Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
"""""


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Malam hari


Sebelum pulang dari kantor rendy menelepon cindy dan memintanya menunggu di ruangan kerjanya.Katanya ada dokomen penting yang harus di terjemahkan.


Setelah menjemput anak-anaknya,cindy langsung membawa mereka ke ruangan kerja rendy, namun sebelum membuka pintu di hentikan oleh vanda.


"Kak, ruangan rendy tidak boleh di masukin gitu aja"


Sikap vanda membuat anak-anak merasa tidak nyaman.


Ruangan kerja itu adalah milik daddy, mengapa penyihir jahat ini menghentikan mereka?


"Ini ruangan kerja daddy, siapa kamu berani menghentikan kita?" bobby berkata duluan.


"Iya" Bobby dan adrian menatapnya dengan tajam.


Vanda menjawab dengan penuh kesombongan.


"Daddymu tidak berada di dalam, gimana kalau kalian menghancurkan ruangan kerjanya?"


"Tuan adiguna menyuruh kami menunggu di dalam, yang buat keputusan kamu atau dia?"


Cindy menyela langsung dan tidak sabar menghadapi penyihir jahat.


Saat menyebut rendy, kesombongan vanda mulai meredup.


Cindy meliriknya sebentar dengan pandangan jijik dan memimpin anak-anaknya masuk ke ruangan kerja.


Apa benar rendy menyuruh mereka menunggu di ruangan kerjanya?


Vanda mulai memikirkan cara untuk membuat masalah dengan cindy.


"Kakak, ini aku bawakan buah-buahan" vanda meletakkan diatas meja.


Perubahan mendadak vanda membuat cindy merasa terkejut.


Setelah dipikirkan vanda sudah memiliki warisan licik dari ibunya dan kecepatan mengubah expresinya membuat orang terkejut.


Apa dia sedang berpura-pura baik?


Rendy tidak berada disini, jadi menunjukkan drama untuk siapa?


Anak-anak tampak acuh tak acuh dengan buah diatas meja, hanya sikecil rakus yang matanya terus memandang ke arah buah.


Keinginan makan tertulis jelas di wajahnya.


Shella merasa malu dengan penampilan adiknya dan berbisik di telinganya.


"Makanan dari wanita jahat itu akan membuat perutmu sakit dan diare"


Vanda tersenyum dan berjalan kearah buah, lalu memakannya dengan lahap, ia tidak perduli dengan mereka suka atau tidak, karena ia memiliki tujuan yang lebih penting.


Setelah melihat ini cindy berinisiatif membawa anak-anak ke rumah belakang.

__ADS_1


"Kalian main dulu di rumah, nanti mami akan memasak setelah urusan selesai"


Mereka semua mengangguk penuh semangat, mereka tidak ingin bersama dengan wanita jahat lebih lama.


Cindy kembali ke rumah depan dan mendengar vanda mengeluh pada rendy.


"Kakak tidak mengizinkan anak-anak memakan buah yang aku siapkan, dia bahkan membawa anak-anak pergi ke rumah belakang,aku cuma mau bersikap baik pada anak-anak,tapi kakak mempersulit semuanya"


Wajah vanda penuh dengan kesedihan dan hampir menangis.


Saat ini cindy mengerti, wanita munafik ini menyiapkan buah-buahan untuk menjelekkan dirinya.


Tapi cindy ingin mendengar yang dikatakan oleh rendy.


"Tidak usah berlebihan,kamu tahu aku punya perasaan denganmu, cindy hanya ibu dari anakku saja"


"Rendy, aku tahu kamu sayang sama aku" vanda merasa senang.


" Rendy, nanti kita makan malam bersama setelah urusanmu selesai"


"Mmmm"


Vanda merasa senang dengan sikapnya, ia berjalan keluar dan sengaja menabrak tubuh cindy.


Ia memandang cindy penuh cemoohan,dan berbisik ke telinganya."Dengar, rendy sangat menyukaiku, lebih baik kamu menjauh darinya, jadi jangan bertindah bodoh dan malu-maluin diri sendiri"


Kata-kata ini seperti pedang menusuk hati cindy.


Rendy sayang dia!


Rendy baru saja akan memanggil cindy,ia melihatnya berdiri di depan pintu.


"Kenapa kamu tidak masuk? aku baru saja akan memanggilmu"


"Ini semua,apakah kamu bisa selesaikan dalam waktu dua jam?"


Cindy mengambil dan memeriksa dokumen dengan hati-hati."Bisa, apa aku boleh membawa pulang dokumen ini,aku akan menyerahkan padamu malam ini?"


Dibawa pulang!


Disana ada empat anak yang berisik yang akan mengganggu pekerjaannya, jadi rendy menyuruhnya mengerjakan di ruangan kerjanya.


"Tuan adiguna,anak-anak tidak suka bermain dengan vanda"


"Bukan dia yang mengawasi mereka, aku akan menyuruh anton untuk menjaga mereka, lagipula dia tidak ada kerjaan, kamu bisa percayakan anak-anak padanya"


Anton, dia memang sangat baik dengan anak-anak.


Cindy duduk di depan komputer dan dengan serius menerjemakan dokumen.


Ini adalah kesempatan kedua rendy melihatnya bekerja dengan serius.


Saat ini jari-jari menari diatas keybord, mata rendy tanpa berkedip terus mengawasinya.


Cara bekerja wanita ini sungguh berbeda dengan sikapnya yang menjengkelkan.


Cindy menerjemakan dengan hati-hati dan tidak memperhatikan sepasang mata terus melihat kearahnya.


Satu jam kemudian cindy meregangkan ototnya dan kembali bekerja.


Rendy meletakkan secangkir teh di mejanya.

__ADS_1


"Istirahat dulu"


Cindy melihat teh di mejanya merasa terkejut, rendy jarang sekali memperlakukannya dengan baik.


Ia melihat kearahnya dengan tatapan bingung, apakah kiamat sudah dekat?


Rendy segera menjelaskan tatapan bingung cindy.


"Bos harus peduli dengan karyawannya,agar mereka Bekerja lebih efisien"


Rendy menjelaskan ini, Karena takut cindy akan salah paham.


Bos perduli dengan karyawannya, ini bukan perhatian antara pria dan wanita.


"Makasih" cindy berkata dengan sekedarnya.


Setelah berkata cindy kembali bekerja dan tidak meminum teh yang dibuat oleh rendy.


Rendy merasa tidak nyaman, seharusnya wanita ini akan mengkritik suhu teh atau kualitas teh.


Kenapa sikapnya berubah begitu?


Rendy merasa tidak nyaman, ia melihat cindy bukanlah wanita yang biasanya terus berdebat dengannya.


Dalam waktu kurang dari dua jam, cindy sudah menyelesaikan pekerjaannya.


"Tuan adiguna,tolong di check dulu"


Setelah menyerahkan dokumen,ia menunggu hasilnya seperti karyawan biasa.


Rendy memeriksa dokumen dengan wajah datar.


"Gajinya aku bayar bulanan, apakah ada komentar?"


"Tidak"


"Oke, besok malam datang kesini lagi di jam yang sama,aku akan cari pengasuh untuk menjaga anak-anak,kamu tidak perlu khawatir"


"Terima kasih, aku pulang dulu" setelah berkata berbalik dan pergi.


Rendy menatap punggungnya sejenak, ia merasa ragu, apakah wanita yang barusan keluar adalah cindy?


Rumah belakang


Setelah cindy pulang, anton pergi ke rumah depan.Begitu memasuki ruangan melihat vanda sudah memakai gaun dan duduk di kursi ruang tamu."Rendy, kapan kamu selesai? aku sudah lapar"


Anton segera mengerti, mereka berdua akan pergi makan malam.


Di rumah belakang masih belum ada makanan dan mereka berdua akan pergi makan malam bersama.


"Kakak, kamu mau pergi keluar?"


"Iya, apakah kamu mau ikut?"


Vanda langsung melirik anton dengan tidak senang, sangat menjengkelkan kalau anton sampai ikut.


"Kakak, kamu jangan menyuruh kakak ipar untuk menerjemahkan dokumen,dia sibuk banget"


Kakak ipar?


Dua kata ini membuat vanda sangat kesal, mengapa anton memanggilnya kakak ipar?

__ADS_1


Padahal wanita yang dekat pada rendy adalah dirinya dan kenapa malah cindy yang di panggil kakak ipar.


__ADS_2