Aku Seorang Summoner

Aku Seorang Summoner
Melawan Bos


__ADS_3

"Sialan kalian kita akan mati semua" umpat dari Bos Mage


Para tengkorak yang menyerang berhasil dihancurkan oleh para Warrior RATS dengan kapaknya.


"Fireball"


Sebuah bola api dilontarkan dari bos Mage menghancurkan beberapa tengkorak.


"Wah kenapa bola apimu semakin mengecil," ejek Theo sambil menebas kepala tengkorak.


"Diam kau"


Terlihat dua Stone Golem bergerak mendekati party Theo.


"Theo apa kau melihat dua makhluk batu besar itu mendekati kita," sergah Rash.


"Aku tahu, segera tinggalkan tempat kalian ikuti aku."


Party Theo berlari menjauh dari dua golem tersebut mendekati kelompok RATS yang berada di dekat yang tadinya pintu masuk.


"H-hei kenapa kalian meninggalkan pos kalian lihat para Skeleton mulai merangkak naik," teriak Bos Mage dengan kalut.


"Kau tidak lihat monster batu itu mengejar kami," elak Theo.


"Theo apa yang kita lakukan kita tidak akan bisa bertahan lagi," keluh Ira yang sudah mulai putus asa.


Para RATS mulai panik dengan datangnya dua Golem dan banyaknya Skeleton yang mulai merayap naik sementara Theo bergerak dengan menyapu bersih tengkorak yang menghalanginya sambil menjauhi kawanan Golem, meskipun kekuatannya besar tapi gerakannya lambat.


Para RATS tampaknya sudah pada batasnya mereka tidak dapat menahan jumlah Skeleton dan pukulan para Golem.


"Khuaghh"


"Ugghh"


Teriakan keputusasaan mulai merasuki para Anggota RATS dan tinggal Bos Mage yang tersisa dan hanya menunggu waktu.


"Kalian bajingan keparat juga akan menyusul kami," teriaknya pada Theo yang sedang melambaikan tangan.


Berikutnya keputusasaan mulai melanda party Theo.


"Tamatlah kita!"


"Sudah selesai."


"Jangan menyerah dulu," Theo berusaha memberi semangat.


"Sekarang giliranku...Summon."


Theo mensummon semua monsternya dan seketika membentuk sebuah formasi setengah lingkaran dengan pintu masuk bos sebagai belakangnya.


Tim Gobiru, tim Gotcha, tim Gort membentuk formasi tiga arah dengan Gort yang terdepan.


Tusukan tombak Tim Gobiru langsung menghancurkan banyak Skeleton.


"Smash"


Hantaman pedang dari Gross melemparkan beberapa skeleton


sementara tebasan tim Gotcha tidak kalah dengan Gobiru.

__ADS_1


Gort yang paling depan bertahan dengan baik dibantu Garr dan Guts dengan pukulan tinjunya memecahkan kepala Skeleton.


"Rapid Shoot"


Puluhan panah menghujani para tengkorak dan melubangi kepalanya, dari belakang tim Gowan berhasil mengurangi sejumlah tengkorak dengan tembakan panahnya.


"Fireball"


tapi Gupi berhasil membakar banyak Skeleton sekaligus.


"Whoaa," kagum Rash.


"Kenapa tidak dari tadi seperti ini Theo," protes Ira yang sudah kelelahan.


"Jika aku langsung menyelesaikan para RATS itu akan bertahan."


"Eh...Theo," suara Freedom memanggil Theo dengan gemetar.


"Kau tidak melupakan dua Stone Golem itu kan," tambahnya seolah mengingatkan.


"Tentu tidak...kalian coba hadang satu Stone Golem satunya biar aku yang menyelesaikan."


"Apa...bagaimana...apa kau yakin," kata Rash yang masih meragukan Theo.


"Tenang saja, Gornage ikut aku."


Gornage yang sedari tadi mengayunkan kapaknya dengan brutal mengikuti Theo dan menjadi pembuka jalan hingga bertemu Stone Golem didepannya.


"Gornage jangan ditahan!"


Peringatan Theo terlambat Gornage berusaha membalas pukulan Stone Golem dan hasilnya dia terlempar sejauh 20 meter dan membentur ke tanah dengan keras.


"Dasar bodoh sekali," keluh Theo kenapa dia punya Summon begitu bodoh sudah tahu kalah tenaga masih mencoba menghadangnya.


"First Aid"


"Heal"


Theo dan Silpie menyembuhkan bergantian, Guts pun keluar dari formasi dan membantu Theo dari kepungan skeleton.


"Tahan mereka sebentar," perintah Theo.


"Taunt"


Untuk sementara semua Skeleton terpancing kearah Gornage yang berputar seperti gasing menggunakan skill Whirlwind Cleave sambil menghindari pukulan Stone Golem.


Theo mengeluarkan tombak Urcelos Spear miliknya yang memercikan cahaya petir dan mengambil ancang-ancang untuk membidik Stone Golem yang sibuk memukuli tanah karena Gornage menghindari serangannya.


"Bullet Spear"


Sebuah tombak berkekuatan petir dilemparkan dengan kecepatan tinggi menuju tubuh Stone Golem dan berhasil melubanginya.


Stone Golem yang tubuhnya berlubang terjatuh dengan suara keras seperti bangunan gedung yang runtuh menimpa para Skeleton.


"Satu tumbang," teriak Theo dengan bangga.


[Level up]


"Huwaaa summoner Gila," teriak Freedom antara memuji atau menghina sementara Rash dan Ira dibuat melongo.

__ADS_1


"Theo itukah tujuanmu berlatih tongkat?" tanya ira.


"Kurang lebih."


"Baiklah golem sisanya kuserahkan kepada kalian," tambah Theo sepertinya tidak berniat untuk membantu dan malah mencari tempat duduk untuk menonton.


"Hei kenapa tidak sekalian memakan popcorn," cela Ira dan Theo hanya tersenyum lebar.


'Dasar psikopat,' batin mereka bertiga.


Setidaknya mereka bertiga dapat berfokus hanya menghadapi satu Stone Golem karena Skeleton sudah teratasi dengan adanya summon Theo.


30 menit berlalu Stone Golempun berhasil ditumbangkan dan para Skeletonpun mulai berkurang karena tidak keluar lagi dari jurang.


Kesempatan ini digunakan Theo untuk memungut barang para RATS dan item yang dijatuhkan Skeleton serta Stone Golem.


[Selamat telah menyelesaikan mode Rampage masing-masing mendapatkan Fame 50]


Theo memberikan tepuk tangan kepada mereka bertiga yang compang camping karena berhasil mengalahkan Stone Golem.


"Ada apa dengan muka kalian," tanya Theo polos karena melihat wajah dongkol mereka seolah ingin memakan Theo hidup-hidup.


"Kau...kau kan bisa membantu kami agar lebih cepat mengalahkan batu busuk itu," protes Ira dan diamini oleh yang lain.


"Ayolah aku sudah mengalahkan satu Stone Golem sendirian dan kalian harus menyelesaikan bagian kalian dong," kata Theo dengan tersenyum.


Meskipun masih tidak terima tetapi mereka tidak dapat menyanggah perkataan Theo.


"Sudahlah apa yang kita lakukan berikutnya?" Tanya Rash.


"Kita pulihkan diri kita termasuk cooldown skill juga lalu masuk ke ruangan bos...oh kalian bisa pergi dari gerbang jika kalian ingin," kata Theo kepada mereka berdua.


Rash dan Ira saling menatap dan memutuskan untuk mengikuti Theo sampai akhir.


"Theo kami akan ikut," kata Ira memutuskan.


"Baik tapi aku yang akan menentukan hasil jarahan, aku akan memberikan kalian satu item sisanya adalah milikku."


"Tidak masalah karena tanpamu kami juga tidak akan berani memasukinya," kata Ira mantap.


Theo memasukan mereka ke dalam party dan setelah 30 menit mereka berempat berdiri di depan pintu besar tempat masuk bos.


"Yang terjadi terjadilah," ucap Rash pasrah.


Sebuah pintu raksasa berderit dan membuat debunya berjatuhan sepertinya sudah lama pintu ini tidak terbuka.


Mereka berempat memasuki ruangan dengan sikap waspada bersiap menyambut apapun yang menghadang mereka.


Ruangan bos ternyata lebih luas dibandingkan tempat mereka bertarung sebelumnya, disamping kiri dan kanan terdapat patung raksasa para iblis dan diujungnya terdapat singgasana sepertinya pemilik ruangan ini.


Tiba-tiba terdengar suara menggema yang memekakan telinga.


"Siapa yang berani memasuki ruanganku bersiaplah dilahap oleh keputusasaan"


Dari belakang singgasana yang gelap terdapat dua mata raksasa menatap party Theo dengan jahat.


Dua mata menyala muncul dari balik bayangan, terlihat sesosok ular Raksasa berwarna merah dengan lidahnya yang mendesis, dari tubuhnya terlihat aura panas disekitarnya.


Lassart serpent bersiap untuk melahap party Theo.

__ADS_1


"Kalian bersiaplah"


__ADS_2