
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Pengurus tuan tahu adrian sedang merindukan nona Chloe, biasanya adrian paling suka bermain lego,ia membawa lego ke depan adrian."Tuan kecil, aku temani kamu maen lego, kamu ingin buat bentuk apa?"
Adrian tidak menghiraukannya dan berdiri menuju kamarnya.
Ia masih merasa marah dengan ayahnya.
Siang tadi mami tidak menjemputnya,malam hari juga tidak memasak untuknya ini semua gara-gara daddy.
Rendy memanggil adrian untuk makan malam, namun adrian bilang tidak lapar dan tetap berbaring di kasurnya.
"Tuan muda, tuan kecil tidak makan siang,tidak bisa kalau tidak makan lagi"
"Jangan perdulikan dia,kalau makan akan makan sendiri" rendy juga tahu anaknya sedang marah.
"--" pengurus tua, mana bisa anak kecil tidak makan?
Saat rendy di ruangan kerja, ia membawa makanan diam-diam ke kamar adrian,ternyata adrian menyuruh membawa keluar makanan.
Benar-benar temperamen ayah dan anak sama saja!
Tiba-tiba bobby mengirim pesan."Daddy jahat menindas mami, harus diberi pelajaran"
Bobby melihat setelah memasak cindy berada di kamarnya menyalin dokumen.
Ini pasti kerjaan daddy yang menyulitkannya!
"Bagaimana,cara membalas daddy, aku rindu mami?"
"Daddy besarkan kamu dari kecil, biarkan aku saja yang melakukan"
"Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Besok kita tukaran, aku akan pergi ke sekolahmu"
"Baiklah"
Mata adrian bersinar, ia bisa diantar jemput mami dan bisa memakan masakan mami.
Pagi hari
Cindy masuk ke ruangan rendy.
"Presdir adiguna"
"Ada apa?"
Cindy menyerahkan dokumen yang di salin hampir sampai tengah malam."Presdir adiguna, silahkan dilihat"
Rendy menerima dokumen dan melihat sekilas,wanita ini benar-benar menyalin dengan rapi dan elegan, jangan-jangan menulis sampai tengah malam?
Ia melihat mata merahnya, ternyata wanita ini tidak tahu caranya untuk menyerah.
Ok! Ia ingin melihat seberapa kuat tekadnya.
Rendy tersenyum, menyerahkan kembali dokumen."Tidak lulus, tulis ulang"
Cindy tidak terkejut mendengarkan ini, ia malah tersenyum."Presdir adiguna,disitu ada surat pengunduran diri, anda bahkan tidak menyadari, anda benar-benar sungguh teliti"
Rendy tadi hanya sembarang membalik halaman dan sudah memutuskan untuk menulis ulang.
Cindy juga sadar rendy sengaja menyulitkannya, ia sengaja memasukkan surat pengunduran diri di dalamnya.
__ADS_1
"Cindy, apa maksudnya,kamu menulis surat pengunduran diri?"
"Tentu saja, ingin mengundurkan diri"
"Mengundurkan diri? lalu,kenapa masih menyalin sebanyak ini?"
Cindy mendengus."Aku hanya ingin melihat, kamu ingin menyulitkanku sampai mana,anda bahkan tidak melihat dengan cermat dan langsung memutuskan untuk menulis ulang dan menulis ulang. Inikah sikap seorang pemimpin yang baik?"
Cindy langsung merebut dokumen dan menyobeknya menjadi bagian kecil-kecil dan melempar tinggi-tinggi.
Sobekan terjatuh dimana-mana, seperti hujan salju putih.
Rendy masih bertanya-tanya,melihat cindy berbalik pergi dengan tegas.
Mendominasi!
Tidak disangka wanita ini masih memiliki keberanian seperti itu.
Saat rendy masih memikirkan cindy, pintu ruangannya di ketuk.
"Masuk"
Bimo masuk dan langsung bicara."Presdir adiguna,nona Chloe tidak bersedia menerjemahkan dokunen dari negara A dan ingin pergi"
"Dia sudah mengundurkan diri, tidak perlu cari dia"
"Apa?" bimo merasa terkejut.
"Kenapa? apakah tidak ada yang bisa menggantikan dia?"
"Karena tidak ada yang bisa bahasa negara A, perusahaan tidak berani menerima pesanan besar, mempertimbangkan nona Chloe mengerti bahasa A,beberap pesanan besar baru di terima kemarin,dan bernilai milyaran dan harus segera di terjemahkan sekarang"
"Terus?" rendy menatap tajam bimo.
"Sekalipun memanggil ningsih,itu juga tidak akan berguna, karena dia tidak mengerti semua bahasa negara A, kita sangat membutuhkan nona Chloe sekarang ini untuk menerjemahkan"
Omong kosong!
Rendy mencibir."Minta departemen personalia untuk merekrut orang dengan harga tinggi, aku tidak percaya tidak menemukan orang yang cocok untuk pekerjaan ini"
"Aku khawatir tidak akan menemukan orang secepat itu, lagipula bahasa negara sangat sulit"
"Pergi, cepat pergi dari sini"
Bimo tidak menyangka rendy bisa semarah ini dengan nona cindy!
Ia dengan cepat keluar dan menuju ke departemen personalia.
Cindy baru saja di parkiran mobil ponselnya berdering.Ia melihat nomer tidak dikenal.
"Halo, siapa?"
"Nona Chloe, ini aku, ibunya rendy"
"Halo bibi, ada apa?"
"Aku sudah mendengar rendy menidasmu, kenapa tidak beritahu aku, aku akan membelamu"
"Tidak perlu bibi, aku sudah mengundurkan diri"
"Mengundurkan diri? dasar anak ini, aku akan membuat rendy memohon padamu untuk kembali"
"Bibi, aku... "
Nyonya adiguna langsung mematikan telepon, ia sangat emosi dan kesal.
Meminta rendy memohon padanya?
Ini mustahil!
__ADS_1
Ehh! Ini tidak benar!
Bagaimana nyonya adiguna tahu, rendy menindasnya?
Apakah ada seorang yang membantu melawan ketidakadilan?
Cindy tidak mengerti!
Agnes mengela nafas dan menatap cucu di depannya.
"Ayahmu itu minta dipukuli"
"Nenek, kamu harus bantu nona Chloe,daddy tidak hanya melarangnya merawatku, ia juga menyuruhnya lembur di siang hari,bahkan malam hari masih harus bekerja,ini sangat keterlaluan"
"Kamu jangan khawatir,nenek akan mencari ayahmu" Agnes mengelus kepala bobby.
"Terima kasih nenek"
Bobby secara khusus datang ke kediaman neneknya untuk mengadukan ayahnya yang menindas mami.
Melihat neneknya membela mami, bobby merasa sangat puas.Saatnya pergi ke sekolah menggantikan adrian."Nenek,aku pergi ke sekolah dulu, sampai jumpa"
"Biarkan supir mengantarmu ke sekolah"
Bobby menyetujuinya,saat sampai di sekolah menyuruh adrian untuk keluar.
Adrian melihat pesan dari bobby, mengangkat tangan."Bu guru, aku sakit perut, minta izin ke toilet"
"Pergilah"
Setelah kejadian pemecatan guru, semua tahu adrian mempunyai orang tua yang memiliki latar belakang yang kuat dan semua guru memberikan perlakuan khusus padanya.
Walaupun rendy berpesan agar memperlakukan adrian sama dengan murid lainnya, tapi guru tetap melakukan perlakuan khusus secara diam-diam.
Beberapa menit kemudian bobby masuk ke dalam kelas.
Guru memberikan perhatian."Apakah perutmu sudah merasakan baikan?"
Perut?
Bobby langsung mengangguk. "Iya, sudah tidak apa-apa"
"Baguslah, jika merasa tidak enak badan segera beritahu guru"
Bobby tidak menyangka, adrian akan mendapatkan perlakuan khusus dan merasa bahagia untuknya.
Nyonya adiguna tiba di perusahaan dengan hati marah, karyawan yang melihatnya menyapa dengan ramah.
Agnes tidak punya waktu untuk menyapa seperti biasanya, ia hanya melambaikan tangan.
"Ponggg"
Pintu terbuka dengan keras, rendy melihat ibunya masuk dengan wajah ingin membunuh.
"Bu,kenapa bisa datang kemari?"
"Menurutmu?"
Rendy berpura-pura bodoh, padahal ia tahu pasti karena wanita gila itu.
"Ibu, apakah ingin ikut rapat dewandireksi?"
Agnes menatap anaknya dengan heran, padahal rapat dewan direksi baru beberap hari yang lalu.
Anak ini! ingin pura-pura bodoh denganku?
Agnes juga ingin berpura-pura bodoh!
"Iya, ingin ikut rapat dewan direksi"
__ADS_1