
Saat Theo hendak beradu senjata dengan si raja goblin, Theo merasakan suatu bahaya dan memilih menghindarinya dan keputusannya tepat.
Palu Grimgar yang diayunkannya membentur pohon dan membuatnya menjadi serpihan.
Theo berpikir jika palu itu mengenainya akan langsung membuatnya menjadi seonggok daging mati.
Grimgar kembali mengayunkan palunya, Theo berusaha menghindari setiap ayunannya dan memberikan serangan balik saat ada kesempatan.
Setiap serangan Grimgar yang dahsyat dapat menyebabkan kritikal tetapi serangannya memiliki kelemahan.
"Serangannya lambat."
Theo memberikan serangan bertubi-tubi menguras darah Grimgar sedikit demi sedikit.
"Double Slash"
"Triple Slash"
"Wave Slash"
Serangan Grimgar yang lambat bahkan tidak dapat menyentuh seujung rambut Theo.
Theo berpikir ini akan mudah tetapi dia tetap waspada karena belum mengetahui skill Grimgar.
Saat Grimgar mengayun lagi Theo menghindarinya tetapi kali ini pasukan goblin dibelakangnya membantu Grimgar membuat Theo kehilangan timing untuk menyerang.
"Jangan ganggu pertarunganku...Belgald."
Dengan perintah Theo, Belgald yang sedari tadi sibuk membantai pasukan goblin sekarang membantu Theo dengan cepat menghabisi para goblin pengganggu.
"Sekarang tidak ada yang membantumu," seringai Theo membuat Grimgar semakin kesal.
Grimgar menarik palunya yang mengeluarkan cahaya sampai kebelakang punggungnya membuat Theo waspada dan mengayunkannya secara vertikal dari atas dan menghantamkannya ke tanah, medan pertempuran sejauh hampir radius lima puluh meter bergetar dengan kekuatan luar biasa.
Palu yang berat ini menimbulkan dentuman dahsyat saat menabrak permukaan tanah, menciptakan ledakan kejut yang menghebohkan dan mengguncangkan area disekitarnya.
Efek yang ditimbulkan dari skill tersebut membuat semua disekitarnya tidak dapat bergerak karena getaran termasuk Theo.
Theo mencoba menggerakkan tubuhnya tetapi tidak bisa, dia mulai dari kepalan tangannya untuk menggerakkan pedang yang dipegangnya ternyata bisa.
Tampaknya serangan ini adalah serangan pamungkas Grimgar untuk membuat semua musuh Immobilize atau tidak dapat berpindah tempat dan menyerangnya dengan brutal.
Meskipun dapat menangkis sepertinya percuma karena Theo sudah melihat serangannya yang kejam, satu kali kena bisa menewaskan dirinya seketika.
Grimgar berjalan pelan mendekati Theo dengan menunjukan seringainya sambil memanggul palu yang dipegangnya.
Seorang petarung jarak dekat akan sangat ketakutan melihat ini tapi sayangnya Theo bukan hanya petarung jarak dekat tapi juga memiliki skill Mage.
"Ice Tower"
Sebuah es muncul dari tanah dan menjulang keatas tepat dari bawah Grimgar dan membekukannya.
Sekarang tinggal menunggu skill siapa yang habis duluan efeknya untuk menentukan siapa pemenangnya.
Theo memperhatikan es yang membekukan Grimgar sedikit demi sedikit mengalami keretakan.
__ADS_1
Theo mulai gelisah melihat retakannya semakin besar dan banyak.
"Ayo tubuhku cepatlah bisa bergerak," katanya dengan nada panik.
"Spell Scave"
Theo mencoba mengcopy skill Ice Tower milik Gupi dan dia baru menyadari kesalahannya meskipun mengcopy skill jika skill yang digunakan sama maka akan tetap mengalami Cooldown.
Melihat retakan es yang semakin luas membuat Theo semakin kalut dan apa yang dikhawatirkan terjadi, es yang menjebak Grimgar telah hancur sepenuhnnya menyisahkan raja goblin yang murka.
Kali ini Grimgar tidak berjalan santai tetapi bergegas dan saat musuh dalam jangkauannya dia mulai mengayunkan palunya.
Saat palu hendak menghantam tepat di kepala Theo, sebuah pelindung tak terlihat menghalanginya.
"Air Curtain"
Dengan adanya pelindung membuat Theo sedikit bernafas lega tetapi tidak berikutnya.
Melihat serangannya gagal Grimgar mengulangi ayunannya untuk menghantamkan palunya ke tubuh musuh didepannya.
"Agile Boost"
Saat Palu hendak menghantam tubuh Theo, efek dari serangan Grimgar telah habis dan membuat tubuh Theo dapat bergerak kembali.
Dengan meningkatkan kelincahan, Theo melompat mundur membuat ayunan palu Grimgar meleset membuatnya sedikit bernafas lega.
Theo memperhatikan medan pertempuran, tidak ada yang dapat mengganggunya satu lawan satu.
Kedua Goblin Champion sedang berhadapan dengan Gald dan Gort meskipun mereka tidak dapat mengalahkannya tetapi mereka juga tidak kalah.
Goblin Archer tidak berani menampakan dirinya saat ada pembunuh yang mengintainya.
Dan Goblin Rider sedang asyik berkejar-kejaran dengan Remus dan Romulus.
Sudah tidak ada trik lain dari Grimgar dan tidak ada yang akan menganggu pertarungan mereka.
"Sekarang giliranku menyerangmu," kata Theo dengan menunjukan giginya.
Theo mulai menyerang Grimgar dengan tebasan-tebasan kecil berubah menjadi tebasan besar menyisahkan goresan goresan ditubuh raja goblin.
Dalam hitungan menit Grimgar yang sudah tidak dapat bertahan menjatuhkan palunya dengan bunyi debuman keras menjatuhkan tubuhnya kebelakang disusul sebuah pemberitahuan berurutan.
[Grimgar telah mati]
[Level Up]
[Berhasil menyelesaikan Quest Grimgar Slayer]
[all stat bertambah 2]
[Fame bertambah 200]
[Mendapatkan uang 10 emas]
[Rank skill Einherjar Gift meningkat menjadi Rank C]
__ADS_1
"Berhasil!"
Theo berteriak penuh kemenangan dengan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
Pasukan Grimgar yang melihat pemimpinnya telah tumbang kehilangan semangat tempurnya dan menjatuhkan senjatanya.
Sementara pasukan Theo mengangkat senjatanya menunjukan keberhasilan mereka meskipun hanya tersisa beberapa monster, dari jauh terdengar lolongan serigala oleh Remus dan Remulus yang ikut merayakan kemenangan.
Theo mengumpulkan sisa-sisa pasukan Grimgar membuat mereka berjanji untuk tidak menyerang desa Falldrift dan jika ada yang menyerang siapapun itu maka Theo akan menyalahkan mereka sehingga mau tidak mau mereka akan melindungi desa itu dari penyerang siapapun itu dan mereka menyetujuinya.
Theo mengeluarkan sebuah item dari penyimpanannya yaitu sebuah gulungan yang diberikan oleh tetua Zevlar saat didesa Leafald, desa Elf tersembunyi.
Theo saat itu ingin belajar skill milik tetua Zevlar Elf Vow, skill yang membuat pengguna tidak dapat melanggar sumpahnya tetapi skill itu adalah skill unik yang hanya bisa diwariskan, sebagai gantinya tetua Zevlar memberikan gulungan dengan nama Covenant Scroll yang memiliki efek yang sama tetapi hanya dapat digunakan satu kali.
Theo merobek gulungan dan muncullah sosok dewi Isell yang memberikan berkahnya.
Theo meminta mereka semua berjanji untuk tidak menyerang desa dan bahkan untuk melindunginya, Theo tidak segan-segan membunuh mereka yang menolak untuk bersumpah dan untungnya mereka semua mematuhi permintaan Theo dengan menganggukan kepalanya berikutnya tubuh semua goblin bersinar sebentar dan menghilang menunjukan bahwa mereka telah terikat dengan sumpah.
Setelah semua proses itu, melihat tidak ada goblin yang spesial, Theo membiarkan mereka semua pergi.
Theo mulai membersihkan semua rampasan perang termasuk Soul of Grimgar beserta palunya berikutnya Theo mengecek kembali misinya.
World Quest
Game of Throne
Bertahun tahun tujuh suku goblin tidak pernah berdamai dan selalu berperang
Misi : taklukan sisa enam suku goblin
Kesulitan : A
Syarat : Solo, Summoner, pemilik jiwa King Gornage
Hadiah : ???????
Perkembangan : 2/6
"Tinggal empat lagi," kata Theo sambil mengepalkan tangannya.
Setelah itu Theo mengecek kembali skill Einherjar Gift miliknya.
Einherjar Gift
Rank : C
Deskripsi : pasukan yang mencurahkan jiwanya untuk pemimpin pantas mendapatkan penghargaan
effect: memberikan sebuah skill Rank E, D, C kepada Goblin yang telah memiliki potensi 100 %
Cost: -
Cooldown: -
Type : Growth
__ADS_1
Dengan ini pasukan goblin miliknya akan semakin kuat dan Theo akan dapat menggunakan banyak serangan.