
Di pusat kota Surabaya ada sebuah hotel bintang 5 di dalamnya terdapat restoran bergaya Italia di salah satu meja terlihat dua pria yang satu berbadan gendut satunya berparas tampan.
Arya yang tiap hari rambutnya acak acakan sekarang menggunakan minyak rambut dengan setelan hitam membuatnya tampak seperti eksekutif muda.
Karena hari ini adalah hari libur Boby mengajak Arya ke restoran Italia sesuai dengan janjinya.
"Hei bodoh hentikan itu," kata Boby yang sedari tadi risih melihat temannya memegangi lehernya.
"Kenapa kita harus berpakaian begini jika kau ingin mencekikku bilang saja tidak perlu memakai dasi segala."
"Dengar ya temanku yang tolol restoran ini restoran mewah bukan kantin sekolah, ada dresscode yang harus dipatuhi jadi hentikan itu."
Meskipun enggan Arya berhenti menarik dasinya ketika pelayan datang menghampirinya.
"Anda ingin memesan apa tuan?" Tanya pelayan itu dengan sangat sopan.
Arya tidak tahu apa yang harus dipesan karena tidak disediakan menu jadi dia menyuruh Boby untuk memesannya.
"Saya memesan untuk appetizer crostini dan maincourse Shrimp Fra Diavolo serta Ravioli."
"Lalu untuk Dessert tuan?"
"Saya pesan Panna Cotta."
"Baik silahkan ditunggu"
Arya memperhatikan Boby dan pelayan itu dengan Shock, dunia ini sungguh aneh bagaimana mungkin orang yang tiap harinya bertingkah layaknya seekor gorila bisa berbicara dengan elegan.
Setelah pelayan pergi Arya mulai berceloteh lagi.
"Kenapa kau tidak memesan Leonardo Davinci," kata Arya dengan terkikik.
"Diam kau dan jangan berisik di restoran ini, nanti orang mengira kita pacaran."
Wajah Arya memerah mendengar perkataan Boby.
"Kau gila siapa yang pa..."
"Arya!"
Terdengar suara wanita menyebut namanya dari kejauhan, Arya dan Boby menoleh ke arah suara tersebut.
Seorang gadis berjalan mendekati meja mereka.
Arya dan Boby terpana melihatnya dia adalah Varia.
Dengan memakai gaun biru dan rambut disanggul menambah keanggunannya.
Varia tiap harinya terlihat cantik sekarang terlihat bagai putri di suatu kerajaan.
"Halo," Sapa Varia dengan senyum manisnya.
"H-hei," Jawab Arya dengan terbata sementara Boby tidak dapat menjawab maupun berkedip.
"Kamu tampan sekali aku hampir tidak mengenalimu Arya."
Arya tahu tidak sopan jika dipuji tidak balas memuji dan tampaknya Varia juga menunggu itu.
"K-Kamu juga cantik sekali hari ini," puji Arya
Tetapi tiba tiba wajah Varia berubah kesal.
"Hari ini? maksud kamu biasanya aku tidak cantik."
"Hah."
"A-Anu maksudku..."
Dan Varia tertawa puas melihat Arya kebingungan.
"Aku becanda Arya."
"Hei ayolah jangan membuatku kesusahan."
Mereka berdua tertawa dan suasana canggung juga telah menghilang.
"Iya-iya aku adalah manusia tak terlihat kalian lanjutkan saja bermesarannya."
Boby yang sedari tadi melihat mereka sangat penasaran bagaimana mungkin Varia bisa sangat dekat dengan Arya.
"Oh maafkan aku kamu juga tampan Bob."
"Aku tidak menerima pujian yang tidak tulus."
"Tapi memang benar kamu tampan kok" kali ini Arya yang memuji
__ADS_1
"Diam kau brengsek."
Mereka bertiga tertawa.
"Dengan siapa kamu kesini Var?" Tanya Boby.
"Pasti dengan pacarmu kan," sambungnya sambil menggoda.
Arya juga penasaran.
"Sembarangan aku kan tidak punya pacar," ucap Varia dengan sedikit melirik kearah Arya.
"Aku dengan temanku tapi dia sepertinya tidak jadi datang karena ada keperluan mendadak," keluh Varia.
"Oh apakah aku boleh bergabung dengan kalian?"
Sebelum Arya sempat menjawab Boby langsung mengiyakan.
"Tentu saja silahkan dengan senang hati."
Saat Boby mempersilahkan duduk Varia langsung duduk di dekat Arya membuat Arya tersentak.
"Terima kasih," ucap Varia dengan senyum.
'Tampaknya aku tidak ada harapan,' batin Boby.
"Oh iya mau pesan apa kau Var?" tanya Boby.
"Sama seperti kalian saja."
"Tapi dia pesan Leonardo Dicaprio," gurau Arya.
Mendengarnya Varia tertawa sampai matanya berair.
"Teruskan saja nanti pisau makan ini bakal menancap dikepalamu," ancam Boby dengan seringai lebar.
"Hei ayolah becanda."
Setelah cukup lama menunggu makanan datang secara berurutan dari menu pembuka sampai menu utama dan mereka makan dengan bercanda dan tertawa.
"Ngomong-ngomong kalian ada acara apa makan mewah disini?" tanya Varia.
"Ini karena permintaan si bodoh ini," ucap Boby sambil menunjuk dengan garpu.
"Wow kamu ada bisnis apa Arya kenapa tidak pernah bercerita."
"Tidak bukan bisnis hanya permainan game, kamu tahu kan game New World."
"KAMU MAIN GAME ITU!"
Varia yang tiba tiba berteriak membuat kaget mereka berdua.
"H-hei Varia tenanglah membuat kaget saja nanti dikira kita berbuat macam-macam kepadamu," kata Arya sambil melihat orang disekitar dengan pandangan meminta maaf.
"Hmm.. aku menantangmu jika ingin macam macam denganku" tantang Varia dengan pandangan tajam dan senyum nakal menatap Arya.
'Gadis gila'
"Tapi serius Arya sejak kapan kau bermain New World?"
"Aku baru saja bermain sekitar 6 hari lalu"
"Aku juga berma...."
"Job apa yang kau ambil?" Varia terus bertanya dan menghiraukan Boby.
'Sudahlah aku cuma nyamuk' gerutu Boby
"Ehm...Summoner"
"Hah..."
Varia terkejut membuat bulu matanya rontok.
"Kenapa kau memilih job itu kan banyak job yang lain," Sergah Varia sambil memegang kerah baju Arya.
"Hm... ceritanya panjang lain waktu akan kuceritakan tapi lepaskan aku kumohon."
"Oh..maaf hehe."
"Aku juga bermain sebagai Swordman tipe Fencer nanti akan kulindungi kau," tambahnya dengan mengepalkan tangannya penuh semangat.
'Lihatlah gadis ini'
Arya tidak menyangka Varia yang terkenal cantik dan anggun di sekolah bisa menunjukan sosok dirinya yang lain dan Arya senang melihatnya.
__ADS_1
"Arya mana IDmu biar aku invite dan punyamu juga Bob."
Boby yang dari tadi terlihat murung kembali ceria.
"Kalian level berapa?" Tanya Varia lagi.
"Aku level 45 dan si bodoh ini masih level 16," ucap Boby dengan dagu terangkat.
"Hah kamu sudah level 45?"
"Iya dong," kata boby masih dengan senyum bangganya.
"Sayang sekali aku level 23 kita tidak bisa berparty kamu sudah di Land of Valiant dong"
"Hah ... tunggu."
"Berarti tinggal kita berdua Arya dengan beberapa temanku kita bisa party."
"Bukan begitu maksudku..." desah Boby yang terduduk lemas.
"Wah sayang sekali yah level Boby sudah tinggi" kata Arya terbahak-bahak.
"Sudah cukup kubunuh kau."
"Hei hentikan nanti kita bisa diusir," lerai Varia.
Dan mereka makan sambil berbincang seperti teman akrab.
Tidak terasa waktu sudah berjalan sejam dan mereka hendak pulang, mereka menunggu di depan hotel.
"Terima kasih sudah mentraktirku lain kali biarkan aku yang mentraktir kalian" kata Varia
"Tidak masalah lain kali kita bersenang-senang lagi jika ada waktu, naik apa kau pulangnya?" Tanya Boby
"Oh aku sudah memesan taksi Kapan kita bisa party Arya ada quest yang ingin aku selesaikan."
Arya penasaran dengan questnya.
"Quest apa yang kau jalankan?"
"Raja Hutan Urcelos."
"Wow quest luar biasa yang belum pernah diselesaikan siapapun."
"Betul sekali sudah 4 kali aku gagal dan 1 orang partyku seorang tanker sudah menyerah karena kehilangan beberapa item andalannya."
"Tapi aku hanya seorang Summoner bagaimana aku bisa membantu party kalian."
"Tidak apa-apa semua job pasti ada gunanya jika tahu caranya."
"Benar sekali, Arya inilah satu satunya orang yang menerima qu..."
Belum sempat menyelesaikan kata-katanya Arya menyikut rusuk Boby.
"Uhuk..."
"Kenapa Bob?"
"Ti-tidak apa apa hanya tersedak makanan tadi."
"Baiklah Var aku akan bergabung kapan Kamu menjalankan questnya?"
"Ehm... kemungkinan 3 hari lagi nanti aku kabari lagi, oh iya kalau begitu berikan nomormu."
"Hah."
"Iya kenapa tidak boleh?" Ucap Varia dengan wajah galak
"Ti-tidak tentu saja boleh ya kan Bob haha."
"Bodoh amat."
"Taksiku sudah datang aku pulang dulu ya terima kasih makanannya sampai jumpa di sekolah Arya kau juga Boby."
Sesudah taksi Varia pergi mereka berdua masih memandanginya sampai hilang dari pandangan.
"Hei bodoh dia menyukaimu."
"Hah...kau gila ya mana mungkin wanita cantik seperti dia menyukaiku." Bantah Arya
"Aku tahu kamu bodoh tapi tidak kusangka sebodoh ini," Boby menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin kan dia hanya cewek yang baik kepada siapa saja."
'Benar tidak mungkin kan.'
__ADS_1