
Pertarungan sudah hampir selesai dengan Goblin Champion musuh kepalanya terbelah oleh kapak Gornage.
Pasukan Theo yang tersisa tinggal Gornage, Goblin Champion, Gotcha, Gobiru, Gotu, Gupi, Gort, Silphie ditambah Shadow Goblin mereka akan bertarung habis habisan.
Theo tidak tahu kemampuan seperti apa yang dimiliki Belgald sementara dia akan mengamati pertarungan.
Belgald bangun dari singgasananya kelihatan dari ekspresi wajahnya yang murka karena anak buahnya dibantai habis.
Dengan senjata sabit dewa kematian dia berjalan dengan tenang menuju pasukan Goblin yang bersiaga.
Saat sudah dekat Belgald berlari mengayunkan sabitnya dan terjadilah pertarungan sengit.
Meskipun terjadi pengeroyokan Belgald masih dapat bertahan karena sekali serang mengenai semua yang mendekat dalam radius serangannya.
Gort dalam hal ini sangat kuat dengan Ellowyn Shield miliknya dia mampu bertahan dari serangan sabit Belgald meskipun Lassart Armornya tidak berefek pada Belgald.
Sedikit demi sedikit darah Belgald berkurang begitu juga dengan party Theo hanya Gort yang mampu bertahan.
Theo masih mewaspadai serangan seperti apa yang akan datang darinya tetapi sampai darahnya tinggal separuh Belgald masih hanya menyerang dengan serangan biasa.
Benar saja Belgald seperti mengaktifkan sebuah skill, tubuhnya berubah menjadi asap hitam dan menembus semua musuh yang pernah diserangnya.
Darah goblin yang menyerangnya berkurang drastis dan yang paling parah darah milik Gort hanya tinggal sedikit.
Theo sedikit bingung bagaimana mungkin darah Gort yang paling tebal bisa berkurang paling banyak.
Setelah berpikir sebentar, sepertinya Theo tahu konsep skill tersebut, dia menyerang berdasarkan yang paling banyak terkena serangan, darahnya akan berkurang sesuai presentase dan mengabaikan defense, akan sangat menyenangkan jika Theo bisa memiliki skill tersebut.
Dan parahnya dari skill tersebut damage yang dihasilkan mengembalikan darah Belgald dan hampir penuh.
"Yang benar saja," kata Theo kalut.
Theo tidak bisa berlama-lama menghadapinya ditakutkan skill cooldownnya akan habis dan Belgald menggunakan lagi maka dia tidak akan bisa mati.
Goblin Champion yang darahnya paling banyak maju menyerang lagi tetapi dengan skill penguatan miliknya pedangnya bercahaya merah tetapi naas Belgald memiliki skill lain sabitnya bercahaya hitam dan berikutnya lengan Goblin Champion terputus.
KUIIKKKK
Teriakan Goblin Champion menggema di rawa Luboch, skill yang digunakannya menjadi tidak berguna karena kehilangan tangan yang memegang senjata.
"Serang dia dengan semua kekuatan kalian," perintah Theo.
Kali ini pertarungam berjalan dengan datar, Gotcha dan Shadow Assassin menebaskan pedang dan pisaunya dengan secepat kilat meskipun damagenya sedikit tetapi dengan serangan bertubi-tubi dapat mengurangi darah Belgald dengan cepat.
[Gort telah mati]
Gort yang sudah sekarat harus kehilangan nyawanya karena skill penyembuh milik Theo dan Silphie dalam keadaan cooldown sehingga harus merelakan kehilangan tanker miliknya.
Belgald menyerang hanya dengan sabitnya tanpa menggunakan skill karena kemungkinan masih cooldown dan sepertinya tidak punya cadangan skill lain.
Kini darah Belgald kemungkinan hanya tersisa 10% dan terlihat dari gerakannya akan menggunakan skill Life Steal miliknya.
Theo sudah mempelajari dan melakukan persiapan bagaimana cara mengatasi skill milik Belgald.
"Gornage, Goblin Champion, Gotcha, Gobiru Call"
Theo menarik semua goblin petarung depannya, karena Belgald tidak menemukan targetnya asap hitamnya hanya berputar-putar dan kembali menjadi wujud goblin.
__ADS_1
"Apa kau tidak dapat menemukan targetmu," seringai Theo.
Wajah Belgald menjadi merah saking marahnya dan karena darahnya juga tidak bertambah.
Dengan mananya yang sudah penuh, Theo menghunuskan pedangnya dan dia bersiap bertarung satu lawan satu dengan Belgald.
Theo mungkin akan kalah jika darahnya penuh tetapi karena darahnya hanya tersisa 10% dan skill Belgald juga masih coooldown Theo berani menghadapinya.
Theo berlari menyongsong tebasan Belgald, saat Belgald hendak membelah musuh didepannya, sosoknya menghilang dari hadapannya dan tebasan bertubi-tubi menyerang punggungnya.
"Double Slash"
"Triple Slash"
Tanpa menoleh Belgald memberikan tebasan memutar Horizontal dengan sigap Theo menghindarinya.
Belgald yang marah menyerang dengan membabi buta tetapi Theo dengan mudah sudah menghafal pola serangannya.
"Jangan hanya menyerang, ingat pertahananmu," ujar Theo dan berikutnya bola api membakar punggungnya.
Belgald berbalik menatap Gupi dengan berang dan hendak mengejarnya tetapi Theo menebasnya sehingga Belgald harus menangkisnya.
"Jangan lupakan aku dong," celoteh Theo.
Belgald kebingungan karena diserang dari arah depan dan belakang saat dia fokus dengan Theo akan ada bola api dan panah yang menyerangnya.
Sementara saat akan mengejar gupi Theo menyerangnya.
Sudah tidak ada yang membuat Theo penasaran dengan serangan Belgald, tidak berapa lama Belgald menjatuhkan sabit besarnya dan jatuh tengkurap.
[Level Up]
[Mendapatkan skill baru]
Theo pun jatuh terduduk karena lelah tetapi puas dengan apa yang dilakukannya.
Goddux keluar dari tubuh Theo dan mengucapkan selamat atas keberhasilannya menyelesaikan misi.
"Selamat tuan karena berhasil menyelesaikan misi dunia," katanya dengan sopan.
Theo hampir melupakan misi itu dan mengecek lagi misinya.
World Quest
Game of Throne
Bertahun tahun tujuh suku goblin tidak pernah berdamai dan selalu berperang
Misi : taklukan sisa enam suku goblin
Kesulitan : A
Syarat : Solo, Summoner, pemilik jiwa King Gornage
Hadiah : ???????
Perkembangan : 1/6
__ADS_1
Theo melihat dia berhasil menaklukan satu suku.
"Tinggal lima lagi," desahnya.
Berikutnya Theo melihat tubuh Belgald yang menghilang dan Theo sudah menduganya bola bening seperti saat dia mendapatkan Soul of Gornage berada di tempatnya serta sebuah sabit yang digunakannya.
Theo mengambil Soul Belgald beserta sabitnya dan memasukannya ke penyimpanan miliknya, Theo sudah terlalu lelah untuk mengeceknya.
Tidak berapa lama goblin yang memberikan misi menghampiri Theo dari arah pintu masuk.
"Kiiikk kkiikk kikikk"
Theo tidak mengerti maksudnya dan melirik pada Goddux.
Goddux segera menjelaskan bahwa Gall ingin mengucapkan terima kasih dan dia akan membuat suku yang damai dan Gall memberikan rahmatnya kepada Theo
[Selamat telah berhasil menyelesaikan misi]
[all stat +1]
[Fame +200]
[Koin 10 emas]
[Skill Einherjar Gift meningkat]
Dari semua itu pemberitahuan yang terakhir adalah yang membuat Theo paling Bahagia, Theo segera mengecek deskripsi skill miliknya.
Einherjar Gift
Rank : D
Deskripsi : pasukan yang mencurahkan jiwanya untuk pemimpin pantas mendapatkan penghargaan
effect: memberikan sebuah skill Rank E dan D kepada Goblin yang telah memiliki potensi 100 %
Cost: -
Cooldown: -
Type : Growth
Theo sekarang dapat memberikan dua skill kepada satu goblin dengan skill Rank E dan D.
Kali ini Theo benar-benar panen besar dan dapat meningkatkan kekuatan bertarung serta pasukannya dengan drastis.
Gall mengucapkan terima kasih dan berjanji akan selalu menyambutnya saat dia berkunjung ke Luboch Swamp.
Theo segera kembali menuju Beorn Village karena sudah terlalu lelah untuk berpikir, sesampainya di Beorn Village Theo Log out dan sepertinya Boby juga sudah Logout.
"Hei bagaimana..."
Arya menutup mulut Boby dengan tangannya dan menunjukan gestur tubuh kelelahan, dia segera membuka pintu dan menutupnya meninggalkan Boby sendirian.
"Orang aneh"
*************
__ADS_1