
Theo melihat isi dari gulungan tetapi yang dilihatnya ada tulisan atau bahasa yang tidak dimengerti oleh Theo.
Theo menunjukan pada yang lain tetapi hasilnya sama saja mereka juga tidak tahu.
Karena tidak menemukan petunjuk Theo menyimpan kembali gulungan tersebut kedalam penyimpanannya.
Setelah mengambil semua item mereka memutuskan keluar dari Dungeon, diluar mereka segera berpisah.
"Theo tunggu, kapan kau latihan lagi," tanya Ira sebelum mereka berpisah.
"Ehmm..mungkin untuk sementara aku tidak berlatih tongkat dulu, aku ingin melatih skill berpedang sampai bisa menyaingi si Swordsman payah ini," katanya sambil menunjuk Freedom dengan ibu jarinya.
"Dalam pertarungan pedang aku tidak akan kalah," kata Freedom memastikan agar Theo tidak curang dengan mengeluarkan monsternya.
Mendengar jawaban Theo terlihat wajah Ira sedikit kecewa.
"T-tapi kita bisa bertemu lagi kan," tanya Ira dengan agak murung.
"Tentu saja kau bisa hubungi aku kapan saja," kata Theo.
Mendengar jawaban Theo Ira kembali ceria.
"Baiklah kami pergi dulu, dah Theo sampai ketemu lagi."
"Sampai jumpa kawan," kata Rash sambil menjabat tangan Theo.
Setelah menambah kontak pertemanan mereka berpisah dan Theo menuju Oloff Grassland selanjutnya Romant Town dan sesampainya disana dia berpisah dengan Freedom dan segera Log out karena sudah kelelahan.
**************
Disaat jam makan siang tiba tiba kelas Arya menjadi berisik, terakhir kali keadaan seperti ini karena kedatangan Varia, jangan bilang...
"Aryaa," sapa Varia dengan lambaian tangan dari pintu kelas, tanpa menunggu jawaban Arya, Varia segera mendekati Arya.
"Hei Var," sapa Arya balik.
"Selamat Ar sudah berhasil menyelesaikan dungeon itu."
"Makasih."
"Huh aku jadi histeris waktu mendengar pemberitahuan tersebut tapi ngomong-ngomong dengan siapa saja kau menyelesaikan party tersebut kok kamu tidak mengajak aku sih," kata Varia dengan pipi mengembung.
Arya merasakan ada sesuatu yang berbahaya tapi tidak tahu apa itu.
"Aku menyelesaikannya dengan 3 orang lain yaitu Freedom, Rash dan Ira."
"Ira? Apakah dia player cewek," tanya Varia memastikan.
"Iya betul," jawab Arya dengan santai.
Tetapi setelah menjawab, tiba-tiba Arya merasakan pancaran hawa membunuh tetapi dia tidak tahu dari siapa, ketika melihat wajah Varia, Arya menjadi ketakutan sepertinya hawa membunuh dari dia.
'Apa yang terjadi,' pikir Arya dengan kebingungan.
__ADS_1
"Siapa Ira?" Tanya Varia dengan suara dingin menakutkan.
Arya masih tidak bisa mencerna apa yang tiba-tiba terjadi
"Anu... Varia...kau tahu tempat latihan yang kau tunjukan itu?"
Varia hanya diam dan menatap Arya tajam membuatnya salah tingkah.
"Ada seorang gadis cantik yang ikut berlatih."
"Cantik... Cantik mana sama aku?" Tanya Varia dengan suara yang bisa membuat orang yang mendengarnya membeku.
Arya menjadi semakin pucat mendengar pertanyaan jebakan seperti ini dia tidak tahu harus menjawab bagaimana.
'Ya Tuhan tolonglah aku menghadapi cobaan ini,' batin Arya pasrah.
BRAKKK
"Cantik mana," kata Varia dengan senyum mematikan, sambil menggebrak meja.
"Itu...tentu saja cantik kamu," Jawab Arya karena tidak mau meresikokan hidupnya.
"Oh ya...terus gimana," sepertinya Varia agak sedikit senang mendengar jawabannya Meskipun dia tidak menunjukannya.
"Ya...itulah maksudku aku berparty dengannya," kata Arya dengan senyum yang dipaksakan.
"Apa!" Gunung yang sudah dingin sekarang hendak meletus lagi Arya dengan sengaja menggali kuburannya sendiri.
"KAU MENYELESAIKAN DUNGEON DENGANNYA TAPI TIDAK DENGANKU"
"Menurutmu aku kurang kuatkah!"
"Tidak tapi..."
"Karena dia hebat makanya kau ajak dia bukan aku!"
"Bukan begitu..."
Dan kesalapahaman semakin besar Arya bahkan tidak dapat menyelesaikan kata-katanya.
"Sudah cukup aku pergi."
"Tapi Varia.."
DUAKKK
"Ouchh," mata Arya berair menahan sakit.
Varia pergi sambil menendang betis Arya dengan ujung sepatunya, meninggalkan Arya yang menangis kesakitan dan rasanya semakin sakit saat teman sekelasnya membicarakannya.
"Lihatlah mereka bertengkar."
"Sepertinya sudah putus."
__ADS_1
"Memang bukan pasangan serasi."
Arya kembali duduk menghiraukan ucapan mereka sambil menggosok-gosok betisnya.
'Memang aku salah apa,' batin Arya masih berpikir keras atas kejadian yang menimpanya.
*************
Sepulang sekolah sepanjang waktu Arya hanya duduk di depan komputer seperti sedang mencari sesuatu.
Sebenarnya Arya ingin menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Boby mengapa Varia begitu marah padanya tetapi sebelum selesai bercerita Boby terburu-buru untuk login dan hanya mengucapkan satu kata.
"Bodoh."
Jawaban Boby hanya membuat Arya semakin kesal saja dia menggerakan mousenya dengan kasar.
Dan benar saja Arya mencari apakah ada yang pernah mendapatkan Scrolls tersebut tetapi tidak ada hasil yang didapatnya, sekarang dia mencoba mencari arti tulisan tetapi dia juga tidak bisa menemukannya.
Karena pencariannya tidak membuahkan hasil Arya memutuskan untuk menunjukan informasi terkait Scrolls di forum siapa tahu ada yang mengetahuinya.
Karena pencariannya sudah buntu Arya melihat New World Market sebuah situs tempat jual beli item, Arya mendaftarkan semua barang tidak berguna untuknya yang didapatnya dari para RATS di pelelangan.
Setelah membuka tempat lelang mata Arya melotot melihat betapa banyak koin emas yang didapatnya sekitar 60 emas atau enam puluh juta.
Arya tertawa sendiri seperti orang gila, dengan uang ini dia tidak perlu memikirkan untuk membayar bajingan lintah itu untuk bulan depan sebagian dia masukan rekeningnya dan sisanya untuk belanja item.
Arya mematikan komputer bersiap untuk login.
Arya melihat kamar sekitar yang kosong dengan Boby didalam kapsul dan televisi menyala yang hendak dimatikannya.
"Kembali lagi di acara New World News," kata Seorang pembawa acara di TV.
Karena permainan New World sangat terkenal sampai ada televisi yang menyiarkan berita terkait game tersebut dan masih banyak acara TV terkait game ini, karena lagi malas Arya menonton acara tersebut sebentar.
"Sehari yang lalu Dungeon yang tidak pernah diselesaikan oleh siapapun berhasil diselesaikan hanya dengan empat orang," Pembawa cara membahas salah satu berita yang terjadi di game.
Mendengar itu Arya menegakan tubuhnya karena dirinyalah yang dibahas oleh pembawa acara itu.
Tetapi berita tersebut tidak membahas dengan detail bagaimana penyelesaiannya karena mereka juga tidak pernah mendapatkan informasi sehingga hanya membahas latar belakang dungeon dan orang yang pernah mencoba sebelumnya.
"Berita selanjutnya informasi dari pengembang dalam waktu seminggu kedepan Romant kingdom akan mengadakan turnamen pertarungan yang hanya bisa diikuti oleh orang-orang yang masih berada di Land of Romant jadi kemungkinan hanya orang berada dibawah level 40."
Kali ini Arya menjadi antusias dengan beritanya dan sepertinya berharap untuk mengikutinya.
"Tetapi syarat untuk mengikutinya tidaklah mudah yaitu harus berlevel minimal 30 dan memiliki Fame 500."
Arya berpikir untuk level 30 dia masih bisa mengejarnya tetapi untuk mendapatkan Fame sangat susah, dia harus mencari misi yang mendapatkan Fame banyak.
"Silahkan mendaftarkan diri anda jika merasa memenuhi syarat tersebut dan New World TV akan menyiarkan secara langsung dan kami jamin hadiah dari juara akan mendapatkan item spesial."
Mendengar item semangat Arya mulai berapi- api dan bersiap untuk login.
"Berita selanjutnya..."
__ADS_1
Arya sudah tidak tertarik untuk mendengar berita yang lain dan mematikannya, segera menuju kapsul untuk login.
[Selamat datang Player Theo]