan Dark Sylph untuk membuat para monster berada dalam kendalinya.
Terlihat selain Heal, Dark Sylph juga memiliki skill Charm dan Theo langsung melihat deskripsinya.
Charm
Rank : B
Deskripsi : membuat siapapun menjadi budaknya yang setia
Efek : memberikan Efek Charm, membuat monster dengan level dibawahnya menjadi budak permanen, player dengan efek 1 menit
Cost mana : 22
Cooldown : 1 jam
Theo berseru melihat deskripsi skillnya karena dengan skill ini dapat memporak-porandakan formasi musuh.
Skill Charm termasuk skill level tinggi yang biasanya dimiliki monster tipe demon seperti Lilith, Theo sangat beruntung memilikinya.
Theo sebenarnya ingin melanjutkan untuk leveling tapi dengan tujuan hanya naik level tidak akan membuat dirinya menjadi lebih kuat, karena itu Theo memutuskan untuk kembali ke Allagant City dan log out.
__ADS_1
Arya melihat Boby sedang login dan Arya langsung menuju depan komputer.
Seperti biasa di saat Arya galau terkait game selalu duduk didepan komputer mencari di forum atau apapun yang bisa menjadi petunjuk untuk meningkatkan kekuatannya.
Setelah pertarungan Arya benar benar mengevaluasi dirinya betapa banyak kekurangannya andai saja Dorburo bertarung sendiri tanpa melindungi Dark Sylph partynya sudah pasti akan dimusnahkan.
Gornage yang dianggap kekuatan terbesar party Arya bisa dihempaskan begitu saja bagaimana jika ada player Warrior kuat.
Lalu Gotcha yang memiliki kecepatan tertinggi dapat menyerang dengan cepat tetapi tidak memiliki skill untuk membunuh dengan cepat.
Juga membutuhkan monster yang bisa mengejar musuh dan membunuhnya dengan cepat dimana tim Gotcha cukup kesulitan mengejar Gnome serta Elf pada saat quest Urcelos, kemungkinan membutuhkan monster tipe Assassin atau Rider.
Dan yang paling penting dari semua itu Arya tidak memiliki serangan pamungkas atau Burst Damage selain Leap Crush milik Gornage.
Masih banyak yang harus dipikirkan oleh Arya dan semakin lama pekerjaannya juga banyak.
Setelah lama berpikir Arya akan mencari cara membuat skill pamungkas, untuk saat ini Yang bisa dia pikirkan adalah peningkatan skill milik Gobiru dimana skill Spear Throw bisa berubah menjadi Bullet Spear dengan persyaratan membunuh monster menggunakan spear Throw dengan target kepala.
Jika digabung dengan Urcelos Spear tampaknya akan memiliki damage yang sangat merusak.
Setelah menetapkan tujuannya Arya kembali login dan berada di Allagant City.
[Selamat datang player Theo]
Theo melihat deskripsi tombak Urcelos apakah sudah bisa dipakai.
Urcelos Spear
(Artefak)
Syarat : level 20, memiliki Str 20
Efek : Atk+ 24, atk skill party meningkat 5%, Thunder damage
Skill : Urcelos Wrath, Thunder Field
Theo membaca deskripsinya dengan seksama sambil meneguk ludahnya, tombak ini benar benar menakutkan kekuatannya.
Dari serangannya saja sudah menakutkan ditambah efek peningkatan skill hanya dengan memegangnya.
Untuk skill yang tampil di tombaknya tampaknya adalah skill yang pernah digunakan oleh Urcelos saat pertarungan dulu.
Tapi yang membuat Theo kecewa adalah syarat penggunaannya untuk level tidak masalah tetapi harus memiliki Str 20 yang jadi masalah, sementara partynya tidak ada yang memiliki Str sebesar itu bahkan Theo sendiri juga tidak memilikinya.
"Sudahlah lebih baik memikirkan itu nanti saja sekarang lebih fokus membuat skill baru."
Theo segera berteleport ke Romant town selanjutnya menuju Oloff Grassland untuk melatih skillnya.
Ketika berjalan sebentar Theo sudah menemukan korban pertamanya seekor serigala yang hendak menyerangnya.
"Spell Scave"
Theo mengeluarkan tombak dari inventarisnya dan bersiap melancarkan skillnya tapi saat mengambil ancang-ancang melempar serigala sudah di depannya dan alih-alih melempar Theo menundukan badan untuk menghindari gigitan dan serigala yang memutar kembali menyerang dengan gerahamnya yang ditahan Theo dengan tombaknya.
Theo berpikir skill ini tidak bisa menyerang dengan kejutan karena harus mengambil ancang-ancang ada jeda waktu seperti casting Fireball jadi harus ada monster yang menahan sementara.
Theo mengeluarkan Gort meskipun dengan kedua tangan menahan gigitan serigala dengan tombaknya.
__ADS_1
"Summon"
Gort muncul dan langsung menabrak serigala membuatnya terhempas.
Dengan ditahan Gort Theo segera menargetkan serigala dengan tombaknya.
"Spear Throw"
Sebuah tombak melesat dengan cepat tapi sayangnya jangankan mengenai bulu serigala, tombak menancap ke tanah dua meter dari posisi serigala membuat Theo melongo melihatnya.
Theo tidak bisa mengandalkan system yang sudah diotak atik ayahnya untuk membidik otomatis seperti menembak dengan panah dan sepertinya harus menargetkan sendiri.
"Orang tua brengsek kenapa tidak sekalian membuatku tidak bisa bergerak," umpat Theo.
Setelah membunuh serigala Theo mulai kembali ke dasar dengan cara latihan tombak.
Meskipun bisa memegang tombak setelah menggunakan skill Spell Scave, Theo tidak tahu apa yang harus dilakukannya dengan bermain tombak.
Berbeda dengan pemilik job lancer dengan otomatis menguasai ilmu tombak sementara Theo hanya Summoner yang meminjam salah satu skill job lain.
Karena sudah tidak tahu dasarnya Theo memutuskan berlatih melempar dengan sasaran pohon besar didepannya.
Berkali-kali Theo menargetkan sasaran pohon tetapi tidak ada yang mendekati sasaran.
Setelah berlatih sekitar 3 jam Theo mulai bisa menargetkan sasaran yang diinginkannya.
Hingga waktunya untuk praktek sebenarnya, Theo menargetkan serigala dari jauh.
Serigala yang tidak menyadari kehadiran Theo masih memakan buruannya dengan lahap.
"Spell Scave"
Theo menargetkan kepala serigala dengan membidiknya.
"Spear Throw"
Sebuah tombak meluncur dengan kecepatan tinggi dan menancap tepat di pelipis serigala menyebabkan serigala mati seketika.
"Berhasil!" Teriak Theo dengan bangga.
"Aku adalah raja tombak hahaha," pujinya pada diri sendiri.
Berikutnya Theo akan berhadapan satu lawan satu dan tentu saja Theo mengambil jarak yang cukup jauh agar serigala tidak dapat menjangkaunya lebih dulu sebelum Theo menembak.
Theo sudah menemukan targetnya dan langsung menembak serigala.
"Spear Throw"
Dengan cepat tombak melesat tetapi hanya mengenai udara.
"Eh..."
Serigala hendak mendekati Theo, dengan terburu buru Theo mengeluarkan summonnya dan membunuh serigala.
Theo berpikir lagi selama ini Theo hanya menembak sasaran tidak bergerak dan belum pernah sekalipun menembak sasaran bergerak yang memiliki kesulitan cukup tinggi belum lagi sasaran yang memiliki kecepatan.
...**silahkan like dan comment...
__ADS_1
...Comment kalian sangat membantu author bersemangat...
...Negatife comment will be forgiven**...