
Mobil melaju kencang dan berhenti di luar Bar Hoky yang ramai..
Setelah keluar dari mobil, Cindy berdiri di luar bar, hatinya sedikit bergejolak.
Di sinilah dia dan Rendy tidur sepanjang malam.
Malam itu, dia memperlakukan Rendy sebagai psk (pekerja **** komersial) pria.
Pada waktu itu...
Kenangan masa lalu muncul di pikirannya lagi, Cindy menarik napas dalam-dalam, menutup mata, dan dengan kejam untuk behenti memikirkannya. Dia memperingatkan dirinya sendiri bahwa dia datang ke sini untuk menepati janji!
"Ayo masuk."
"Baik, Nyonya."
Sebelumnya Cindy sangat teliti tentang pernikahannya dengan Rendy, dia tidak ingin orang lain memanggilnya nyonya, tetapi sejak kematiannya, dia malah membiarkan pelayan menyebutnya seperti itu.
Dia bersedia menjadi janda Rendy.
Roni mengikutiNya ke sebuah ruang pribadi, tetapi dihentikan oleh pengawal di pintu.
"Nona Amanda, Tuan Muda kami sudah tunggu anda di dalam, silakan Nona masuk sendirian."
Cindy melirik Roni dan menyuruhnya menunggu di luar.
"Baik, Nyonya."
Pada saat ini, di Villa Royal Garden.
Bobby mengerutkan kening ketika dia melihat sebuah kartu atm di atas meja.
"Apakah mami yang letakkan kartu atm di sini?"
"Mami tidak pernah sembarang taruh kartu atm, apakah dia lupa mengambilnya?"
"Kalau begitu, bagaimana jika mami butuh uang di kartu atm ini?"
"Ayo kita antar kartu atm ini ke Mama."
Keempat anak kecil itu saling memandang dan mengangguk serempak.
"Tapi, siapa yang pergi?"
Shelly berpikir sejenak, "Bagaimana kalau kita cabut undi saja?"
Shella berkata dengan wajah cemberut, "Kamu masih ingin cabut undi? Kamu bodoh dan tidak tahu jalan, jadi kamu tidak boleh pergi, kalau kamu pergi, aku khawatir kartu atm ini masih belum diantar ke mami, tapi kamu sudah tersesat dulu."
"..."
Wajah shelly sedikit cemberut, dia menggosok tangannya yang gemuk dan menatap Shella, kakak yang jahat ini selalu mengatakan yang sebenarnya, dan tidak ramah padanya.
__ADS_1
Shella berkata seperti itu, bukankah Shelly tidak punya kesempatan untuk pergi!
Shelly masih berharap untuk membawa kartu atm ini ke mami dan makan besama mami.
Adrian menatapnya yang tampak kecewa, dia menghiburnya, "Jangan sedih, aku bawa kamu pergi, oke?"
Matanya yang redup tiba-tiba berkilau seperti bintang.
Dia mengangguk ke Adrian dengan penuh semangat, dan menjilat lidah kecilnya dengan gembira.
Bobby melihat Adiknya begitu bahagia, dia juga setuju untuk membawa Shelly pergi bersamanya.
"Terima kasih, Abang."
Shella melihat bahwa mereka sangat baik pada Shelly, dirinya sendiri berpikir untuknya, dan juga khawatir Dia akan tersesat, tetapi mengapa dirinya sendiri malah terlihat seperti kakak yang jahat, kemudian ada kilatan cahaya melintas di matanya.
"Bagaimana kalau kita bawa Shelly pergi saja?"
****
Cindy terdiam, kehilangan Rendy, dunianya menjadi redup, dan kata kebahagiaan sudah menjadi kemewahan baginya.
Dia juga mengerti bahwa itu kata-kata sopan dari Zenitsu, dia tersenyum sopan dan bertanya dengan lugas, "Tuan Kozy, apa yang kamu ingin aku lakukan, tolong katakan saja."
Melihat kesedihan yang terpancar di mata Cindy, Zenitsu tahu bahwa Rendy masih ada di hatinya.
Cindy bukan orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
"Apa yang aku ingin kamu lakukan tidak sulit, selama kamu punya niat untuk melakukannya, kamu pasti bisa melakukannya."
"Apa?" Cindy bertanya.
Zenitsu tidak terburu-buru untuk mengatakan, dia perlahan-lahan mengambil anggur merah di depannya dengan sopan.
“Ini anggur yang aku bawa dari gudang anggur Kozy, ayo kita bersulang."
Cindy mendapat informasi penting dari kata-kata ini. Zenitsu "membawa" anggur dari gudang anggur Kozy, bukan membeli, kalau begitu, diperkirakan Zenitsu adalah pemilik gudang anggur Kozy.
Cindy dengan tenang mengambil gelas anggur merah dan bersulang dengan Zenitsu.
Zenitsu meminum semuanya.
Cindy hanya menyesapnya, anggur ini benar-benar anggur yang enak.
"Nona Cindy, apakah kamu tahu mengapa aku tidak membiarkanmu membayar sebotol anggur merah itu?"
"Kamu bilang, ini adalah produk yang unik, dan tidak bisa dibeli dengan uang."
"Ya, jadi, kamu harus menebusnya dengan sesuatu yang unik."
Sesuatu yang unik.
__ADS_1
Keraguan samar muncul di mata Cindy, kalau begitu, apakah permintaan Zenitsu tidak mudah untuk dipenuhi?
Zenitsu yang terbiasa mengamati kata-kata dan ekspresi, dengan tajam menangkap perubahan ekspresi Cindy, dia tersenyum tipis dan berkata, "Apa yang ingin aku katakan memang hal yang sangat unik, hanya Nona yang bisa melakukannya."
Apakah itu akan sesulit mendaki ke langit?
Atau itu hal yang aneh?
"Tuan Zenitsu, tolong anda katakan saja."
"Permintaanku adalah, aku ingin Nona Cindy hidup dengan bahagia di masa depan."
"..."
Mata Cindy melebar karena terkejut, apa ini?
Cindy tiba-tiba merasa bahwa Zenitsu sedang bercanda dengannya.
Selain itu, dirinya sendiri bahagia atau tidak, itu tidak ada hubungannya dengan Zenitsu.
"Tuan Zenitsu, ini tidak bisa dianggap sebagai permintaan, kamu sebaiknya katakan hal lain, setelah aku melakukannya, aku tidak berhutang padamu lagi, jadi aku juga akan merasa lebih nyaman."
Zenitsu menatap Cindy dengan linglung, setelah terdiam sejenak, dia tiba-tiba mengambil bunga mawar di sampingnya, dan menyerahkannya dengan hormat.
"Nona Cindy, aku harap aku dapat berpartisipasi dalam kebahagiaan selama sisa hidupmu, dan menjadi aktor utama."
"..."
Ini adalah pengakuan, pengakuan cinta?
Ini terlalu mendadak, dan terlalu tidak masuk akal!
Cindy tampak tercengang, lalu tersenyum pahit, "Maaf, aku punya suami."
Wajah Zenitsu menjadi suram, dan dia mengangguk.
"Aku tahu, dan aku juga dengar tentang kecelakaan udara, jadi aku tahu Nona masih sendirian sekarang."
Ketika menyebutkan kecelakaan udara, hati Cindy seperti ditusuk jarum, dan wajahnya menjadi pucat.
Zenitsu melanjutkan, "Presdir dari Grup Adiguna memang muda dan sangat luar biasa, dan dia juga sangat cocok dengan Nona Cindy, tapi sayang sekali, Presdir sudah mati."
"Di dalam hatiku, dia tidak mati, dan dia masih hidup."
Meskipun suara Cindy sangat pelan, tapi penuh dengan perasaan dan ketulusan.
Zenitsu tercengang, dan membujuk Cindy dengan tulus.
Kemudian topik percakapan berubah, Zenitsu secara resmi memperkenalkan dirinya.
"Nona , kamu sudah tahu namaku, kedepannya kamu panggil aku Zenitsu saja. Aku adalah keturunan Keluarga Kozy, ayahku adalah adipati kelas satu dari negara K, dibandingkan dengan Grup Adiguna , tidak peduli dari sudut pandang kekayaan atau status, aku tidak kalah sama sekali. Hidupmu masih sangat panjang, kamu harus merencanakan untuk diri sendiri, dan kamu bisa menempatkanku di daftar pertimbanganmu."
__ADS_1