Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Aqualith


__ADS_3

Setelah melihat statusnya Theo merasa statusnya cukup tinggi dari kebanyakan orang di level yang sama.


"Mohon maaf sebelumnya bolehkah saya tahu nama penyelamat."


"Namaku Theo bagaimana denganmu," tanya Theo balik.


"Namaku Soran dan aku adalah anak dari salah satu tetua Elf di desa Leafald."


Theo tidak menyangka elf yang ia selamatkan adalah anak tetua kemungkinan anak dari tetua Zevlar karena dia sangat sopan dan terlihat Soran tidak canggung berbicara dengan Theo.


"Apa kau tidak apa-apa berbicara denganku."


"Maksud penyelamat?"


"Biasanya bangsa Elf akan merasa risih jika berbicara dengan ras yang berbeda dengan mereka."


"Bagaimana mungkin saya berpikir seperti itu apalagi kepada anda penyelamat saya, bahkan jika anda mau kita bisa bersumpah menjadi saudara."


Theo terkejut dengan kata-kata seorang elf meminta menjadi saudara dan terlihat kecanggungan dari wajah Soran.


"Maafkan saya penyelamat itu hanya ada dalam pikiran saya, bukan maksud saya memaksa anda penyelamat..."


"Aku mau menjadi saudaramu."


Soran cukup terkejut mendengar jawaban Theo.


"Benarkah itu penyelamat," terlihat raut muka gembira dari wajah soran mendengar jawaban Theo.


"Panggil Theo saja kita akan menjadi saudara."


"Baik penyela...maksudku Theo kita akan melakukan Elf Vow sekarang."


Tubuh Soran mengeluarkan cahaya sama seperti tetua Zevlar.


"Demi dewi Isell saya Soran mengangkat Theo sebagai saudara dan kami akan saling menjaga dan melindungi dan persaudaraan akan lebih kental dari hubungan darah."


Ketika selesai mengucapkan sumpah cahaya dari Soran menghilang dan berpindah ke Theo, dia kebingungan apa yang harus dilakukan.


"Ikuti seperti kataku kak," tuntun Soran.


"Demi dewi Isell saya Theo mengangkat Soran sebagai saudara dan kami akan saling menjaga dan melindungi dan persaudaraan akan lebih kental dari hubungan darah."


Setelah melakukan sumpah cahaya Theo juga menghilang dan tiba-tiba muncul pemberitahuan.


[Selamat anda menjadi saudara dari NPC Soran bangsa elf]

__ADS_1


[Mendapatkan Title Elf Tribe]


[Setiap Elf akan menganggap anda saudara dan tidak akan mau melawan anda, Title ini tidak berefek untuk player jenis elf]


[Saat mengaktifkan atk Elf akan meningkat 20%]


Theo cukup terkejut dengan pemberitahuan yang datang secara bertubi-tubi tidak disangka hanya dengan menjadi saudara dari bangsa elf akan mendapatkan hadiah yang sangat besar dan pasti akan benar-benar berguna kedepannya, bangsa elf akan berperang untuknya sunggu luar biasa.


"Ada apa kak, apakah ada yang salah?"


"Tidak ada adik, aku sungguh senang menjadi saudaramu," kata Theo dengan senyum lebar.


"Syukurlah kalau begitu."


Setelah perjalanan hampir sejam, Theo tiba didepan batu pintu masuk ke desa Leafald.


"Biar aku buka pintunya kak," kata Soran dan dijawab Theo dengan anggukan.


Setelah menekan tombol yang benar sebuah pintu terbuka, Theo dan rombongan Elf yang lain memasukinya bersama-sama.


Saat sudah keluar semua sudah menyambutnya termasuk 3 tetua dengan sikap waspada.


"Berhenti," kata salah satu elf yang menjaga.


"Ka-kalian" tetua Zevlar melihat rombongan ini dengan tidak percaya.


'Dia pasti senang melihat anaknya selamat dan sekarang Zevlar akan menjadi ayahku,' pikir Theo.


Belum sempat menjawab Soran sudah berlari sepertinya sangat senang bertemu keluarganya lagi tetapi bukannya Zevlar yang menyambut tetapi Tetua Omars yang datang menyambutnya.


"Hah!"


Theo terkejut bukan kepalang, ternyata orang tua Soran bukanlah Zevlar tetapi Omars yang menangis tersedu-sedu, Theo baru ingat cerita tetua Zevlar jika anak Tetua Omars juga ditangkap dan ternyata Soranlah orangnya.


'Ya ampun orang tua galak itu yang akan jadi ayahku, bisakah sumpah ini dibatalkan,' batin Theo dengan cemas.


Sepertinya Soran menceritakan semua kejadiannya, bagaimana jika pria tua itu tidak terima dia mengambil skillnya dan bagaimana jika dia tahu kami mengangkat hubungan saudara, pikiran Theo sedang kusut mengingat betapa galaknya dia.


Belum selesai berpikir Omars menoleh dan menatap tajam ke arah Theo.


"Mati aku," katanya pada diri sendiri.


Omars dengan cepat mendatangi Theo dan dirinya hanya bisa pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya.


Saat Omars sudah didepannya dan siap memakannya, Theo terkejut karena tidak sesuai pikirannya, Omars tiba-tiba memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Ma-manusia terima kasih banyak telah menyelamatkan anakku," katanya sambil menangis tersedu- sedu.


"Hah."


Theo tidak tahu harus bersikap bagaimana dengan situasi canggung ini.


"Te-tetua tenanglah sudah tidak apa-apa."


"Huuu..huuu...manusia terima kasih banyak maksudku manusia penyelamat terima kasih," kata Omars yang masih menangis dan Theo melihat tetua lain dan para elf tersenyum dan terkejut ternyata Tetua Omars yang terkenal galak dan pemarah bisa menangis tersedu-sedu seperti bayi.


Saat Theo hendak melepaskan menuju Tetua Zevlar untuk menyelesaikan misinya Tetua Omars memegangnya dengan erat dan menariknya dengan paksa menuju kediamannya katanya urusan itu bisa nanti dan dia ingin memasak makanan yang enak untuk dua anaknya.


Soran bercerita kepada Theo bahwa dia belum pernah melihat ayahnya sebahagia ini sehingga dia menurut saja menuju kediaman Omars.


Omars mulai memasak sayur-sayuran khas bangsa Elf sayang sekali tidak ada daging, juga menyanyikan minuman jahe dingin yang menurut Theo cukup menyegarkan juga menghangatkan.


"Ayo makan yang banyak kedua anakku," kata Omars dengan bahagia.


Theo tidak menyangka bahwa dirinya bisa langsung diterima menjadi keluarga oleh Omars.


"Maafkan saya yang tiba-tiba mengangkat saudara dengan anak anda," ucap Theo dengan tulus.


"Tidak tidak, apa yang kau katakan, tanpa dirimu anakku Soran tidak akan berada disini lagipula kamu sudah menjadi penerus skill para elf dan itu saja sudah cukup membuatmu pantas menjadi anakku," ujar Omars terlihat raut kebahagian di wajahnya.


Sepanjang malam mereka bertiga saling bergembira dan Omars banyak menceritakan sejarah bangsa elfnya yang ditanggapi Theo dengan antusias hingga keesokan harinya tetua Zevlar memerintahkan Theo dan yang lain agar berkumpul di kolam tempat pusat desa dan terdapat patung dewi Isell yang dipuja oleh masyarakat Elf


Setelah semua warga desa Leafald berkumpul tetua Zevlar memberikan pengarahan bahwa kita semua berkumpul adalah untuk melihat bangkitnya desa Leafald sekali lagi.


Setelah memberi pidato singkat tetua Zevlar mendekati Theo agar mengeluarkan Aqualith yang sudah didapatkannya dan Theo mengikuti perintahnya.


Sebuah kristal berbentuk prisma berwana biru seukuran kepalan tangan mengeluarkan cahaya biru dipegang Theo dengan kedua tangannya.


Para penduduk desa melihatnya dengan mata takjub.


"Wow itukah berkah dari Isell."


"Sangat indah sekali."


"Manusia itu adalah penyelamat kita."


"Itu adalah anakku."


Theo berani bersumpah bahwa dia mendengar Omars membanggakan dirinya.


THEO THEO THEO THEO

__ADS_1


Theo tidak tahu apa yang terjadi, ketika namanya dieluh-eluhkan membuat dirinya tersipu malu.


Para penduduk desa menyerukan namanya berulang kali seolah Theo adalah pahlawan desa ini tapi kenyatannya memang benar dia adalah pahlawan dari desa Leafald selain mengembalikan harta berharga penduduk desa juga menyelamatkan mereka dari perbudakan bangsa Orc.


__ADS_2