
“Aku ingin tidur bersama dengan kalian.”
Tempat ini jaraknya sangat dekat dengan kediaman Ducal, dia khawatir akan terjadi sesuatu, jadi dia bisa lebih tenang dan melindungi mereka.
“Bagaimana kalau kamu juga tidur diatas ranjang?”
Rendy menatap BObby yang tidur dengan kaki dan tangan terentang lebar, lalu Shelly yang kakinya tidak bisa diam, Shella yang berguling kesana kemari, dan Adrian yang sengaja menjaga jarak dengan ketiga saudaranya.
Mereka berempat saja sudah hampir memenuhi kasur besar tersebut, dan Cindy harus berdesak-desakan tidur dengan mereka, mana ada tempat lagi untuk menampung Rendy?
“Karena ranjangnya sudah tidak muat, apa kamu mau tidur di lantai?”
Dulu Cindy pernah tidur di lantai beberapa kali, ketika dia bangun keesokan harinya, punggung dan pinggangnya terasa sakit, sebenarnya dia tidak ingin tidur di atas lantai yang keras.
“Aku tidur di ranjang saja karena harus memperhatikan anak-anak, kalau mereka jatuh dari kasur bagaimana?”
“……”
Rendy hanya terdiam dan tidak memaksanya lagi, lalu dia mematikan lampu.
Baru saja Cindy terlelap, tiba-tiba terdengar suara gedebuk barang jatuh.
Dia membuka mata dengan linglung, apakah gempa?
Setelah diperhatikan tidak ada suara lagi, dan dia pun meneruskan tidurnya.
Tengah malam terdengar lagi suara gedebuk barang jatuh, dia masih linglung dan tidak ingin menghiraukan suara itu, tapi malah mendengar suara tangis Shelly.
Dia menyalakan lampu dan terkejut.
Rendy sedang duduk di lantai sambil memeluk dan menenangkan Shelly, lalu Bobby dan Shella juga entah kapan sudah jatuh ke lantai.
Sementara itu di atas ranjang hanya ada Cindy Dan adrian.
Dia bergegas bangun dan menghampiri Rendy, Shelly sudah tertidur kembali setelah ditenangkan oleh Rendy.
“Kenapa anak-anak ini tidurnya berantakan. Bagaimana bisa jatuh ke lantai?”
“Menurutmu kenapa bisa jatuh?”
Bukankah kamu bilang kamu khawatir anak-anak jatuh, jadi kamu ikut tidur di ranjang dengan mereka!
“……”
Cindy tidak tahu harus menjawab apa, lalu terdengar lagi sebuah suara gedebuk.
__ADS_1
Dia masih linglung dan mengira kalau itu adalah gempa, setelah mendengar Shelly menangis barulah dia sadar kalau anaknya jatuh ke lantai.
Kemudian Rendy membaringkan Shelly disamping Shella dan BObby, lalu dia berdiri dan menggendong Adrian dari ranjang dan membaringkannya disamping anak-anak.
Cindy merasa aneh, “Kenapa kamu malah menidurkan mereka semua di lantai?”
“Supaya tidak jatuh lagi!”
“……”
Yeah, jadi inilah alasan kenapa dia membiarkan anak-anak tidur di lantai!
Cindy bengong memandangi keempat bocah tersebut, lalu Rendy memakaikan selimut untuk mereka, dan naik ke atas ranjang.
“Kamu, tidur di ranjang?”
“Daripada nganggur kan!”
Barulah Cindy mengerti tujuan Rendy memindahkan anak-anak tidur di lantai.
Dia naik ke atas ranjang sambil mengerucutkan bibi, baru saja dia berbarik, orang itu sudah menimpa dirinya dari atas.
“Kamu mau apa?”
“Menurutmu!”
“Aku sudah bilang, setelah keluar dari kediaman Ducal maka aku akan menghitung bunga!”
“……”
Sialan, ada empat anak yang sedang tidur di bawah, kendalikan sedikit gairahmu dong!
……
Keesokan harinya.
Shella membuka mata dan melihat dirinya tidur di atas lantai, dia pun bengong.
Dia segera bangun dan mendapati Bobby serta Adrian disampingnya juga tercengang melihat ke atas ranjang.
“Kenapa ini? Aku mengingat dengan jelas bukankah kita tidur di atas ranjang?”
“Iya, kenapa malah jadi di lantai?”
“……”
__ADS_1
Mendengar suara bisikan saudara-saudaranya,Shelly juga terbangun dan terkejut melihat kakak-kakaknya berada disampingnya.
Apa-apan ini?
Bobby mengelus leher kecilnya yang pegal, lalu mengeluh, “Daddy dan mami mau tidur bareng, jadi kita dipindahkan di atas lantai, ini curang namanya.”
Shella menatap lantai, lalu melihat baju tidur yang indah di atas ranjang, dia pun cemberut dan berkata, “Lihat saja, coba tanya mereka berdua, apakah ini perbuatan mereka?”
Suara pembicaraan anak-anak telah membuat Cindy dan Rendy terbangun.
Sedikit banyak mereka berdua telah mendengarnya.
Cindy pun mencubit Rendy dengan geram, kali ini bagaimana mereka harus menjelaskannya pada keempat anak itu.
Rendy berbalik dan memandang keempat bocah yang duduk di lantai dengan wajah geram.
Dia berdeham, kemudian bertanya dengan wajah serius, “Apakah kalian berempat yang bekerja sama membawaku naik ke atas ranjang?”
Shelly: melambaikan tangan kecilnya yang gemuk dengan wajah tanpa dosa.
Shella : Masa iya? Dia itu sudah tidak ingat apa-apa!
BObby : Mana mungkin? ayah kan begitu berat bagaimana kami berempat bisa mengangkatnya?
Adrian : Ini mah terbalik.
“Lain kali, kejadian ini jangan sampai terulang lagi!”
Rendy turun dari ranjang dengan wajah dingin, lalu membawa mereka pergi mencuci muka dan gosok gigi.
Shelly yang paling menurut.
Shella merasa ada yang tidak beres, tapi dia tidak bisa mengutarakannya, jadi dia pun tidak bertanya lebih lanjut.
Sedangkan BObby Dan adrian saling bertukar pandang, mereka tahu ayahnya berbohong tapi sayangnya tidak ada bukti.
Sudahlah, bagaimanapun tidak bisa menang darinya, dan mereka juga sudah terlanjur tidur di lantai, jadi mereka yang rugi.
Diam-diam Cindy mengacungkan jempolnya ke arah Rendy, tak disangka kemampuannya membohongi anak-anak sangat bagus, benar-benar tidak tahu malu.
Saat itu.
Di kediaman Ducal.
Ketika Nyonya Ducal tahu bahwa Cindy dan anak-anaknya telah melarikan diri tengah malam, amarahnya pun membara, dan dia tidak bisa menahannya.
__ADS_1
“Dia telah berjanji untuk memberikan penjelasan padaku, kenapa dia malah membiarkan mereka pergi?”