
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Rendy tiba-tiba tersenyum dingin." Bobby rumah ini,kakek berikan padamu, daddy akan tinggal disini juga,oke"
Bobby dan adrian saling memandang,mereka berdua mengangguk dengan semangat.
"Hehe,daddy,mami,aku suka kita akan tinggal bersama"
"Oke, daddy akan pindah hari ini"
Setelah berdiskusi bersama kedua putrinya, cindy sudah memutuskan."Oke, besok kita akan pindah kesini"
Keesokan harinya
Cindy dan kedua putrinya mengemasi barang-barangnya untuk pindah ke villa mawar.
"Mami, apakah masih ada yang lain?"
"Bawa barang-barang yang di butuhkan saja, nanti kita bisa membeli lagi"
Cindy ingin pindah ke villa mawar dan memulai kehidupan baru untuk menghasilkan banyak uang.
Saat sampai di halaman villa mawar di hentikan oleh pelayan.
"Ada apa ini?"
"Tuan adiguna bilang kamu harus tinggal di rumah belakang"
Rumah belakang adalah rumah untuk para pelayan,meskipun tidak sebagus rumah yang di depan, namun lebih bagus dibandingkan rumah yang ia sewa.
Selain itu tinggal di rumah belakang malah lebh bagus dan akan lebih sedikit berinteraksi dengan rendy.Ia dapat lebih fokus menghasilkan uang.
"Oke, aku akan tinggal di rumah belakang"
Ketika sampai di rumah belakang shella dan shelly tidak terlalu senang.
"Kita tinggal disini gratis, kita bisa mendapatkan rumah belakang sudah bagus, jika harus bertengkar dengan rendy, nanti kakakmu akan kerepotan"
"Mami, aku ngerti,disini juga bagus kuk, lebih bagus daripada sewa di luar" kata shelly.
"Ia, kita bisa bersihkan kamar lain, nanti bisa mami gunakan untuk melakukan akunpuntur ke pasien"
"Wow, apakah mami ingin lanjut menjadi dokter ajaib?"
Cindy mengangguk,tidak ada yang salah menjadi seorang dokter, lagipula bisa menyembuhkan orang dan bisa mendapatkan banyak uang.
"Bagus, mami bisa mendapatkan banyak uang di masa depan"
"Baik, ayo kita beres-beres"
"Siap"
Kedua anak melakukan pekerjaan tanpa lelah, saat cindy mengajaknya istirahat mereka berdua menolak.
Rendy di rumah depan saat ini sedang bingun, kenapa wanita seperti cindy setuju begitu saja tinggal di rumah belakang.
Rendy penasaran,lalu bangkit menuju rumah belakang.
Ia melihat semua ruangan dan kamar sudah bersih dan rapi.
__ADS_1
"Kamu ngeberesin semua ruangan,apakah kamu akan menempati semua?"
Cindy melirik ke arahnya.Apakah pria ini gila mengurusi jumlah kamar yang akan ia gunakan?
"Tuan adiguna,kamu tinggal di rumah depan, aku tinggal di rumah belakang,jangan ikut campur urusan orang lain"
"Aku memang tinggal dirumah depan, namun pelayanku, pelayan adrian dan bobby akan tinggal di rumah belakang"
Apakah bajingan ini ingin memindahkan semua pelayan gerhana kesini?
"Kamu hanya boleh menggunakan dua ruangan untuk tidur"
"Oke" cindy terlalu malas berdebat.
Keesokan harinya
Setelah pulang sekolah adrian dan bobby di antar ke villa mawar oleh rendy.
Ketika melihat cindy, mereka berdua sangat gembira.
"Adrian, bobby, kalian mau makan apa malam ini? mami bakal buatin untuk kalian"
"Chiken goreng, ikan asam manis dan terong panggang" bobby berkata..
"Sama mie gorang" shelly menambahkan.
"Aku mau makan sayuran saja" shella berkata dengan malas
"Oke, mami akan memasak brokoli" cindy melihat adrian."Kamu mau makan apa?"
"Aku makan yang di sebutkan saja"
"Oke, kalian bermain dulu, mami akan memasak dulu"
Anak-anak bermain di halaman.
Ia memikirkan untuk meminjam pada rendy terlebih dahulu.
Begitu masuk ke dalam rumah rendy menatapnya dingin.
"Ada apa?"
"Aku ingin meminjam bahan-bahan untuk memasak"
"Tidak boleh,kalau mau bayar 100 juta"
"Dasar lelaki rentenir"
Cindy keluar dari rumah dengan hati yang kesal.
Begitu masuk ke rumah shelly mengikutinya di belakang."Mami, aku sudah lapar,kapan kita makannya?"
Cindy memandang anak-anaknya seperti meminta maaf."Hari ini,kita masak menu yang lainnya dulu, besok mami akan buatkan untuk kalian"
Anak-anaknya mengangguk dan melanjutkan bermain bersama.
Setelah beberapa saat cindy memanggil anak-anaknya untuk makan.
"Ayo makan, makanan sudah siap"
Anak-anaknya sudah mengitari meja makan, shelly pertama kali yang mengambil makanan dan memasukkan ke dalam mulutnya.
"Ayo dimakan, ini enak" shelly memakan dengan lahap.
Bobby dan adrian saling memandang, mereka berdua seolah-olah ada yang ingin di katakan.
__ADS_1
"Kenapa,kalian berdua tidak suka makan mie?"
"Tidak kug, mami kanyaknya daddy juga belum makan,bagaimana jika kita ajak daddy untuk makan bersama?"
Begitu bobby berkata,adrian langsung mengangguk.
Cindy mengingat saat rendy menolaknya untuk meminjam bahan-bahan makanan,sekaran dia ingin makan mie ya?
"Kanyaknya daddymu tidak akan suka mie ini"
"Mami, daddy sangat suka makan mie, biarkan dia datang kesini"
"Baiklah, kalian bisa panggil dia"
Ternyata benar rendy berani datang untuk makan.
"Mami, daddy sudah datang"
Rendy mengerutkan keningnya."Aku di paksa oleh kedua anakku untuk datang kesini"
Cindy tersenyum."Aku tahu tuan adiguna tidak akan mau kesini,lagipula kamu tidak akan suka mie yang aku masak, kamu bisa lihat kira makan saja"
"Mami, daddy sangat suka makan mie" bobby bersikap manja.
Rendy mengerutkan keningnya melihat mie di depan mejanya.Apakah mie ini bisa di makan?
Ia melihat sekitar anak-anak makan lahap mie buatan cindy dan mencicipinya.
Satu sendok...
Rasa kuahnya begitu lezat dan mie nya empuk.
Setelah makan anak-anaknya melihat televisi bersama.
Di meja makan hanya tinggal cindy dan rendy.
"Tuan adiguna, enak gak mienya?"
"Tidak enak"
Meskipun rasanya enak dan lezat, rendy malas memuji sang wanita.
"Tuan adiguna,mieku tidak gratis,satu mangkuk mie harganya 25 juta, kamu habis dua mangkok, jadi 50 juta"
"Hah! dua mangkok mie seharga 50 juta" rendy menatapnya curiga.
Cindy mengangguk,ia masih teringat harus menggantikan perabotan kantor rendy.
"Tuan,kamu mau bayar cash atau tranfer?"
"Transfer" rendy tidak perduli dengan uang jutaan.
"Oke"
Rendy mentransfer uangnya lewat ponselnya.
Cindy tersenyum menerima uangnya."Tuan,lain kali datang lagi,aku akan menyiapkan makanan khusus untukmu"
Rendy hanya meliriknya dan berjalan pergi.
Anak-anak berdiskusi,maminya ingin menggunakan kamar untuk melakukan akupuntur pada pasien, namun daddy tidak memberikan kamar lagi.
Bobby mengusap rambutnya."Kamu mau aku ngomong sama daddy?"
"Tidak ada gunanya ngomong sama dia, dengar-dengar daddy menurut sama kakek"
__ADS_1
"Iya,memang bebar, daddy sangat menghormati kakek" kata adrian