
Mereka semua mulai berebutan item yang mereka inginkan tapi kebanyakan memilih power potion yang harganya mahal.
"Bunga lavender blue itu milikku," sergah Isana.
Theo melihat mereka semua puas dengan item yang mereka dapatkan termasuk Catrain dan Isana yang masih tersenyum menatap bunga yang diambilnya.
"Untuk berikutnya kalian bisa membelinya dengan diskon 30% atau menukarnya dengan item atau barang."
"Apa 30%! Aku akan menghubungi ayahku untuk memborong semua potion itu," ucap Dana.
"Hentikan! item ini hanya digunakan untuk anggota Guild bukan untuk diberikan, jika ingin membeli silahkan ke Bardar Shop, aku akan melarang bagi siapapaun untuk membeli item dan diperdagangkan dari guild ini," tegas Theo.
Mereka semua mengangguk dan akan mematuhinya.
"Maafkan aku, aku akan mematuhinya sesuai perintahmu," sesal Dana.
Jika Theo tidak memberi peraturan itu item di penyimpanan akan terjual dan tidak akan memperkuat Guildnya.
"Baiklah karena Guild sudah terbentuk bagaimana jika membentuk party dan melakukan Raid untuk merayakannya," kata Scand berusaha mencairkan suasana.
"Ide bagus tuan Scand," sambut Gain dengan mengaitkan tanganya dengan Scand dan mereka semua menyetujuinya.
"Bagaimana jika menjalankan questku," usul Isana.
"Apa Questmu Nona Cantik bagaimana jika hanya kita berdua saja," usul Scand dan terdengar protes dari mereka semua.
"Mesum."
"Pemanah Cabul."
"Mata keranjang."
"Mati sana."
Mendengar cacian mereka membuat Scand menyusut di tempat duduknya.
Boby tidak menyangka masih ada yang lebih vulgar dari dirinya.
"Apa Questmu Isana," tanya Rannard.
"Silahkan lihat sendiri."
Isana membagikan questnya kepada mereka semua.
Populasi Orc di Lanideen Forest telah meningkat pesat sehingga menganggu pemukiman warga sekitar.
Misi : hancurkan Orc di Lanideen Forest
Kesulitan : C
__ADS_1
Batas waktu : 3 hari
Syarat : -
Hadiah : 10 emas, 100 Fame , affinity dengan desa Lanideen meningkat
Terima/tolak
Semua menerima misi tersebut, meskipun hadiahnya tidak seberapa tetapi level kesulitan C membuktikan kumpulan Orc ini sangat kuat.
"Darimana kau mendapatkan quest ini karena letak Lanideen Forest cukup jauh dari sini, desa itu terletak di sebelah barat jauh kota Rudovan," tanya Rannard.
"Kebetulan aku sedang mencari tanaman dan bertemu penduduk desa sekitar Lanideen Forest dan mereka memberikan quest ini," kata Isana berusaha menjelaskan.
"Baiklah bagaimana jika kita segera berangkat menggunakan Warp Gate untuk pergi Rudovan City," usul Theo dan mereka semua segera berdiri.
Setelah menandatangani kontrak mereka segera menuju tempat Warp Gate dan menggunakannya, begitu sampai di Rudovan City mereka berjalan menuju Barat dan keluar dari gerbang sebelah barat.
Saat menyusuri hutan banyak monster yang menghadang tetapi dengan cepat party Theo menghabisinya.
Rudovan Forest penuh dengan habitat monster tipe binatang terutama Red Horn Bear sejenis beruang memiliki tanduk berwarna merah dikepalanya sebenarnya tidak ada bedanya dengan beruang lain kecuali cakarannya yang mengandung api, bagi yang terkena serangannya akan menimbulkan efek Burn, Theo dan partynya mulai memasuki tempat kawanan hewan raksasa itu tinggal, biasanya para player akan menghindari tempat itu dan lebih memilih jalan lain karena jumlahnya yang banyak tetapi kaelompok ini sepertinya tidak punya rasa takut dan tetap menerjangnya.
Red Horn Bear memiliki drop item yang mahal tetapi persentase dropnya hanya sekitar 3% sehingga rata-rata player tidak ingin mencarinya.
"Sepertinya ini akan menjadi pemanasan yang bagus," ucap Boby dengan percaya diri yang disambut tatapan ngeri oleh party Gain.
"Ka-kalian yakin akan menyerang mereka," kata Gain yang sedikit ketakutan.
"Jika mengalahkan para beruang ini tidak bisa bagaimana mungkin kita bisa mengalahkan para Orc itu," kata Theo dengan tersenyum.
"Bagaimana strategi kita?" Tanya Raissa dan mereka semua menatap kearah Theo.
Theo berpikir sejenak dan setelah melihat tempat sekitar segera membuat keputusan.
"Melihat dari tempat ini kita akan membagi menjadi 3 tim dan menyerang dari ketiga arah tersebut, tim pertama berisi kelompok Lynna, Gain, Raissa dan echo yang sudah memiliki kekompakan akan menyerang dari sebelah kiri, tim kedua dengan Garahad sebagai tanker dibantu Scand, Isana dan Ranard yang menyerang dari arah kanan dan yang terakhir penyerang tengah akan dilakukan oleh Catrain, Dana akan bergerak sendiri mengincar beruang yang lengah dan aku akan menjadi Support kalian semua, satu lagi jangan menyerang menggunakan serangan tipe api karena tidak berefek kepada mereka."
Dengan arahan dari Theo mereka mempertimbangkannya dan memutuskan memang strateginya adalah yang terbaik meskipun ada sebagian yang mengganjal.
Theo memutuskan menjadi Support karena melihat kelompoknya sudah memiliki damage yang besar.
"Kita bersama-sama lagi nona cantik," kata Scand dengan senyum menjijikan yang membuat Isana berdecak.
"Darimana Ketua mengetahui monster ini kebal terhadap api," tanya Raissa karena serangannya mayoritas tipe api.
"Aku mempelajarinya dari Forum dan aku juga mempelajari banyak monster di Land of Valiant kalian juga harus mempelajarinya juga agar dapat menggunakan strategi yang tepat."
Theo menyarankan itu karena rata-rata partynya baru saja promosi ke Land of Valiant.
"Tunggu ketua bagaimana mungkin penyerang tengah sendirian, aku sendiri mungkin bisa memberikan damage besar tetapi bagaimana dengan pertahanan..." protes Catrain
__ADS_1
"Summon"
Theo mengeluarkan Gort yang membuat Catrain tidak melanjutkan kata-katanya.
"Ada keluhan."
"Tidak ketua."
"Tapi Theo daripada menjadi Support lebih baik kau menjadi penyerang lagipula apa yang bisa kau lakukan dengan menjadi Support," usul Rannard.
"Summon"
Kali ini Theo mengeluarkan Silphie yang membuat mereka terheran-heran.
"Ka-kau juga memiliki monster ini."
Rannard kaget ternyata Theo memiliki monster tipe penyembuhan juga.
"Berapa monster yang kau punya sih," kata Dana.
"Lu-lucunya."
Catrain menatap Silphie dengan matanya yang membesar dan terlihat lucu bagi Theo, wanita yang biasanya selalu tegas ternyata bisa bersikap imut juga.
"Ehm ehm," deheman Lynna membuyarkan imajinasi Theo.
"Ke-ketua bolehkah aku memeluknya," kata Catrain dengan penuh harap.
"Silahkan saja," kata Theo dengan setengah tidak peduli.
Begitu mendapat persetujuan dari Theo Catrain segera menerkam Silphie dan memeluknya dengan erat lalu menggosok-gosokan ke pipinya.
Silphie yang meronta-ronta tidak dapat melepaskan diri dan semakin erat Catrain memeluknya sehingga dia hanya bisa pasrah.
"Sudah cukup ayo segera kita selesaikan," perintah Theo membuat Catrain melepaskan Silphie dan kembali ke ketegasannya seperti biasa.
Mereka semua bersiap sesuai dengan rencana dan hanya menunggu aba-aba dari Theo.
MULAI
semua secara serentak menyerang dari tiap posisi membuat para Red Horn Bear terkejut dan kebingungan.
"Rapid Shoot"
Dari sebelah Scand melakukan tembakan secara beruntun dengan kecepatan tinggi yang mengincar titik vital dari beruang bertanduk merah.
Theo melihat serangan Scand semakin cepat dan akurat.
Echo tidak mau kalah dia juga melakukan tembakan beruntun meskipun tidak secepat dan seakurat Scand tetapi tembakannya memiliki damage lebih besar dari Scand.
__ADS_1
Theo mengamati meskipun sama-sama Archer tetapi petumbuhan mereka berbeda yang satu fokus pada kelincahan dan kecepatan satunya fokus pada kekuatan.