Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Menjadi Buronan


__ADS_3

"Gawat, gawat, gawat!" Arya berjalan hilir mudik dengan cemas dikamar Boby.


"Kenapa kau, tidak seperti kau saja," tanya Boby penasaran sambil berbaring di kasurnya.


"Ayahku."


"Kenapa."


"Dia tahu aku."


"Tentu kamu anaknya."


"Hei dengar ini bukan waktunya bercanda, ayahku tahu karakterku dan aku sedang diburunya."


"Hah!"


Mendengar ucapan Theo, Boby bangun dari tidurnya.


"Ba-bagaimana mungkin."


"Aku juga tidak mengerti tapi ada Ranker yang mengejarku namanya Wayne dan kulihat dia salah satu Ranker dari Guild Egotist."


"Ka- kau berhasil mengalahkannya," tanya Boby keheranan bagaimana mungkin Summoner bisa mengalahkan Ranker.


"Aku hanya beruntung."


Mereka berdua terdiam untuk waktu yang lama kebingungan dengan apa yang terjadi.


"Lalu apa yang akan kau lakukan," tanya Boby memecah keheningan.


"Aku juga tidak tahu yang pasti aku harus lebih waspada, ayahku pasti memerintahkan Guild bawah untuk memburuku."


"Sepertinya aku memang harus turun ke tempatmu," usul Boby.


"Jangan, tetaplah disana dan menjadi kuat aku akan mengatasinya."


"Tapi..."


"Percayalah padaku, akan kubuat mereka menyesal berurusan denganku."


Melihat mata Arya yang tajam Boby memutuskan untuk mempercayainya.


"Ya... sepertinya aku harus mempercayaimu...lalu apa rencanamu."


"...."


"Kau tidak punya rencana kan," ujar Boby.


"Masih kupikirkan."


"..."


'Bajingan ini...mungkin harus kupukul kepalanya,' batin Boby dengan jengkel.


"Ya pertama aku memerlukan bantuan teman temanku dan sisanya biar kuurus lagipula besok adalah harinya."


*************


Keesokan harinya sepulang sekolah Arya menuju suatu gang gelap tempat preman biasanya mangkal tetapi hari ini sepertinya tidak ada preman.


Arya menuju bangunan lantai dua yang terlihat suram, di papannya tertulis jasa pinjaman sebagai kedoknya didalamnya adalah kegiatan rentenir.


Hari ini adalah hari pembayaran hutangnya kepada para rentenir.


Untungnya Arya sudah menarik uang tunai untuk pembayarannya dari sisa 3 emas koin miliknya di New World.


Saat Arya memasuki pintu terlihat beberapa orang penuh codet dan bertato dan Arya melihat beberapa benda yang tidak asing.


Sebuah kapsul game tersusun sebanyak 10 buah.


"Wow lihat siapa yang datang," kata salah satu rentenir.


"Aku ingin membayar hutang," kata Arya berpura-pura memelas.


"Kau hebat juga bisa membayar bunganya tepat waktu meskipun naik harganya."


"Aku kesulitan mengumpulkannya," kata Arya.


"Itu urusanmu bukan urusanku."


Arya menyerahkan uangnya kepada bos yang duduk dimeja.


"Baik kuterima pembayaranmu bulan ini sampai jumpa minggu depan dan sekarang pergilah aku sibuk," usir bos rentenir.


Arya tidak menjawab dan hanya mengangguk.


Saat Arya hendak pergi sebuah kapsul terbuka dan terdengar umpatan.


"Sialan dimana player Theo mencarinya!"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Dari forum gelap terdapat kerjaan untuk kita membunuh player bernama Theo dan hadiahnya 100 koin emas."


"Wow setara 100 juta dong."


"Dan dia seorang summoner tinggal kerahkan orang kita 30 orang untuk mencarinya."


"Hei kau, kenapa belum pergi apa yang kau lihat hah!" Bentak salah satu rentenir itu.


"Maafkan saya."


Setelah berkata Arya buru-buru pergi, Arya tidak percaya dengan apa yang didengarnya, ada harga untuk kepalanya dan nilainya tidak main-main sebesar 100 juta.


Arya menceritakan kejadian yang didengarnya kepada Boby saat dirumahnya.


"Ayahmu memang gila, dia bahkan rela mengeluarkan 100 juta hanya untuk memburumu."


Arya pun tidak habis pikir, mulai sekarang pergerakannya harus hati-hati dan tidak bisa mempercayai sembarang orang.


Arya mendapatkan info kelompok rentenir tersebut bernama RATS.


"Cocok dengan namanya para tikus yang memakan korbannya dengan menjijikan," geram Arya.


"Lalu apa tindakanmu sekarang?" tanya Boby penasaran.


"Sebelum diburu aku yang akan memburu mereka duluan."


Arya sudah menyelidiki di forum, guild bernama RATS adalah guild kotor yang terdiri dari PK dan menerima pekerjaan membunuh player dengan bayaran tinggi.


"Akan kuberi pelajaran para rentenir itu."


Theo segera login di Beorn Village dan menuju hutan Beorn untuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Pertama Theo menangkap Arm Kong dan melihat statusnya.


Arm Kong


Level 23


Klasifikasi : Beast


Str : 14


Agi : 4


Int : 3


Vit : 10


Mp : 15


Evolusi : -


Skill : Rock Smash


Cost Summon : 1 MP


Capacity : 16


Potency : 0%


[Kapasitas tidak cukup apakah ingin mempertahankan atau melepaskan]


"Lepaskan"


Theo melepaskan Arm Kong yang lari meninggalkan Theo.


Tujuan Theo menangkap Arm Kong hanya untuk melihat levelnya dan statusnya.


"Summon Dark Sylph"


'Ini akan memerlukan waktu seharian' pikirnya sambil berusaha menaikan levelnya.


Theo melihat status budaknya terlihat Freedom sedang online dan segera memanggilnya dalam sekejap seorang swordsman muncul dihadapannya dengan grafis seperti teleportasi.


Di dalam system budak terdapat fitur bahwa player dapat memanggil budaknya kapanpun dan dimanapun sebanyak 3 kali dalam sehari.


"Apa maumu?" Tanya Freedom dengan kasar.


"Jaga kata katamu atau aku akan menghukummu," ancam Theo dengan tersenyum.


"Terserah"


"Baik... kau yang minta."


"Uarrggghhhh"


Sebuah listrik keluar dari tubuh Freedom membuatnya kesakitan.


"H-hentikan," pinta Freedom.


"Apa! aku tidak dengar."

__ADS_1


"Kumohon hentikan."


"Tuan," tambah Theo.


"Kumohon hentikan tuan."


"Baiklah."


Aliran listrikpun menghilang dari tubuh Freedom yang kaku.


"Berlutut dan dengarkan aku dengan seksama."


Freedom mengikuti perintah Theo dan memperhatikan dengan seksama.


"Sekarang kau berlatihlah di Oloff Grassland dan hanya membunuh serigala."


"Itu mudah dan levelku akan sangat lama jika hanya melawan serigala."


Freedom mengatakannya bukan karena sombong tetapi memang levelnya sudah 27 lebih tinggi daripada Theo.


"Hmmm... mudah ya baiklah akan kupersulit....kau hanya bisa menggunakan skill Slash dan Light Step saja."


Mendengarnya keringat dingin Freedom membasahi punggungnya.


"Bagaimama caranya..."


"Pikirkan sendiri " ucap Theo dengan tersenyum.


"Dasar iblis..." ujar Freedom lirih.


"Apa katamu."


"Tidak tuan akan kulaksanakan perintahmu."


Freedom pergi dengan bahu tertunduk menuju Oloff Grassland.


Berikutnya Theo menghubungi Scand.


"Yo Theo ada apa?"


"Scand aku perlu bantuanmu."


*****************


Keesokannya di depan gerbang kota Romant dan ditempat Warp Gate terlihat banyak player bertampang menyeramkan terdiri dari Warrior dan Assasin sedang mengawasi keluar masuknya gerbang dan Warp seperti sedang mencari seseorang.


"Sial si Summoner itu cepat sekali menghilangnya," kata seorang pemanah yang lewat di depan mereka.


"Hei tunggu!"


Salah satu kawanan menghentikan pemanah itu.


"Maaf apa kau bisa menceritakan summoner itu."


"Iya summoner ini cukup aneh karena monsternya hanya berisi goblin saja" ucap si pemanah.


Kawanan yang mendengar mulai tertarik dengan ucapan si pemanah karena target mereka sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan pemanah itu, seorang summoner dengan panggilan goblin.


"Kalau tidak salah namanya Theo," tegas Scand sambil pura-pura mengingat.


"Hei dimana kau melihatnya," sergah kawanan RATS.


"hmm...kenapa harus kukatakan pada kalian."


"Kau mau mati hah..."


Saat hendak menyerang, mereka dihentikan oleh seorang Mage tampaknya pimpinan mereka.


"Hei kawan ayolah beritahu kami...begini saja katakan padaku dimana summoner itu dan akan kuberikan koin..."


"Dua puluh perak."


Pimpinan itu tampak tidak senang tetapi dua puluh perak tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan.


"Baik katakan padaku awas jika kau bohong kau akan tahu akibatnya."


Ancam pimpinan itu dengan menyerahkan dua puluh perak.


"Dia di Beorn Forest."


"Baik terima kasih atas infonya."


Dan kawanan RATS berbondong-bondong menuju Beorn Forest memasuki gate setelah mengumpulkan pasukannya.


Setelah kawanan pergi Scand segera menghubungi Theo.


"Theo mereka menuju ke tempatmu."


...**silahkan like dan comment...


...Comment kalian sangat membantu author bersemangat...

__ADS_1


...Negatife comment will be forgiven**...


__ADS_2