Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Sage Seal


__ADS_3

Sebuah pemberitahuan muncul bersamaan dengan rasa sakit yang diterima Theo karena Sinkronisasi 100%.


"Sudah menyerahlah petualang," terdengar suara Omars yang tertawa terbahak-bahak sementara Edmund sangat terpuruk.


"Sudah tidak ada harapan," kata Edmund dengan punggung merosot.


Theo yang masih merintih kesakitan melihat mereka bertiga mulai memojokannya.


Mereka bertiga sudah yakin jika petualang didepannya akan menjadi seonggok daging tetapi mereka heran kenapa pria depannya menunjukan seringai kejam.


"Kau menyerahlah ini sudah berakhir," Elmar mencoba memperingatkan.


"Entahlah," Theo hanya menjawab satu kata dengan senyum liciknya.


"Sekarang giliranku."


"Dark Mist"


Sebuah asap menyelimuti tubuh Theo dan luka yang didapatnya tiba-tiba mulai menutup dan menyembuhkannya.


Melihat kejadian didepannya Elmar dan yang lain berniat menghabisi Theo secepatnya.


"Spell Scave"


"Shadow Walk"


Theo mengcopy skill milik Ghost dan menghilang dari hadapan mereka.


Elmar dan yang lain kebingungan dimana dia sehingga hanya bisa mengucapkan sumpah serapah.


"Keluar kau pengecut!" hardik Elmar.


"Sabarlah ketika darahku sudah pulih aku akan keluar," ejek Theo


Mereka bertiga tidak membiarkan Theo pulih begitu saja dan berusaha mencari Theo dengan skill deteksi.


"Detect"


Ruven berusaha mendeteksi keberadaan Theo dengan skillnya tetapi usahanya sia-sia karena Shadow Walk skill yang lebih tinggi dari Cloak milik Assassin dimana skill tersebut bukan hanya menghilangkan suara tetapi juga hawa keberadaan.


"A-aku tidak berhasil menemukan dia," kata Ruven dengan panik.


Setelah beberapa menit berlalu Theo muncul tepat dibelakang Nathal dan melakukan serangan combo.


"Double Slash"


"Triple Slash"


"Slash"


Dalam sekejap darah Nathal terkuras habis.


[Nathal meninggalkan pertarungan]


[Perhatian Player Theo tidak dapat menggunakan pedang]


Theo menukar pedang dengan Urcelos Spear.


meskipun sempat terkejut, begitu melihat Theo, Elmar segera menerjangnya tetapi kali ini Theo dapat mengimbanginya karena sama-sama menggunakan tombak.

__ADS_1


Meskipun begitu Elmar hanya mencoba mengalihkan perhatiannya karena Ruvenlah yang akan memberikan serangan penghabisan.


"Aku sudah menduganya," seringai Theo.


"Thunder Field"


Theo menancapkan tombaknya ke rerumputan dan membuat sekitarnya menjadi medan listrik, Elmar dan Ruven yang hendak menyergapanya mengalami kelumpuhan.


[Elmar terkena Paralysis]


[Ruven terkena Paralysis]


Semua itu berkat Tracker Bracer milik Theo yang bisa mendeteksi keberadaan Ruven, begitu mendekat Theo tinggal mengaktifkan skill tombaknya.


Dengan satu tebasan di leher, Ruven langsung meninggalkan pertandingan


Elmar yang tidak bisa bergerak hanya bisa memaki dan memberikan ancaman kosong.


"Sialan kau lepaskan...."


"Ice tower"


Sebuah es keluar dari bawa Elmar dan membekukannya hingga dia tidak bisa berkata lagi.


"Diamlah" ucap Theo dengan nada dingin


[Elmar meninggalkan pertarungan]


[Pertarungan dimenangkan oleh Theo]


Semua orang terdiam termasuk Omars yang hanya bisa terperangah dengan pertarungan Theo, hanya Edmund yang berteriak kegirangan.


Theo berjalan pelan mendekati Omars hingga berada didepannya.


"Aku menang," kata Theo tenang.


Omars yang masih berdiri kaku tidak bisa menyembunyikan perasaan terkejutnya, bagaimana mungkin seorang petualang bisa mengalahkan 3 petarung terkuat dari desa Elf seorang diri.


"Sekarang ajari aku skillmu," pinta Theo.


Omars tidak bisa mengelak meskipun enggan, janji tetaplah janji dia tidak bisa mengingkarinya, terlihat kerutan diwajahnya saat akan membalikan badan.


"Ikuti aku manusia."


Theo tidak menjawab dan langsung mengikutinya, Omars sepertinya membawanya ke kediaman miliknya, ruangannya hampir sama dengan milik Tetua Zevlar.


"Duduklah" perintahnya dan Theo mengikutinya.


"Asal kau tahu sebenarnya skill ini tidak bisa diajarkan hanya dapat diwariskan dan yang seharusnya menerimanya juga bangsa Elf yaitu anakku bukan orang luar sepertimu."


Theo hanya diam mendengarkan dan tidak meresponnya.


"Tetapi janji yang kuucapkan kepada dewi Isell benar-benar tidak dapat dilanggar maka akan kuwariskan skill milikku Sage Seal kepadamu manusia."


Tubuh Omars mengeluarkan cahaya dan cahaya tersebut berkumpul menjadi satu diatas kepalanya membentuk sebuah bola bercahaya, yang berpindah dan memasuki tubuh Theo melalui kepalanya, rasa hangat tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya disusul dengan sebuah pemberitahuan.


[Berhasil menyelesaikan quest, Anda mendapatkan skill Sage Seal]


"Berhasil!" Theo kegirangan tetapi hanya sebentar dan mengembalikan ekspresinya ke semula karena Omars menatap tajam kearahnya.

__ADS_1


"Baik tetua terima kasih sudah mewariskan skillmu kepadaku dan aku akan menggunakan dengan sebaik-baiknya."


"Bah! Pergilah urusan kita sudah selesai manusia!" usir Omars.


Theo tidak menunggu perintah dua kali, dia berdiri lalu menundukan kepala dan meninggalkan ruangan Omars menuju Tetua Zevlar dimana Tetua Zevlar sudah diluar ruangan menunggu Theo mendapatkan hadiahnya.


"Tetua, saya sudah melewati ujian biarkan saya menerima quest dari anda."


Tetua Zevlar mengerti apa yang diinginkan Theo dan sebuah pemberitahuan muncul dihadapan Theo.


DING


Quest : kalahkan Orc Knight di Fairy Garden dan ambil Aqualith


Kesulitan : D


Syarat : lulus tes dari Zevlar


Hadiah : Spring Orchid


Gagal : tinggalkan desa Leafald dan rahasiakan sampai akhir hayat


Terima/Tolak


Theo menerimanya dengan cepat dan langsung berpamitan kepada tetua Zevlar.


"Saya akan pergi dan tunggulah kabar baik dari saya."


"Hati-hati petualang semoga berhasil."


Setelah berpamitan Theo segera keluar bersama Edmund melalui terowongan batu tempat dia pertama kali masuk.


Setelah keluar Edmund sepertinya sedang gelisah.


"Ehm...Theo."


"Ya?" Katanya sambil jalan


"Anu...apakah aku boleh pergi lebih dahulu sepertinya aku juga tidak terlalu berguna jika menghadapi para babi galak itu."


Theo baru sadar jika Edmund masih mengikutinya, tentunya dia ingin merasakan udara diluar lagi karena pasti bosan tiap memasuki game dia dipenjara dan tidak bisa berbuat apa-apa, jika Theo jadi dia sudah lama akan membuat karakter baru.


"Ya ampun...maaf Edmund aku lupa, silahkan saja jika ingin pergi, aku tahu perasaanmu dan terima kasih atas bantuanmu kapanpun butuh bantuanku hubungi saja aku."


"Tidak kaulah yang membantuku, aku sangat bersyukur bertemu denganmu hingga aku bisa menghirup udara luar lagi."


Mereka sama-sama tertawa dan setelah menambahkan ke daftar teman mereka berpisah.


Theo kembali sendiri dan menurutnya justru lebih aman jika sendiri karena dia tidak perlu mengkhawatirkan temannya yang perlu dilindungi.


Pertama Theo perlu mencari letak kehidupan Orc di Fairy Garden karena ada banyak titik apakah Theo harus menghabisi mereka semua yang sangat menghabiskan waktu atau hanya perlu Orc Knight dengan armor hitam.


Pertama Theo mengeluarkan semua monsternya kecuali Gornage, Gort dan Gald karena mereka besar dan tidak akan berguna untuk misi pencarian.


Theo memerintahkan semua monsternya untuk berpencar mencari Orc dengan Armor hitam.


"Silphie gunakan skill Charmmu untuk menambah bala bantuan, sebisa mungkin hindari pertarungan dan sekarang cepat pergi," perintah Theo.


Yang paling cepat adalah kedua serigala dilanjutkan Gotcha dan Ghost yang langsung menghilang dan yang paling lambat adalah Gupi tapi biarlah dia bisa bersembunyi jika ada monster liar.

__ADS_1


__ADS_2