
Kali ini Theo mencari serigala berjumlah 3 sampai 5.
Dari jarak 50 meter di rerumputan terlihat 4 serigala dan merekapun juga menyadari keberadaan Theo dan monsternya.
Keempat serigala dengan cepat berlari menuju Theo siap menerkam.
"Bentuk Formasi."
Gort dengan tubuh raksasanya bertahan di depan entah kenapa Theo hanya memberikan Tameng padahal seharusnya Gort juga bisa menggunakan senjata.
Sementara dua goblin berperisai melindungi Gupi dan goblin boxer bersiap bertarung.
Dua serigala menerkam Gort yang ditahan sempurna oleh Gort.
Damage dari benturan benturan serigala tidak sebanding dengan regenerasi healthnya.
Satu serigala menyerang Gupi dan dibendung oleh dua goblin meskipun satunya masih lemah tetapi memiliki perisai kuat yang dapat menutupi kelemahannya.
Serigala yang tersisa bertarung melawan goblin boxer dengan seimbang.
Goblin boxer mengaktifkan skill yang baru dipelajarinya.
"Jab."
Goblin boxer melayangkan pukulan kearah rahang serigala saat sedang menerkam membuatnya terpental dan menggeliat di rerumputan karena efek terbakar di tubuhnya.
[Serigala terkena Burn]
Melihat serigala melemah Goblin boxer menerjang dan menghujaninya dengan pukulan- pukulan sampai tak bernafas.
[Serigala telah mati]
"Gupi!" teriak Theo.
Gupi paham apa yang harus dilakukannya dia mengangkat tangan kanannya keatas sebuah bola api seukuran bola tenis muncul dan semakin membesar hingga sebesar dua kali bola basket dan gupi melemparkannya.
"Fire Ball"
Bola api terbang keatas dan meluncur menuju dua serigala yang menyerang Gort, saking cepatnya kedua serigala tidak sempat menghindar dan menghantam mereka dengan keras dan menyebabkan kebakaran di sekelilingnya dengan radius 2 meter.
Kedua sosok serigala menghilang dan hanya menyisakan abu bekas terbakar.
[Serigala telah mati]
[Serigala telah mati]
Melihat kedua temannya menjadi abu dan satunya dipukuli sampai mati dengan sadis nyali Serigala yang tersisa menjadi ciut dan dengan cepat melarikan diri.
'Jangan harap bisa kabur.'
Gupi mengangkat tangannya lagi setelah 3 detik bola api melesat menuju serigala yang kabur dan meledakannya.
[Serigala telah mati]
"Mantap!" teriak Theo dengan semangat.
"Kamu hebat sekali," puji Theo dengan tersenyum sembari mengelus kepala Gupi.
"Kiikkk."
Gupi juga tertawa senang dipuji masternya dan berpikir apakah master akan mengubah namaku.
Theo penasaran dengan skill magicnya dan melihat deskripsinya.
Fire Ball
Rank : E
Deskripsi : menembakan bola api dan menghancurkan area sekitar dengan radius 2 meter.
Efek : Magic Atk 200%, damage area 50%, Burn effect.
Cost mana : 12
Casting : 3 detik
__ADS_1
Cooldown : 16 detik
'Skill ini tampaknya bisa ditembakkan terus menerus tergantung jumlah mananya.'
Theo memeriksa status Gupi untuk mengetahui berapa kali Gupi bisa menembakannya.
Gupi (goblin)
Level 11
Job : Mage
Klasifikasi : Human Beast
Str : 2
Agi : 1
Int : 10
Vit : 3
Hp : 30
Mp : 50
Evolusi : -
Skill : Fireball
Cost Summon : 1 MP
Capacity :1
Potency : 34%
'Gupi bisa menembakan sebanyak 4 kali bagaimana dengan item ini.'
Theo mengeluarkan sebuah cincin dari tempat penyimpanannya, sebuah cincin yang didapatnya saat menyelesaikan Artog Lair.
(Super Rare)
Syarat : level 10 keatas
Deskripsi : cincin yang tersimpan bertahun tahun dalam tubuh Artog ditanamkan oleh penyihir yang tidak diketahui namanya.
Efek : Int + 8, Restore Mana 100%
'Dengan memasangkan item ini pada Gupi jumlah tembakannya akan bertambah dan ketika mana habis bisa mengaktifkan efek item yang bisa mengembalikan mana seperti semula dan jika masih kurang masih ada potion milikku.'
Theo tidak sabar ingin memasangkannya pada Gupi tapi itu nanti saat ini Theo akan memakainya sendiri untuk menguji percobaannya.
Theo menarik semua goblinnya dan hanya menyisakan Gort.
Kali ini target Theo adalah serigala yang sendirian.
Theo tidak memasuki padang rerumputan lebih dalam karena semakin dalam jumlah serigala akan bertambah banyak sehingga memutuskan mencari serigala di pinggiran Oloff Grassland.
Ketika bertemu dengan serigala yang sedang meminum air di kolam kecil kemunculan Gort mengejutkannya dan langsung menunjukan seringainya.
Serigala kembali menerjang dengan terkamannya dan ditahan Gort dengan sedikit menguap, baginya serigala sudah tidak lagi menjadi ancaman.
Saat serigala sibuk menyerang Gort Theo mendekatinya dan mengaktifkan skillnya.
"Spell Scave."
Theo mengeluarkan pedang Silver Scar dan menebaskan ke arah serigala.
"Slash."
Tebasan Horizontal mengenai bagian samping serigala tetapi tidak cukup untuk membunuhnya.
Serigala yang mengerang kesakitan menargetkan orang yang melukainya.
Saat serigala hendak menerjang, Gort sudah menutup jalannya dan dengan terpaksa menyerang Gort lagi.
__ADS_1
[Tidak dapat menggunakan senjata pedang]
Karena ada pemberitahuan Theo menyimpan pedangnya lagi dan menunggu cooldown skillnya.
Setelah dua menit berlalu Theo mengaktifkan kembali skillnya dan mengeluarkan pedang lagi.
"Slash"
Serigala tertebas lagi tetapi belum juga mati, gerakannya sudah terbata-bata menandakan sedang sekarat.
Daripada harus mencari serigala lagi yang menghabiskan waktunya, Theo memilih melemparkan potionnya ke tubuh serigala.
Botol dari potion pecah dan cairannya menyembuhkan serigala seperti sedia kala.
Theo mengulangi proses itu terus menerus tanpa ada yang tahu maksud dan tujuannya.
Setiap dua menit menyerang ketika mana habis Theo meminum potion dan mengkaktifkan Artog Ringnya sekali.
Setelah tiga jam lebih berlalu serigala mulai terlihat jengkel apa maksud dari orang ini.
"Spell Scave"
Theo menebaskan lagi untuk keseratus kalinya dan kali ini Theo tidak memberikan potionnya dan serigala pun kehilangan nyawanya.
[Serigala telah mati]
[Player Theo menggunakan skill Slash seratus kali mendapatkan skill Double Slash]
"Berhasil!"
Theo melonjak gembira mengetahui percobaannya berhasil sehingga bisa menyimpulkan siapapun yang bisa memakai skill slash seratus kali akan mendapatkan skill Double Slash tidak peduli apapun jobnya atau rasnya.
Melihat hasilnya Theo sangat gembira dan berpikir dia bisa mendapatkan banyak skill asal mengetahui syarat untuk mendapatkannya hanya dengan memakainya tapi kendalanya ada skill untuk mengupgradenya tidak cukup dengan memakainya ada yang harus menggunakannya dan harus job yang ditentukan, ada yang harus membunuh monster dengan jumlah berapa dan ada yang harus menyelesaikan quest juga.
Tetapi dengan ini saja sudah cukup membuat dirinya terlihat aneh bayangkan seorang summoner memiliki skill seorang Swordsman.
Dengan penasaran Theo mengecek statusnya apakah benar skill tersebut benar-benar menjadi miliknya.
Theo
Level : 17
Ras : manusia
Job : summoner
Title : Goblin expert, Insect Repellent, Fire Fist
Fame : 20
Str : 6
Agi : 6
Int : 6+8
Vit : 5
HP : 90
MP : 50+40
Capacity : 14
Skill : [Capture, release, summon, call, first aid , Asklepios sight, Goblin Warcry, Spell Scave, Einherjar Gift, Double Slash]
Point distribution : 1
Theo sumringah melihat skill Double Slash menjadi miliknya tapi ada yaang aneh dengan skill tersebut karena ada tanda silang berwarna merah.
Theo memeriksa skill tersebut terdapat pemberitahuan.
[Hanya dapat digunakan saat menggunakan senjata pedang]
Tentu saja masuk akal skill milik Swordman harus menggunakan pedang dan Theo sudah menemukan solusinya dan langsung ingin mencobanya.
__ADS_1