Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
~~~^~~~


__ADS_3

Wanita itu tercengang melihat Shella, tidak tahu harus berkata apa baiknya.



“Kakak, percaya padaku.”



Shella memandangnya dengan sangat percaya diri.



Wanita itu sempat ragu sejenak, tapi pada akhirnya putuskan untuk mencoba.



Shella kegirangan meminta tas kosmetik dari mami, setelah melihat wajah wanita itu sebentar, ia mulai merias wajahnya.



Orang yang mengejek gadis jelek itu mulai berbisik.



“Anak sekecil ini bisa dandan?”



“Pasti lebih jelek dari monyet, kita lihat saja.”



“……”



Shella abaikan mereka, fokus dan tenang, setenang di rumah merias wajah model.



Sepuluh menit kemudian.



Melihat riasan gadis jelek sangat bagus, para penonton takjub.



Meski tidak di dandan menjadi wanita cantik, tapi dibanding barusan, seratus kali jauh lebih cantik.



Tanda lahir di wajahnya ditutupi, matanya terlihat jauh lebih besar, kulitnya tidak terlalu gelap, fitur wajahnya jauh lebih elegan, seperti ganti wajah baru.



Ketika Shella berikan kaca kecil, dia terkejut melihat tampang dirinya.



“I-ini aku?” Semangat menyentuh pipinya.



“Tentu saja kamu.”



Wanita itu senang melihat wajahnya, berterima kasih pada Shella.



“Adik kecil, teknik dandanmu sangat hebat, bisa ajari aku?”



Shella mengangguk.



Ajari dia dandan lebih cantik, agar tidak diejek orang, juga termasuk berbuat baik.



Shella tuliskan nama dan nomor hp ke wanita itu, mengatakan kalau ingin belajar bisa meneleponnya.



Melihat dia bersedia membantu wanita jelek itu, para penonton yang mengejek wanita jelek ini, berbondong-bondong ingin belajar.



“Adik kecil, ajari aku juga.”



“Aku juga, aku juga.”



“……”



Melihat mereka tersenyum sumringah, Shella memasang ekspresi datar, dengan arogan berkata, “Aku tidak ajar orang jahat! Hmph~!



Begitu kata-kata ini diucapkan, dia palingkan mata besarnya, tarik mami pilih pakaian.



Rendy yang berdiri di samping tersenyum puas di wajah tampannya.



Anak ini, benar-benar kombinasi sempurna antara dirinya dan Cindy?



Sangat berkarakter.



Memang putrinya Rendy.

__ADS_1



Rendy membeli semua pakaian yang disukai Cindy.



Setelah belanja selama setengah jam, Cindy tidak enak hati lanjut belanja, melihat Rendy dan anak-anaknya menenteng banyak belanjaan.



“Ini sudah cukup, ayo pergi belanja untuk anak-anak.”



Bobby dan Adrian mengatakan pakaian mereka masih banyak, jadi tidak perlu beli lagi.



Shelly ulurkan tiga jari gemuknya, sekali lagi tekankan dirinya ingin beli tiga pakaian.



Shella mengerutkan kening, putuskan untuk membeli lebih banyak. Lagipula, daddy tidak kekurangan uang.



Setelah selesai, Shelly pilih tiga baju kartu lucu.



Shella merasa terlalu kekanak-kanakan, dia sengaja memilih beberapa baju bertubuh kecil dengan ciri khas yang luar biasa.



Shelly yang melihatnya, kakak pilihanmu cantik sekali.



Berbalik, memeluk baju kartun pergi menggantinya bersama Shella, tapi apa daya tubuhnya yang gemuk tidak cocok pakai baju itu.



Shella mendesah melihatnya, “Ini akibat dari makan terus, tidak bisa pakai baju cantik.”



Shelly marah, wajahnya yang cemberut, terlihat seperti seekor tupai kecil.



Rendy berjalan ke sisinya, membungkuk, memberitahunya kalau suka, bisa dijahit sesuai ukuran dia.



Shelly mengedipkan mata besarnya yang berlinangan air mata, kepala kecilnya membayangkan dirinya mengenakan pakaian cantik, senyum sumringah muncul di wajah kecilnya.



“Terima kasih daddy.”



“Aiyo, kalian satu keluarga datang, ya!”




Shelly memanggil dengan gembira.



"Iya, Shelly. Ambil baju apa pun yang kamu suka. Paman akan memberinya kepadamu sebagai hadiah"



"Dia tidak suka semuanya, suruh desainermu desain beberapa model baju untuknya"



"Desain?"



Di mall yang sebesar ini, dengan kondisi produk yang dijual semua toko yang menjual pakaian anak-anak adalah pakaian berkualitas paling atas, tidak ada satu baju pun yang menarik perhatian Shelly?



Tidakkah pendangan putri kecil ini terlalu memilih?



Anton melihat ke Shelly yang menggembangkan bibirnya dengan pipi yang berisi. Karena abangnya sudah bersuara, dia hanya bisa mengangguk.



"Pertama kali bawa mereka datang, kamu tidak keberatan kan kalau kami ambil sedikit baju?"



Anton tersenyum, melirik ke kantong-kantong mewah di tangan Kakanya, kemudian melirik ke kantong yang dipegang di tangan Bobby, Adrian dan Shella---



Apa?



Bahkan tas Bobby juga mengikat beberapa kantong?



Apakah keluarga ini datang jambret?!



Benar-benar sungguh kejam.



Hanya melihat dari kantong saja Anton sudah tahu abangnya memang kenal barang. Yang dia pilih semuanya adalah edisi terbatas yang didesain oleh desainer terkenal. Total dari baju yang mereka ambil, setidaknya lebih dari 2M.



Meskipun merasa agak sakit hati, Anton tetap memaksa dirinya untuk tersenyum.

__ADS_1



"Tidak... tentu saja tidak apa-apa. Kalau suka, ambil saja semuanya"



Senyumannya yang tidak begitu natural membuat Cindy percaya dengan kata-kata Adrian yang mengatakan bahwa Anton adalah orang termiskin di seluruh keluarga Adiguna .



Setelah Rendy sekeluarga pulang, Anton pun mulai berpikir harus bagaimana meminta abangnya untuk mengisi kerugian ini?



Abangnya tidak kekurangan uang.



Anton bisa meminta lebih kepadanya.



Setelah beli baju, Rendy pun membawa keempat anaknya ke taman hiburan dan kebun binatang yang mereka sudah ingin kunjungi sejak dulu.



Keempat anak bermain dengan gembira sambil tertawa terbahak-bahak.



Bahkan Adrian yang biasanya selalu dingin dan tidak suka berbicara pun mengatakan banyak kata-kata hari ini.



Hal ini membuat Rendy merasa dirinya harus lebih sering membawa anak-anak keluar bermain ketika ada waktu luang.



Waktu makan malam, mereka berenam makan di hotel Siantar, sesuai dengan keinginan para anak-anak.



Rendy sengaja memesan makanan rendah lemak untuk Shelly.



Shelly menggembangkan bibir kecilnya dengan tidak senang, tapi begitu teringat dengan dirinya yang tidak bisa memakai baju cantik, dia pun menundukkan kepalanya dan mulai makan makanan rendah lemak di hadapannya dengan menurut.



Hari yang indah berakhir, mereka pun kembali ke Rumah. Setelah mandi, anak-anak pun ketiduran dengan nyenyak.



Melihat anak-anaknya yang imut, aktif dan cerdas, Rendy dari dalam hati merasa bertemu dengan Cindy adalah hal yang paling beruntung di kehidupannya.



Pada saat ini, Cindy sedang mencoba baju barunya sambil menanyakan kesukaan para tetua keluarga Adiguna .



"Pakai saja apa yang kamu suka, tidak perlu peduli dengan mereka"



Cindy menoleh ke Rendy, "Ini adalah pertama kali aku makan bersama keluargamu, aku ingin meninggalkan kesan yang baik"



"Kalau begitu, pakai yang merah itu saja"



"Merah? Tidak terlalu menonjol?"



"Pakai yang kamu suka saja kalau begitu"



Cindy tersenyum, memutuskan untuk mendengarkan saran Rendy, memakai pakaian merah.



Keluarga mau mengadakan acara yang membahagiakan, merah melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan.



Cindy merapikan bajunya, kemudian menggantungnya di dalam lemari. Rendy berjalan ke belakangnya dan memeluk pinggangnya yang ramping.



"Jangan sibuk lagi, tidur lebih awal"



Suara Rendy yang dalam dan seksi melintas melewati hati Cindy dengan lembut.



Cindy bersandar di pelukannya, merasa hangat dan nyaman.



Mereka saling berpelukan dengan erat. Pada saat ini, Cindy merasa dirinya adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini.



Pada saat Cindy memejamkan matanya untuk menikmati kebahagiaan ini, tangan seseorang yang gelisah mulai berkeliaran di sekeliling tubuhnya.



"Jangan sembarang bergerak, biarkan aku bersandar dengan tenang untuk sebentar"



"Pergi ke atas tempat tidur, terserah kamu mau bersandar dengan posisi apa"



"Tidak mau"


__ADS_1


"Kamu rasa kata-katamu berguna?"


__ADS_2