
Saat Arya hendak keluar kelas menuju atap sekolah entah kenapa diluar terlihat ramai dan berisik.
'Sedang apa mereka itu?' Pikir Arya penasaran.
Mereka bergerombol memasuki kelas dan mengitari seorang perempuan cantik yang memasuki kelas.
"Halo Varia mau mencari siapa nih," kata salah satu teman Theo yang merasa dirinya paling tampan dikelasnya.
"Duh Varia kamu semakin cantik saja."
Mendengar sapaan mereka Varia tidak mempedulikannya dan fokus mencari seseorang.
"Arya!" Sapa Varia dengan semangat
"Hah?"
"Si miskin."
"Varia mencari si miskin."
Mereka masih meragukan pendengarannya tidak mungkin wanita tercantik mencari Arya.
Varia berjalan dengan cepat menuju Arya dan duduk disampingnya.
"Hei Arya," sapa Varia dengan manisnya.
"Varia apa yang kau lakukan disini apa kau tidak malu dilihat banyak orang saat ngobrol denganku..." kata Arya dengan lirih.
"Malu? Kenapa aku harus malu " kata Varia bingung.
"Kau lihatkan mereka semua menghindariku karena aku miskin dan karena aku dimusuhi oleh Jaka membuat mereka menjauhiku."
"Aku tidak peduli dengan mereka aku akan berteman dengan siapapun yang aku inginkan."
"Jadi kau ingin berteman denganku?" Goda Theo.
"Y-ya kenapa tidak," Varia menjawab dengan wajah memerah.
"Atau kau tidak mau berteman denganku," tambahnya dengan tatapan tajam ke arah Arya.
"T-tidak tentu saja, siapa yang akan menolak berteman dengan wanita manis sepertimu," kata Arya dengan tersenyum.
Varia wajahnya semakin memerah saat Arya memujinya meskipun dia sudah mendengar itu dari orang lain ribuan kali.
"Sudahlah jangan menggodaku terus ini buat kamu," kata Varia mengalihkan perhatian.
Varia menyodorkan sebuah kotak dilihat dari bentuknya bekal makanan.
"Kamu belum makan kan dan juga bantuan atas quest kemarin."
"Ya tentu saja aku akan menerimanya dengan senang hati," Ujar Arya senang.
Arya memakannya dengan lahap karena memang dia belum makan dari pagi.
"Bagaimana enak?" Tanya Varia.
__ADS_1
"Ehmnahkk," kata Arya dengan mulut penuh makanan.
"Makan dulu baru bicara," kata Varia dengan terkakak.
"Oh iya Arya kenapa kamu selalu hidup sederhana di sekolah padahal digame kau sekaya itu, kau pasti habiskan uangmu hanya untuk bermain game kan."
"Ehm...kau salah semua equipment yang aku gunakan murni aku dapatkan dari permainanku."
Varia tidak percaya dengan yang didengarnya.
"Kau hebat sekali kenapa tidak menjadi pro player saja!" Kata Varia bersemangat.
"Belum saatnya, mungkin kelihatannya aku kuat tetapi jika dibandingkan dengan ranker yang memiliki skill S dan item legendary aku bukan apa apa."
"Mungkin sekarang kau bukan apa apa tapi aku yakin kau bisa mengejar mereka, para ranker tidak pernah menyelesaikan quest Urcelos atau quest Gornage seorang diri," kata Varia memberikan semangat dengan senyum manisnya.
"Y-ya tentu doakan saja."
"Apa rencanamu berikutnya Arya."
"Menaikan level dulu untuk persiapan quest yang belum terselesaikan."
"Apa kau akan mengajakku?"
"Hmm....mungkin tidak karena questnya bisa solo kelihatannya."
"Oh begitu...yah...aku tahu kau cukup kuat biarpun sendiri karena aku akan menjadi bebanmu saja," kata Varia dengan pipi mengembung.
Arya merasa tidak enak dengan Varia yang sudah memberikannya makan dan melihatnya merajuk.
"Jangan merajuk jika kau membutuhkan bantuanku untuk menyelesaikan quest hubungi saja aku," kata Arya dengan mengusap kepala Varia.
"B-baiklah aku pergi dulu kalau begitu dah Arya minggir kalian jangan halangi jalanku."
Dan dengan cepat Varia pergi meninggalkan Arya yang kebingungan.
Seisi kelas menjadi bising karena kejadian barusan.
"Pemandangan apa tadi apa aku tidak salah lihat."
"Varia membuatkan bekal makanan buat Arya."
"Dunia sudah mulai gila."
"Tidak masuk akal."
"Oh Arya sialan mati saja kau membuat iri orang."
Arya tidak mempedulikan mereka dan tetap menghabiskan makanan dengan tenang.
*************
Sepulang sekolah Arya tidak memasuki game seperti biasa melainkan memainkan komputer untuk mencari informasi.
"Mencari quest apa lagi kau setelah membuat kehebohan kemarin," tanya Boby penasaran.
__ADS_1
"Tidak, aku mau mencari monster," jawab Arya singkat dengan terus menscroll mousenya di daftar katalog monster.
"Wah sepertinya kau sudah bosan dengan goblin ya."
"Sembarangan, ini karena salah satu temanku memberikan aku item luar biasa yang dapat meniadakan kapasitas dari monster."
"Luar biasa kau bisa menangkap naga dong" seru Boby.
"Theo sang penjinak naga," tambahnya.
"Tidak kau salah item ini hanya akan berguna untuk monster Rank D kebawah."
Mendengarnya Boby menjadi kecewa.
"Yah... kau hanya jadi Theo sang penjinak goblin haha."
"Diam kau," kata Theo dengan melempar bantalan duduknya ke arah Boby.
"Lalu monster apa yang kau cari, bagaimana dengan serigala, akan sangat bagus jika goblinmu mengendarai serigala dapat meningkatkan kecepatan serangan," saran Boby.
"Yah boleh juga saranmu dengan memberikan skill rank E Ride, goblin akan dapat mengendarai serigala dengan sempurna."
Arya berpikir sebentar lalu mengurungkan niatnya.
"Sangat disayangkan jika aku menggunakan item ini hanya untuk serigala beberapa hari lalu aku mencoba menangkap serigala dan kapasitasnya hanya 5, aku bisa menangkapnya dengan mudah jika menaikan Int ku lima kali saja"
"Tapi kau bisa menangkap serigala dengan level tinggi seperti Wind Wolf mungkin" usul Boby.
"Jika begitu lebih baik aku menangkap serigala biasa yang dapat berevolusi akan lebih murah karena kapasitasnya tidak naik meskipun dengan sedikit kesusahan."
"Kesusahan kau bilang, itu malah bisa dianggap mustahil mencari jarum di tumpukan jerami, memang berapa banyak serigala yang dapat berevolusi."
"Yah tidak ada salahnya jika mencoba dulu kan," kata Theo dengan nyengir lebar.
"Ya jika kau mungkin saja bisa menemukannya kau kan pemilik game ini," ejek Boby dengan terkikik.
"Sialan gorila!"
Mereka berdua tertawa terbahak bahak.
"Baiklah serius monster apa yang kamu inginkan dengan item itu."
Arya berpikir sebentar dan menganalisa pemikirannya.
"Hmm...sebelum aku memilih aku akan mencari kekuranganku pertama dari segi damage dealer ada king Gornage yang kekuatannya cukup gila untuk menghancurkan pertahanan, Arm Kong saja dibuatnya seperti monyet kebun binatang tapi kelemahannya dia cukup lambat menghadapi monster tipe agility, lalu damage dealer kedua ada Gotcha yang menjadi favoritku kecepatannya bahkan bisa menandingi player tapi sayangnya tidak memiliki skill jadi harus menyerang sedikit demi sedikit untuk membunuh lawan."
Boby mendengarkan dengan mengangguk-anggukan kepala tanpa menjawab dan Arya melanjutkan analisanya.
"Lalu untuk serangan jarak jauh ada Gupi dengan tipe area ditambah tim Gowan tipe disable, dari segi pertahanan Gort sudah lebih dari cukup."
"Iya terus monster apa yang kamu inginkan," kata Boby tidak sabaran.
"Kalau serigala..."
"Kulempar Komputer itu keluar jendela," sergah Boby mulai merah padam wajahnya.
__ADS_1
"Hei...sabar dong aku hanya bercanda,"
Kata Arya dengan meringis.