
Peter memandang raut wajah Rendy yang penuh amarah, namun tetap menahan dirinya. Lalu dia mengerutkan keningnya ketika menatap ekspresi Cindy yang tidak wajar, seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu.
Dia terdiam sebentar, lalu tiba-tiba menatap Cindy dan bertanya, "Karena kamu dan Zenitsu saling mencintai, lebih baik kalian segera menikah saja. Jadi nanti istriku juga tidak akan menyulitkanmu dan anak-anak ini lagi, karena kamu adalah menantunya."
Menikah dengan Zenitsu?
Mengapa Peter tiba-tiba punya pemikiran seperti ini?
Cindy tercengang.
Peter memperhatikan reaksi Cindy dengan seksama. Dia sudah tahu segalanya ketika melihat raut wajahnya yang terkejut dan panik.
Selama ini, dia sudah mendengar bahwa Cindy selalu menjauhkan dirinya dari Zenitsu, dan cara mereka berinteraksi bukanlah seperti pasangan yang sedang jatuh cinta.
Sebaliknya, Cindy sering diam-diam menanyakan kejadian masa lalu di Kediaman Ducal.
Dia diam-diam menebak bahwa Cindy memiliki tujuan tersembunyi.
Setelah melihat 'pengawal' ini, dia merasa semakin yakin dengan tebakannya,
Perkataan Peter telah membuat raut wajah Rendy menjadi sangat jelek.
Matanya membeku dan dia bertanya dengan suaranya yang dingin, "Kamu dan Zenitsu, saling mencintai?"
"..."
Cindy yang sedang panik mengangkat kepala dan menatapnya...
Sialan. Wajahnya menjadi sangat dingin dan itu sangat menakutkan.
Gimana cara dia menjawabnya?
Jika dia mengangguk, dia khawatir Rendy akan menjadi marah dan melakukan sesuatu yang ekstrem.
Namun, jika tidak, maka alasan dia tinggal di Kediaman Ducal sudah tidak valid lagi, dan Peter akan curiga bahwa dia memiliki tujuan lain. Bagaimana cara dia melanjutkan pemeriksaan latar belakangnya?
Dia diam-diam mengeluh, Oh Tuhan, kamu suka sekali memberiku pertanyaan yang sulit.
Kalau tidak, berikan aku dua lembar kertas dan aku akan memilih salah satunya.
Tolong beri petunjuk juga. Aku harus jawab iya atau tidak.
Melihat raut wajah Mami yang sedang dilema, keempat anak itu saling bertatapan. Shelly melangkah maju dan menatapnya dengan matanya yang jernih.
"Mami, aku tidak mau ayah tiri. Mami tidak boleh menikah dengan Paman Zenitsu!"
Adrian juga dengan tenang memberitahunya, "Mami, aku juga tidak mau ayah tiri."
BObby melihat raut wajah Daddy nya yang sangat jelek dan dengan pintar berkata, "Mami, cepat beritahu Daddy kalau kamu tidak suka Paman Zenitsu."
Shella memutar matanya beberapa kali. Dia berjalan ke hadapan Peter dan menatapnya dengan serius.
"Mami dan Daddy aku saling mencintai. Mami tidak akan menikah dengan Paman Zenitsu."
"..."
Cindy memandang keempat anaknya yang sedang berusaha menjaga perasaan orang tua mereka. Perasaan dilemanya menjadi hilang, dan digantikan dengan kekhawatiran.
Peter tahu bahwa dia telah membohonginya. Bagaimana dia akan menyelesaikan masalah ini?
__ADS_1
Peter memandang Rendy dan bertanya kepada keempat anak itu, "Apakah dia adalah ayah yang kalian bicarakan?"
"Iya."
"Betul."
"Benar."
"Itu dia."
Keempat anak itu serempak menganggukkan kepala mereka.
Peter juga memandang ke arah Bimo dan bertanya, "Dia adalah nyonya yang tadi kamu panggil?"
Karena keempat anak itu sudah mengakui semuanya, maka Bimo merasa dia tidak perlu lagi khawatir. Oleh karena itu dia mengangguk dengan pasti.
"Benar. Dia adalah Nyonya kami."
Mata Peter tertuju pada Cindy, "Kalau kamu sudah bersuami dan punya anak, mengapa masih bersama dengan Zenitsu?"
"..." Untuk cek latar belakangku lah!
Kalau tidak, memangnya dia bisa masuk Kediaman Ducal dengan seenaknya?
Melihat Cindy terus diam, Peter bertanya lagi, "Kamu ini sebenarnya suka Zenitsu atau dia?"
Eh.
Ya pasti suka Rendy lah.
Cindy mengalihkan pandangannya ke Rendy dan menyadari bahwa Rendy juga sedang memandangnya dengan matanya yang dingin.
Sebenarnya, Rendy juga sedang menunggu jawabannya.
Dia juga ingin tahu siapa yang akan Cindy pilih?
Velina terdiam sebentar, lalu melangkahkan kakinya ke sisi Rendy dan mengenggam tangannya, "Aku suka ayah dari anak-anakku."
Peter tiba-tiba tertawa. Dia sudah tahu Cindy akan memilih pilihan ini.
Kalau Cindy memilih Zenitsu, berarti dia memang harus benar-benar memeriksa tujuan utama dia memanfaatkan Zenitsu untuk tinggal di sini.
Setelah mendengar jawaban Cindy, Rendy merasa sangat senang meskipun dia tampak tenang dari luar.
Dia menatap Cindy dengan dingin dan bertanya, "Benar-benar tulus pilih aku?"
Lebih tulus daripada emas asli!
Cindy tersenyum kecil dan mengangguk dengan tegas.
Jika dia hanya bisa memilih salah satu di antara Rendy dan latar belakangnya.
Tentu saja dia akan memilih Rendy!
Rendy jauh lebih penting dibandingkan dengan pria brengsek yang telah meninggalkan ibunya.
Dia bisa saja tidak mengetahui identitas pria brengsek itu, namun dia tidak bisa kehilangan Rendy.
Keempat anak itu tersenyum ketika melihat orang tua mereka berdiri bersama.
__ADS_1
Peter melihat mereka berenam dan menghela napas panjang.
"Jika kamu sudah memilih dia, berarti sudah waktunya hubungan kamu dan Zenitsu berakhir. Pulanglah dan jalani hidupmu dengan baik."
Cindy sangat mirip sekali dengan Agata. Meskipun dia sadar bahwa Cindy memiliki tujuan tersembunyi ketika datang ke Kediaman Ducal, namun dia tidak ingin bertanya lebih banyak lagi karena Kediaman Ducal tidak mengalami kerugian apapun.
Dia bersedia untuk menganggap kedatangannya sebagai jodoh yang tidak dapat dia mengerti dan kendalikan.
Peter juga tahu bahwa istrinya dan Marry tidak akan melepaskan mereka dengan mudah. Mereka pasti akan menderita jika hal ini terus berlanjut. Sehingga cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan membiarkan mereka pergi dengan aman dan selamat.
Cindy menyadari bahwa Peter sedang meminta mereka untuk pergi dari sini.
Betul juga. Dia sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tetap tinggal di sini.
Dia sangat berterima kasih kepada Peter karena tidak bertanya alasan mengapa dia berbohong, tidak meminta tanggung jawab dari anak-anaknya karena telah menganggu Marry dan bersedia untuk melepaskan mereka.
Cindy menatap sosok Peter yang tinggi dan kekar. Dia merasakan kasih sayang orang tua kepada anak melalui pria ini.
Ini adalah perasaan yang tidak pernah dia rasakan sejak kecil.
Dan bagi dia, perasaan ini sangat berharga.
"Kalau begitu kami tidak akan menganggumu lagi. Tolong beritahu Zenitsu bahwa kami akan pergi sekarang."
Ada bagusnya jika mereka meninggalkan sini di malam hari. Karena istrinya pasti akan meminta keluarganya untuk menegakkan keadilan untuk Marry.
"Hati-hati di jalan!"
Rendy mengapa Peter merasa sangat tidak rela untuk membiarkan Cindy pergi.
Mungkin karena dia mirip sekali dengan Agata.
Dia berkata pada dirinya sendiri bahwa Cindy bukanlah Agata, melainkan seseorang yang sangat mirip dengannya saja.
Seorang tamu.
Cindy juga memiliki hidupnya sendiri.
Rendy seketika merasa tidak nyaman ketika melihat Peter yang sedang memandangi Cindy dengan tatapan kasih sayang.
Jangan-jangan Peter juga jatuh hati kepada Cindy?
Kediaman Ducal ini benar-benar tidak bisa ditinggali lagi!
Rendy bahkan berpikir untuk membuat sangkar emas dan mengunci Cindy, jika dia terus-menerus membuat orang tertarik kepadanya.
Setelah meninggalkan halaman, mereka langsung kembali ke kediaman mereka untuk mengemasi barang-barang.
"Mami, sekarang sudah tidak bisa cari tahu siapa ayahmu loh. Mami mesti gimana?"
Setelah Bobby selesai bertanya, keempat anak itu menatapnya dengan mata terbelalak. Mereka sepertinya sangat mengkhawatirkan masalah ini.
Cindy pura-pura tidak peduli, "Tidak apa-apa. Mami sudah tidak ingin tahu siapa pria brengsek itu lagi. Lagian, kedepannya kalau ada kesempatan juga masih bisa cari tahu kok."
Rendy mengaitkan bibirnya, "Menurut aku sih, kamu akan segera tahu!"
Cindy tercengang dan menoleh ke arahnya. Jangan-jangan dia menemukan petunjuk lain lagi?
"Rendy, kalau kamu tahu sesuatu, katakan saja. Jangan sok misterius!"
__ADS_1