
Keluarga adiguna sudah mengetahui dari orang kepercayaannya, kalau yang menabrak Nenek rendy adalah gerard.
Tetua adiguna sangat marah,semua anggota keluarga Adiguna marah besar dan sempat ingin melarang rendy berhubungan dengan anaknya gerard.
Namun Tetua adiguna tahu,kalau melarang hubungan rendy dan cindy akan menyakiti cucu tercintanya.
Bahkan ia menebak Rendy akan melajang seumur hidupnya.
Cindy adalah ibunya anak-anak dan rendy juga sangat mencintainya.
Akhirnya kakek memutuskan tidak melarang hubungan mereka, namun rendy harus memberikan pembalasan yang setimpal untuk gerard.
Satu minggu kemudian...
Malam hari.
Rendy membawa Cindy, dan setelah menjemput beberapa anak, dia langsung pergi ke Villa Royal Garden.
Gaya Villa Royal Garden sangat unik, segar dan tidak konvensional, simetri sederhana dan perpaduan elemen alam yang harmonis, dan pemandangan dalam dan luar ruangan saling melengkapi.
Halus dan elegan, tanpa mengurangi kenyamanan, memberi orang perasaan yang tenang.
Melihat vila yang indah, anak-anak merasa sangat senang.
Bobby, Adrian berlarian di dalam, dan menghilang dalam sekejap.
Shelly menari dengan gembira, dengan matanya yang besar dan bulat, "Ayah, tempat ini benar-benar indah!"
"Shelly suka?"
"Suka!"
Mata yang bersinar sudah cukup untuk menunjukkan bahwa dia sangat menyukainya.
Shella berjalan dan bertanya-tanya, ada begitu banyak ruangan, apakah ada ruangan khusus untuk dia berlatih rias di masa depan?
Dia mengatakan pemikiran ini, dan Rendy berkata, selama dia menyukai ruangan mana pun, kedepannya mereka adalah pemilik vila ini.
Senyum kegembiraan muncul di wajah kecil Shella yang arogan. Diam-diam menghela nafas, rasanya senang sekali memiliki Daddy yang kaya.
Ini lebih baik dari yang dibayangkan.
"Suka tempat ini?"
Cindy memandang Cindy dan bertanya.
Cindy memandangi vila besar itu dan mengangguk dengan serius. Dia tidak pernah berpikir untuk tinggal di rumah seperti ini sebelumnya.
Berjalan di vila ini, dia merasa melayang-layang seperti mimpi.
Rendy menatapnya dengan sungguh-sungguh, "Ayo pergi, lihat anak-anak."
Mengangkat kaki dan berjalan naik ke atas.
****
Cindy sedang memasak, ponselnya berdering.
Sebuah nomor asing, dia ragu-ragu sejenak, baru menjawab.
"Siapa ini?"
"Cindy, kamu sangat kejam! Kamu ternyata membiarkan Rendy memperlakukan ayah seperti ini, ayah meninggal dengan sangat menyedihkan, kamu bahagia, kan!!"
Itu adalah suara Vanda.
"..."
Cindy tidak tahu, "Vanda, apa yang kamu bicarakan?"
"Kamu masih berpura-pura? Berita sudah sangat jelas! Meskipun Ayah bersalah padamu, kamu juga tidak boleh membiarkan dia mati seperti itu!"
Cindy segera melihat berita, sebuah laporan di tempat kejadian kecelakaan mobil terbaru benar-benar sangat mengejutkan.
Katanya almarhum dilindas berulang kali, dan menjadi daging manusia.
Ada juga gambar yang samar, jantung Cindy berdetak kencang.
Gerard sudah mati?
Rendy yang membunuhnya?
Dia mengingat adegan Rendy terdiam saat ditanya apa yang akan dia lakukan pada Gerard.
__ADS_1
Ternyata dia sudah bertindak menanganinya!
Gerakannya sangat cepat!
Cindy tertegun cukup lama, hatinya terasa sakit seketika, dia bangkit dan berjalan kembali ke kamar tidur, krak, pintu kamar terkunci.
"Mami, kapan makan?"
"Mami, aku lapar."
"Mami, apakah ada daging untuk makan malam?"
"..."
Beberapa anak mengetuk pintu dan berteriak, tetapi Cindy mengabaikannya.
Dengan adanya Rendy, beberapa anak nakal ini tidak akan lapar, tetapi Cindy butuh waktu, perlu waktu untuk tenang kembali.
Bagaimanapun juga, Gerard meninggal terlalu tiba-tiba dan terlalu tragis ...
Melihat tidak ada pergerakkan di kamar tidur utama, beberapa anak segera pergi memanggil Rendy.
"Daddy, apa Mami sudah tertidur?"
"Iya, ketuk pintu pun Mami tidak peduli dengan kami."
"..."
Rendy merasakan ada yang tidak beres, dan saat hendak mengetuk pintu, dia tiba-tiba menerima telepon dari Hendy.
"Rendy, kamu menangani hal ini dengan sangat baik."
"Ayah, apa yang kamu bicarakan?"
"Gerard memang harus mati seperti ini!"
Rendy sangat bingung, sampai dia melihat adegan kecelakaan mobil di pencarian terpopuler, barulah dia mengerti apa yang terjadi.
Bukan dirinya yang melakukan ini.
Jadi siapa yang melakukannya?
Dia mendongak keatas dan melihat ke pintu kamar yang tertutup, dalam hati menebak Cindy pasti sudah melihat berita ini.
Apa Cindy juga berpikir bahwa dia yang menabrak mati orang itu?
Rendy tiba-tiba menjadi tegang.
" Mengapa Daddy tidak mengetuk pintu?"
Rendy memandang anak-anaknya, "Kalian pergi main dulu ya, Daddy mau ngomong dulu sama mami."
Anak-anak saling memandang, lalu mengangguk dan berjalan ke ruang main.
Rendy sudah mengetuk pintu beberapa kali, tapi Cindy belum juga membuka pintu kamar.
Rendy pergi ke dapur untuk masak dan meminta Shella untuk memanggil cindy turun makan, tapi Cindy masih saja mengunci diri didalam kamar dan tetap tidak bergeming.
Anak-anak menjadi khawatir.
"Mami kenapa?"
"Tidak tahu juga."
"Apa Mami tidak suka tempat ini?"
"..."
Anak-anak memandangi Ayahnya, dan Rendy beralasan bahwa Cindy sedang tidak enak badan, jadi menyuruh mereka makan duluan.
Anak-anak dengan patuh menghabiskan makanan mereka, lalu kembali ke kamar masing-masing dan tidak berteriak dengan keras, kerena takut mengganggu mami istirahat.
__ADS_1
Rendy kali ini tidak mengetuk pintu dan langsung membuka pintu kamar.
Saat melihatnya sedang berbaring di tempat tidur, Rendy tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya.
Kalau bilang bukan dia yang melakukannya, apa Dia akan percaya?
Lagi pula, orang yang paling berharap Gerard mengalami kecelakaan adalah keluarga Adiguna .
Kediaman Keluarga Adiguna——
Apa mungkin orang yang mencelakainya adalah salah satu anggota keluarga Adiguna ?
Menurut Rendy kemungkinan terbesar orang itu adalah Tetua Adiguna .
Paman kedua dan paman ketiga mungkin masih tidak tahu siapa pembunuhnya.
Ayahnya, Hendy baru saja meneleponnya dan berpikir Rendy yang melakukan ini, jadi kemungkinan bukan ayahnya yang melakukan ini.
Apa Tetua adiguna yang melakukannya?
Berdasarkan tingkat kebencian Tetua Adiguna terhadap Gerard, ada kemungkinan dialah yang melakukan itu.
Semakin memikirkan ini, Rendy semakin tidak tahu bagaimana cara menghibur Cindy.
Dia berjalan mendekati Cindy mengulurkan tangan dan menyentuh dahi cindy, "Kamu lapar tidak?"
"Tinggalkan aku sendiri."
Cindy mendorongnya lalu membelakanginya.
Kematian Gerard terlalu tragis, jasadnya yang dipenuhi dengan darah terus muncul di pikirannya.
Harus diakui, cara rendy yang memiliki gelar " Raja Neraka " mencelakai orang lain memang sangat menakutkan.
Rendy tidak berkata apa-apa, dia hanya duduk di sisi tempat tidur dan diam-diam menemaninya.
Sampai cindy sudah tertidur, Rendy baru pergi ke kamar mandi.
Malam hari.
Cindy memimpikan tempat kejadian kecelakaan, dia melihat jasad Gerard yang terus di tabaraki mobil, sangat tragis ...
Cindy tiba-tiba berteriak, "Tidak", dia terbangun dan tubuhnya penuh dengan keringat.
Rendy juga terbangun, dan menatap Cindy dengan prihatin.
" Ada apa ? Apa kamu mimpi buruk?"
Cindy berbalik menatapnya, dan ingin sekali mengucapkan: Ini semua salah mu.
Tapi Cindy mengurungkan niatnya.
Suasana hatinya sangat rumit.
Setelah lama terdiam, cindy hanya berkata, "Tidurlah." Lalu berbaring.
Rendy yang berbaring di samping cindy tidak bisa tidur, dia takut insiden ini akan menjadi simpul antara dia dan cindy.
Takut masalah ini akan mempengaruhi hubungan mereka.
Keesokan harinya.
Setelah mengantar anak-anaknya ke sekolah, Rendy langsung kembali ke Pantai Kapuk.
Setelah mereka berdua memarkir mobil mereka di garasi, Anton berjalan ke arah rendy.
"kak, ada kejadian menakutkan, semalam aku melihat hantu."
"Ngomong apa kamu?"
Rendy meliriknya, dan tidak ingin menghiraukannya.
" Kamu sudah membaca berita tentang kecelakaan Gerard kan? Diberita itu jelas tertulis kecelakaan itu terjadi pada saat maghrib, tapi aku dan Bella semalam jam 9 melihat Gerard."
__ADS_1
Anton melipat tangannya dan sekujur tubuhnya merinding.