
Mendengar pilihan yang ditawarkan Wayne membuat amarah Theo memuncak dan menghilangkan rasa takutnya.
"Jangan pikir ancamanmu akan berguna padaku akan kubuktikan kalau jumlah bukanlah yang terpenting dalam pertarungan."
"Jika itu maumu temui saja ajalmu," ujar Wayne diikuti oleh kedua Swordsman hendak menyerang Theo.
Theo segera berpikir cepat, partynya Wayne terdiri dari dua Swordsman, knight, dua Archer, satu Monk, satu Assasin dan satu Mage.
"Akan kutunjukan betapa mengerikannya serangan Gerilya," ancam Theo.
"Spell Scave"
Theo menggunakan skill milik Ghost Shadow Walk dan menghilang dari hadapan mereka.
"Kau pikir trik murahanmu akan berguna padaku...Marg cari dia."
Wayne memerintahkan Magenya untuk mencari Theo dan Segera si Mage mengaktifkan skillnya.
"Detect"
Marg yang diperintahkan Wayne segera mencari dengan senyum lebar tetapi berikutnya wajahnya menjadi pucat karena tidak berhasil menemukannya.
"Wa-wayne aku tidak bisa menemukannya."
Mendengar itu telinga Wayne menjadi merah.
"Kau gila bagaimana mungkin kau tidak bisa mendeteksinya.
Wayne dan anak buahnya menoleh kesana kemari selama beberapa menit mencari keberadaan Theo tetapi tidak ada tanda-tanda Summoner masih berada disini.
Wayne sudah pasrah kelihatannya Summoner pengecut itu sudah melarikan diri.
"Ketua sepertinya dia sudah per..."
SRAASSSHHH
Belum sempat Marg menyelesaikan perkataannya kepalanya terjatuh di rerumputan.
[Marg telah mati]
Wayne dan yang lain tidak dapat berkata-kata dan hanya membuka mulutnya.
"Kalian pikir aku sudah pergi," kata Theo dengan nada dingin.
"Kalian bunuh bajingan itu!" Hardik Wayne.
Theo segera melarikan diri diikuti party Wayne yang mengejarnya dengan beringas.
"Agile Boost"
"Haste Aura"
Kedua Swordsman berlari dengan kecepatan tinggi meninggalkan rekan yang lain dan mulai mendekati Theo
"Kau bisa lari tapi tidak bisa sembunyi," ejeknya.
Dalam hitungan detik Theo akan berada dalam cengkeramannya tetapi terjadi insiden yang tidak diinginkan
DAAARRRR
[Swordsman telah mati]
[Swordsman telah mati]
Terjadi ledakan yang menghancurkan tubuh kedua Swordsman berkeping-keping.
Tampaknya Saat menghilang Theo juga sudah menyiapkan jebakan.
"Kau pikir kau sudah selamat."
Seru si Assassin dari belakang Theo.
"Blitzsting"
Sebuah tembakan dari titik buta oleh Gotu menyebabkan Assassin terkena paralysis,
__ADS_1
Gotu menembakan sasarannya sesuai tempat yang ditunjuk Theo.
Theo mengenakan Tracker Bracer sehingga mengetahui keberadaan Assassin.
Theo tidak menyiakan kesempatan ini dan memberikan tebasan kearah leher membuat Assassin mati seketika.
[Assassin telah mati]
Dalam sekejap keempat player tewas seketika.
Wayne dan sisa partynya hanya mematung ditempat melihat kejadian yang begitu cepat.
"Ka-kau bilang dia hanya Summoner kenapa dia bisa menggunakan jebakan," protes seorang Knight dengan ketakutan.
"Ka-kau apa sebenarnya," tanya si Monk dengan ketakutan.
Dengan tenang Theo menjawab
"Aku seorang Summoner."
"...."
"...."
Mendengar jawaban Theo mereka semua terperangah tidak percaya kecuali Wayne yang sudah tahu dari awal.
"Jangan takut meskipun dia punya banyak tipuan tetap saja statnya lemah," ujar Wayne berusaha mengembalikan moralitas partynya yang menurun.
Kali ini Theo dengan pedang terhunus menerobos mengincar penyerang jauh yaitu Archer.
Wayne mengetahui gelagat Theo dan berusaha menghentikannya.
"Dia hendak menyerang pemanah, Knight dan Monk halangi dia," perintahnya.
Knight dan Monk segera memasang kuda-kuda tetapi Theo bahkan tidak mengurangi kecepatanya dan akan berbenturan.
"Blink Step"
Knight terkejut tiba-tiba musuh didepannya menghilang dan sudah berada di belakangnya.
"Tidak mungkin"
Kedua Archer mulai panik karena Theo sudah sangat dekat dengan mereka, mereka berlari mundur menggunakan skil Step yang mereka memiliki sambil menembaki Theo.
"Sial kenapa tembakanku tidak ada yang kena," teriak salah satu Archer dengan kesal.
Theo memiliki respon dan control yang tinggi sejak bertarung dengan Carpara ditambah skillnya.
"Agile Boost"
Gerakan Theo sangat cepat dan fleksibel membuat kedua pemanah kesulitan bahkan Knight dan Monk yang mengejarnya juga kesulitan.
Dalam sekejab Theo sudah membantai kedua Archer.
[Archer telah mati]
[Archer telah mati]
Wayne keheranan bagaimana mungkin Summoner yang dia hadapi beberapa hari yang lalu bisa berkembang sebanyak ini.
"Tinggal tiga lagi," seringai Theo dengan dingin.
Mereka bertiga mulai waspada dan tidak berani meremehkan Summoner yang mereka lawan.
"Kali ini targetnya kau."
Theo menunjuk Monk dengan pedangnya.
CRAASSHHH
[Monk telah mati]
Sesaat setelah Theo menunjuk, kepala Monk yang pucat terpisah dari lehernya dan menggelinding ditanah sepertinya itu adalah tanda agar Ghost menyerang.
"KA-KAU BIADAB!"
__ADS_1
Melihat temannya mati satu persatu darah Wayne mendidih dan ingin segera ******* habis Summoner didepannya.
"Sudah kukatakan jumlah tidak masalah jika menyangkut perang gerilya," jawab Theo dengan santai.
Kali ini Theo menyerang Knight secara langsung dan mulai menebaskan pedangnya berkali-kali yang dapat ditahan dengan sempurna oleh Knight.
"Kau pikir serangan seorang Summoner akan berguna melawan Knight sepertiku," hina si Knight yang mulai tumbuh rasa percaya dirinya.
"Benarkah."
Mendengar jawaban spontan Theo membuat si Knight lebih waspada dengan apa yang dilakukan musuhnya karena dia tidak dapat memprediksi kelakuan si Summoner ini.
"Ice Tower"
Sebuah es muncul dari tanah dan membekukan Knight dalam sekejab.
Meskipun memliki pertahanan physical defense tinggi tetapi tidak dengan magic defensenya.
Theo menyuruh Gotu untuk memasang bom disekitar Knight begitu dia terbebas akan langsung hancur berkeping keping.
"Tidak akan kubiarkan," seru Wayne yang langsung menerjang hendak menghalangi rencana Theo.
"Summon"
Theo mengeluarkan Gald dan Gort untuk menahannya, Wayne terpaksa menghentikan langkahnya karena pertahanan setebal tembok raksasa.
Seperti yang sudah diprediksi Theo, begitu es mencair sebuah ledakan langsung menghancurkan si Knight berkeping-keping.
[Knight telah mati]
"Sekarang kau sendirian," ucap Theo dengan tenang.
Wayne yang awalnya bersembilan sekarang hanya tersisa dirinya sendiri tetapi itu tidak membuatnya gentar.
"Terus kenapa, di pertarungan sebelumnya saja kau tidak ada apa-apanya, apalagi sekarang aku bisa menggunakan semua kekuatanku."
"Berisiknya."
Dengan ucapan singkat, Theo menyerang Wayne dengan kemampuan berpedangnya.
Serangan Theo menjadi lebih tajam dan lebih akurat karena hasil latihannya melawan Carpara tetapi Wayne menjadi Ranker bukan karena tidak memiliki kemampuan, Wayne pun mampu mengimbangi serangan Theo.
"Hanya ini sajakah," ucap Wayne meremehkan.
"Tenang saja ini baru mulai."
"Eye of Precision."
Mata Theo berubah menjadi hijau dan langsung menyambar Wayne.
Theo menebas ke tempat yang paling susah diantisipasi oleh Wayne.
"Double Slash"
"Triple Slash"
SRASHH SRASHHH SRASSHH
tebasan yang dilancarkan Theo melukai tubuh Wayne.
"Ka-kau bagaimana mungkin....apa yang kau lakukan."
[Anda terkena Bleeding]
Wayne menancapkan pedangnya ditanah dan menempelkan kedua tangannya mengeluarkan Aura.
"Purifying Aura"
[Efek Bleeding telah dinetralkan]
"Wow skill yang cukup lumayan."
Wayne cukup terguncang, bagaimana mungkin beberapa hari yang lalu serangan orang ini bahkan tidak dapat menggoresnya sekalipun sekarang tubuh kokohnya dicoret-coret dengan goresan pedangnya.
"Apakah sekarang kau mulai bersemangat," ejek Theo.
__ADS_1
Wayne tidak menanggapi perkataan Theo dan hanya diam saja, sepertinya serangan Theo cukup melukai mentalnya.