Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Lighning Speed


__ADS_3

Lynna menebas hanya dengan serangan biasa karena pada saat menggunakan skill ini penggunanya tidak dapat menggunakan skill lain.


Menebas, menebas, menebas dan menebas darah Urcelos berkurang dengan drastis membuat Urcelos marah tetapi apa daya tiap ayunan tombaknya hanya mengenai udara.


Terlihat darah Urcelos tinggal 10% party Lynna bersorak gembira dan berteriak menyemangatinya.


Theo pun berpikir Lynna juga akan menang karena setahu Theo skill Lighning Speed adalah gerakan secepat kilat selama 3 menit dan itu skill rank A sangat mahal, yang membuatnya kepikiran adalah efeknya membuat pengguna mengalami efek tersetrum setelah pemakaiannya membuat gerakannya melambat.


Urcelos yang akan mati tiba-tiba membuat gerakan mengangkat senjatanya dan Lynna sudah bersiap menancapkan pedangnya tetapi kali ini gerakannya lain Urcelos yang sekarang menancapkan senjatanya ke tanah dan medan listrik menyebar di sekitarnya membuat Lynna yang berada didekatnya terkena setruman.


[Player Lynna terkena Paralysis]


Mereka yang memperhatikan dari luar terlihat wajah keputusasaan.


Urcelos mendatangi Lynna yang hanya bergerak mematung dan mengayunkan dengan lebar tombaknya menghantam Lynna dengan telak membuatnya terlempar sampai ke tepi pembatas.


[Player Lynna dalam keadaan sekarat]


Darah Lynna yang sudah merah hanya dengan satu pukulan ringan dia akan mati.


Theo dan yang lain meneriakinya agar keluar dari tembok dan ada yang menggantikannya.


"Gain bersiaplah gantikan Lynna" perintah Echo dengan cemas.


"Tidak...tidak...tidak mungkin aku bisa menahannya dia terlaku kuat kita sudah selesai," kata Gain Frustasi.


"Bicara apa kau Brengsek berikutnya Lynna akan mengalahkannya!" teriak Echo.


"Kau tidak lihat serangan terakhir bos biadab itu membuat Lynna tak bisa bergerak dan dihantam dengan brutalnya."


"Sudah jangan bicara cepat gantikan Lynna."


"Kenapa tidak kau saja!"


Mereka berdua malah bertengkar dan Raissa juga mematung tidak tahu apa yang akan diperbuatnya.


Theo melihat party ini akan selesai jika tidak diambil alih.


Lynna yang merangkak berhasil keluar dari pembatas meskipun dengan susah payah dan Urcelos tidak mendekatinya melainkan menunggunya dengan darahnya yang kembali penuh serta pasukan elfnya kembali ke pepohonan.


Theo membaringkan Lynna sambil memberinya Health potion.


"Hei tenang lah minum ini dulu," kata Theo berusaha menenangkannya.


Echo dan Gain yang sedari tadi adu mulut dihentikan oleh Theo.


"Kalian hentikan, biar aku yang mengalahkannya."


"KAUUUU!!!"


Gain yang mendengarnya langsung naik pitam.


"Kau Summoner sampah bisa apa kau jangan pikir dengan goblin mahalmu itu kau bisa mengalahkannya."


"Theo jangan bercanda kau lihatkan seperti apa monster itu," kata Echo yang kembali tenang.


"Hentikan kegilaanmu kita sudah gagal dan...."


Theo tidak menjawab dan hanya memegang pundak Gain.


"Gain kenali dirimu, kenali musuhmu dan bertarunglah."


"Hah!"


Mendengar kata kata itu Gain mematung tidak percaya.


"K-kau jangan-jangan..."


Theo tidak mendengarkan lanjutan kata kata Gain dan langsung memasuki pembatas


"Gain kenapa tidak kau hentikan Theo kau..." sergah Echo.

__ADS_1


"Tidak- tidak kita pasti menang," kata Gain dengan tertawa.


Kata kata Theo yang didengar Gain adalah kata kata penutupnya dalam permainan RTS.


"Hah...mana keputusasaanmu yang tadi."


Mereka semua memperhatikan Theo dengan seksama melihatnya berjalan santai.


"Sayang sekali kau akan mati ditanganku kuda binal," seringai Theo.


"Spell Scave"


Theo mengeluarkan pedang Silver Scarnya.


Mereka yang memperhatikan dari luar kebingungan bagaimana mungkin seorang Summoner memegang pedang bahkan Lynna yang darahnya sudah kembali tidak percaya melihatnya.


Urcelos berlari menyerang Theo dan Theo melambaikan tangannya.


"Summon"


Gort muncul langsung menghadangnya menyebabkan tabrakan tetapi Gort cukup kuat untuk menahannya.


Party Lynna sempat berpikir aneh-aneh seorang summoner bertarung sendiri sungguh tidak mungkin, sesuai dugaan mereka pasti Theo akan mengeluarkan summonnya.


Urcelos memukul Gort dengan tombaknya berkali kali tetapi dapat ditahan sempurna oleh Gort.


'Oke sudah dua menit.'


Theo menunggu Cooldown skillnya selesai.


"Gort"


Gort tahu apa yang diinginkan tuannya.


"Shield Bash"


Sebuah perisai menghantam Urcelos membuatnya terlempar.


"Goblin itu menggunakan skill milik Knight."


Mereka semua terkejut dengan Goblin milik Theo, tadi Fireball sekarang Shield Bash.


Theo berlari menuju Urcelos dengan pedang terhunus, Urcelos yang kembali sadar segera mengayunkan tombaknya ke arah Theo tetapi tidak ada Theo disana yang tersisa hanya udara.


"Blink Step"


Theo sudah dibelakang Urcelos dan memberikan tebasan beruntun


"Double Slash"


"Triple Slash"


"Slash"


[Perhatia....]


"Spell Scave"


Dengan sangat cepat Theo mengganti pedangnya dengan pedang besar.


"Smash"


Urcelos terlempar lagi membuatnya sempoyongan


[Perhatian Anda tidak dapat menggunakan senjata pedang.]


Party Lynna bahkan tidak dapat bernafas dengan apa yang mereka lihat di depan matanya.


"Gain apa kau melihat apa yang kulihat," tanya Echo masih meragukan matanya.


"Entahlah coba tanya Lynna aku juga tidak percaya dengan mataku,"

__ADS_1


Sementara Lynna dan Raissa hanya diam saja seolah masih mencerna apa yang dilihatnya.


Urcelos yang diserang secara sepihak bangkit kembali dan segera mengeluarkan petir andalannya.


"Gort"


Seperti petarung handal Gort sudah memahami maksud dari tuannya dan segera mengaktifkan Ellown Shield.


Petir yang menghantam party Theo berhasil diredam dengan kemampuan dari perisai dan Gort melemparkan kembali petir tersebut kepada Urcelos.


"Uarghhhh"


Urcelos kesakitan menerima serangannya sendiri.


"Oh Gain kamu lihat itu?" tanya Echo.


"Ya aku tahu."


"Dan kau menyebutnya anak kaya."


"Iya aku tahu."


Terdengar dari suara Gain yang ingin menangis.


"Dan kau juga mengatakan job sampah."


"Aku tahu bajingan diamlah."


Gain meneriaki Echo ingin menangis betapa bodohnya dia mengatakan idolanya job sampah Gain ingin mengubur dirinya sendiri karena malu.


Lynna yang memperhatikan Theo hanya bisa tercengang, Gain berhasil dihajar dengan petirnya sementara dia menghilangkan efeknya tetapi Theo malah memberikan serangan balik.


"Kurasa aku jatuh cinta," kata Raissa dengan memegangi pipinya.


Mendengarnya Lynna tiba tiba mengeluarkan aura membunuh dan mencengkeram kerah baju Raissa mereka semua terkejut melihatnya.


"A-ada apa Lynna?" kata Raissa dengan gugup.


Lynna yang kembali sadar mengatakan.


"Haha ada kotoran dibajumu"


'Mustahil,' kata mereka serempak dalam hati.


"Hei bos ayolah berikan aku perlawanan yang berarti dong," kata Theo meremehkan.


Urcelos menggunakan gerakan anehnya dan muncul lagi para elf pemanah.


"Sudah cukup basa basinya aku akan serius kali ini,"


"Summon"


Theo mengeluarkan semua pasukannya dan terlihat para pasukan garangnya.


"Whoaaa Gain kau lihat," seru Echo.


"Iya aku lihat aku tidak buta sialan."


Mereka semua melihat Theo tidak seperti Summoner tetapi lebih mirip seorang jenderal yang memimpin pasukannya, mereka melihat para goblin terlihat aneh mulai dari yang membawa dua pedang lalu ada yang membawa kapak yang sangat diinginkan Gain dan goblin yang terlihat lucu bisa mengeluarkan bola api.


Mereka semua kebingungan siapa Theo dan apa benar jobnya hanya summoner atau mungkin job rahasia.


"Saatnya serius," seringai Theo.


"Majuuu"


"Kikkkkk"


...**silahkan like dan comment...


...Comment kalian sangat membantu author bersemangat...

__ADS_1


...Negatife comment will be forgiven**...


__ADS_2