Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Bullet Spear


__ADS_3

"Berarti kau juga menggunakan job lancer kan" tanyanya lagi


"Tidak"


"Hah!"


"Job ku Summoner"


"...."


Tia sedang mencerna jawaban Arya.


"Lalu kenapa kau berlatih tombak?" Tanya Tia penasaran.


"Karena ada yang harus aku lakukan dengan skill ku."


'Skill Summoner macam apa yang harus menggunakan tombak,' pikirnya.


Tia semakin bingung dengan jawaban Arya.


Karena keringatnya sudah hilang Arya berdiri untuk menaruh tongkat.


"Tia ayo pulang tinggal kita berdua disini nanti berbahaya."


"Bahaya? Aku bisa menjaga diri."


"Maksudnya aku yang bahaya bisa menyerangmu."


"Iiih kamu becanda."


Mereka tertawa lepas dan sepertinya mereka sudah menjadi teman.


Arya memegang tongkat dan tiba-tiba ingin mencoba skill lemparannya.


Arya mengambil ancang ancang dan melempar.


Whusshhh


Tongkat meluncur dan mengenai sasaran yang telah Arya incar.


"WHOAAA"


Via terkejut melihat apa yang terjadi tetapi Arya lebih bingung bagaimana dia bisa seperti itu.


Karena masih tidak percaya Arya mengambil tongkat milik Via dan melemparnya lagi dan benar tongkat menuju sasaran yang sama.


"Arya lemparanmu sudah seperti profesional akurasinya juga mengagumkan bagaimana kau bisa melakukannya," tanya Via terkejut.


Sebelum menjawab Arya berpikir dulu dia tidak pernah berlatih melempar di dunia nyata, dia berlatih melempar hanya di New World tapi mustahil jika latihan di New World bisa diaplikasikan ke dunia nyata akan banyak orang memiliki kemampuan super.


Tapi tunggu dulu jika hanya gerakan biasa bukan seperti lompatan super mungkin masih bisa dilakukan, kemungkinan karena menggunakan sinkronisasi 100%.


"Mungkin jika kau mensinkronkan karaktermu 100 persen skillmu juga akan berkembang disini."


Tia tertarik dengan ide itu dan bersemangat untuk mencobanya.


"Tapi sekali diubah tidak akan bisa kembali lagi dan percaya padaku saat kau menerima tebasan pedang rasanya sakit sekali bayangkan jika kau tertebas berkali kali."


Mendengar penjelasan Arya membuat badan Tia menggigil ketakutan.


"Mungkin aku harus mengurungkan niatku" ujar Tia dengan bijak

__ADS_1


Setelah bertukar nomor Hp Arya dan Tia berpisah karena jalan pulang mereka berbeda.


Arya menyempatkan diri ke rumah Boby untuk menambah jumlah lemparannya meskipun hanya dua jam dan setelah itu Arya segera pulang ke rumahnya.


**************


Di sebuah gedung terlihat salah satu ruangan masih bercahaya.


"Bagaimana pak dir apakah ada berita terbaru darinya."


"Baik tuan kami sudah mulai mencarinya dua hari yang lalu player bernama Theo menyelesaikan Forest King Urcelos dan dia bermain dalam party dengan player lain kemungkinan Theo ini sama dengan yang mendapatkan World Quest."


"Teruskan."


"Setelah kami selidiki salah satu party dengan username Lynna dia adalah teman sekelas putra anda."


Mendengarnya ayah Arya berkerut dahinya.


"Jadi ada kemungkinan player Theo adalah anak itu."


"Benar tuan."


Ayah Arya semakin geram mendengarnya dan memukul meja dengan keras.


"Ini tidak bisa dibiarkan pak Dir, kirimkan salah satu Ranker untuk membunuhnya agar dia tidak dapat berkembang," kata ayah Arya dengan dingin.


"Dilaksanakan tuan."


****************


"Tinggal sedikit lagi," kata Theo sembari mengambil tombaknya.


Theo sudah melempar selama dua jam dan menurut perhitungannya ini sudah ke-99.


Dan sekarang Theo juga bisa memamerkan keahliannya bermain tombak.


Dua serigala datang menghampiri siap menjadi santapan Theo.


"Spell Scave"


Saat serigala menyerang dengan gerakan luwes Theo mengibaskan tongkatnya kesamping menghantam pelipis serigala membuatnya terlempar dan terkaman serigala satunya dihindari, dan Theo memberikan pukulan vertikal dari atas ke bawah membuatnya terpuruk ke tanah.


Theo memukuli serigala yang terpuruk berkali kali hingga mati dan kali berikutnya serigala pertama bangkit dan hendak menyerang tetapi dengan cepat Theo mengambil jarak dan ancang ancang.


Saat serigala menerkam itu adalah tanda kematian baginya.


"Spear Throw"


Theo melemparkan tombaknya tepat di dahi serigala yang hanya berjarak 1 meter dari Theo.


[Serigala telah mati]


[Menggunakan skill Spear Throw 100 kali dengan target kepala monster mendapatkan skill Bullet Spear.]


"Berhasil!"


Kali ini Theo benar benar tidak dapat menahan kegembiraannya saat mendapatkan skill baru yang menurutnya paling susah untuk dipelajari.


Bullet Spear


Rank : D

__ADS_1


Deskripsi : melempar sebuah tombak dengan kecepatan seperti peluru


Efek : Atk 500%


Cost mana : 30


Cooldown : 28 menit


Theo melihat deskripsi skill dengan sangat puas peningkatan 5 kali lipat saat menyerang akan memberikan kerusakan yang parah meskipun menghabiskan separuh mananya.


Setelah cukup lama merayakan keberhasilannya Theo membuka daftar monsternya yang semuanya berjumlah 16 termasuk Goddux dan tambahan Dark Sylph.


Theo melihat masih ada 3 goblin yang belum memiliki skill sehingga memutuskan akan memberikan skill yang dapat dia pelajari.


Theo memutuskan berlatih skill pertahanan atau debuff karena akan diberikan kepada tim Gort.


Karena masih menyisakan 2 capacity Theo bimbang apakah harus menambah goblin lagi dimana membuatnya susah naik level atau tetap dengan kekuatan sekarang, mungkin dia harus mencari monster dengan level lebih tinggi.


Theo menuju Romant Town untuk membeli 2 skill, satu skill pertahanan satunya skill debuff.


Setelah membeli dua skill yang diinginkannya Theo kembali ke Oloff Grassland untuk melatihnya.


Tapi sebelumnya Theo akan mencoba kehebatan dari monster summonnya yang baru Dark Sylph.


Saat menemui serigala yang memakan daging rusa Theo melihat level serigala masih 18 sementara Dark sleep diatasnya.


"Summon"


Theo mengeluarkan Dark Sylph dimana monster kecil tersebut bertengger di pundak kanan Theo.


Saat serigala yang berlari mendekat, Dark Sylph segera terbang dan mengeluarkan sebuah cahaya hangat yang mengenai serigala tersebut.


"Charm"


Dan tanpa alasan jelas serigala tersebut berpose seperti anjing kecil yang lucu menunggu majikannya.


"Kau hebat Silpie," puji Theo dengan menepuk lembut kepala Dark Sylph yang sudah dia beri nama dan Silpie tersenyum riang karena bisa membahagiakan tuannya.


Theo menyuruh serigala seperti anjing kecil mulai berguling menjulurkan lidah dan lain lain.


"Baik ikuti aku," perintah Theo kepada serigala dan serigala tersebut mengikuti dengan patuh.


Sayangnya serigala tersebut tidak bisa dimasukan ke dalam daftar monsternya, andai bisa Theo akan memiliki ribuan monster dan sepertinya itu sudah diperhitungkan oleh AI (Artificial Inteligence).


Saat bertemu serigala lain Theo memerintahkan serigala budaknya untuk menyerang dan mulai terlihat perkelahian antar serigala.


Sayangnya serigala Theo mati karena kalah level dengan serigala lawannya.


Serigala yang sudah membunuh serigala budak, beralih menyerang Theo


Dengan santai Theo mengeluarkan skill favoritnya


"Spell Scave"


Theo mengambil ancang-ancang dan...


"Bullet Spear"


Sebuah tombak meluncur dengan kecepatan seperti laser dan langsung menembus kepala serigala sampai belakang dan masih meluncur hingga membentur pohon yang sangat jauh.


"Skill ini sungguh gila."

__ADS_1


Theo sendiri tidak percaya dengan hasil serangan tersebut, Theo yakin bahkan untuk job Lancer juga kesulitan untuk menggunaknnya apabila tidak melakukan pelatihan.


Sambil menunggu Skill Bullet Spear habis Cooldownnya karena ada yang ingin dicobanya, Theo meratakan para serigala untuk meningkatkan levelnya.


__ADS_2