
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Cindy pada sore sudah berdandan cantik dan memasak untuk rendy.
Kebetulan anak-anaknya sedang di bawa oleh anton untuk pergi bermain.
Cindy sengaja menyiapkan anggur merah di meja makan dan segera memanggil rendy yang sedang di ruangan kerja.
"Presdir adiguna,makan malam sudah siap, kamu cepatlah turun"
"Baik"
Hati rendy sedikit bergetar melihat senyumannya.
Sayang wanita ini sudah bersuami,jika suaminya tahu dia memasak untuk pria lain pasti akan marah besar.
Wanita yang tidak bermoral.
Saat rendy duduk di ruang makan, cindy sudah menyiapkan beberapa hidangan lezat.
Ada anggur merah yang sudah di tuangkan ke dalam gelas.
Cindy mengambilkan beberapa peralatan makan, rendy tidak segan-segan langsung memgambil makanan yang di masak olehnya dan makan dengan lahap.
Cindy mendekatkan segelas anggur pada rendy.
"Presdir, minumlah sedikit anggur"
"Kamu jangan terus menggodaku dan membuatku mabuk, apakah kamu ingin mengambil keuntungan dan ingin menjadi istriku"
Cindy segera menggelengkan kepala, ia hanya berniat membujuk untuk tidak berebut masalah hak asuh bobby."Tidak.. tidak.. aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu"
Ternyata pria ini, salahpaham lagi dengan dirinya!
Setelah kenyang rendy kembali ke ruangan kerjanya.
Pukul delapan malam anak-anak pulang dengan anton, mereka sudah kelelahan dan segera pergi ke kamarnya.
Di ruang buku rendy sedikit mabuk menyandarkan badannya di kursi, ia kembali teringat dengan gadis yang ia sukai dulu.
Terakhir bertemu dengannya adalah saat di taman, gadis itu sedang di bully dan jongkok sambil menangis.
"Jangan sedih, nanti aku akan menikahi kamu"
kata rendy saat itu.
"Apakah benar?"
"Benar"
Gadis itu tersenyum dan bercanda bersama rendy.
Kemudian adegan itu hilang, digantikan adegan pengurus tua memberikan kabar.
"Tuan muda, gadis yang anda cari sudah meninggal"
__ADS_1
"Apa? tidak.. tidak mungkin"
"Beneran! ada foto di kuburannya sama persis dengan gadis yang kamu cari"
Saat rendy datang ke makamnya dan melihat fotonya, ia merasakan sakit hati dan frustasi.
Perasaan cintanya di pendam bersama dengan batu nisannya.
Sejak saat itu dirinya menghindari pacaran dan urusan menikah.
Ia sering mabuk-mabukan saat teringat gadis itu dan akhirnya bertemu dengan cindy saat dalam keadaan mabuk.
Rendy mengambil rokok dan menyalakannya, asap tebal memenuhi ruangan yang agak tertutup.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, rendy buru-buru mematikan rokok dalam asbak.
"Kenapa belum tidur?"
Bobby melihat asap yang belum hilang dan berjalan mendekat."Daddy, kamu sedang merokok?"
Rendy mencubit pipinya."Seorang pria merokok adalah hal wajar, daddy hanya menghisap satu batang rokok"
"Daddy, apakah kamu sedang tidak senang?"
"Tidak"
"Apakah kamu bertengkar dengan mami?"
Rendy mengerutkan alisnya."Tidak"
"Daddy, mami membesarkan aku dengan susah payah, bahkan pernah menjual darah, mami sudah membesarkan aku menjadi anak yang imut, kamu harus perlakukan mami dengan baik, oke" bobby memohon dengan serius kepada ayahnya.
Rendy kaget.
"Daddy, oke" bobby menarik baju lengan rendy dengan manja.
Rendy mengangguk"Daddy tahu"
"Kalau begitu, akhir pekan ini, kamu dan mami bawa kami ke tempat bermain"
"Akhir pekan,kamu tidurlah ini sudah terlalu malam" rendy merasa ragu-ragu
"Daddy, jika kamu setuju,aku akan langsung pergi tidur"
Karena bujukan terus-menerus,akhirnya rendy setuju.
"Daddy, jarimu" bobby menegakkan jari kelingkingnya.
Rendy segera mengaitkan jari kelingkingnya.
"Sudah,cepat kamu pergi tidur"
Bobby segera mencium wajahnya."Daddy, kamu adalah daddy terbaik di dunia"
Rendy tersenyum,ia merasa benar apa yang di katakan bobby,wanita itu sudah membesarkan anak seimut ini.
Bobby segera keluar dan ingin segera memberi kabar ini pada adrian.
"Daddy mau bawa kita ke tempat bermain bersama dengan mami"
"Beneran?ini adalah kesempatan bagus untuk menjodohkan mereka berdua"
__ADS_1
Setelah memikirkan sejenak, kedua bocah ini tidak memiliki ide apapun.
Bobby memberikan usul."Besok kita panggil shella dan shelly,kita berempat pasti menemukan ide yang bagus"
"Baik"
Pagi hari
Keempat anak-anak sedang makan sarapan pagi.
...Bobby tiba-tiba berkata dengan serius."Ada sesuatu hal yang penting, Akhir pekan ayah dan mami akan membawa kita ke taman bermain, mari kita jodohkan mereka, malam ini kita akan metting bersama"...
Shella berkata dengan dingin."Untuk apa menjodohkan orang jahat dengan mami kita, mami layak mendapatkan pria yang lebih baik"
"Yang lebih baik juga bukan daddy kita, pokoknya harus menjodohkan daddy dan mami" shelly berkata dengan kesal.
Shella bertambah kesal."Shelly,kamu anggap dia sebagai daddy, lihat kedua putranya sekolah di tempat mahal, sedangkan kita berdua sekolah di sekolah biasa, daddy tidak menyanyangi kita"
"Kalau begitu, cari daddy yang perlakukan kita dengan baik" shelly merasa ini masuk akal.
"Tidak bisa!mami hanya bisa di jodohkan dengan daddy." adrian langsung menolak.
"Iya, daddy harus dengan mami, kalau pria yang kalian cari jahat, bagaimana?" bobby ikut membantah.
"Rendy adalah orang jahat, jika orang lain jahat, juga tidak akan lebih jahat dari pria itu" shella kesal.
"Bilang aku adalah orang jahat, setidaknya kamu berikan alasan yang masuk akal" rendy tiba-tiba berkata.
Ini bukanlah pertama kali rendy mendengar shella mengatakan dia orang jahat, rendy merasa penasaran, sejak kapan menyinggung gadis kecil ini.
"Aku bilang kamu adalah orang jahat dan pokoknya orang jahat" setelah mengatakan shella bangkit mengambil tas di kamar.
Menilai orang berdasarkan suka atau tidak suka!
"Kalian tidak boleh seperti dia, tahu"
"Presdir adiguna,kamu juga sering menilai orang lain berdasarkan prasangka dan tebakanmu sendiri" cindy berkata dingin.
"Aku memang sudah punya pendapat sendiri terhadapmu, ini adalah fakta dan bukan prasangka buruk"
Cindy mencibir."Waktu yang akan membuktikan, kritikan shella juga akan terbukti oleh waktu"
"Kalau begitu,biarkan waktu yang membuktikan"
"Ok"
Kalau dia mengetahui telah bertindak tidak adil dengan kedua putrinya,dia pasti akan menyesal
Pasti kedua putrinya akan memarahi rendy dengan ganas suatu hari nanti.
"Mami dan daddy,kamu sudah selesai belum, kita harus berangkat sekolah sekarang" shelly berkata pelan.
"Ayo, mami antar kalian"
Setelah cindy mengantar anak-anak ke sekolah, rendy mengerutkan keningnya, di meja makan sudah tidak tersisa makanan.
"Tuan muda, anda belum sarapan, biarkan orang dapur memasak sebentar" kata pengurus tua.
"Tidak perlu"
Kenapa tuan muda tidak mau makan? kalau tidak lapar,kenapa pergi ke ruang makan?
__ADS_1
Pengurus tua menebak pasti karena perdebatan dengan nona cindy.