
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Kediaman Sabyan.
Nissa yang pulang ke rumáh dari Pantai Kapuk, begitu masuk rumah, ekspresinya sangat jelek.
Setelah menghembuskan dua napas yang menyesakkan, dia mengambil vas bunga yang diletakkan di meja, dan membantingnya.
"Nissa, ada apa denganmu? Tadi pergi jenguk orang tua Rendy baik-baik saja, kenapa begitu pulang langsung marah-marah?"
Nissa tidak menjawab pertanyaan ibunya, hanya melihat Agus.
"Ayah, waktu itu kau bilang aku dan Rendy bertengkar hebat, perlu santai, terus minta aku keluar negeri beberapa bulan, tunggu momen yang tepat baru pulang"
"Sekarang skandal Rendy dan cindy ada di mana-mana, kau bilang ini kesempatanku, ke-kenapa Nyonya adiguna dan kakek rendy, lebih hargai cindy daripada aku?"
"Di mata mereka, cindy lebih pantas untuk rendy! Kenapa? Aku tidak rela, tidak rela!"
Agus memandang Nissa yang menggeram marah, dia pasti mendapat masalah di Pantai Kapuk, makanya melampiaskannya.
"Nissa, ayah tidak sangka akan seperti ini, keluarga Adiguna sangat menjaga martabat mereka, ayah pikir keluarga adiguna akan manfaatkan kesempatan ini pisahkan rendy dengan wanita itu, bagimu ini kesempatan
yang bagus, tapi siapa sangka..."
Berbicara tentang ini, dia kembali
marah.
"Ayah, aku ingin martabat cindy hancur, aku tidak percaya keluarga adiguna masih inginkan wanita itu!" Nissa mengepalkan jarinya erat
erat, tatapannya kejam.
"Nissa, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Lihat saja." Meski Nyonya adiguna dan Nyonya
Silva sangat menyukai cindy, kelihatan jelas karena skandal itu, Hendy sangat ilfeel pada cindy.
Kalau martabat cindy hancur karena skandal, Hendy pasti akan menentang hubungannya dengan rendy..
Memikirkan hal ini, dia segera memulai aksinya.
Rendy yang sedang duduk di kantor melihat proges proyek, begitu pintu kantor didorong.
Bimo memegang beberapa dokumen, buru-buru berjalan ke arahnya, "Presdir adiguna, ini hasil test DNA Shella dan Shelly dengan David,
hasilnya tidak ada hubungan darah."
Rendy tercengang, mengambil laporan di tangannya melihat dengan cermat. Di atas memang tertulis dengan jelas:
"Tidak ada hubungan darah?"
"lya, ini aneh sekali, orang yang paling sering berhubungan dengan Nona cindy di luar negeri, hanya ada David, kalau bukan anaknya, lalu..."
Rendy menatapnya, "Apa yang ingin kau katakan?"
Bimo ragu, tidak berani mengatakannya.
Ekspresi rendy mendingin, memerintahkan, "Katakan!"
"Presdir adiguna, Anda juga tahu, setiap kali ungkit ayah kandung kedua anak itu, Nona cindy seperti sembunyikan sesuatu, kalau tidak ada apa-apa, untuk apa dia seperti itu? Jadi, kupiki..kupikir..."
Dia melirik rendy sekilas, berhenti berbicara.
__ADS_1
"Katakan sampai selesai!"
"Presdir adiguna, kamu jangan marah ya, aku tebak, shella dan shelly mungkin anak luar nikah Nona cindy, . jadi tidak pernah bisa selidiki siapa ayah biologis mereka?"
One Night Stand?
Diperkosa?
Atau, seperti malam itu mabuk bersamanya?
Memikirkan kemungkinan- kemungkinan yang mengerikan ini,adegan-adegan yang menyayat hati ini, membuat ekspresi Rendy semakin kusam.
Bimo merasakan aura dingin terpancar dari tubuhnya, tanpa sadar mundur dua langkah.
Kalau Presdir Adiguna banting sesuatu, tolong jangan sampai kena dia.
Rendy terdiam cukup lama, tidak menanyakan apa-apa, langsung memintanya keluar
Siang hari rendy pergi ke klinik cindy.
Mengerutkan kening melihat bisnisnya yang lesu.
Bukankah sebelumnya sangat ramai?
Wanita ini hanya tahu mengelola Prusahaan Amanda, sampai-sampai abaikan bisnis Kliniknya.
Bukankah ini pekerjaan yang disukainya?
Bahkan, bagian dari sumber kehidupannya
Sambil memicingkan mata, dia punya ide.
Sore hari, Bimo masuk kantor, memberitahu rendy, Cindy sedang membahas kerja sama, dan kabarnya butuh perputaran modal.
"Presdir Adiguna, ini kesempatan bagus, pahlawan selamatkan wanita cantik, Anda bantu saja, Nona cindy pasti tersentuh."
berikan mereka perawatan tubuh dan akupunktur gratis."
"Seluruh karyawan?"
"lya, setiap hari seratus orang, gantian keKlinik Cindy."
Bimo tercengang cukup lama, sebelum mencerna kata-kata ini, mengangkat kepalanya, terheran-heran menatap Rendy.
"Presdir Adiguna , Anda minta seluruh karyawan, setiap hari gantian ke Klinik Nona Cindy, tunggu ditusuk?"
Rendy meliriknya, seorang pria dominan dan mulia yang peduli pada karyawan, berkata, "Akupuntur, baik untuk perawatan tubuh. Biaya
akupunturnya bisa bayarkan ke cindy lebih dulu"
"Presdir adiguna, caramu memang sangat pintar. Selain bisa berikan uang pada orangnya, masih bisa membuatnya terima dengan tenang".
Hanya saja!
Kasihan karyawan malang yang menunggu giliran ditusuk setiap hari! Tidak tahu apa yang akan mereka pikirkan ketika mendengar berita ini?
Bimo tidak berani menunda perintah Presdir , dia segera mengaturnya.
Keesokan harinya.
Pagi hari, cindy mendapat telepon dari penanggung jawab Klinik. Mengatakan ada banyak orang yang ingin akupuntur, berharap dia bisa mengaturnya.
"Berapa orang? Bukankah diKlinik ada dua ahli akupunktur? Tidak Cukup?"
"Seratus orang, dua ahli akupunktur tidak cukup. Mereka bilang kalau masih pagi, akan ada trip kedua."
Kenapa tiba-tiba ada begitu banyak orang ingin lakukan akupuntur?
Sampai ada trip kedua? Jangan-
__ADS_1
jangan sudah ada janji?
"Nona Cindy,katanya akhir-akhir ini akan ada puluhan ribu orang yang akunpuntur, tolong atur ya."
Puluhan ribu?
Cindy ragu dengan pendengarannya, sekali lagi bertanya pada penanggung jawab.
Setelah tidak salah dengar, dia terkejut, segera pergi keKlinik.
Begitu masuk, seseorang menghampirinya menjelaskan situasi cindy memandang orang ini dari atas ke bawah, diam-diam kagum,
perusahaan ini baik sekali. Berikan akupuntur ke karyawan, sampai pilih paket mahal.
Benar-benar mengejutkan!
Setelah itu, pria itu menyerahkan kartu bank padanya.
"Nona Cindy, ini 200 miliar, kamu atur saja"
Dua ratus miliar!
-Kebetulan bisa selesaikan keperluan mendesak perusahaannya!
Haruskah ambil uang ini?
Melihat dia ragu, orang itu langsung sodorkan ke tangannya, "Nona cindy, terima saja, karyawan kami akan ikuti pengaturan Anda,
datang bergantian ke sini."
Cindy menerima uang itu Melihat orang di hadapannya, dia bertanya, "Perusahaan kalian baik sekali sama karyawan. Dari perusahaan mana?"
"Gogeta"
"Gogeta? "Sepertinya pernah
dengar.
"Ya, perusahaan yang punya seribu Karyawan lebih "
Orang itu menatapnya dalam- dalam.
"Waa, perusahaan kalian besar sekali."
Cindy merasa ada yang aneh.
Sampai orang ini pergi dengan kesepakatan yang dinegosiasikan, penanggung jawab di sampingnya berjalan, memberi tahu dia, "Nona
Cindy, Gogeta adalah anak perusahaan Presdir Adiguna ."
"Presdir adiguna? Yang mana"
"Presdir Adiguna di Kota A,Presdir adiguna yang dikenal memiliki seluluh ribu perusahaan, memangnya masih ada Presdir adiguna yang mana?"
Ekspresi Cindy tiba-tiba berubah,apa maksud
Rendy lakukan ini?
Bantu bisnisnya?
Tidak, tidak boleh terima bantuannya.
Cindy segera ke kantornya, mengeluarkan hp, menelepon rendy.
Bibir rendy menyeringai melirik layar hp, dan menjawab."Halo?"
"Rendy, apa maksudmu? Ambil buangmu, suruh karyawanmu balik, aku tidak butuh bantuanmu!"
Rendy tersenyum santai, "Bisnis itu harus tepati janji, uang sudah kamu terima, mau ingkar janji?"
__ADS_1