Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
.........


__ADS_3

Dia tanpa basa-basi meraih lengan Rendy satunya lagi dan menggigitnya.


Setelah menggigit, dia bertanya dengan penuh harapan, "Sakit tidak?"


Rendy melihat kedua lengan yang telah digigit parah beberapa kali, dan mengangguk, "Sakit."


Cindy sangat gembira: "Sakit? Bagus sekali!"


Rendy: "..."


Ternyata dia hanya ingin dirinya merasa sakit.


Tidak masalah, asalkan dia bahagia.


Setelah memastikan bahwa dia bisa merasakan rasa sakit, Cindy baru bersedia untuk percaya bahwa dia benar-benar telah bersama dengannya, ini bukan mimpi, bukan mimpi ...


Di kamar superior.


Sekujur tubuh Zenitsu penuh dengan hawa panas yang berapi-api dan tidak bisa ditahan. Anggur barusan Cindy telah meminumnya segelas, dan gelas yang kedua sengaja ditumpahkan oleh Rendy, tetapi Zenitsu malah meminum dua gelas. Dia masih bisa bertahan sampai saat ini, semua karena niatnya yang kuat.


"Tuan muda, kamu—aku akan membantumu mencari wanita."


"Tidak, tidak, di mana Cindy?"


"Tidak tahu, sudah minta pelayan wanita untuk pergi ke kamar mandi mencarinya, tidak ada."


Dia juga minum, tidak tahu apa yang terjadi dengannya sekarang?


"Tuan Muda, jangan khawatirkan dia. Jika kamu terus bertahan seperti ini, nanti pasti akan bermasalah."


Zenitsu mengertakkan gigi, keringat menetes di dahinya, "Antar aku ke rumah sakit."


"Tuan Muda, mencari seorang wanita itu lebih baik, ada begitu banyak wanita yang bersedia membantumu meredakan obatnya, kenapa kamu ..."


Perkataan Manajer belum selesai, tetapi tatapan mata Zenitsu yang setajam pisau langsung menutup mulutnya, dia tidak berani berbicara lagi dan mengikuti instruksinya.


Setelah satu jam kemudian.


Ponsel Rendy berdering tiba-tiba.


"Roni, apa kamu sudah menemukan Mami? Apa kamu perlu bantuan kami?"


Rendy menjawab, “Tidak perlu!” Suaranya serak dan seksi.


Bobby di ponsel terkejut, "Roni, kamu, kamu bisa bicara?"


Rendy : "..."


Mau beritahu anak-anak atau tidak, kalau Roni ini adalah Daddy mereka?


Cindy tiba-tiba mengambil ponsel dan berkata, "Bobby, Mami akan pulang sebentar lagi."


"Mami, Roni sudah bisa bicara? Aku dengar suaranya seperti daddy?"


Cindy memandang Rendy, meskipun tidak tahu alasan dia berpura-pura menjadi Roni untuk menyembunyikan identitasnya, tetapi Cindy juga tahu pasti ada alasannya.


Cindy tidak ingin merusak rencananya, jadi menjawab dengan santai, "Kamu salah dengar, itu suara Mami."

__ADS_1


"Mami?"


Bobby langsung tertegun, apa mungkin pendengarannya bermasalah?


Tetapi tidak mungkin dirinya sampai tidak bisa membedakan mana suara pria dan mana suara wanita, kan?


"Sudah, Mami akan bicarakan lagi setelah pulang."


Cindy langsung menutup telepon.


Rendy memandangnya, "Kamu harusnya cari alasan yang lebih baik untuk berbohong kepada anak-anak."


"Alasan apa?"


"Misalnya, misalnya aku tidak bisa bicara, barusan minta pelayan untuk menjawabnya, misalnya..."


"Misalnya kepalamu, aku ini membantumu berbohong, jadi kamu jangan cerewet!"


Rendy tercengang, "Bukankah kamu marah karena aku berbohong padamu? Mengapa kamu membantuku berbohong."


"Karena di antara kita tidak boleh ada rahasia, terutama rahasia besar seperti ini. Daya tahan psikologis anak-anak lemah, jadi saat harus menyembunyikannya, maka kita harus menyembunyikannya."


"Jadi, kamu terus menyembunyikan berita kematianku dari anak-anak?"


"Puih puih puihh! Kabar kematian apaan, kamu bukannya hidup dengan baik? Jangan ucapkan kata itu lagi!"


"..." Rendy tidak menyangka dia akan merasa tabu tentang ini, kemudian tersenyum dan mengecup dahinya dengan lembut.


"Apa yang terjadi dengan kecelakaan pesawat itu?" Cindy bertanya dengan penasaran.


Wajah Rendy menjadi serius, "Zenitsu, dia meminta orang untuk melakukan sesuatu di pesawat. Aku bisa selamat dari bencana karena menyadarinya lebih awal."


Mata Rendy tiba-tiba menjadi gelap.


"Tidak hanya ingin melukaiku, masalah tentang membantu Vanda menyamar menjadi dirimu waktu itu, surat tabrak lari yang diterima kakek berkaitan dengannya."


"Apa? Kenapa dia melakukan ini?"


"Belum diselidiki, tapi itu pasti ada hubungannya denganmu. Terus-menerus mengganggu, jelas tidak ingin membiarkan kita bersama."


Pernyataan ini membuat Cindy merasa tidak bisa disangkal.


"Zenitsu, dia ingin menikahiku, tapi tidak tahu apa tujuannya? Dan juga, aku bukan putri Gerard, ayah kandungku, kata Zenitsu, adalah anggota Keluarga Ducal."


Dia seolah-olah seperti memberitahu Rendy sebuah rahasia besar, kedua matanya yang gesit menatap lurus ke arahnya.


Rendy sepertinya sudah mengetahui ini sejak lama, dan bertanya dengan tenang, "Apa kamu ingin tahu siapa ayah kandungmu?"


Cindy terdiam dan mengangguk.


Tentu saja dia ingin tahu siapa ayah kandungnya, dan seperti apa masa lalu ayah kandungnya dengan ibunya.


Mengapa ibunya tidak mengatakan sepatah kata pun tentang ayah kandungnya?


"Kalau begitu berpura-pura tidak tahu apa pun dan tidak mengatakan apa pun di depan Zenitsu."


Mata Cindy melebar, "Zenitsu ingin menikahiku, kamu tidak cemburu?"

__ADS_1


Bibir tipis Renxy membuat senyum penuh arti, "Jika dia ingin menikahimu, kamu buat dia menyerah. Dan juga, di bawah tatapanku, kamu ingin melakukan sesuatu yang membuatku cemburu? Um?" Rendy berbicara sambil meremasnya dengan lembut.


Cindy segera berpenampilan seperti gadis yang baik, "Tidak, tidak ingin melakukan apa pun, aku hanya berbicara saja."


"Ini baru baik! Sudah, pakai bajumu dan pulang."


Melihat Rendy mengenakan topeng Roni, bibir Cindy cemberut.


"Kenapa kamu tidak mencari topeng tampan untuk dipakai?"


"..."


Rendy meliriknya diam-diam.


Jika bukan dengan topeng yang begitu mengerikan dan jelek, seorang pria tampan di belakang mengikuti Cindy dan keempat anak, jika Cindy tidak dicaci maki dan dihina habis-habisan, maka rasanya aneh.


Dia itu memikirkan reputasi Cindy.


Bisa-bisanya mengajukan pertanyaan seperti itu? Terkadang gadis ini benar-benar sembrono dan tidak berperasaan.


"Pulang rumah."


Melihat Rendyvtidak menjelaskannya, setelah mengenakan pakaian,Cindy cemberut dan melangkah keluar dari ruangan pribadi.


Villa Royal Garden.


BObby menatap ketiga anak lainnya dengan wajah kecil yang serius, dan berkata dengan misterius kepada mereka, "Aku curiga, Roni adalah Daddy."


Shella membantah lebih awal, "Bagaimana mungkin? Roni sangat jelek."


"Shella , kamu menilai orang dari penampilannya lagi, Roni sangat baik dengan kita, kamu tidak boleh bilang dia jelek."


Saat Shelly sedang berbicara, Shelly mengepalkan tinjunya dengan erat dan memukul Shella.


Shella melirik ke arahnya, "Kakak mengatakan yang sebenarnya, kamu tahu apa!"


Melihat sikap Shella yang buruk, Shelly memutar bola matanya dan membantahnya langsung


"Aku percaya Roni adalah Daddy."


"Ah? Kamu percaya?"


Bobby memandang Shelly dengan terkejut, kemudian bertanya alasan kenapa dia percaya, dan apakah dia menemukan petunjuk.


Mata besar seperti anggur hitam Shelly berputar dua kali, "Dia sama baiknya kepada kita seperti Daddy."


Adrian mengangguk dengan sungguh-sungguh, mengatakan bahwa Shelly adalah tipe orang yang bijaksana.


"Shelly benar. Kenapa orang asing bisa begitu baik dengan kita, ini adalah alasan terbaik."


Shella masih tidak percaya, "Kenapa Daddy berpura-pura menjadi Roni? Begitu jelek, benar-benar —"


Saat Shelly mendengar dia dengan jijik mengucapkan kata jelek, dia mengepalkan tinju dan memukulnya dua kali.


"Kamu tidak boleh bilang dia jelek!"


Shella membelai punggungnya yang sakit, "Kamu, kamu, kamu juga jelek! Kamu lebih jelek darinya, kamu babi, babi gendut, kamu jelek!"

__ADS_1


Wajah kecil gemuk Shelly tampak sangat marah, dan kekuatan dominan di dalam tubuhnya terus bergejolak.


"Shella, kamu bilang aku jelek, aku akan bertarung denganmu—"


__ADS_2