Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Rencana Jahat


__ADS_3

Di sebuah gedung pencakar langit di malam hari terdapat salah satu ruangan masih menyala dan terdapat dua orang yang satu duduk didepan meja kerjanya dengan angkuh dan satunya berdiri seperti kepala pelayan.


"Ada berita apa pak dir," tanya pria yang sedang duduk.


"Maafkan saya tuan mengganggu malam-malam, ada laporan bahwa anak anda..."


Melihat pria setengah baya menatapnya dengan tajam pak dir merubah kata-katanya.


"Maksud saya anak itu sudah berpindah ke Land of Valiant."


Ayah Arya hanya meresponnya dengan senyum kejam.


"Lalu tunggu apa lagi...."


Setelah keheningan singkat ayah Arya menambahkan.


"Segera habisi."


Dengan satu titah dari ayah Arya pak Dir segera meresponnya.


"Segera dilaksanakan tuan," katanya dengan hormat.


"Saya tunggu kabar baiknya."


"Baik tuan."


Setelah itu pak Dir keluar ruangan dan menyisahkan ayah Theo sendiri di dalam ruangan.


Terdengar sebuah benda yang dipatahkan yaitu pulpen yang ada ditangan ayah Arya.


"Akan kuhancurkan kau..."


*******************************


Disebuah rumah besar didalam kamarnya yang luas dengan dua kapsul permainan terdapat dua orang pria sedang berbincang yang satu pria tampan sibuk didepan komputer dan satunya pria gendut tiduran dengan menopang kepalanya sambil memakan keripik.


"Apa yang kau cari lagi bodoh," tanya si pria gendut.


Arya tidak merespon dan masih terus mencari karena sepertinya masih belum mendapatkan apa yang dia cari.


"Hei aku bicara padamu," katanya sambil melempar camilan didepannya.


"Ukh... dasar Gorilla," katanya marah sambil membersihkan bajunya.


"Aku kan sudah memanggilmu...sudahlah apa yang sedang kau cari?"


"Aku mencari quest lanjutanku membunuh goblin tetapi peta Land of Valiant sangat luas dan aku belum menemukan habitat tinggal goblin," keluh Theo.


"Hmm...coba kau ke hutan Ghoran aku pernah mendengar ada penduduk desa sekitar diserang oleh sekumpulan goblin."

__ADS_1


"Benarkah," Theo menoleh kearah Boby mulai tertarik dengan ceritanya.


"Begitu dong, coba kau jelaskan dari awal aku pasti membantumu," katanya dengan mengejek.


Theo berusaha menahan wajahnya yang masam demi mendapatkan informasi ini.


"Ceritakan padaku."


"Apa, aku tidak dengar," kata Boby dengan menggoda.


"Tuan muda tolong ceritakan padaku," kata Arya dengan dahi berkerut.


"Iya-iya baiklah jika kau memaksa akan kuceritakan," ucapnya dengan terkikik karena melihat Theo duduk didepannya dengan bersimpuh.


Boby mulai menjelaskan semua yang dia ketahui.


"Di desa Falldrif pernah ada laporan penduduk desanya diserang oleh sekumpulan goblin kemudian warga desa itu membuat permohonan ke guild untuk dilakukan pembasmian, para playerpun mendatangi desa itu tapi sekian lama mereka berjaga tidak ada goblin yang menyerang akhirnya para player memutuskan menyerah pada quest itu dan pergi,"


"Hanya itu saja ceritamu," protes Theo.


"Dengarkan dulu orang sampai selesai bodoh."


Boby yang geram melanjutkan ceritanya.


"Dua hari setelah para player pergi para goblin mulai menyerang lagi dan lagi-lagi penduduk desa membuat permintaan kali ini kepada guild serta kerajaan setempat, dan sama dengan yang tadi para goblin tidak menyerang, karena kesekian kalinya, akhirnya para guild dan kerajaan memutuskan bahwa itu adalah keisengan para penduduk dan sejak itu tidak ada yang mengambil quest itu."


"Wooow luar biasa sepertinya aku harus mengecek desa itu dan mengambil questnya," ujar Theo.


Theo diam sejenak dan mulai menjelaskan.


"Setidaknya aku harus menjadi lebih kuat lagi, kau tahu sendiri kan aku bahkan tidak berkutik menghadapimu, lalu kau lihat serangan Catrain yang membumi hanguskan para Orc itu serta Lynna dan yang lain bisa menghadang tiga Orc sendirian sementara aku dua Orc saja kesusahan."


"Hei sadarlah, kau sendiri yang bilang bahwa kamu Summoner bukan Swordsman dan jobmu adalah support jadi wajar jika mereka akan menjadi lebih kuat dan kau punya strategi yang brilian dalam situasi apapun, seumur hidupku aku tidak pernah melihat orang yang bisa membuat strategi sepertimu jadi bersemangatlah."


Boby berusaha menghibur Arya karena melihat sahabatnya kesusahan.


"Lalu apa rencanamu?" tanya Boby.


Arya berpikir sebentar dan dengan tegas mengutarakan pikirannya.


"Aku akan menuju tempat sesuai dengan petunjukmu tetapi sebelum itu aku akan memperkuat goblinku dengan skill-skill yang sudah aku pilih di komputer tadi."


Boby salah sangka mengira sahabatnya akan putus asa tetapi ternyata dia sudah membuat rencana untuk memperkuat dirinya seolah hiburannya tidak ada gunanya.


"Baiklah lebih baik aku segera login," kata Arya sambil berdiri dari lantai dan menuju kapsul.


***************


[Selamat datang player Theo]

__ADS_1


Begitu login pertama kali Theo segera mengecek statusnya.


Theo


Level : 41


Ras : manusia


Job : Summoner.


Title : Goblin expert, Insect Repellent, Fire Fist, Forest king, Dragon Slayer, Wolf Expert, Elf Tribe.


Fame : 770


Str : 21+5


Agi : 12


Int : 21+11


Vit : 11


HP : 150


MP : 125+55


Capacity : 28+25


Skill : [Capture, Release, Summon, Call, First Aid , Asklepios Sight, Goblin Warcry, Spell Scave, Einherjar Gift, Double Slash, Triple Slash, Triple Attack, Blink Step, Haste, Bullet Spear, Air Curtain, Wave Slash, Dark Mist, Fire Blaze, Fusion, Ice Tower, Agile Boost, Sage Seal, Eye of Precision.]


Point distribution : 12


Equip : Ring of Power, Artog Ring, Lassart Glove, Hertan II


Tidak ada yang berubah dari statusnya selain penambahan dua level tetapi Theo masih dapat memperkuat dirinya dengan memberikan skill pada goblinnya, masih banyak Goblin yang belum diberikan skill D sehingga Theo memutuskan untuk mencari skill yang cocok untuk goblinnya.


Untuk saat ini Theo kekurangan skill ultimate atau skill penghabisan, selama ini dia hanya menggunakan Bullet Spear menggunakan tombak Urcelos sebagai serangan terkuatnya berikutnya dia harus mencari serangan lain yang lebih dahsyat jika ingin bertahan di game ini.


Mungkin saran dari Boby cukup bagus yaitu dengan mempelajari Aura Sword tetapi untuk saat ini dia tidak memiliki ide bagaimana untuk dapat mempelajari Aura Sword ini.


Pertama dia ingin memberikan skill pada monster favoritnya yaitu Gotcha, selama ini Goblin kecil ini hanya bertarung dengan kecepatannya, Theo ingin memberikan Gotcha dengan serangan yang lebih cepat lagi dan dia sudah memutuskan skill apa yang cocok untuknya.


Skill yang diinginkannya tidak dijual di Skill Shop untungnya dia tahu dimana dia harus mencari skill ini dan kebetulan letaknya tidak jauh dengan Kota Igana yaitu di bukit Karvin.


Bukit Karvin berada di timur kota Igana dibukit itu dipenuhi dengan monster tipe kecepatan salah satunya monster yang diincar Theo dan kebetulan juga saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencarinya saat bulan purnama.


Theo segera menuju kota Igana dengan Warp Gate dan keluar dari gerbang sebelah timur.


Setelah melewati Igana Forest sambil menghindari para monster karena ingin menghemat tenaga, Theo keluar dari hutan dan melihat sebuah bukit luas dengan rerumputan yang lebat seperti menyembunyikan kengerian dari para monster yang tinggal disana.

__ADS_1


"Spell Scave"


__ADS_2