
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
"Presdir adiguna,yakinlah,aku tahu apa yang harus aku lakukan"
"Itu bagus"
Pekerjaan di departemen penerjemah tidak berat, agnes berdiskusi dengan rendy,karena cindy harus mengurus adrian.Dia akan pergi selama dua jam pagi dan sore hari.
Cindy puas dengan pengaturan yang seperti ini sehingga masih bisa merawat ketiga anaknya yang lain.
Di malam hari, saat rendy kembali ke villa cindy telah pulang.
Melihat makanan lezat di atas meja, ia mengerutkan alisnya.Ini pasti buatan cindy,tetapi dia mengakui masakannya memang enak.
Pengurus tua mendekati rendy yang ragu-ragu.
"Tuan, ini adalah masakan nona cindy,jika anda tidak mau makan,maka jangan di buang, itu pemborosan,jika tidak di makan disuruh menghubungi nona cindy, dia akan mengambil makanan ke sini."
Wah!
Apa yang wanita itu pikirkan, apakah ingin memanfaatkan semua di sekitarku?
Rendy duduk dengan marah.
"Panggil adrian untuk makan"
Adrian keluar dari kamar sambil menaruh kotak makanan di sampingnya sesuai yang di pesan ibunya.
"Mau ngapaain kamu?"
"Daddy, aku akan mengemasnya dan menghubungi mami untuk mengambilnya nanti"
Rendy membuang kotak makanan."Jangan berikan pada wanita itu! habiskan! dan lain kali jangan panggil dia mami"
Pengurus tua yang berdiri tidak jauh menundukkan kepala tertawa kecil.
Tampaknya selain nyonya adiguna, orang kedua yang dapat memainkan fikiran tuan muda adalah nona Chloe.
Semakin banyak rendy makan semakin dia lapar, ia bertanya pada pengurus tua, apakah cindy menaruh obat ***** makan di makanan.
"Tuan muda jangan khawatir,kamera pengintai ada dimana-mana dan di dapur juga termasuk ada kamera.Ketika nona cindy memasaka aku dan koki mengawasi di samping dan memastikan semua bersih"
Benarkah?
Rendy melihat ke arah pengurus tua."Ambilkan bubur lagi di dapur"
"Ya tuan"
Di malam hari adrian mengobrol dengan bobby. Adrian memberitahu makanan yang paling banyak di makan ayahnya dan makanan kesukaannya.
Bobby memberitahukan satu-persatu pada ibunya.
__ADS_1
Cindy tersenyum sendiri saat mendengarkan bobby berbicara.
"Mami, daddy suka masakanmu"
"Dia itu memang rakus"
Cindy masih bingung menilai hubungan dengan rendy, setiap bertemu hanya berdebat.
"Mami, apakah kamu merindukan ayah?"
Bobby memandang wajah ibunya
Cindy mengelus kepalanya."Jangan bicara sembarangan,Untuk apa aku merindukannya?"
Bobby tersenyum,wajah mommy sudah memerah seperti apel kesukaan shelly.
Keesokan hari
Cindy memasak untuk ketiga anaknya, bobby dapat melihat kesibukan ibunya dan terlihat sedang terburu-buru.
"Mami, aku akan mengantar shelly dan shella ke sekolah, kamu tidak perlu mengantar lagi"
"Tidak, aku merasa khawatir"
"Kita bertiga bisa berangkat sendiri, lagipula rumah yang sekarang cukup dekat dengan taman kanak-kanak"
"Ya,mami kami bisa"
Cindy tersenyum dan senang ketiga anaknya sangat pengertian.
"Kalian bertiga benar-benar bisa?"
"Mami, akan membuatkan makanan yang lezat untuk kalian"
"Iya" shelly paling keras menjawab
Cindy pagi sekali sudah sampai di villa gerhana
Rendy sedikit terkejut dan penasaran.
Datang sepagi ini, apakah wanita ini tidak mengurusi kedua anak perempuannya?
Cindy tersenyum."Presdir adiguna,apakah adrian sudah bangun?aku akan membuatkan sarapan untuknya"
Mendengar suara cindy, adrian yang masih berbaring di kasur membuka selimut, keluar dari kamar dengan rambut acak-acakan.
Cindy bergegas menuju ke arah adrian."Adrian, aku akan memandikanmu"
Sebelum adrian menjawab sudah mendengar suara rendy."Biarkan dia melakukan apa yang bisa di lakukan sendiri"
Cindy bergegas ke dapur untuk membuat sarapan.
Pengurus tua mendekati cindy."Nona chloe, di pagi hari kamu tidak harus membuat sarapan, nyonya adiguna pernah berpesan, waktu di pagi hari sangat mepet, kamu hanya perlu membuat makanan siang dan malam hari"
Cindy merasa berterimakasih pada nyonya adiguna yang sangat pengertian.
Ketika sarapan adrian tidak menyentuh sama sekali sandwichnya,jelas dia tidak menyukainya.
__ADS_1
Cindy menatapnya dengan sedih."Adrian, kamu suka makan apa? aku akan buatkan untukmu"
"Buat apa? apakah kamu tidak memiliki konsep waktu?" suara dingin rendy.
Cindy melihat jam tangan, waktu memang sudah mepet, tidak mungkin lagi membuat sarapan.
"Maaf, aku tidak melihat waktu,aku hanya khawatir dia akan merasa lapar"
Cindy menghela nafas, di mata rendy dirinya terlihat tidak tulus memperlakukan adrian.
Setelah masuk di mobil, cindy memandang adrian dengan sedih."Kamu ingin makan sarapan apa? mami akan menyiapkan untukmu atau kamu ingin makan sarapan seperti makanan bobby, shella dan shelly?"
Adrian penasaran dengan makanan yang dimakan bobby dan lainnya, ia mengangguk senang.
Mobil berhenti di depan tk pelita harapan.
Adrian membawa tas di punggungnya dan melambaikan tangan ke arah cindy. Cindy tersenyum bahagia.
Ia selama ini membayangkan bisa berbuat sesuatu untuk adrian dan menjalankan tugas sebagai seorang ibu, akhirnya mimpinya jadi kenyataan.
Ketika bayangan adrian sudah tidak terlihat, cindy masuk ke mobil dan bergegas ke perusahaan adiguna.
Hari ini adalah hari pertama masuk bekerja,ia tidak mau membuat kesalahan,ia berusaha fokus pada pekerjaan.
Bimo membawanya ke kantor departemen penerjemah dan meletakkan dua dokumen di atas meja."Nona cindy, ini adalah pekerjaanmu di pagi hari, setelah menerjemakan kamu bisa kirim ke presdir adiguna dan bisa bergegas pulang"
Sangat mudah bagi cindy menerjemahkan dua dokemen ini.
Yang membuatnya takut adalah mengirim kepada rendy ,melihat wajah busuknya dan mendengar kata-kata yang tidak enak untuk di dengar.
"Bisakah menyuruh orang lain untuk mengirim kepada presdir adiguna?"
"Tidak, kedua dokumen ini berhubungan dengan rahasia internal perusahaan,presdir sudah berpesan untuk mengantarnya langsung dan tidak boleh ada pihak ketiga"
Sangat penting?
Apakah rendy berpesan ini untuknya?
Ia merasa rendy sengaja menyulitkannya!
Pokoknya harus konsisten dan hadapi rendy dengan tenang.
Memikirkan hal ini, cindy menerjemahkan dokumen dengan serius.
Tingkat keseriusan bekerja cindy sangat tinggi, ia sudah terbiasa melakukan ini saat menjalani menjadi dokter.
Satu jam kemudian,cindy sudah menerjemakan kedua dokumen dengan benar,ia meregangkan pinggangnya, berdiri, lalu mencetak dokumen.
Setalah menyelesaikan semuanya.Ini adalah bagian terpenting harus mengirim kedua dokumen ke raja neraka, ini membuatnya gelisah.
Sebelum mengetuk pintu, cindy mengambil nafas dalam-dalam.
"masuk"
Ia mendorong pintu dan masuk.Ia meletakkan dokumen di meja dengan menundukkan kepala.
"Presdir adiguna,ini adalah dokumen terjemahan saya, silahkan di periksa"
__ADS_1
Rendy tidak melihatnya langsung mengambil dokumen dan mulai membaca.
Biasanya orang lain membutuhkan waktu dua jam untuk menyelesaikan dokumen seperti ini, dia melakukan hanya satu jam, ini sungguh cepat!