
Manager membawa mentor cinta ke ruangan sebelah, memberinya pena dan kertas, lalu mengatakan kepadanya untuk pikirkan dengan matang baru menulis strategi.
Pastikan menuliskan trik paling berguna dalam mengejar Cindy.
“Tenang saja, seumur hidup ini aku tidak bisa melakukan apa pun, hanya bisa mengejar wanita, bukan aku membual, tidak ada wanita yang tidak bisa kutaklukkan di dunia ini.”
Manager mendesah melihat penampilan dia yang kurus, tampang yang biasa dan memakai pakaian yang lusuh!
Benar juga, wanita suka gombalan.
“Siapa namamu.”
“Namaku Johan.”
Dia yang terlihat gay, membuat manager merinding, “Sudah, cepat tulis lalu berikan ke tuan muda.”
“Baik.”
Johan menghabiskan dua jam untuk menulis semua pengalaman berharganya.
Setelah dikombinasikan dengan situasi Cindy, ia menulis strategi mengejar wanita.
Johan bangkit, menunjukkan hasil kerja kerasnya pada manager.
Manager merasa pusing melihat tulisan ini.
“Hal-hal yang berkaitan dengan wanita sangat merepotkan, aku tidak mengerti, kamu bawa ini berikan pada tuan muda.”
Zenitsu membacanya, dan semakin merasa seperti sebuah naskah.
“Kejar wanita harus akting?”
“Tuan muda, hidup itu seperti sandiwara. Ini naskah paling klasik, aku jamin bisa dapatkan nona Cindy.”
“……”
Zenitsu yang membacanya juga pusing, tapi mengingat Cindy, ia memaksa dirinya untuk mempelajarinya.
Tidak disangka, ada begitu banyak pengetahuan dalam cinta.
Di sisi lain.
Selepas pulang kerja, Cindy meninggalkan Perusahaan Amanda.
Sengaja pergi mencari tukang kunci profesional untuk membuka kotak ini, begitu melihat isinya, ia terkejut.
Anj1r kenapa begini?
Di dalam kotak ada secarik kertas: 【Senang jadi pencuri?】
Jangan-jangan sudah tahu dia akan mencuri kotak ini, jadi sengaja menaruh secarik kertas?
Setelah dipikir-pikir, sepertinya tidak mungkin.
Mengingat suara di kamar tadi malam, dia merasa isi kotak itu diambil, dan catatan ini sengaja ditinggalkan.
Tapi siapa?
Melihat tulisan tangan di catatan itu, Cindy merasa itu sebuah petunjuk. Mengikuti ini, pasti bisa mengetahui siapa itu.
Kotak ini punya Roni, dan yang paling mencurigakan adalah dia, jadi lebih baik mulai dari dia dulu.
Cindy menyimpan kertas ini, dan kembali ke Villa Royal Garden.
Begitu masuk ruang tamu, Cindy segera memerintahkan pengurus tua untuk memanggil Roni ke ruang kerja.
Melihat ekspresi suram Cindy, pengurus tua tidak berani berlama-lama, segera memanggil Roni.
__ADS_1
“Cepat ditunggu nyonya!”
Roni berjalan menuju ruang kerja, dia tahu kenapa dipanggil, tapi tidak panik.
Mana mungkin dia kalah melawan Cindy?
Sesampai di ruang kerja, Roni berdiri di depan meja.
Ekspresi Cindy yang suram, menatapnya dengan tajam, membuatnya sekujur tubuhnya kedinginan.
Tidak disangka, saat sedang marah, aura Cindy tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Roni, bisakah kamu menulis?”
Tanya Cindy tanpa basa-basi.
Roni tersenyum sambil mengangguk.
“Bagus kalau bisa menulis, sini bantu aku tulis sebuah dokumen.”
Roni berjalan ke depan meja, mengambil pena dan kertas yang diberikan, lalu duduk di kursi dan mulai menulis sesuai permintaan.
Cindy mengamati setiap goresan dan kekuatan tulisannya mirip dengan Rendy.
Tapi, kalau dilihat lebih teliti tidak sama.
Catatan di tangannya sedikit kaku dan miring, sangat tidak mirip.
Apakah bukan dia?
Pikir Cindy sejenak.
Cindy tidak menyerah, mengalihkan tatapannya, “Roni, apakah kamu kehilangan sesuatu?”
Roni terdiam, banyak yang mengatakan pencuri akan merasa bersalah, kenapa Roni tidak melihat Cindy merasa bersalah.
Tampaknya dirinya terlalu meremehkan Cindy.
Roni mengeluarkan hp: “Ya.”
Cindy, “Apa?”
“Kehilangan sebuah kotak”
Melihat tulisan kotak, rasa bersalah terbesit di mata Cindy.
Cindy mengepalkan jarinya, berkata pada dirinya jangan gugup, Roni tidak memiliki bukti dirinya yang mengambilnya, tidak ada yang perlu ditakutkan, sekarang hanya mengobrol biasa.
Ya!
Ayo terus bertanya.
Cindy berdeham, “Di dalam kotakmu ada barang berharga apa?”
Tatapan Roni memancarkan sentuhan kerumitan, melihat Cindy sangat penasaran, Roni sengaja memberi tahu dia sesuatu yang berbeda.
Roni kembali mengetik di hp dan Cindy menatapnya dengan seksama, ingin melihat ekspresinya saat melihat catatan di dalam kotak.
Apa daya, wajah Roni yang gugup dan tatapannya yang semakin dingin, setelah mengetik sebentar menyerahkan hp padanya.
Cindy tercengang melihatnya.
Tertulis:”Akta rumah yang terbakar, giok leluhur dan stempel, kaligrafi, keramik, kartu bank……”
Cindy merasa ini terlalu berlebihan?
Cindy tidak tahan melihatnya lagi dan memukul meja.
__ADS_1
“Roni aku tidak pernah bertemu orang yang berpura-pura sebaik kamu, apa yang leluhurmu lakukan sampai wariskan harta karun padamu?”
Dan kotak apa yang kamu miliki sampai bisa isi begitu banyak, kotak sebesar telapak tangan bisa isi semua barang ini? Sampai bisa simpan lukisan, kupikir isi bola saja cukup sulit.
Ada senyuman terbesit di mata Roni: “Nyonya tahu kotak itu sebesar telapak tangan, nyonya pernah melihatnya?”
“……”
Cindy tercengang.
Anj*r, Roni beraninya kamu jebak aku?
Jangan-jangan, Roni tahu dia yang mengambilnya?
“Tidak, aku tidak tahu, aku asal tebak, aku tidak pernah melihatnya!”
Menahan jantung yang berdebar kencang, Cindy berbohong sambil membelalakkan matanya.
“Kupikir nyonya yang ambil?” Roni menatapnya, seakan bisa membaca isi hatinya.
Cindy membuang muka, “Ti-tidak ada!”
Kotak yang kamu sebutkan tadi seperti kotak harta karun, bisa mencurinya, tidak sanggup menggantinya!
Berikan Villa Royal Garden padamu juga tidak cukup!
Cindy tampak tidak nyaman dan berdeham, “Pergilah, dokumen ini tidak perlu kamu salin lagi.”
Roni mengangguk keluar dari ruang kerja.
Cindy menatap punggungnya, merasa Roni tidak sederhana.
Meski tidak ada bukti, tapi Cindy memiliki firasat kuat kotak ini ada kaitannya dengan dia.
Tidak bisa memakai trik kecil, sepertinya perlu memakai trik besar.
“Roni, tunggu dan lihat saja!”
Cindy bangkit, saat hendak turun ke bawah, pesan Wechat terdengar, ia membukanya, melihat orang dari pusat tes mengirimkan hasil tes DNA.
Hasil tes DNA dia dan Gerard sudah keluar.
Jantung Cindy tiba-tiba berdetak kencang.
Hasil test menunjukkan, dia dan Gerard tidak memiliki hubungan ayah dan anak.
Bukan?
Cindy melihat hasil itu berulang kali, baru percaya Gerard bukan ayah kandungnya.
Lalu siapa ayah kandungnya?
Selain Gerard, ada Zenitsu dan Vanda yang mengetahui hal ini, perlukah dia menyelidikinya?
“Nyonya, makan malam sudah jadi, tuan kecil dan nona kecil sudah lapar.”
“Iya.”
Cindy tersadar oleh teriakan pelayan, segera menyimpan hasil tes dan turun ke bawah.
Roni sudah membawa anak-anak duduk di kursi makan menunggunya.
Cindy masih menyiapkan satu set hidangan untuk Rendy di sebelahnya sebelum membiarkan anak-anak makan.
“Roni, nanti bantu aku perbaiki tablet, ok? Tabletku rusak, tidak bisa di gunakan.”
Bobby menatapnya dengan tatapan memohon, dan Roni mengangguk setuju.
__ADS_1
Cindy bengong sambil menyendok nasi ke dalam mangkuk.