
"Summon"
Theo menyiapkan monsternya dalam bentuk formasi untuk menyerang.
"Selain Gort, Gotcha, Gobiru ,Gornage semua menggunakan panah," perintah Theo pada summonnya.
Monster ular menerjang party Theo, siap ******* dengan mulut terbuka lebar.
"Gort!"
Gort segera memasang kuda-kuda bertahan tetapi dorongan Lassart Serpent bagaikan kereta api yang melaju kencang tidak dapat ditahan oleh Gort dan justru terdorong ke belakang.
"Kalian semua serang dia dan perhatikan aba-abaku."
Party Theo mulai menyerang dengan brutal, Ira mulai menusuk membabi buta, Rash melempar semua shurikennya dan Freedom menebas dengan kasar ditambah Summon Theo yang menyerang dengan semua kemampuannya.
Meskipun sisik Lassart Serpent sangat tebal dan keras tetapi darahnya juga berkurang sedikit demi sedikit.
[Gort terkena Burn]
[Player Ira terkena Burn]
[Player Rash terkena Burn]
[Player Freedom terkena Burn]
[Gotcha terkena Burn]
[Gobiru terkena Burn]
[Gornage terkena Burn]
Semua party yang menyerang jarak dekat terkena efek dari aura Lassart Serpent tapi tampaknya Theo sudah memprediksi sehingga memerintahkan summon yang lain untuk menyerang dengan jarak jauh.
[Darah Lassart Serpent tersisa 80%]
"kalian semua berkumpullah!" Perintah Theo.
Para goblin baik serangan dekat maupun serangan jauh dengan cepat berkumpul begitu juga player yang lain meskipun tidak tahu apa maksudnya.
Lassart Serpent bersiap seakan memuntahkan sesuatu dari tenggorokannya dan Theo dengan sigap memasang posisi bertahan dengan tameng kecil buatan Bardar.
"Bagaimana kita bisa bertahan dengan tameng kecil itu," tanya Rash khawatir.
"Lihat saja."
Dan benar saja Lassart Serpent menyemburkan api panas dari sudut ruangan hingga ke sudut ruangan lain sehingga tidak ada yang dapat menghindar dan parahnya semburannya juga dapat melelehkan besi sekalipun.
"Aktifkan."
Batu dalam tameng itu bercahaya dan berhasil melindungi dari panasnya api yang dikeluarkan Lassart Serpent bahkan party Theo hanya merasa hangat seperti udara musim panas.
"Whoaaa."
"Theo benar benar keren," komentar Ira.
Setelah api mereda batu dalam perisai yang tadinya bercahaya tiba-tiba pecah, batu tersebut adalah sisik dari Manshraka yang didapatkan Theo dimana sisik tersebut memiliki efek resistance terhadap api 100%.
"Yup tinggal empat lagi begitu kuberikan aba-aba kalian merapat lagi."
Mereka mengangguk tanpa mempertanyakan lagi.
Theo sudah melakukan riset bahwa Lassart Serpent akan menyemburkan api setiap darahnya berkurang 20%.
"Minumlah dan serang dia lagi."
__ADS_1
Setelah memberikan Health potion dan mana potion dengan perintah Theo mereka kembali menyerang dengan skill-skill terkuat mereka.
Lassart Serpent kembali menggeliat, menggigit dan mengibaskan ekornya, meskipun ditahan dengan tamengnya tetapi darah Gort juga berkurang dengan cepat.
sementara yang lain meskipun dapat menghindar darah mereka berkurang tiap detik karena efek aura Lassart Serpent.
"Spell scave"
"Heal"
"Heal"
"First Aid"
Theo dengan Silphie menyembuhkan para goblin yang sekarat dan terlihat Gort benar benar dihajar dan sampai pada batasnya.
"Silphie sekarang!" Teriak Theo.
"Dark mist."
Tubuh Gort berubah menjadi gelap dan mengeluarkan asap hitam tetapi darahnya terus bertambah membuatnya dapat bertahan kembali, karena jika Gort mati pertahanannya akan hancur dan partynya akan musnah, mereka dapat menyerang dengan liar karena adanya pertahanan baja dari Gort.
Setelah menyerang selama 10 menit kembali terdengar pemberitahuan.
[Darah Lassart Serpent tersisa 60%]
"Berkumpul!" Teriak Theo.
Tanpa banyak tanya mereka sudah merapat ke tubuh Theo.
WHUSSSHHH
kembali semburan api dimuntahkan dan kembali Theo dapat menahannya.
Dan begitulah taktik Theo bertarung partynya bergantian meminum potion pemberiannya dan skill penyembuhnya dilemparkan kepada para goblin serta skill Dark Mist digunakan bergantian antara Theo dan Silphie untuk Gort.
Kembali semburan api dapat ditahan, party Theo adalah yang pertama dapat membuat darah Lassart Serpent tersisa 40%.
Batu di perisai Theo tersisa untuk dua kali lagi dan kelihatan ekspresi party Theo mulai bersemangat karena yakin mereka bisa mengalahkan ular merah ini.
"Sepertinya kita bisa menang," kata Freedom dengan gembira.
"Yeah kita pasti bisa," tambah Rash sambil melempar Shuriken esnya.
"Kita yang pertama mengalahkannya dong," Ira pun semakin mempercepat kombo tombaknya.
"Jangan lengah kita tidak tahu cacing ini punya trik apa lagi," Theo berusaha memperingati mereka.
[Darah Lassart Serpent tersisa 20%]
[Lassart Serpent menyemburkan api]
Semburan kembali dapat ditahan dengan perisai milik Theo dan sekarang hanya tersisa satu batu lagi
"Perisaiku hanya dapat bertahan sekali lagi," kata Theo mewanti-wanti.
"Jangan khawatir paling dia juga hanya menyembur sekali lagi," ujar Freedom.
Tetapi sayangnya harapan Freedom langsung sirna ketika melihat pergerakan Lassart Serpent yang mulai aneh.
Ketika darahnya tersisa 20%, tubuh Lassart Serpent menjadi merah terang aura yang tadinya di sekitar tubuhnya mulai menyebar dengan area yang lebih jauh beserta pemberitahuan yang datang serentak.
[Damage serangan tipe api meningkat 30%]
[Serangan tipe api tidak akan memberi damage]
__ADS_1
[Atk party menurun 40%]
"Gila."
"Tidak masuk akal."
"Apa yang harus kita lakukan."
Teriakan putus asa mulai berkumandang dari party Theo.
Theo sudah menduganya dari pengalamannya setiap darah bos tinggal sedikit pasti adanya peningkatan kemampuan milik bos tapi tidak menyangka jika perubahannya bisa segila ini.
"Kalian semua serang dia dengan skill terkuat dan pergilah pulihkan diri."
Mendengar perintah Theo mereka segera melaksanakannya.
Freedom melompat tinggi dan menghunjamkan pedangnya membela lehernya meskipun hanya menyebabkan goresan.
"Waterfall."
"Dragon Splash."
Ira mulai menunjukkan kemampuan bertombaknya sebuah ular naga air keluar dari tombaknya dan saling mencaplok dengan Lassart Serpent membuat mereka yang melihatnya bersemangat sayangnya hanya melukai sedikit dan langsung menguap menjadi kepulan asap.
"...."
"Maaf Theo biasanya serangan ini damagenya besar," katanya sambil malu-malu.
"Payah," teriak Rash.
"Lalu apa yang kau lakukan," teriak Ira balik dimana terlihat Rash melemparkan Ice Shuriken miliknya yang langsung hilang menjadi kabut.
"Hehehe."
Sudah rahasia umum meskipun memiliki banyak skill, damagenya dari kecepatan kombo dan serangannya, Ninja tidak memiliki skill Ultimate yang bisa membunuh musuh dalam sekali serang.
Serangan mereka berkurang drastis damagenya karena efek dari Lassart Serpent.
"Sudahlah jangan bertengkar segera pergi."
Tanpa menunggu Theo menyelesaikan kata-katanya mereka sudah berlari pergi karena terlihat darah mereka dengan cepat berkurang hingga sekarat.
"Kuserahkan padamu tuan."
"Kau pasti bisa Theo."
"Maaf ya Theo hehe."
Kata mereka tidak tahu malu.
"Dasar kalian, sembuhkan dulu darah kalian," kata Theo sambil melempar banyak botol potion termasuk Freeze potion untuk menyembuhkan efek Burn.
"Sekarang giliranku."
"Goblin Warcry."
Tampaknya Theo akan melakukan serangan habis habisan karena sudah menggunakan skill simpanannya.
Semua goblin tubuhnya berwarna merah dan semua statusnya naik membuat mereka terlihat garang.
"Freedom ada apa dengan para goblin ini, mereka seperti minum obat penguat," tanya Rash.
"Jangan tanya aku."
Theo mengangkat tangan dan menunjuk Lassart Serpent.
__ADS_1
"Serang."
"Kikkkk." jawab para goblin serentak