Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Pertempuran


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Hari ini anton datang ke villa mawar.


Vanda tidak menyangka akan bertemu dengan Tuan muda kedua di villa mawar.


Anton merasa jijik melihat wajahnya yang dibuat-buat manis.


Wanita ini padahal pernah menculik bobby, bagaiamana bisa berada disini?


"Tuan muda kedua, ada apa anda datang kesini?"vanda berinisiatif menyapa


"Terserah aku dong, mau datang atau tidak, emangnya ada masalah?" anton berkata dengan tidak bersahabat.


"Tidak, aku hanya asal bertanya"


"Mengapa wanita seperti kamu bisa berada di villa mawar?"


Vanda tidak memperdulikannya dan berjalan menuju ruangan rendy.


Omg! wanita ini memang punya nyali dan berani mendekati kakaknya!


Anton mengikuti dari belakang.


"Rendy, aku dengar kamu belum makan, aku akan meminta juru masak untuk memasak makanan untukmu"


"Tidak usah" rendy tidak merasa lapar.


"Aku rasa kita harus menjauhkan anak-anak dengan cindy"


"Aku tidak setuju, anak-anak butuh kasih sayang seorang ibu" anton langsung berkata.


"Kapan kamu pulang?" rendy merasa terkejut dengan kedatangan adiknya.


"Aku pulang setelah menyelesaikan proses negosiasi proyek, ternyata disini sangat ramai, ya kak"


Anton menatap tajam ke arah wanita sialan ini.


Vanda merasa tidak nyaman, lalu berkata."Aku keluar dulu, silahkan jika ada yang ingin dibicarakan berdua"


Setelah melihatnya keluar anton berkata."Kakak, buat apa wanita itu disini?"


"Aku yang mengizinkan dia" rendy berkata acuh tak acuh.


"Ngapain mengizinkan wanita penculik di villa mawar?"


"Cepat laporkan soal proyeknya"

__ADS_1


Anton menghela nafas dan tidak bertanya lagi soal vanda.


Vanda mengambil dua paha ayam untuk di berikan ke adrian dan bobby.


Vanda tanpa mengetuk pintu masuk ke kamar mereka.Adrian menunjukkan sikap permusuhan


"Wanita jahat, cepat keluar"


Adrian bahkan tidak melirik makanan yang dibawa olehnya.Namun bobby merasa kelaparan dan berjalan mendekat.


Vanda melemparkan makanan di kaki bobby dan seperti memberi makan anjing.


"Kenapa kamu tidak menangkapnya? cepat ambil dan makan"


Bobby sangat marah padanya,ia mengambil paha ayam yang berada di lantai dan melemparkan ke arahnya.


Kedua anak memeluk lengan vanda dan menggigit dengan keras.


"Ahhhh" vanda teriak kesakitan.


Terdengar teriakan kesakitan silih berganti antara anak-anak dan vanda.


Saat pelayan masuk melihat vanda di jambak rambutnya dan disuruh makan paksa paha ayam.


Pelayan memanggil rendy di ruangannya.


Ketika rendy dan derick sampai melihat vanda terduduk di lantai dengan rambut berantakan dan wajahnya berlumuran minyak paha ayam.


Kedua anak berdiri di depannya dengan pakain berantakan.


"Rendy, mereka berdua benar-benar berlebihan" vanda mengeluh.


"Apa yang terjadi?"


"Wanita jahat ini sengaja menjatuhkan paha ayam dan tidak membiarkan kami makan"


"Kamu yang jatuhin sendiri ke lantai, dan memaksaku untuk memakannya, lebih baik aku tidak membawakan makanan untuk kalian"


Anton tersenyum dan memikirkan apa yang barusan terjadi?


Berani-beraninya menggoda keponakannya dengan paha ayam,apa dia pikir anak-anak tidak bisa membalasnya?


Kacau! wanita ini benar-benar membuat bencana untuk dirinya sendiri.


"Kakak, aku pikir bobby bisa di percaya, anak-anak pasti merasa lapar, mana mungkin mereka sengaja menjatuhkan paha ayam ke lantai? lihat kedua paha ayam berada di lantai"


Ketika mendengar perkataan anton, rendy menjadi serius dan menatap vanda dengan tajam.


Vanda terdiam, ia tahu anton adalah musuhnya dan tidak menyangka langsung bisa menyerangnya hari ini!


"DI masa depan, lebih baik kamu menjauhi anak-anakku"


Vanda merasa kaget,apakah rendy mempercayai perkataan adiknya?

__ADS_1


Tampaknya kedua anak ini masih unggul di dalam hati rendy.


Vanda keluar dari kamar dengan perasaan yang sedih.


Rendy menatap kedua anaknya.


"Apa kalian sudah tahu salah?"


"Wanita jahat itu yang bersalah"


"Iya,kami tidak akan meminta maaf padanya"


Kedua anak itu masih keras kepala.


"Kalau begitu kalian tidak boleh makan" setelah berkata rendy keluar dari ruangan.


Mereka berdua tidak akan menyerah dan lebih baik kelaparan.


Anton memegang kedua kepala keponakannya, namun adrian langsung melotot ke arahnya.


"Kenapa kamu masih bersikap dingin kepada paman?"


Andrian tidak menjawabnya dan memalingkan wajahnya.


Anton melihat bobby yang tersenyum padanya.


"Paman, tolong ambilkan paha ayam untuk kita berdua"


"Baiklah, kalian tunggu sebentar"


Derick membawa empat paha ayam ke dalam kamar."Cepat makan dan jangan sampai daddymu melihat kalian makan"


"Oke baiklah" bobby begitu semangat.


"Baiklah, aku ingin melihat yang lainnya dirumah belakang"


Shelly tersenyum senang melihat kedatangan anton."Paman, apa kamu kesini untuk menemui kami?"


"Iya"


Anton mencubit pelan pipi gemuknya."paman kesini buru-buru dan tidak membawa makanan, lain kali paman akan membawakanmu banyak makanan,bagaimana?"


Shelly terlihat senang dan menganggukkan kepala.


Satu anak begitu antusias dan satu anak seperti gunung es duduk disofa.


Shella tidak menyukai rendy dan memusuhi adiknya juga.


Cindy mengalihkan perhatiannya dan bertanya kondisi andrian dan bobby.


"Kamu tenang saja, anak-anak sedang makan paha ayam, barusan kedua bocah bekerjasama untuk memberikan pelajaran pada vanda" anton berkata dengan semangat.


"Apa yang terjadi?"

__ADS_1


Anton menceritakan kejadian tadi dan cindy merasa tidak percaya.


__ADS_2