
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Vanda pergi makan malam dengan rendy dengan perasaan senang, namun saat sampai di restoran rendy langsung membungkus makanan dan dibawa pulang.Ia juga memesan banyak makanan untuk anak-anak.
"Rendy.. ini?"
"Kita makan dirumah, lagipula bobby dan adrian belum makan, mereka pasti kelaparan"
Vanda merasa tidak nyaman, rendy perduli dengan kedua anaknya atau pada ibu sang anak?
Kalau perduli pada anak-anaknya,mengapa membeli begitu banyak makanan?
Vanda memikirkan cara untuk mengusir cindy dengan cepat.
Setelah itu vanda mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan.
Villa mawar
Keempat anak-anak sedang mengelilingi meja, mereka sedang makan mie goreng, wortel dan ayam.
Rendy membawa banyak makanan ke rumah belakang untuk diberikan pada anak-anak.
Cindy mengerutkan keningnya saat melihat rendy membawa banyak makanan yang di bungkus.
"Tuan adiguna, ada keperluan apa anda datang kemari?"
"Aku membawakan makanan untuk anak-anak" setelah mengatakan itu rendy langsung pergi, ia takut cindy akan menolak makanan itu.
Shelly yang paling semangat membuka makanan yang di bungkus, mereka semua makan bersama, hanya sella yang enggan menyentuh makanan dari rendy.
Tiga hari kemudian
Saat Rendy pulang dari kantor melihat vanda sedang berbicara dengan seorang pria.
Melihat rendy pulang vanda segera menyambut."Rendy, kamu sudah pulang"
"Ada tamu"
"Dia datang untuk bertemu dengan kakak"
Menemui cindy?
Rendy memasang wajah dingin, lalu bertanya.
"Kamu ingin bertemu dengan cindy?"
__ADS_1
"Iya, kita berdua sudah lama tidak bertemu, apakah dia baik-baik saja?"
"Kamu dan dia punya hubungan apa?"
Sang pria tersenyum ramah."Cindy adalah wanita yang memiliki daya tarik yang kuat,kami pernah dekat, apakah kamu mengetahui hubungan khusus seperti ini?"
Hubungan khusus!
Teman dekat!
Hati rendy semakin kesal tanpa sebab.
Vanda tersenyum."Kakak sudah hampir pulang, bagaimana kalau kamu menunggu di rumah belakang"
Belum sempat berdiri, cindy sudah membawa pulang anak-anaknya dan terkejut melihat kedatangan temannya.
"Kenapa kamu datang?"
"Cindy, aku datang untuk menemuimu, klinik yang kamu buka katanya butuh bantuan, aku bisa membantumu"
"Gimana kamu tahu aku membuka klinik?"
Vanda segera menjelaskan."Aku tadi sempat mengobrol saat menunggu kamu pulang"
Cindy mengerti, ini pasti ulah wanita jahat untuk menyingkirkan mendekati rendy.
Dia bisa menemukan teman kuliahnya, vanda sungguh sangat hebat.
Pria ini adalah bernama david, mereka pernah belajar akupuntur bersama,pernah mendekatinya dan ditolak berkali-kali oleh cindy,setelah pulang ke dalam negeri belum berhubungan lagi.
Sungguh wanita yang punya niat besar.
"Kamu tidak memperkenalkan" rendy melirik cindy sinis.
"Kamu perkenalkan sendiri"
"Namaku david, aku pernah belajar akupuntur bersama dengan cindy, kelak aku ingin mengelola klinik bersama dengannya"
Rendy merasa tidak puas dengan perkenalannya."Apakah ini ayah shella dan shelly?"
"Bukan" cindy menjawab dengan tegas.
"Kelak, mungkin saja,iya" david tersenyum lebar
Ternyata bukan!
Rendy mendekati cindy dan berbisik di telinganya."Sebenarnya kamu memiliki berapa banyak laki-laki?"
Alis cindy mengkerut, bajingan, hanya kamu seorang yang pernah tidur denganku.
Dan ayah kandung shella dan shelly juga dirimu.
__ADS_1
"Untuk apa kamu menatapku seperti itu, takut aku memberitahu kejadian malam itu" rendy kesal dengan tatapan mata cindy.
"Katakan saja,aku tidak perduli"
Cindy sama sekali tidak menyukai david, jadi david mau salah paham juga tidak perduli.
Rendy menatap david tajam."Kamu boleh menjadi ayah shella dan shelly,namun bobby dan adrian,itu anakku dan cindy"
Ucapan ini mengejutkan cindy, jarang sekali rendy mengakui dirinya ibu dari anak-anaknya.
Rendy mengatakan hal ini, apakah agar david menjauhi cindy?
Vanda merasa kesal, apakah rendy tidak menyukai kakaknya bersama dengan pria lain?
Buru-buru sekali menghancurkan hubungan mereka!
"Rendy, kejadian itu telah berlalu, kakak juga sudah menjalani kehidupan yang baru" kata vanda memprovokasi.
Vanda segera merangkul lengan rendy, dan mempertegas kalau sang pria adalah miliknya.
Kejadian ini menyakitkan mata cindy.
Rendy brengsek, satu sisi merusak dan satu sisi bermesraan dengan vanda,apakah menurutnya ia wanita gampangan?
David tertegun sejenak."Apa yang dikatakan nona ini benar, kejadian yang telah berlalu jangan di ungkit lagi, kita harus melihat masa depan, seharusnya siapa yang akan menemaninya sampai tua, iya kan?"
Cindy segera berjalan ke rumah belakang, david tersenyum dan mengejarnya."Apakah kamu menyukainya?"
Cindy segera sadar dan memasang senyum palsu."Tidak, kamu jangan berkata sembarangan"
"Jodoh tidak bisa di paksakan, orang tidak berjodoh bisa pergi,dan orang yang berjodoh akan datang, cindy, berikan aku kesempatan"
Benar, sepertinya dirinya dengan rendy tidak berjodoh!
Mengapa merasa sakit saat melihatnya bermesraan dengan vanda, apakah ini perasaan cemburu?
"Cindy, ada apa?"
"David, katakan dengan jujur, kenapa kamu tiba-tiba datang kemari?"
David melihat keatas."Tuhan yang mengutusku datang"
Cindy tidak lagi bertanya,lagipula jawabannya sudah jelas.
Klinik memang lagi membutuhkan orang dan keahlian david cukup hebat,kalau dia ingin membantu klinik, ini merupakan hal yang baik.
"Kamu bersedia membantu klinikku? untuk gaji, apakah kamu mempunyai permintaan khusus?"
"Aku tidak memperdulikan tentang gaji, yang penting bisa melihatmu setiap hari"
"Kalau begitu aku akan membayarmu sesuai harga pasaran"
__ADS_1
David mengangguk dengan santai,kemudian ia berkata kalau datang dari jauh, seharusnya cindy menyambutnya dan makan bersama.
Cindy setuju dan membawa anak-anak ke restoran.Ia tidak mempunyai kesan apapun pada david, jadi memperlakukannya sebagai teman saja.