Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
~~~~


__ADS_3

Rendy sangat terkejut.



"Apa katamu?"



"Aku juga kira aku salah lihat, jadi aku tanya Bella, dan apa yang dia lihat sama dengan apa yang aku lihat, tidak mungkin kan kami berdua salah lihat?"



Bagaimana bisa--



Rendy mengerutkan kening, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi, mereka memang salah lihat atau Gerard memang belum mati.



Jika memang begitu, dengan kemampuan Gerard, dia tidak mungkin bisa menyutradarai dan memerankan sendiri pertunjukan sebesar ini.



Berita yang ditayangkan diberbagai media besar juga seperti sudah direncanakan.



Pasti ada seseorang yang diam-diam melakukan ini.



"Kak, ngomong dong, menurutmu, apa yang sebenarnya terjadi?"



Rendy berpikir, sekarang semua orang di keluarga adiguna mengira Gerard sudah mati. Jika sampai mereka tahu bahwa Gerard kemungkinan belum mati, mungkin akan ada hal lain yang terjadi lagi.



Masalah ini lebih baik diselidiki secara diam-diam.



Rendy memandangi Anton dan berkata, " Jangan kasih tahu siapa pun tentang ini, paham? "



Anton sedikit terkejut, lalu mengangguk, " Kak, kamu tenang saja, aku tidak akan kasih tahu siapa-siapa."



Mereka berdua berjalan ke ruang tamu. Setelah melihat berita itu, Tetua berkata bahwa Rendy benar-benar akan melakukan segala sesuatu demi mencapai tujuannya, dan dia memang pantas mendapatkan gelar " Raja Neraka berhati dingin", dan kelak Grup adiguna pasti akan menjadi semakin baik lagi.



Namun, Tetua masih tidak ingin melihat Cindy.



Dia sedikit ragu dan berkata, Rendy dan Cindy jangan buru-buru menikah dulu, hubungan mereka mungkin akan terpengaruh karena masalah ini.



Bagaimanapun juga Gerard adalah ayah biologis Cindy, jadi wajar saja jika Cindy ada rasa benci kepada Rendy setelah kematian ayahnya yang begitu tragis.



Rendy tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengangguk dengan pelan.



Dia tahu jika masalah ini tidak diselidiki dengan jelas, pasti akan menjadi simpul antara hubungan dia dan Velina.



Sekeluarnya dari Pantai Kapuk, Anton menyusul Rendy.



"Kak, menurutmu kejadian ini apa ada hubungannya dengan menyuruh Vanda berpura-pura menjadi gadis kecil? Mobil sport ku ditabrak, dan kakek tiba-tiba mendapat surat? Apa ada hubungannya dengan beberapa masalah ini?"



Rendy berpikir sejenak, dan tatapan tajam melintas di matanya.



Tidak perduli ada hubungannya atau tidak, Rendy akan tetap memeriksa masalah ini sampai keakar.



"Selidiki ini, jika ada petunjuk, segera hubungi aku."



"Oke kak, jangan khawatir, jika kita sudah menangkap anak-anaknya, induknya pasti akan muncul."



Rendy menyipitkan matanya, takutnya induknya ini tidak mudah untuk dihadapi, dia sudah berani melawan Grup Adiguna, jadi kekuatan dan kemampuannya tidak boleh diremehkan.



" Apa Bella akhir-akhir ini sibuk?"


__ADS_1


Anton terlihat tercengang melihat Rendy tiba-tiba bertanya seperti ini.



"Kenapa kak? Apa kamu ingin bertemu dengannya?"



Rendy meliriknya, "Jika dia punya waktu, suruh dia temani kakak iparmu. Dia akhir-akhir ini sedang dalam suasana hati yang buruk."



Anton berpikir sejenak, "Oke, aku tahu."



Aneh jika Cindy tidak dalam suasana hati yang buruk setelah melihat ayah kandungnya ditabrak sampai berlumuran darah seperti itu.



Setelah Rendy pergi, Hp Anton terus berdering.



Setelah meihat sekilas layar hp, ternyata itu adalah Wedhus yang menyebalkan.



Anton menjawab, "Hallo, ada apa?"



" Anton, kamu kan kalah taruhan, bukannya kamu harus menemaniku selama tujuh hari tujuh malam. Baru saja hari kedua kamu sudah kabur, cepat kembali, kalau tidak aku akan memukulmu sampai seperti irisan hawthorn!"



Anton terbatuk, "Ada keadaan darurat."



"Apa?"



"..."



"Kamu suruh aku menghibur kakak iparmu?"



"Ya, asalkan kamu melakukan hal ini dengan baik, aku akan memenuhi janjiku, bagaimana, berani?"



Bella teringat dengan hot news itu, lalu memikirkan perasaan Cindy, sebagai teman, dia seharusnya memang harus pergi menghibur cindy.




Ketika telepon ditutup, Anton melihat layar yang redup dan berkata, "Mau aku menemanimu tujuh hari tujuh malam? Mimpi saja kamu!"



Tanpa menunda-nunda, Bella langsung menelepon Cindy dan pergi ke Villa Royal Garden.



Anak-anak Cindy pergi ke taman kanak-kanak, dan Rendy pergi ke perusahaan, jadi hanya tersisa Cindy sendirian di Villa Royal Garden.



Saat berjalan, Bella menghela nafas, Rendy sangat baik kepadanya.



Dia bahkan membeli villa sebagus ini untuk cindy.



Sedangkan Anton, dia tidak pernah berinisiatif untuk memberi barang apa pun untuk Bella, dan hanya bisa memanfaatkannya. Membandingkan mereka hanya bisa membuat Bella kecewa.



Melihat Bella masuk, Cindy yang ada di ruang tamu segera bangkit, "Bella, ayo duduk."



Bella berjalan ke sisinya, lalu meraih tangannya, menatapnya dengan cermat, wajahnya terlihat pucat, dan menyuruhnya untuk tidak terlalu banyak pikir.



Cindy mengangguk dan pergi untuk membuatkan teh untuk Bella.



Bella dengan cepat berkata, "Kakak ipar, ada jus? Kalau ada aku minum jus saja."



"Oke, aku ambilkan dulu ya."



"Kakak ipar, Villa Royal Garden ini sangat besar, apa kamu tidak merasa sepi tidak ada pembantu?"

__ADS_1



"Aku tidak terbiasa dilayani, dan aku merasa seperti ini lebih terasa seperti keluarga."



"Presdir Adiguna harusnya sudah terbiasa dilayani oleh pembantu, kamu harusnya membiasakan diri dengan itu. Bagaimana kalau aku carikan kamu pembantu yang kompeten dan terpercaya? "



Rendy sudah terbiasa?



Benar juga, Rendy dulu tinggal di Vila Gerhana, disana banyak sekali pelayan dan pembantu yang melayaninya, sedangkan sekarang dia hanya tinggal bersamanya, sepertinya ini sedikit tidak adil untuk dia.



Bella melihat sekeliling dan merasa puas dengan apa yang dia lihat.



"Kakak ipar, Presdir sangat baik padamu."



Enak sekali.



Cindy dulu juga berpikir bahwa rendy sangat baik padanya, tapi dia juga memiliki sisi sadis sampai tidak memperdulikan perasaannya.



Setelah hal yang menimpa Gerard terjadi, Cindy selalu bertanya pada dirinya sendiri.



Rendy baik padanya, tapi kebaikan apa yang telah dia lakukan?



Seseorang yang tidak kekurangan uang, bersedia mengeluarkan uang untuk kamu, apa itu baik?



Jika Rendy benar-benar peduli padanya, apakah dia akan melakukan hal ini pada Gerard?



Setidaknya, dia harus mempertimbangkan perasaannya.



Atau Rendy memang tidak pernah peduli dengan perasaannya.



Dan hanya memperdulikan tujuannya sendiri.



Cindy takut jika suatu hari nanti, laki-laki tidak berperasaan itu juga akan melalukan hal yang sama pada dirinya.



Cindy menghela nafas, "Rendy memperlakukanku sebaik ini, mungkin karena dia sekarang menginginkanku, dan dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, tidak tahu kedepannya apa akan tetap begitu? "



"..."



Mendengar perkataan Cindy, Sepertinya Presdir itu orang yang akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.



Bella merasa ini tidak adil untuk Rendy.



Tapi dia juga mengerti mengapa Cindy dapat berpikir seperti itu, karena bagaimanapun juga kematian tragis yang baru dialami Gerard ini pasti membuat emosional Cindy tidak stabil, dan berpikir yang aneh-aneh.



Melihat matanya yang memerah, Bella tidak tahu harus bagaimana, dan berpikir bagaimana kalau dia beritahu saja kejadian dia melihat Gerard?



Ada kemungkinan Gerard belum mati.



Tetapi Anton sudah berulang kali mengingatkannya untuk tidak memberitahu siapapun tentang masalah ini, jika tidak dia akan memutuskan hubungan mereka.



Anton berkata dengan nada yang serius dan tegas.



Dan itu berarti masalah ini bukan hal yang sepele.



Setelah memikirkannya, Bella memutuskan untuk menutup mulutnya.

__ADS_1



"Kakak ipar, jangan terlalu sedih, kamu harus mempercayai perasaan Presdir Adiguna padamu."


__ADS_2